Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Tradisi Budaya Saweran: Meriahnya Kelahiran Cicit Alm. Hi. Muhtar di Desa Canggung

Tradisi Budaya Saweran: Meriahnya Kelahiran Cicit Alm. Hi. Muhtar di Desa Canggung

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 11 Apr 2024
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lamsel, MSINews.com – Tradisi budaya merupakan warisan berharga yang terus dijaga oleh masyarakat untuk mempertahankan identitas dan kearifan lokal mereka. Salah satu tradisi yang masih kokoh dijaga di Desa Canggung, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) adalah tradisi budaya saweran untuk merayakan kelahiran seorang anak dari pasangan suami istri.

Dalam tradisi ini, kebersamaan dan kegembiraan masyarakat menjadi sorotan utama.

Anak-anak hingga emak-emak saat berebut uang saweran di Desa Canggung Lamsel, Kamis 11/4/2024.

Asal Usul Tradisi Saweran

Tradisi saweran memiliki akar yang dalam dalam budaya masyarakat Lamsel. Saweran sendiri berasal dari kata “sawer” yang artinya memberi atau memberikan sesuatu secara sukarela.

Awalnya, tradisi ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelahiran seorang anak, serta sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga desa.

Prosesi Tradisi Saweran

Prosesi tradisi saweran dimulai dengan persiapan yang matang oleh keluarga yang merayakan kelahiran anak.

Mereka mempersiapkan tempat acara, makanan, dan minuman untuk para tamu undangan. Selain itu, mereka juga menyiapkan uang koin kecil yang akan dibagi-bagikan ke mulai dari anak-serta emak-emak, pada Kamis 11/4/2024.

Pada hari yang telah ditentukan, para keluarga besar Alm, Hi.Mutar mulai dari anak hingga cucu dan cicit. Mereka mulai berdatangan ke rumah keluarga yang merayakan kelahiran cicit Alm. Hi.Mutar anak dari Asmalia yakni Herdiansyah.

Mereka membawa berbagai macam hadiah dan uang tunai makan kecil yang nantinya akan diserahkan dibagi kepada keluarga tersebut. Prosesi saweran dimulai dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan kebahagiaan anak yang baru lahir.

Setelah itu, barulah prosesi saweran dimulai. Para keluarga dan warga dan tamu bergantian memberikan kemeriahan kepada keluarga yang merayakan kelahiran anak sambil mengucapkan selamat.

Uang yang diberikan biasanya berupa koin-koin kecil yang kemudian diletakkan di atas tubuh bayi atau di sekitar tempat tidur bayi.

Makna dan Simbolisme

Tradisi saweran memiliki makna dan simbolisme yang dalam bagi masyarakat Desa Canggung. Selain sebagai ungkapan syukur atas kelahiran anak, tradisi ini juga melambangkan rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga desa.

Melalui prosesi saweran, masyarakat saling berbagi kebahagiaan dan berempati satu sama lain. Dengan demikian, tradisi saweran juga memiliki nilai-nilai edukatif yang positif bagi generasi mendatang.

Selain itu, tradisi saweran juga dianggap sebagai bentuk investasi untuk masa depan anak yang baru lahir. Uang yang dikumpulkan dari prosesi saweran akan disimpan untuk keperluan pendidikan dan masa depan anak tersebut.

Keseruan emak-emak sedang merebut saweran dengan membawa kantong kresek

Pertahankan Tradisi Budaya

Meskipun zaman terus berubah dan modernisasi terus mengalami kemajuan, penting bagi masyarakat Desa Canggung dan daerah lainnya untuk tetap mempertahankan tradisi budaya seperti saweran.

Tradisi ini bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan bagian integral dari identitas dan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Dengan mempertahankan tradisi budaya saweran, masyarakat Desa Canggung dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga desa.

