Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Soroti Persoalan Akurasi DTSEN, Senator Filep Usulkan 3 Rekomendasi

Soroti Persoalan Akurasi DTSEN, Senator Filep Usulkan 3 Rekomendasi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM– Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., menilai pemerintah perlu mengevaluasi secara serius pelaksanaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026, termasuk terkait penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai menimbulkan persoalan ketidaksesuaian data dengan kondisi riil masyarakat di sejumlah daerah.**

Menurut Filep, publik saat ini menyoroti tajam persoalan KIP Kuliah menyangkut akurasi data hingga kecukupan kuota yang berpotensi berdampak pada ketepatan sasaran serta keberlanjutan studi mahasiswa nantinya.

“Jika DTSEN tidak cukup mewakili kondisi ekonomi yang sebenarnya, maka kandidat ataupun mahasiswa yang seharusnya mendapatkan KIP Kuliah bisa kehilangan haknya. Ketika bantuan terhenti, risikonya bukan hanya tidak menerima beasiswa, tetapi bisa meningkat menjadi putus kuliah,” tegas Filep, Kamis (1/10/2026).

Seperti diketahui, saat ini pemerintah telah membuka mekanisme pemutakhi ran DTSEN bagi pendaftar KIP Kuliah yang menemukan ketidaksesuaian data. Laman resmi KIP Kuliah menyebut status desil DTSEN menjadi salah satu rujukan kelayakan dan menyediakan mekanisme pembaruan apabila data tidak sesuai.

Bahkan dalam proses SNBT 2026, dari 86.118 pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT, hanya 39.662 yang dinyatakan layak, sementara 46.456 belum memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan mekanisme yang digunakan. Dari kelompok yang belum memenuhi kriteria tersebut, 2.656 mahasiswa tercatat belum memiliki desil kesejahteraan DTSEN dan kemudian perlu diverifikasi serta divalidasi oleh perguruan tinggi.

“Angka 2.656 itu penting. Ini menunjuk kan bahwa persoalan bukan selalu mahasiswa tidak mampu atau mampu, tetapi bisa juga karena data kesejahteraannya belum tersedia atau belum mencerminkan kondisi aktual,” ujar Filep.

Filep lantas mengatakan, apabila DTSEN digunakan sebagai sumber atau rujukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran KIP Kuliah maka wajib bersifat valid dan up to date. Di sisi lain, BPS menjelaskan bahwa desil merupakan pemeringkatan relatif kesejahteraan, bukan ukuran absolut kemiskinan atau pendapatan keluarga.
Keluarga dalam desil yang sama belum tentu memiliki pendapatan, pengeluaran, maupun kondisi sosial ekonomi yang sama. Posisi desil juga dapat berubah seiring perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga.

“Ini yang harus menjadi perhatian. Jangan sampai mahasiswa yang secara faktual tidak mampu dianggap mampu hanya karena posisi desilnya berubah. Data harus menjadi alat untuk mendapati masyarakat yang membutuh  kan, bukan sebaliknya justru menjadi penghalang mereka memperoleh hak pendidikan,” kata Filep.

*KIP Kuliah Bukan Sekedar Bantuan, tetapi Penentu Keberlanjutan Studi*

Lebih lanjut, senator Papua Barat itu menambahkan terputusnya pemberian KIP Kuliah berdampak langsung terhadap keberlanjutan studi mahasiswa dan juga pada aspek psikologis. Risiko tersebut menjadi semakin penting karena data Statistik Pendidikan Tinggi 2025 mencatat 289.670 mahasiswa mengalami putus kuliah, meningkat 2,62 persen dibandingkan 2024. Dari jumlah tersebut, 213.800 berasal dari PTS atau 73,81 persen.

“Angka putus kuliah yang sudah tinggi menunjukkan bahwa kemampuan ekonomi mahasiswa merupakan persoalan yang harus diawasi serius, terutama bagi penerima bantuan pendidikan,” jelas Filep.

Di sisi lain, pemerintah mencatat anggaran KIP Kuliah meningkat dari Rp14,9 triliun pada 2025 menjadi Rp15,3236 triliun pada 2026, sementara sasaran penerima meningkat dari 1.044.921 menjadi 1.047.221 mahasiswa. Artinya, anggaran meningkat sekitar 2,84 persen, sedangkan sasaran hanya meningkat sekitar 0,22 persen.

Pada saat yang sama, untuk 2026 pemerintah menyebut sekitar 860 ribu mahasiswa merupakan penerima ongoing, sedangkan target mahasiswa baru sekitar 210 ribu. Menurut Filep, angka tersebut harus dikaji bersama dengan jumlah kebutuhan riil di setiap daerah.

Distribusi Beasiswa Menyesuaikan Karakteristik Daerah

Di kesempatan yang sama, Filep menilai distribusi KIP Kuliah perlu menyesuai  kan kebutuhan konkret di tiap daerah. Pasalnya, daerah memiliki karakteristik yang berbeda, terutama daerah 3 T tentang jarak geografis, biaya transportasi, biaya hidup dan kapasitas ekonomi keluarga.

“Anak di daerah terpencil Papua menghadapi biaya akses pendidikan yang berbeda dengan mahasiswa di kota besar. Biaya transportasi, tempat tinggal, makanan dan kebutuhan akademik harus diperhitungkan. Karena itu, rasio kuota nasional perlu mempertimbang kan keadilan di daerah,” tegasnya.

