Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Tradisi Budaya Saweran: Meriahnya Kelahiran Cicit Alm. Hi. Muhtar di Desa Canggung

Tradisi Budaya Saweran: Meriahnya Kelahiran Cicit Alm. Hi. Muhtar di Desa Canggung

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
  • visibility 229
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lamsel, MSINews.com – Tradisi budaya merupakan warisan berharga yang terus dijaga oleh masyarakat untuk mempertahankan identitas dan kearifan lokal mereka. Salah satu tradisi yang masih kokoh dijaga di Desa Canggung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) adalah tradisi budaya saweran untuk merayakan kelahiran seorang anak dari pasangan suami istri.

Dalam tradisi ini, kebersamaan dan kegembiraan masyarakat menjadi sorotan utama.

Anak-anak hingga emak-emak saat berebut uang saweran di Desa Canggung Lamsel, Kamis 11/4/2024.

Asal Usul Tradisi Saweran

Tradisi saweran memiliki akar yang dalam dalam budaya masyarakat Lamsel. Saweran sendiri berasal dari kata “sawer” yang artinya memberi atau memberikan sesuatu secara sukarela.

Awalnya, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak, serta sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga desa.

Prosesi Tradisi Saweran

Prosesi tradisi saweran dimulai dengan persiapan yang matang oleh keluarga yang merayakan kelahiran anak.

Mereka mempersiapkan tempat acara, makanan, dan minuman untuk para tamu undangan. Selain itu, mereka juga menyiapkan uang koin kecil yang akan dibagi-bagikan ke mulai dari anak-serta emak-emak, pada Kamis 11/4/2024.

Pada hari yang telah ditentukan, para keluarga besar Alm, Hi.Mutar mulai dari anak hingga cucu dan cicit. Mereka mulai berdatangan ke rumah keluarga yang merayakan kelahiran cicit Alm. Hi.Mutar anak dari Asmalia yakni Herdiansyah.

Mereka membawa berbagai macam hadiah dan uang tunai makan kecil yang nantinya akan diserahkan dibagi kepada keluarga tersebut. Prosesi saweran dimulai dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan kebahagiaan anak yang baru lahir.

Setelah itu, barulah prosesi saweran dimulai. Para keluarga dan warga dan tamu bergantian memberikan kemeriahan kepada keluarga yang merayakan kelahiran anak sambil mengucapkan selamat.

Uang yang diberikan biasanya berupa koin-koin kecil yang kemudian diletakkan di atas tubuh bayi atau di sekitar tempat tidur bayi.

Makna dan Simbolisme

Tradisi saweran memiliki makna dan simbolisme yang dalam bagi masyarakat Desa Canggung. Selain sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak, tradisi ini juga melambangkan rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga desa.

Melalui prosesi saweran, masyarakat saling berbagi kebahagiaan dan berempati satu sama lain. Dengan demikian, tradisi saweran juga memiliki nilai-nilai edukatif yang positif bagi generasi mendatang.

Selain itu, tradisi saweran juga dianggap sebagai bentuk investasi untuk masa depan anak yang baru lahir. Uang yang dikumpulkan dari prosesi saweran akan disimpan untuk keperluan pendidikan dan masa depan anak tersebut.

Keseruan emak-emak sedang merebut saweran dengan membawa kantong kresek

Pertahankan Tradisi Budaya

Meskipun zaman terus berubah dan modernisasi terus mengalami kemajuan, penting bagi masyarakat Desa Canggung dan daerah lainnya untuk tetap mempertahankan tradisi budaya seperti saweran.

Tradisi ini bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas dan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Dengan mempertahankan tradisi budaya saweran, masyarakat Desa Canggung dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga desa.

