Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Wawancara Imajiner dengan ESP E-RA Membangunkan Sumsel dari Tidur Panjang

Wawancara Imajiner dengan ESP E-RA Membangunkan Sumsel dari Tidur Panjang

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

E-RA merupakan koordinat definitif hasil perpaduan antara absis Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T (ESP) dan ordinat Dr. Riezky Aprilia, S.H.,M.H. (RA).

E-RA terpanggil untuk memenuhi aspirasi banyak tokoh masyarakat Sumsel agar tampil memimpin Sumsel mencapai Kegemilangan, sebagaimana Kegemilangan Sriwijaya berhasil menjadi ikon terbesar di Nusantara, yang menorehkan sejarah mendunia dalam rentang kekuasaan tak kurang dari tujuh abad (abad ke-7 s.d. abad ke-13).

Berikut interview Syamsul Noor (SN) dari media siber MSINews dengan Cagub Sumsel Ir. H. Eddy Santana Putra, M.T. (ESP). SN berkemeja biru laut dan bercelana hitam duduk di hadapan ESP mengenakan baju kemeja putih dipadu dengan celana hitam.

SN : Selamat Siang. Salam sehat dan sejahtera buat Kak ESP sekeluarga dan juga buat semua relawan Pendukung E-RA di mana pun berada. Apa boleh saya panggil Kak ESP?

ESP : Boleh, silakan. Nama saya memang kerap dipanggil ESP. Terima kasih. Salam sehat dan sejahtera kembali.

SN : Latar belakang utama Kak ESP maju sebagai Paslon dalam Pilkada Sumsel 2024, adalah memenuhi aspirasi banyak masyarakat, terutama para tokoh masyarakat Sumsel. Apakah benar begitu?

ESP : Ya. Impian banyak masyarakat agar Sumsel lebih maju. Di dalam impian itu terimplikasi kepercayaan masyarakat sekaligus ujian buat saya. Seandainya Sumsel ke depan mengalami kemajuan, itu penyebab utamanya bukan saya, melainkan kemajuan itu karena masyarakat berjuang bersama-sama mewujudkan Sumsel maju. Sumsel Cerah: Cerdas, Sehat, dan Sejahtera bersama E-RA Baru, di dalam Semangat Baru, Harapan Baru, dan Pemimpin Baru.

SN : Luar biasa, Kak ESP. Apakah itu semacam literasi kognitif yang berhasil Kak ESP jual ataukah itu memang kunci atau key word dari keberhasilan E-RA?

ESP : Mau dibilang apa pun dan sebagai apa pun, fakta membuktikan Sumsel Cerah bukan karena siapa-siapa, bukan karena ESP dan Riezky saja. Sumsel Cerah karena mayoritas rakyat berjuang bersama-sama mewujudkannya.

SN : Ada pepatah Melayu berbunyi, “Ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk”. Apa komentar Kak ESP dalam konteks peran urgen sosok pemimpin di Sumsel?

ESP : Komentar saya, jangan pernah menganggap remeh pendidikan. Di dalam pendidikan ada banyak guru yang mensosialisasikan ilmu, termasuk sikap Ilmu Padi tadi kepada anak didik. Pepatah tentang ilmu padi itu merupakan kecerdasan lokal Sumsel, bahkan seluruh provinsi se-Indonesia mengenalnya. Dalam slogan Cerah itu bukan Cerdas ditempatkan paling dahulu. Itu komitmen E-RA pada urgensi pendidikan sebagai upaya bersama guna mencerdaskan rakyat. Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tujuan pokok negara ini berdiri.

SN : Mau pintar dan mau cerdas itu mahal. Mau sehat juga mahal. Apalagi mau sejahtera, bukankah semua butuh biaya dan semua ada harga. Apa penjelasan Kak ESP?

ESP : Uji pepatah Palembang, Ado Caro Ado Rego. Katek Caro Katek Rego. Apa maksudnya? Arti harga itu dalam banyak hal bergantung pada cara. Jadi, pendidikan, kesehatan, standarisasi Sejahtera akan sangat mahal dan berada di luar kemampuan, apa cara mengelolanya keliru sehingga menjadi tidak efektif dan terjadi inefisiensi. Kalau pengelolaannya efektif, efisien, rasional, proporsional, dan kondusif, tentu anggapan mahal itu bergeser menjadi terjangkau, rasional, bahkan gratis. Dalam arti pemerintah berdasarkan amanat UUD 1945 berkewajiban mencerdaskan warga negara melalui program pendidikan.

SN : Oh, ya… Kak ESP. Secara nasional terkesan terjadi tumpang tindih antara Pendidikan dan Kebudayaan. Terbukti ada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Padahal dalam perspektif kebudayaan, pendidikan merupakan salah satu unsur dari kebudayaan. Apa pendapat Kak ESP dalam konteks tersebut.

ESP : Begini. Pendidikan itu mikro. Kebudayaan itu makro. Hal mikro disandingkan pada hal makro tidak berarti terjadi tumpang tindih. Justru mikro dan makro oleh karena sifatnya koherensif justru saling memperkuat dan saling melengkapi. Dengan semangat kebudayaan kita fokus pada pendidikan guna mewujudkan manusia budaya. Sebab, dalam arti seluas-luasnya hanya manusia budaya yang pandai menghargai kebudayaan.

SN : Baik. Penjelasan Kak ESP sangat kontekstual dan tepat sasaran. Lalu sebagaimana Kak ESP saksikan sendiri banyak sekali aset-aset Kebudayaan daerah di Sumsel terancam punah, bahkan memang sudah dinyatakan punah atau tergusur. Apa penjelasan Kak ESP?

