Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Hidup Itu Indah Tertawalah, Buku Humor Yang Mengisahkan Keberagaman Indonesia

Hidup Itu Indah Tertawalah, Buku Humor Yang Mengisahkan Keberagaman Indonesia

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BERBAGAI komunitas dan masyarakat menyambut gembira peluncuran “Hidup itu Indah Tertawalah” karya Romo Hans Jeharut Pr di Gramedia Matraman, 7 September 2025. Buku karya seorang pastor dari penggalan-penggalan tugasnya di berbagai daerah ini, dinilai segar, membumi, dan mudah dicerna oleh masyarakat.

Terlebih, buku karya Romo Hans ini hadir di tengah-tengah situasi politik dan ekonomi negeri kita yang sedang tidak baik-baik saja. “Buku ini menjadi oase di tengah situasi negara kita yang tak menentu,” kata pekerja seni Olga Lidya. Olga mengaku senang akhirnya Romo menulis cerita humor yang membawa kebahagiaan bagi umatnya. Dia percaya dalam setiap tawa, seseorang akan menemukan Tuhan. “Jadi kalau suntuk, santai, bacalah buku ini. Olga bahkan menulis perasaannya ke dalam medsos X dengan caption, “Dalam situasi yang menyedihkan akhir-akhir ini, buku ini sungguh menyegarkan” sembari menambahkan emoticon orang tertawa terbahak-bahak.

Siapa saja yang membaca buku ini diajak tertawa terbahak-bahak, melupakan sejenak ketegangan dan urat syaraf kaku, rutinitas yang dirasa membosankan. Sebagai penulis yang baru menerbitkan buku di Gramedia, Romo Hans mengaku dorongan menulis ini berasal dari Bernada Rurit yang sekaligus menjadi penyunting buku ini.

Dari diskusi tersebut, muncullah kisah-kisah jenaka tapi disertai konteks. Biasanya buku-buku humor hanya menuliskan kisah lucu dua atau tiga paragrap. “Rurit kemudian meminta ada konteks dalam setiap cerita sehingga tergambar budaya dan kebiasaan unik masyarakat tempat saya bertugas,” ujar Romo Hans yang juga Sekretaris Kerasulan Awam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.

Indonesia yang kaya budaya dan adat istiadat bisa tergambar dalam kisah-kisah seperti Virginia Anggreni Tak Mampir ke Belitung, Dana No Uang Yes, Apakah Singkong Perlu Didoakan? dll.

“Misalnya ketika ada lahir dia menemukan bantuin tengki di daerahnya, nama anak itu kemudian diberi nama Banteng akronim dari bantuin tengki,” ujar Romo Hans. Pada saat peluncuran buku, Romo Hans menceritakan kisah nama Tuhan di masyarakat Sibolga. Tuhan ini seorang sopi angkutan jalur Sibolga-Medan. Suatu hari mobil yang dikemudikan kecelakaan. Ada penumpang berteriak, “Tuhan tolong saya.” Si Tuhan pun menjawab. “Aku pun terjepit di sini.” Dan pembaca yang hadir tertawa terbahak-bahak.

Romo Hans menyadari tak mudah membuat pembaca tertawa melalui tulisan. “Mereka lebih suka bercerita langsung,” katanya. Tapi dengan menulis, ia merasa bahwa tradisi ini akan berkembang dan diikuti oleh umat.
Philipus Parera, wartawan sebuah media nasional yang menjadi penggemar buku humor dari berbagai negara mengakui buku humor ini berbeda dengan buku-buku sudah ia baca. “Ada konteks yang menjelaskan budaya setempat,” kata Philipus. “Dengan konteks itu, ke-Indonesia-an kita tergambar dalam berbagai cerita.” Philip menemukan dalam kisah berjudul Virginia Anggaeni Tak Mampir ke Belitung, misalnya, ada banyak informasi yang ia baru tahu setelah membaca buku ini.

“Itu pembeda dari buku-buku humor yang ia temukan,” ujarnya.

Bernada Rurit sendiri mendorong Romo Hans menulis cerita humor berbasis pastoralnya karena masyarakat khususnya umat Katolik, sudah lelah dijejali buku-buku bertema berat.

Ketambahan lagi literasi masyarakat sangat rendah. “Ini makin membuat masyarakat tambah malas membaca,” ujarnya. Sebagai penulis dengan tema-tema berat, seperti Tentara Kok Mikir, Indonesia Menuju 2045, Pancasila dari Indonesia untuk Dunia, Jakob Tobing, Sosok di Balik Milestone Indonesia Baru, Rurit mengaku bukunya tidak pernah meledak di pasaran. Karena itulah, dia memberikan pendekatan berbeda melalui Romo Hans. Dengan buku-buku segar dan jenaka, bertema ringan, bahasanya mudah dipahami, diharapkan masyarakat akan tergugah dan literasi masyarakat kian tumbuh.

