Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Kapolri Diminta Angkat Penasihat Khusus Penanganan TPPO dari Masyarakat Sipil

Kapolri Diminta Angkat Penasihat Khusus Penanganan TPPO dari Masyarakat Sipil

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 39
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA—Direktur Advokasi Lembaga HAM, PADMA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian) Indonesia, Gregorius Retas Daeng, mendesak Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto membentuk dan mengangkat penasihat khusus bidang penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dari unsur masyarakat sipil.

Menurut Greg, demikian aktivis HAM Indonesia ini disapa, keberadaan penasihat khusus tersebut diperlukan untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, dan koordinasi antara kepolisian dengan masyarakat sipil dalam penanganan kasus perdagangan orang.

Alasannya, keterlibatan masyarakat sipil menjadi penting mengingat TPPO merupakan kejahatan serius yang merampas kebebasan dan martabat manusia. Perempuan, anak, dan pekerja migran termasuk kelompok yang rentan menjadi korban penipuan, eksploitasi, serta kekerasan.

“Penanganan TPPO tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku lapangan. Polri harus menelusuri jaringan di balik kejahatan ini, termasuk aliran keuntungan, aktor intelektual, dan pihak-pihak yang terbukti melindungi sindikat,” kata Greg dalam keterangan tertulis PADMA Indonesia, Senin (12/10/26).

Ia menilai, penanganan TPPO masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari jaringan kejahatan yang melintasi wilayah dan negara, lemahnya koordinasi antarpihak, hingga belum optimalnya penerapan perspektif korban dalam proses penegakan hukum.

Terkait itu, PADMA Indonesia meminta Polri mengusut secara objektif setiap dugaan keterlibatan aparat atau pihak berwenang dalam melindungi jaringan perdagangan orang.

Greg menegaskan, proses hukum harus berjalan tanpa diskriminasi dan tidak boleh dipengaruhi kedudukan, kekuasaan, maupun hubungan politik pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Setiap dugaan keterlibatan atau perlindungan terhadap sindikat harus diperiksa secara independen, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum karena kekuasaan atau pengaruhnya,” ujarnya.

Penasihat khusus harus independen

Untuk itu, PADMA Indonesia mengusulkan agar penasihat khusus Kapolri bidang penanganan TPPO berasal dari kalangan masyarakat sipil yang memiliki rekam jejak dalam advokasi hak asasi manusia, pendampingan korban, atau pemberantasan perdagangan orang.

Dijelaskan, pengangkatan penasihat khusus tidak boleh sekadar menjadi penambahan jabatan simbolis. Posisi tersebut harus memiliki mandat yang jelas, independensi, serta akses komunikasi langsung dengan Kapolri.

“Yang dibutuhkan adalah orang dengan integritas, keberanian moral, pemahaman tentang jaringan perdagangan orang, dan pengalaman membela hak korban. Bukan semata-mata popularitas atau kedekatan dengan kekuasaan,” imbuh Greg.

Lanjutnya, penasihat khusus dapat berperan sebagai penghubung antara Polri, korban, keluarga korban, dan organisasi masyarakat sipil. Posisi tersebut juga dapat menjadi saluran untuk menyampaikan hambatan penanganan perkara serta memberikan rekomendasi perbaikan kebijakan dan pelaksanaan penegakan hukum.

Meski demikian, PADMA Indonesia menekankan bahwa penasihat khusus tidak mengambil alih kewenangan penyidik dalam menangani perkara pidana.

Lima tuntutan kepada Polri

Selain mendesak pembentukan penasihat khusus, PADMA Indonesia menyampaikan lima tuntutan kepada Polri dalam upaya pemberantasan TPPO.

Pertama, segera membentuk dan mengangkat penasihat khusus bidang penanganan TPPO dari unsur masyarakat sipil dengan mandat yang jelas dan independen.

Kedua, membuka ruang kerja sama substantif dengan organisasi masyarakat sipil dan jaringan pendamping korban, termasuk memberikan ruang bagi penyampaian kritik dan rekomendasi.

Ketiga, mengungkap jaringan perdagangan orang hingga aktor intelektual serta menyelidiki dugaan keterlibatan pihak-pihak yang melindungi sindikat tanpa pandang bulu.

Keempat, menjamin keselamatan, perlindungan, pemulihan, dan pemenuhan hak korban pada seluruh tahapan penegakan hukum.