Ia lantas meminta pemerintah membuka data kebutuhan dan kuota KIP Kuliah sampai tingkat provinsi, termasuk Tanah Papua. Filep menegaskan, Komite III DPD RI meminta indikator pengawasan diperluas menjadi kebutuhan, pendaftar, kelayakan, kuota, penerima, keberlanjutan bantuan sampai kelulusan. Dengan demikian dapat diketahui pada titik mana mahasiswa kurang mampu kehilangan akses.

“Kalau seorang mahasiswa sudah diterima di perguruan tinggi, kemudian bantuan terhenti karena persoalan data, lalu mahasiswa tersebut tidak mampu membayar UKT dan biaya hidup, pemerintah harus menyikapinya sebagai potensi persoalan keberlanjutan pendidikan, bukan sekedar persoalan administrasi,” ujar Filep.

Oleh karena itu, Sekretaris MPR RI For Papua itu mendorong tiga langkah rekomendasi kepada pemerintah. Pertama, melakukan rekonsiliasi dan pemutakhiran DTSEN secara cepat bagi calon dan penerima KIP Kuliah yang kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data.

Kedua, membuat mekanisme verifikasi faktual daerah untuk kasus-kasus tertentu, terutama di wilayah dengan karakteristik geografis dan sosial ekonomi khusus. Ketiga, membuka data rasio kebutuhan dan kuota per provinsi, sehingga dapat diketahui daerah mana yang mengalami kesenjangan paling besar.

“Kita mendukung DTSEN sebagai instrumen nasional. Tetapi kualitas kebijakan ditentukan oleh kualitas data yang akurat. KIP Kuliah harus memastikan anak miskin bisa masuk kuliah, berlanjut studinya hingga lulus. Jangan sampai persoalan DTSEN, keterbatasan kuota, dan kesenjangan kebutuhan daerah justru menjadi pintu masuk baru meningkatnya kasus putus kuliah,” tutupnya.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Damamain Bongkar Kronologis Korupsi di PT. Kalwedo di Kejagung RI

    Damamain Bongkar Kronologis Korupsi di PT. Kalwedo di Kejagung RI

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 1.013
    • 0Komentar

    JAKARTA, [Msinews.com] – Warga asal Maluku Barat Daya, Sakarias Damamain mengurai dugaan Korupsi yang terjadi di PT. Kalwedo saat dirinya mendatangi Kejaksaan Agung RI dan melalukan diskusi serius dengan salah seorang Jaksa pada Jumat kemarin, (13/03/2026). “Di depan Jaksa itu saya jelaskan secara detail aliran dana itu, prosesnya sampai mengapa jadi masalah. Itu saya sampaikan […]

  • Pangdam II Sriwijaya Berangkatkan 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 141/AYJP

    Pangdam II Sriwijaya Berangkatkan 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 141/AYJP

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Komandan Lanal (Danlanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan menghadiri Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pamtas) Kewilayahan Batalyon Infanteri (Yonif) 141/Aneka Yudha Jaya Perkasa (AYJP). Pemberangkatan pasukan itu dilakukan dari Dermaga B Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jum’at (14/06), dalam rangka latihan pratugas dan penugasan ke wilayah Papua. Dalam upacara […]

  • Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC

    Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Msinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya komitmen pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat penuntasan tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya melindungi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional. Penegasan tersebut disampaikannya saat konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia 2026 di Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jakarta, Senin (6/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wiyagus menegaskan bahwa keberhasilan […]

  • Puan Maharani

    Puan Maharani Tegur Anggota DPR yang Bolos Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang III

    • calendar_month Selasa, 16 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com  – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani memberikan pernyataan bertanggung jawab terkait absensi ratusan anggota DPR dalam rapat paripurna pembukaan masa sidang III hari ini. Hanya 237 anggota dari total 575 yang hadir dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (16/1/2024). Puan mengakui bahwa absensi yang tinggi adalah […]

  • JARI dan Cagub Sumsel, Eddy Santana Putra, MT ‘Teken’ Kontrak Politik: Cerdaskan Kehidupan Politik Santun dan Bermartabat

    JARI dan Cagub Sumsel, Eddy Santana Putra, MT ‘Teken’ Kontrak Politik: Cerdaskan Kehidupan Politik Santun dan Bermartabat

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Palembang, msinew.com − Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Ir. H. Eddy Santana Putra, MT dan Dr Riezky Aprilia meyakinkan nawaitu mereka maju sebagai kontestasi Pilkada Sumatra Selatan 2024. Dari tiga pasangan calon (paslon), hanya pasangan Ir. H. Eddy Santana Putra, MT dan Dr Riezky Aprilia berani menandatangani kontrak politik di hadapan masyarakat […]

  • Mensos Gus Ipul: Penyaluran Bansos Triwulan III Capai 75 Persen Lebih

    Mensos Gus Ipul: Penyaluran Bansos Triwulan III Capai 75 Persen Lebih

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 151
    • 0Komentar

      msinews.com – Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat penyaluran Bantuan Sosial (bansos) triwulan III telah mencapai 75 persen lebih per 15 September 2025. Hal ini disampaikan Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (15/9/2025). Gus Ipul menjelaskan pada triwulan III total kuota Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sembako adalah […]

expand_less