Tradisi budaya saweran untuk merayakan kelahiran seorang anak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Canggung, Kabupaten Lampung Selatan. Melalui prosesi saweran, kebersamaan, kegembiraan, dan nilai-nilai luhur lokal terus dijaga dan dilestarikan.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDI Siap Berkongsi Dukungan, Anies-Muhaimin di Putaran Kedua

    PDI Siap Berkongsi Dukungan, Anies-Muhaimin di Putaran Kedua

    • calendar_month Sabtu, 13 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion, Dedi Kurnia Syah, menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDI Siap Berkongsi, bersedia untuk berkolaborasi dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dalam putaran kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, jika salah satu kubu kalah di putaran pertama. Baca juga : Ketum […]

  • Fraksi Golkar: RUU Kementerian Menjadi Dasar Presiden untuk Menyusun Kabinet

    Fraksi Golkar: RUU Kementerian Menjadi Dasar Presiden untuk Menyusun Kabinet

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Fraksi Partai Golkar DPR RI sepakat dengan Baleg dan DPR RI untuk menghapus batas atau jumlah jumlah kementerian negara di Kabinet, hal tersebut agar memberikan kebebasan presiden terpilih sebagai pemegang hak Konnstitusi dan preogratif sesuai ketentuan undang-undang (UU). “Karena itu saya sepakat bahwa yang terkait dengan jumlah menteri itu memang sebaiknya tidak perlu diatur […]

  • Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

    Pelaksanaan Reforma Agraria Masih Jauh dari Cita-Cita Pendiri Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Reformasi Agraria sejatinya telah dimulai sejak 24 September 1960,seiring diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria, yang sering disingkat menjadi UUPA 1960. Namun, pelaksanaannya hingga sekarang belum berjalan sesuai yang diharapkan. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Taufik Basari menyampaikan pandangannya dalam diskusi mengenai reforma agraria dan hak masyarakat […]

  • Ketika Titiek Soeharto Tersipu Malu Ditanya Jadi Ibu Negara 

    Ketika Titiek Soeharto Tersipu Malu Ditanya Jadi Ibu Negara 

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Mantan istri Prabowo Subianto,Siti Hediati Hariyadi, S.E atau biasa disapa Titiek Soeharto hanya bisa tersenyum tersipu saat ditanya wartawan soal jadi Ibu Negara setelah mantan suami terpilih jadi Presiden RI di Pilpres 2024. Saat ditanya seperti itu, Titiek tampak tersenyum dan langsung memalingkan wajahnya untuk masuk ke dalam mobil. Sebelumnya, Titiek Soeharto hanya tersipu malu […]

  • Ketua DPP Pinter, Gempar Soekarnoputra : Semua Pihak Harus Menghargai Pemimpin Bangsa, Apapun Kekurangannya

    Ketua DPP Pinter, Gempar Soekarnoputra : Semua Pihak Harus Menghargai Pemimpin Bangsa, Apapun Kekurangannya

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Umum DPP Partai Indonesia Terang (PINTER), Dr. Gempar Soekarnoputra mengingatkan semua komponen masyarakat untuk menghargai Pemimpin Bangsa Indonesia Apapun Kekurangannya. Pernyataan tersebut menyikapi perkembangan situasi Bangsa dimana belakangan ini masyarakat menyampaikan aspirasi yang dipandang kurang elegan. Sebagai masyarakat yang berbudaya,pastinya punya sopan santun dalam berbicara apalagi penyampaian pendapat di muka umum. “Menurut pendapat saya […]

  • Demi MBG, Siswa di Sumba Barat Daya Tetap Masuk Sekolah Meski Tak Enak Badan

    Demi MBG, Siswa di Sumba Barat Daya Tetap Masuk Sekolah Meski Tak Enak Badan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Msinews.com – Ingin menyantap hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata menjadi motivasi utama para siswa untuk terus hadir dan belajar di sekolah. Fakta yang mengharukan itu terungkap dari kesaksian guru-guru SD Katolik Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Siswa tetap datang meskipun sedang kurang sehat. Mereka merasa menu […]

expand_less