Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Renungan Jumat Agung: Salib, Derita, dan Harapan

Renungan Jumat Agung: Salib, Derita, dan Harapan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 248
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : RD. Leo Mali

HARI ini, Gereja memasuki keheningan Jumat Agung—hari ketika langit menjadi kelabu, dan bumi seakan ikut menangis menyaksi kan Pencipta hidup disalibkan oleh ciptaan-Nya sendiri. Namun dalam keheningan dan duka itu, sabda Tuhan menuntun kita kepada kedalaman misteri kasih yang tak terhingga, yang mengubah salib dari simbol kutukan menjadi lambang harapan dan kemenangan.

Kitab Yesaya 52:13–53:12 menyingkapkan kepada kita gambaran seorang Hamba Tuhan yang menderita, “tertikam oleh karena pemberontakan kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita” (Yes. 53:5).

Sosok Hamba ini bukan pahlawan yang dielu-elukan, melainkan pribadi yang wajah-Nya tidak dikenali, hinadan tak dihiraukan orang.

Namun justru melalui luka-luka-Nya, kita disembuhkan; melalui penderitaan-Nya, kita diperdamaikan dengan Allah. Renungan profetikini menjadi jendela yang terbuka menuju misteri salib Kristus.

Dalam terang Ibrani 4:14–16 dan 5:7–9, kita mengenal Yesus sebagai Imam Besar yang bukan hanya mempersembahkan korban, melainkan menjadi korban itu sendiri.

Dalam ketaatan-Nya, Ia menanggung keluh dan jerit umat manusia, “dengan ratap dan tangis” di hadapan Bapa. Ia taat sampai mati, dan dari ketaatan-Nya itu, lahirlah sumber keselamatan bagi semua yang percaya. Bukan karena kekuatan kita, tetapi karena kasih-Nya yang setia. Puncak dari semuanya terungkap dalam kisah sengsara menurut Yohanes 18:1–19:42.

Dalam Injil ini, Yesus tampak tidak sekadar sebagai korban, tetapi sebagai Raja yang agung, yang mengatur segala langkah menuju penggenapan kasih Allah. Ia tidak lari dari penderitaan, tetapi justru memeluk salib dengan penuhkeagungan.

“Sudah selesai” (Yoh. 19:30).

Kalimat ini bukan ungakapan kekalahan, tetapi deklarasi kemenangan. Sebab dalam saat kematian itu, selubung Bait Suci terbelah, kuasa dosa dan maut diruntuhkan, dan pintu Firdaus kembali terbuka.

Jumat Agung adalah undangan untuk memandang salib bukan dengan kengerian semata, melainkan dengan mata iman. Di atas kayu salib, segala luka dan derita dunia dipeluk oleh Allah sendiri. Derita bukan lagi akhir dari cerita hidup kita, melainkan jalan menuju pemurnian dan penyembuhan. Dalam salib, Allah tidak menjanjikan hidup bebas dari penderitaan, tetapi Ia hadir di dalamnya.

Ia menjadikan setiap air mata yang tumpah dari jatuh bangun perjuangan hidup kita bermakna. Iamengubah setiap luka menjadi pintu kasih. Bagi dunia yang sering kali kehilangan harapan—karena perang, kekerasan, penyakit, dan ketidakadilan—salib Kristus adalah cahaya yang tak padam.

Ketika manusia menyangka segalanya telah berakhir, Tuhan justru memulai sesuatu yang baru. Ketika harapan manusia runtuh, harapan ilahi bersinar: Roh Kudus kini berkarya dalam hati mereka yang terbuka, menerangi, menghibur, dan membarui dunia.

Salib bukan akhir dari hidup, melainkan jalan menuju kepenuhan hidup. Di dalamnya, kita belajar bahwa ketaatan kepada Allah tidak selalu mudah, namun selalumembawa buah keselamatan.

Kita dipanggil bukan hanya untuk mengagumi salib, tetapi untuk memikul salib kita setiap hari, dalam kesetiaan dan cinta, sebagaimanaKristus telah memikul salib-Nya untuk kita.

Hari ini, mari kita hening sejenak di bawah kaki salib. Lihatlah wajah Yesus yang berdarah namun penuh kasih. Dengarkan detak jantung-Nya yang masihberdetak untuk dunia.

