Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Letak Iman dan Dosa (bagian dua)

Letak Iman dan Dosa (bagian dua)

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
  • visibility 146
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor Fajri

DALAM Surat Yohanes 1 Nomor 1-4 dinyatakan, “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah (1). Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah (2). Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan (3). Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia (4).

Hermeneutika dari pernyataan dalam Bibel itu mendapat penegasan fokus dari Nabi Isa Al-Masih a.s.: Aku tidak dapat berbuat apa-apa. Semua kehendakku adalah Kehendak Bapaku di Surga. Aku tidak berkata-kata kecuali sesuai dengan Kehendak Bapak.

Nabi Isa Al-Masih a.s. dalam sabdanya juga menegaskan: Ingatlah, hidup kekal itu adalah percaya kepada Elohim (Allah) sebagai satu-satunya Ilah (Tuhan); dan percaya aku — Yesus Kristus — sebagai utusan Elohim. Tidak ada seorang pun sampai kepada Elohim (Allah), kecuali melalui aku (Yesus Kristus).

Sabda Yesus Kristus (Isa Al-Masih a.s.), baik dalam perspektif Bani Israil (Bani Ya’kub) maupun umat Islam adalah sepenuhnya benar. Semua nabi, dari Adam a.s. hingga Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan keimanan atau kepercayaan kepada satu-satunya Sang Maha Pencipta l langit dan bumi. Satu aqidah, monoteisme.

Itu kan gnosis (pengetahuan), teori, dan teks. Praxisnya (praktiknya), tidak monoteisme. Mau bukti? Cobalah maknai Ketuhanan Yang Mahaesa. Baru sebatas teks saja sudah nganarudin. Mau bilang apa? Jelas-jelas di situ disebutkan Yang Mahaesa itu Ketuhanan. Bukan Tuhan, ya toh? Kok sewot…?

Tuhan berbeda makna, Bro dengan Ketuhanan. Yang Mahaesa itu Tuhan, itu baru tepat. Tidak nganarudin. Kalau Ketuhanan itu tak mesti Mahaesa. Gramatikal dan leksikalnya bisa saja banyak atau plural. Kok sampean suka yang ribet, keluyuran dulu ke mana-mana. Kenapa tidak meniru cara orang Sumatra, saklak. To the point.

Baiklah, kembali kepada keimanan kepada Tuhan Yang Mahaesa. Lagi-lagi bertemu diksi ke-iman-an. Kata dasarnya: Iman, mendapatkan imbuhan ke–an menjadi keimanan. Kata benda yang cenderung instransitif. Jika mau diubah transitif (kata kerja aktif), gampang. Jadikan “mengimani” sebagai kata bentukan dari “iman” sebagai bentukan paralel dari “beriman”, yang sama-sama transitif.

Oke, jika ada orang bertanya, “Di mana letak secangkir atau segelas kopi?” Oleh0 sebab, mungkin… Anda baru meneguk segelas kopi. Secara cepat, penuh keyakinan, dan tersenyum Anda segera menunjuk gelas di atas meja. Anda betul. Di dalam gelas yang Anda tunjuk itu memang ada air kopi (mungkin tanpa atau memakai gula).

Kasusnya tidak sederhana itu, bila pertanyaan bergeser ke term iman. Di mana letak iman? Semudah itukah Anda menunjuk kepada sesuatu obyek? Tidak sesederhana itu, bukan?

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan Sabda Rasulullah Muhammad SAW berkaitan hermeneutika tekstual tentang iman. _Amantu billahi_ (Mengimani Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan). Lalu, _”Walmalaikatihi wa kutubihi wa rasulihi wal yaumil akhir…”_

Berangkat dari Al-Hadits itulah para ulama Islam menyepakati dan menyebutnya sebagai Rukun Iman Lima Perkara, yaitu (1) mengimani Allah; (2) mengimani para malaikat Allah; (3) mengimani Kitab Allah; (4) mengimani Rasul Allah; dan (5) mengimani Yaumil Akhir (Hari Akhir).

Baik, substansi dari “di mana letak iman” sudah mulus terjawab. Logis karena didukung oleh Dalil Naqli. Heit, Bro… Kadar anggur hidanganmu konsentrasinya masih encer. Aku mau _Vodka_ atau setidaknya _Mix Max._ Kalau ada stocknya, Martini juga bolehlah.

