Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Letak Iman dan Dosa (Bagian Satu )

Letak Iman dan Dosa (Bagian Satu )

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Syamsul Noor Fajri

SEBAGAIMANA Descartes, Frederick Hegel, Imanuel Kant, Karl Marx, Albert Einstein, Francis Bacon, Thomas Hobbes, Adam Smith, dan lain-lain, selaku makhluk ciptaan aku pun bisa hidup menjadi kafir (kaf fa ro). Apa maksudnya?

Maksudnya, jika dan hanya jika atas berkat iradat (kehendak) dan hidayah Sang Khaliqul Mutlaq Allah Azza wa Jalla semata-mata, aku secara _past, present,_ dan _future_ menjadi termasuk ke dalam golongan orang-orang beriman, yang disebut secara logosentrisme sebagai muslim.

Baru sekadar semacam sebutan atau pengakuanku sepihak. Karena predikat itu mengandung — Insya Allah, atas berkat pertolongan dan hidayah Allah SWT semoga penyandang predikat itu memang berhak dan pantas menyandangnya. Perkara muslim ataukah non-muslim bukanlah perkara sekadar fisik, melainkan ia dapat dibilang lebih kepada perkara metafisika (mungkin dalam beberapa aspek hermeneutikanya mungkin sama dengan supranatural).

Meminjam (jika dibolehkan) pernyataan dari Filsuf Descartes, “Cogito ergo sum.” Aku berpikir (oleh asbab itu) Aku ada. Berarti maunya Descartes, jika “Aku tidak menggunakan pikiran dan pemikiran” dapat dinyatakan “Aku tidak ada”. Dianggap “Aku tidak punya eksistensi, tidak punya ekspektasi, dan boleh jadi dianggap tidak sebagai numeral signifikans”. Sejak kapan Descartes tidak punya ulu-ilir seperti itu? Apakah tidak pendapat Descartes diametral dengan pendapat Sartre?

Berpikir tentu saja berhubungan lurus sekaligus berhubungan terbalik dengan potensi aqli (akal). Singkat kata, tidak berpikir sama artinya tidak menggunakan potensi akal. Tetapi, tidak berpikir tidak berarti gila atau tidak waras. Aspek intensi kritisnya terletak pada koherensi berpikir itu dengan ekstensinya.

Perkara seputar ini telah diulas panjang lebar oleh Ibnu Arabi, Al-Farabi, Alhazen, Al-Ghazali, dan lain-lain. Diskursus (khasanah wacana) para muslim filsuf terkemuka itu nyaris seirama dengan mainset pemikiran gerbong filsuf kosmosentrisme dan teosentrisme dari Barat.

Ibnu Arabi memperkenalkan konsep triade aqli-qalb-nafs. Apa beda isinya dengan konsep triade seni-agama-filsafat yang disorongkan oleh Hegel?

Jika dicari perbedaannya tentu saja ada. Kenapa bukan persamaannya atau irisannya yang dicari. Begitulah manusia, selalu ingin tampil beda. Padahal Nabi Sulaiman a.s. bersabda, “Tidak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.” Artinya semuanya — apa pun itu — hanya merupakan pengulangan, pengulangan, dan pengulangan.

Tunggu dulu, Nabi Isa Al-Masih a.s. beberapa ratus tahun setelah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. secara antitesis bersabda, “Waspadalah terhadap segala sesuatu pengulangan. Orang-orang jahat bertanya tentang tanda-tanyanya. Tidak diberikan tanda-tanda, kecuali tanda Yunus. Bangkit setelah empat hari berada di dalam gua. Dia datang tidak sebagai anak manusia. Dia muncul sebagai Cahaya dan mengaku sebagai Iosa Mesiah (dalam Bahasa Ibrani) dan Yesus Kristus (dalam Bahasa Romawi),”

Nabi Isa Al-Masih a.s. juga bersabda kepada ke-12 muridnya dari Bani Israil, “Camkan baik-baik peringatanku. Aku sudah mengatakannya kepada kalian. Jika ada orang mengatakan telah bertemu Yesus, melihat Yesus, jangan kalian percaya. Dia akan menyesatkan banyak orang, bahkan orang-orang pilihan juga.”