Rurit mengaku sedih, tradisi intelektual yang dulunya aktif dibangun dari lembaga Katolik kian memudar. Setelah Romo Mangun dari Projo dan Romo Sindunata dan Romo Magnis dari Serikat Jesus, praktis, belum ada lagi pastor-pastor muda yang tulisannya tembus di level nasional dan diterima oleh semua umat. “Inilah yang membuat saya gencar menggiatkan literasi di Indonesia dan mendorong mereka berkarya,” ujar Rurit yang sudah membuat 13 judul buku dengan tema-tema berat.

Buku Romo Hans ini, meski berbasis tugas pastoral, tetap bisa dinikmati oleh umat beragama lain. Tergambar dari judul, “Bodrex Dua Ribu, Tausiah Dua Ribu” tentang pertemanan Romo Hans dan Adi umat Muslim di Belitung, “Nggak Ada Kerugian, Hanya Kepala Pecah,”. Harapannya kelak karya-karya Romo Hans akan diterima oleh semua umat beragama.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salurkan 10.000 Paket Bantuan Seragam, Wamensos: Semua Anak Harus Sekolah

    Salurkan 10.000 Paket Bantuan Seragam, Wamensos: Semua Anak Harus Sekolah

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Pendidikan merupakan hak setiap warga negara termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Tidak boleh ada satupun anak yang tidak sekolah karena faktor kesulitan ekonomi. Penegasan ini disampaikan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono saat memyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa SDS Kresna, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (18/6/2025). “Hari ini kita datang ke SDS Kresna […]

  • Polisi Tetapkan Pengemudi Bus, Tersangka Kecelakaan di Pelabuhan Bakauheni

    Polisi Tetapkan Pengemudi Bus, Tersangka Kecelakaan di Pelabuhan Bakauheni

    • calendar_month Rabu, 28 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Lamsel, MSINews.com – Polres Lampung Selatan (Lamsel) telah menetapkan F (36) sebagai tersangka dalam kecelakaan yang terjadi di gerbang tol seaport Pelabuhan Bakauheni pada hari Minggu, 25 Februari 2024. Kapolres Lampung Selatan AKBP Yushriandi Yusrin menyampaikan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh faktor kelalaian dari pengemudi. Menurut keterangan yang diberikan, pengemudi tidak melakukan pengecekan kondisi kelayakan […]

  • Gunung Lewotobi Laku-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada akan Abu Vulkanik

    Gunung Lewotobi Laku-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada akan Abu Vulkanik

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Larantuka,msinews.com-Gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, NTT, meletus lagi siang ini, Senin (3/6/2024). Adapun, abu vulkanik dari kawah dan pusat erupsi terlihat terus turun dan berhembus mengikuti arah angin ke barat dan barat daya. Sementara di bagian barat dan barat daya Kecamatan Wulanggitang dalam radius 2-7 kilometer dari […]

  • 4 Perguruan Tinggi Buka Fakultas Kedokteran, Siapa Aja? Buka Link Sekarang 

    4 Perguruan Tinggi Buka Fakultas Kedokteran, Siapa Aja? Buka Link Sekarang 

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi– Sejumlah perguruan tinggi ramai-ramai membuka Fakultas Kedokteran (FB). Perguruan tinggi itu antara lain Institut Pertanian Bogor (IPB University), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Padang, dan Universitas Negeri Semarang (UNNES). Rektor IPB Arif Satria mengaku membuka FK di kampus itu untuk menjawab kebutuhan tenaga kesehatan di Indonesia. Ia juga mengatakan bidang kesehatan […]

  • Korban Bencana Tapanuli Utara Mulai Tempati Huntara yang Dibangun BNPB

    Korban Bencana Tapanuli Utara Mulai Tempati Huntara yang Dibangun BNPB

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Msinews.com – Sejumlah warga korban tanah longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebanyak 40 unit huntara telah ditempati warga terdampak longsor yang berasal dari Desa Sibalanga dan Desa Pagaran Lambung I, Kecamatan Adian Koting. Warga Desa Sibalanga, Nurhaidah Aritonang, mengatakan dirinya telah […]

  • Protes Cak Imin Terkait Panelis Debat Pilpres, Ini daftar Namanya :

    Protes Cak Imin Terkait Panelis Debat Pilpres, Ini daftar Namanya :

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Garut, MSINews.com – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), mengeluarkan protes terkait kehadiran dua panelis debat ketiga Pilpres 2024 dari Universitas Pertahanan (Unhan). Unhan merupakan lembaga yang berada di bawah Kementerian Pertahanan yang saat ini dipimpin oleh Prabowo Subianto, capres nomor urut 2 dalam Pilpres 2024. Menurut Cak Imin, hal […]

expand_less