Dengar baik-baik. Buka Control Panel. Re-install hardware dan software. Re-install all current device. Nah, semua proses sukses. Now available…

Letak iman di sekujur tubuh, baik secara lahir maupun batin, baik secara jasmani maupun rohani. Iman ditaqdiskan atau secara sungguh-sungguh diresapi di dalam hati. Letak iman juga menjejak/membekas dalam sikap/tingkah laku sehari-hari. Konsekuensi logis dari iman itu adalah akhlaq mulia.

Itulah esensi dari Sabda Rasulullah Muhammad SAW, “Tidaklah Allah mengutus aku, kecuali untuk merawat akhlaqul karimah (kemuliaan akhlaq).”

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Sosial

    Risma Gulirkan Bantuan Mesin Produksi Es dan Ayam Seribu Ekor

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Jakarta – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyerahkan bantuan pemberdayaan ke masyarakat Biak Numfor melalui afiliasi Gereja Kristen Indonesia. Bantuan tersebut yang diberikan itu, berupa mesin produksi es batu berkapasitas 5 ton dan ayam petelur sebanyak 1.000 ekor. Bantuan ini diterima langsung oleh Anggota Badan Pekerja Sinode Wilayah III, Pendeta Michael Kapisa. Selain memberikan bantuan, […]

  • Indonesia-Singapura Jalin Kerja Sama Energi Rendah Karbon

    Indonesia-Singapura Jalin Kerja Sama Energi Rendah Karbon

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Jakarta, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif melakukanp Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Second Minister for Trade and Industry Singapura. Dalam MoU tersebut, terjalin kerja sama energi rendah karbon dan interkoneksi listrik lintas batas antara Indonesia dengan Singapura. Penandatanganan MoU tersebut, jelas Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, MoU membahas tentang kerja […]

  • Selamat Jalan Bapak Pencak Silat Dunia, Eddie Mardjoeki Nalapraya

    Selamat Jalan Bapak Pencak Silat Dunia, Eddie Mardjoeki Nalapraya

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Indonesia khususnya dan olahraga pencak silat dunia berduka. Eddie Mardjoeki Nalapraya, yang didapat sebagai Bapak pencaksilat internasional itu telah berpulang untuk selama-lamanya. Mayjen TNI (Purn) Eddie Mardjoeki Nalapraya, tokoh besar pencak silat dan pejuang kemerdekaan Indonesia itu dikabarkan meninggal dunia di RS Pertamina Pusat Jakarta Selatan, Selasa 13 Mei 2025. Tokoh seni bela diri […]

  • KPK Tetapkan Tersangka Pejabat Kemenaker, Nyoman Darmanta

    KPK Tetapkan Tersangka Pejabat Kemenaker, Nyoman Darmanta

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengantongi nama tersangka dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). “Sebagai tersangka, salah satunya Sekretaris Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan I Nyoman Darmanta,” kata sumber yang tidak sebutkan nama dikutip CNBC , Sabtu 19/8/2023. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah salah satu rumah yang nampak masih baru dan […]

  • Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

    Senator Sumut Dorong Penguatan Peran DPD dalam Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 135
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Senator Sumatera Utara,Dedi Iskandar Batubara menilai, peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD) signifikan dalam mempertegas sistem ketatanegaraan. Salah satunya dengan mengusulkan perubahan kelima Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, meski jalan politik tersebut dinilai masih cukup panjang dan terus diperjuangkan. Pernyataan disampaikan Anggota Badan Pengkajian MPR RI sekaligus Senator DPD RI, Dedi Iskandar Batubara, dalam diskusi bertajuk […]

  • Mengenal Tugas,Peran dan Fungsi Wakil Rakyat kita di DPR.RI

    Mengenal Tugas,Peran dan Fungsi Wakil Rakyat kita di DPR.RI

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    MSINEWSCOM-Wakil Rakyat yakni DPR sebagai lembaga legislatif memiliki tiga fungsi utama dalam berjalannya “roda” demokrasi di Indonesia, yaitu pengawasan, legislasi, dan penganggaran sehingga mekanisme “check and balances” dapat berjalan optimal layaknya negara-negara demokratis. Kepemimpinan DPR RI Periode 2024-2029 dipimpin oleh Ketua Puan Maharani (PDIP) dan didampingi Wakil Ketua ; Adies Kadir (Golkar), Sufmi Dasco Ahmad […]

expand_less