Tradisi budaya saweran untuk merayakan kelahiran seorang anak merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Desa Canggung, Kabupaten Lampung Selatan. Melalui prosesi saweran, kebersamaan, kegembiraan, dan nilai-nilai luhur lokal terus dijaga dan dilestarikan.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader Partai Golkar Purwakarta Tolak Pengusungan Dedi Mulyadi di Pilkada 2024

    Kader Partai Golkar Purwakarta Tolak Pengusungan Dedi Mulyadi di Pilkada 2024

    • calendar_month Sabtu, 3 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Purwakarta,msinews.com-Kader DPD Partai Golkar Purwakarta dirinya merasa kecewa sangat prihatin mendengar berita bahwa DPP Partai Golkar mengusung Dedi Mulyadi maju jadi Calon Gubernur (Cagub) di Pilkada 2024. “Dedi Mulyadi memasangkan dengan ATALIA di Pilkada Jabar, kami kader Golkar merasa kecewa andai kata itu terjadi, dan kami tidak akan mendukung apalagi memilih untuk menyukseskannya,” kata Wakil […]

  • Gawat! Over Kapasitas Lapas Capai 90 Persen, Perlu Penanganan Serius

    Gawat! Over Kapasitas Lapas Capai 90 Persen, Perlu Penanganan Serius

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komite I DPD RI pada kunjungan kerja ke lapas-lapas beberapa waktu lalu menemukan masalah over kapasitas hampir terjadi di semua daerah dan belum mendapatkan penanganan serius. Hal itu diungkapkan Komite I DPD RI pada rapat kerja dengan Kemenkumham RI membahas pengawasan atas pelaksanaan UU Nomor 22/2022 Tentang Pemasyarakatan. “Kami memandang, implementasi UU Pemasyarakatan di daerah […]

  • Ordo OFM Indonesia Gelar Seminar Kebangsaan : Iman, Kebijakan Publik dan Keadilan Ekologis

    Ordo OFM Indonesia Gelar Seminar Kebangsaan : Iman, Kebijakan Publik dan Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com -Ordo Fratrum Minorum (OFM) Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia akan menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema : Iman, Kebijakan Publik dan Keadilan Ekologis: Refleksi Kebangsaan 80 Tahun Kemerdekaan dan Tanggung Jawab Ekologis. Diselenggarakan  dalam rangka memperingati 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, 800 Tahun Kidung Segenap Ciptaan, serta 10 Tahun Ensiklik Laudato Si. Acara ini akan […]

  • Pakar Hukum: Nicke Widyawati Mangkir Lagi, KPK Harus Ambil Langkah Jemput Paksa

    Pakar Hukum: Nicke Widyawati Mangkir Lagi, KPK Harus Ambil Langkah Jemput Paksa

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menyebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus berani mengambil langkah menjemput paksa mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati yang tak mau penuhi panggilan dari penyidik KPK. Sebagaimana diketahui, Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, pada […]

  • Ketua Kopdes Merah Putih Ingin Ciptakan Banyak Pengusaha Muda di Purwakarta

    Ketua Kopdes Merah Putih Ingin Ciptakan Banyak Pengusaha Muda di Purwakarta

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Ketua Koperasi Desa Merah Putih Ade Irawan, menginginkan daerah istimewanya yakni Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terbentuknya program Koperasi Desa Merah Putih bisa menciptakan banyak pengusaha muda yang kreatif dan inovatif. “Saya ingin menciptakan banyak pengusaha di Desa Cipeundeuy, anak anak muda harus harus maju harus tajir, jadi tidak melulu misalnya […]

  • Dugaan Perampasan Tanah 115 H

    Guspardi : Dugaan Kecurangan Pilpres Ditangani Bawaslu Gakkumdu, Bukan DPR

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Anggota DPR Komisi II Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus, menyoroti wacana hak angket di DPR terkait dugaan kecurangan dalam Pilpres 2024. Menurutnya, ranah politik bukanlah tempat yang tepat untuk menangani dugaan kecurangan tersebut. Sebaliknya, Guspardi menegaskan bahwa masalah itu seharusnya dibawa ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) atau lembaga penegak hukum seperti […]

expand_less