Serahkan luka-luka hidup kita kepada-Nya, karena Dia telah memikul semua beban kita. Dan bangkitlah kembali dalam pengharapan: bahwadalam salib, kita menemu kan arti penderitaan; dalam derita, kita menemukankekuatan; dan dalam kematian Kristus, kita menemukan hidup yang tak akan pernahberakhir.

Salib adalah tanda penderitaan yang membawa harapan. Karena itu salibbagi orang-orang Yahudi adalah tanda penghinaan, salib bagi orang-orang Yunani adalah tanda kebodohan, tapi salib bagi kita orang-orang Kristen adalah tandakemenangan.

Sebab di dalam Kristus yang disalibkan, kita percaya: kasih selalu lebih besar daripada maut. **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demokrat dan PKS Beri Jawaban, Sikap Golkar Tak Mungkin Dukung Anies

    Demokrat dan PKS Beri Jawaban, Sikap Golkar Tak Mungkin Dukung Anies

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Partai Demokrat menghormati sikap Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang memastikan partai berlambang pohon beringin itu tidak bakal mengusung Anies Baswedan sebagai capres di Pilpres 2024. Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani memahami ada hambatan tertentu bagi Golkar yang kini berada dalam koalisi pemerintah untuk bergabung dengan koalisi Anies. “Kami bisa memahami jika ada […]

  • Buka Festival Anak Shaleh XII, Ketua DPD RI Dukung Ciptakan Generasi Islami dan Kesejahteraan Guru Ngaji

    Buka Festival Anak Shaleh XII, Ketua DPD RI Dukung Ciptakan Generasi Islami dan Kesejahteraan Guru Ngaji

    • calendar_month Minggu, 27 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Bekasi,msinews.com – Ketua DPD RI Sultan B Najamudin membuka Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-XII Tingkat Nasional, yang diinisiasi oleh Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (LPPTKA BKPRMI), di Asrama Haji, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (25/10/2024). Pada acara itu, Sultan mengatakan, bahwa penyelenggaraan Festival Anak Shaleh ini sebagai upaya […]

  • DKPP Gelar Sidang Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pemilu

    DKPP Gelar Sidang Pemeriksaan Dugaan Pelanggaran Kode Etik Pemilu

    • calendar_month Sabtu, 20 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengadakan sidang pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) pada perkara nomor 140-PKE-DKPP/XII/2023 di Ruang Sidang DKPP Jakarta, Jumat (19/1/2024). Perkara ini diadukan oleh Linda Hepy Kharisda Gea, eks calon Anggota KPU Kabupaten Nias Utara terpilih periode 2023-2028, yang diwakili oleh Roynal Christian Pasaribu, Akhmad […]

  • Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

    Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 144
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja kompeten menjadi salah satu kunci bagi Indonesia dalam memperkuat industrialisasi dan membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, agenda hilirisasi, penguatan industri nasional, serta ketahanan pangan dan energi membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Hal tersebut disampaikan Menaker saat memimpin upacara […]

  • Firli Bawa Dokumen ke Sidang Praperadilan, ICW Anggap Tidak Relevan

    Firli Bawa Dokumen ke Sidang Praperadilan, ICW Anggap Tidak Relevan

    • calendar_month Senin, 18 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Jakarta MSINews.com – Ketua nonaktif KPK, Firli Bahuri, menuai kontroversi setelah membawa dokumen penyidikan kasus dugaan suap eks pejabat DJKA Kementerian Perhubungan ke sidang praperadilan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan  bukti yang dibawanya tidak relevan dengan sidang tersebut. “Firli Bahuri melalui kuasa hukumnya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berupa dokumen penanganan perkara […]

  • Alumni Unika Atma Jaya Jakarta Dukung Ekonomi Hijau

    Alumni Unika Atma Jaya Jakarta Dukung Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Perkumpulan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Perluni UAJ) Michell Suharli menegaskan, pihaknya mendukung proses ekonomi hijau yang akan berdampak bagi masyarakat luas. Dukungan tersebut sejalan dengan keinginan kuat Perluni Atma Jaya untuk berkontribusi bagi masyarakat dan wujud kecintaan kepada almamaternya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Perluni UAJ Michell Suharli saat memberikan sambutan pada […]

expand_less