Kelima, membangun mekanisme pengawasan dan evaluasi penanganan TPPO yang transparan, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Greg menegaskan, bahwa keterlibatan masyarakat sipil tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan bagi kepolisian, tetapi sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Adapun, komitmen Polri dalam memberantas perdagangan orang harus dibuktikan melalui penanganan perkara yang transparan, perlindungan korban, dan keberanian mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

“Semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Polri harus berdiri bersama korban dan memastikan bahwa tidak ada pihak yang dapat menggunakan kekuasaan untuk melindungi jaringan perdagangan orang,” ujar Greg.

PADMA Indonesia berkomitmen akan terus mendukung upaya pemberantasan TPPO sekaligus menjalankan fungsi kontrol masyarakat sipil secara independen dan kritis. **

Sumber : PADMA Indonesia

Editor : Tim redaksi/domi dese lewuk. 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Bandang Humbang Hasundutan Dilanjutkan Hingga Selasa

    Banjir Bandang Humbang Hasundutan Dilanjutkan Hingga Selasa

    • calendar_month Minggu, 10 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Sumatera Utara, MSINews.com – Operasi pencarian dan pertolongan korban banjir bandang di Humbang Hasundutan terus dilanjutkan hingga Selasa (12/12). Pencarian dilakukan atas korban yang masih hilang setelah tujuh hari upaya sebelumnya belum membuahkan hasil. Dua korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, sementara 10 lainnya masih belum ditemukan. Baca juga : Mendes PDTT, Desak PandampinganBantuan […]

  • Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di UNKRIS Maranatha Bandung, Ini Kata Bamsoet

    Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di UNKRIS Maranatha Bandung, Ini Kata Bamsoet

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com– Luka bangsa pada Pemilu 2019 dengan hadirnya “Cebong”, “Kampret”, dan “Kadrun”, menjadi peringatan bahwa pemilihan langsung memiliki dampak berganda (multiplier effect) bagi keharmonisan kehidupan kebangsaan. Selain ancaman terorisme, radikalisme, ideologi transnasional, dan Narkoba, bangsa Indonesia juga sedang menghadapi ancaman demokrasi yang tidak kalah hebat dampaknya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh […]

  • Mensos Gus Ipul Dorong 518 Lulusan Poltekkesos Bantu Atasi Masalah Sosial menuju Indonesia Emas 2045

    Mensos Gus Ipul Dorong 518 Lulusan Poltekkesos Bantu Atasi Masalah Sosial menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bandung,msines.com- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mendorong lulusan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekkesos) Bandung membantu mengentaskan masalah sosial demi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pernyataan ini disampaikan Mensos saat memberikan sambutan di hadapan 518 wisudawan di Sasana Budaya Ganesha ITB, Rabu (25/9/2024). Secara khusus, Mensos meminta para wisudawan yang merupakan generasi penerus bangsa agar menjadi generasi yang cerdas […]

  • RRU Hak Cipta Harus Menjadi Benteng Perlindungan Karya Jurnalistik di Era Digital

    RRU Hak Cipta Harus Menjadi Benteng Perlindungan Karya Jurnalistik di Era Digital

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    PERLINDUNGAN Hak Cipta Jurnalistik pada era digital tidak lagi hanya berkaitan dengan pembajakan konvensional, tetapi telah bergeser pada persoalan pemanfaatan karya jurnalistik secara masif oleh perusahaan teknologi global (Big Tech) dan pengembang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tanpa mekanisme kompensasi yang adil. Fenomena ini mengancam keberlanjutan industri pers, kesejahteraan jurnalis, sekaligus kualitas demokrasi yang bergantung pada […]

  • Presiden Prabowo Pidato di SMU PBB, Ini Kata Puan Maharani

    Presiden Prabowo Pidato di SMU PBB, Ini Kata Puan Maharani

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 180
    • 0Komentar

    JAKARTA, MSINEWS.COM- Presiden RI Ke-8, Prabowo Subianto diagendakan akan menyampaikan Pidato di gedung Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York City, Amerika Serikat,Selasa (23/9/2025) pukul 09.00 Waktu setempat. Momen ini dinilai sangat penting bagi kesempatan Indonesia. Sebab, dalam 10 selama Presiden Joko Widodo sering absen. Menanggapi hal tersebut,Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, kehadiran […]

  • Kemenhaj Audensi dengan KPK, Perkuat Integritas Penyelenggaraan Haji

    Kemenhaj Audensi dengan KPK, Perkuat Integritas Penyelenggaraan Haji

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Msinews.com – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) melakukan audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat komitmen integritas dalam penyelenggaraan haji. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar Kemenhaj hadir sebagai kementerian baru dengan wajah integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf […]

expand_less