ESP : Nama Santana pada Eddy Santana Putra diberikan oleh *Almarhum Letjend. (Purn.) Bambang Oetoyo*, kepada anak lelaki dari *Almarhum Kol.(Purn.) H. Animan Achyad*. Dalam bahasa Jawa Santana dilafazdkan *Sentono* yang bermakna
*Manusia pemberi pedoman untuk menjadikan manusia semakin manusia.* Manusia menjadi semakin manusia, menurut pendapat saya tidak lain dari *Manusia Budaya* atau *Manusia mencintai Budaya”. Dalam konteks ini saya berharap kelak setelah menjabat sebagai gubernur Sumsel, Insya Allah, saya akan menata kebudayaan daerah di Sumsel bukan saja terawat tetapi terdepan di Nusantara, seperti tempo dulu, baik era Sriwijaya maupun pada era Kesultanan Palembang Darussalam. Jangan lupa, pada kurun 1750-1800 Masehi Palembang menjadi Pusat Kebudayaan Islam berbahasa Melayu di Nusantara.

(WAWANCARA TERHENTI SEJENAK KARENA ESP MENYERUPUT AIR DARI CANGKIR DI ATAS MEJA DI HADAPANNYA. KETIKA ITU SECARA BERSAMAAN SN MALU-MALU MENYEKA MATANYA YANG MENDADAK BERLINANGAN AIR MATA MENDENGAR PENJELASAN ESP.

SN : Wawancara ini sudah mendekati akhir. Kak ESP, saya terharu sekali dan terima kasih atas kesediaan Kak ESP memberikan banyak sekali penjelasan berharga buat masyarakat Sumsel. Semoga masyarakat sadar, KSP lebih dari layak untuk masyarakat Sumsel pilih memimpin Sumsel ke depan. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***

Syamsul Noor adalah pelaku sastra, jurnalis SMINews Biro SumselBabel, dan Ketua Departemen Data pada Pusat Kajian Sriwijaya (PKS), FISIF-UNSRI.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

    Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DI TENGAH tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi sepeda motor, hadirnya Program Motor Listrik Nasional (Molinas) membawa angin segar bagi transformasi industri otomotif dan keselamatan berkendara di Indonesia_ . Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Langkah […]

  • TNI AD dan TWP AD Groundbreaking Pembangunan Ribuan Rumah Non-Dinas Prajurit dan PNS

    TNI AD dan TWP AD Groundbreaking Pembangunan Ribuan Rumah Non-Dinas Prajurit dan PNS

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM– TNI Angkatan Darat (TNI AD) bekerja sama dengan Badan Pengelola Tabungan Wajib Perumahan (BP TWP) TNI AD, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking)(groundbreaking), pembangunan ribuan unit  rumah non-dinas bagi prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD di Kabupaten Serang, Banten, Minggu (9/3/2025). Acara ini menjadi tonggak penting dalam upaya TNI AD meningkatkan kesejahteraan prajurit dan […]

  • Jubir Poengky Indarti Soroti Kriminalisasi Guru Nyaris Tewas

    Jubir Poengky Indarti Soroti Kriminalisasi Guru Nyaris Tewas

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Juru Bicara Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky IndartiJakarta – Juru Bicara Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengungkapkan Kompolnas akan melakukan klarifikasi ke Polda Metro Jaya. Hal tersebut disampaikan terkait Guru Surianto yang dikriminalisasi oleh orang tua murid yang berkongkalingkong dengan para oknum aparat hukum. Pasalnya Surianto ditahan selama 36 hari disiksa, dipukuli, disuruh minum […]

  • KPK Memperpanjang Masa Penahanan Tersangka Hasbi Hasan, 40 Hari

    KPK Memperpanjang Masa Penahanan Tersangka Hasbi Hasan, 40 Hari

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta_InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) nonaktif Hasbi Hasan selama 40 hari hingga 9 September 2023. Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan tim penyidik masih memerlukan waktu untuk melengkapi berkas perkara kasus dugaan suap yang menjerat Hasbi. “Tim penyidik memperpanjang masa penahanan tersangka HH [Hasbi Hasan] untuk 40 hari […]

  • Kemendagri Sampaikan Enam Hal Penting pada Musrenbang RPJPD Kota Tanjungpinang 2025-2045

    Kemendagri Sampaikan Enam Hal Penting pada Musrenbang RPJPD Kota Tanjungpinang 2025-2045

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Plh. Direktur PEIPD Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Suprayitno mewakili Dirjen Bina Pembangunan Daerah menjadi narasumber pada Musrenbang RPJPD Kota Tanjungpinang tahun 2025-2045, Senin (22/4/2024) melalui video conference. Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang serta dihadiri oleh Kepala Barenlitbang Provinsi Kepulauan Riau, Forkopimda Pimpinan Daerah, Tenaga Ahli LP2SP, akademisi, dan tokoh masyarakat. […]

  • 60 Persen Angkatan Kerja Bekerja di Sektor Informal, Perlindungan Hari Tua Jadi Perhatian

    60 Persen Angkatan Kerja Bekerja di Sektor Informal, Perlindungan Hari Tua Jadi Perhatian

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mendukung inisiatif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kick-Off dan Pencanangan Bulan Dana Pensiun Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Minggu (6/9/2026). Inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperluas cakupan perlindungan sosial bagi seluruh angkatan kerja di Indonesia. “Acara kick-off Bulan Dana Pensiun ini sejalan dengan upaya Kemnaker untuk […]

expand_less