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DEEP Dorong Korban Tindakan Asusila oleh Ketua KPU Dilaporkan ke Polisi

    DEEP Dorong Korban Tindakan Asusila oleh Ketua KPU Dilaporkan ke Polisi

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati, menyarankan agar korban tindakan asusila dilakukan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari segera melapor ke polisi. Saran tersebut setelah putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) resmi memecat Ketua KPU RI itu. “Saya mendorong pelapor juga bisa melaporkan ke pihak kepolisian agar bisa […]

  • Negeri Ini, Ironis

    Negeri Ini, Ironis

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Oleh : Wayan Supadno SUNGGUH,  kita patut bersyukur hari ini Kemerdekaan Indonesia sudah genap ke – 80 tahun. Bukan waktu singkat. Kalau manusia normal umumnya sudah matang, bukan lagi kekanak-kanakan, itu harusnya yang terjadi. Tapi fakta dalam kehidupan masih banyak perilaku seperti anak kecil belum dewasa , “masih kekanak-kanakan”. Indikasinya pada ilmu hikmah kisah di bawah […]

  • Tekan Biaya Haji, PKB Minta Pengeluaran Tak Efisien Dicoret

    Tekan Biaya Haji, PKB Minta Pengeluaran Tak Efisien Dicoret

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, An’im Falachuddin mengatakan masih ada celah agar biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) bisa turun. Salah satunya dengan mencoret deretan pengeluaran yang tidak efisien. Gus An’im-sapaan akrab An’im Falachuddin-mengatakan ada beberapa pembiayaan yang bisa ditekankan untuk menekan pengeluaran biaya haji. Misalnya biaya penerbangan yang menurutnya […]

  • Sekolah Rakyat, Secercah Harapan Bagi Bumi Mandalika

    Sekolah Rakyat, Secercah Harapan Bagi Bumi Mandalika

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Lombok,msinews.com- Mencetak jiwa nasionalisme generasi penerus bangsa yang berkarakter serta memutus mata rantai kemiskinan menjadi tujuan utama Sekolah Rakyat. “Sekolah ini didirikan untuk mencetak anak-anak unggulan dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, berkarakter kuat, memiliki ilmu dan keterampilan yang cakap, sehingga membentuk mereka menjadi manusia yang berkualitas dan berahlak. Anak-anak Berjiwa Merah Putih,” tutur Kepala Sentra […]

  • Cak Imin Beberkan Ongkos Caleg DPRD Jakarta 40 M

    Cak Imin Beberkan Ongkos Caleg DPRD Jakarta 40 M

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, mengungkapkan biaya ongkos (Kos) politik untuk calon anggota DPRD Jakarta mencapai 40 miliar rupiah. “Di Jakarta teman-teman saya yang menjadi caleg tiga sampai empat kali lipat, ongkosnya sekitar Rp40 miliar,” ungkap Dalam acara Pidato Kebudayaan yang diadakan di Gedung Joeang 45 Jakarta, dikutip Pojok Baca Minggu, 13/8/2023. Lebih lanjut, […]

  • Siswa SD Meninggal Dunia Dianiaya Teman, Komisi X: Bullying di Sekolah Persoalan Serius

    Siswa SD Meninggal Dunia Dianiaya Teman, Komisi X: Bullying di Sekolah Persoalan Serius

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 42
    • 0Komentar

    JAKARTA – Komisi X DPR RI kembali angkat bicara soal kekerasan Bulling yang masih rawan terjadi di sekolah-sekolah di Tanah Air. Adapun kasus bullying atau perundungan di lingkungan sekolah Kembali memakan korban jiwa. Kali ini, seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Subang, Jawa Barat yang menjadi korban perundungan kakak kelasnya meninggal dunia. Korban yang bernama […]

expand_less