Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat, Secercah Harapan Bagi Bumi Mandalika

Sekolah Rakyat, Secercah Harapan Bagi Bumi Mandalika

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
  • visibility 68
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lombok,msinews.com- Mencetak jiwa nasionalisme generasi penerus bangsa yang berkarakter serta memutus mata rantai kemiskinan menjadi tujuan utama Sekolah Rakyat.

“Sekolah ini didirikan untuk mencetak anak-anak unggulan dengan jiwa nasionalisme yang tinggi, berkarakter kuat, memiliki ilmu dan keterampilan yang cakap, sehingga membentuk mereka menjadi manusia yang berkualitas dan berahlak. Anak-anak Berjiwa Merah Putih,” tutur Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman di hadapan 108 anak calon siswa Sekolah Rakyat 2025 dari 10 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (24/5/2025).

Kehadiran sekolah ini diharapkan akan membuka akses seluas-luasnya bagi siswa untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung masa depan mereka.

Khusus NTB, akan dibangun 5 Sekolah Rakyat dengan luas area masing-masing lokasi minimal 6 hektare. Fasilitasnya terdiri dari asrama, ruang kelas tingkat SD hingga SMA, layanan kesehatan, ruang makan, perpustakaan, fasilitas olah raga yang lengkap,  lapangan sepakbola dan berbagai fasilitas lainnya.

Menunggu lokasi utama terbangun hingga tahun depan, Kementerian Sosial RI mendapatkan kepercayaan dari Presiden Prabowo untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat pada tahap pertama. Salah satunya, Sentra Paramita yang ditunjuk sebagai Sekolah Rakyat tahap pertama di NTB mendapat mandat menerima 4 rombongan belajar (rombel) berkapasitas 100 siswa pada jenjang kelas 1 SMP atau kelas 7.

Calon siswa Sekolah Rakyat diprioritaskan berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yakni kategori miskin dan miskin ekstrem sesuai arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Arif berharap program ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mencegah terputusnya kesempatan bersekolah di kalangan keluarga miskin ekstrem. Program Sekolah Rakyat, diharapkan dapat mempercepat terwujudnya pengentasan kemiskinan sesuai dengan program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu calon siswa Sekolah Rakyat yang berdomisili di Kuripan, Lombok Barat, NTB, Novatul Alfatiha (12) terlihat sangat antusias.

“Saya ingin sekolah. Ingin meringankan ibu. Kalau saya bisa masuk sekolah ini (Sekolah Rakyat), saya tetap bisa lanjut sekolah, ibu enggak susah, enggak sedih lagi,” ucap Novatul.

Fatimatul, ibu dari Nova berharap Sekolah Rakyat bisa menjadi solusi masa depan bagi tiga orang anaknya.

“Utang kami banyak. Belum lagi utang pada rentenir,” ungkap Fatimatul.

Dia menjelaskan bahwa seumur hidup tak pernah berutang. Dampak pandemi COVID-19 membuatnya terpaksa mengangsur ke bank hingga saat ini.

Awalnya Fatimatul tercatat sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial sembako. Seiring berkembangnya usaha kecil-kecilan di rumah mereka, penghasilan meningkat, dia mengundurkan diri dari kepesertaan PKH dan hanya bersedia menerima bansos sembako agar dapat memberikan kesempatan kepada warga lain yang kurang mampu.

“Meskipun hidup kami terpuruk, saya tidak ingin anak-anak juga ikut terpuruk. Alhamdulillah, anak-anak berkeinginan sekolah semua. Termasuk Nova. Anak ini keinginannya bersekolah kuat,” jelas Fatimatul.

Saat mendengar informasi bahwa ada sekolah unggulan gratis, Fatimatul memberanikan diri mendaftarkan Nova, anak keduanya. “Ternyata nama sekolahnya adalah Sekolah Rakyat,”ucapnya.

Fatimatul mengatakan jika anak-anak sudah terjamin sekolah dan hidupnya, ia dan suami bisa fokus bekerja untuk mencari cara melunasi utang-utang pada bank dan rentenir.

“Sudah sangat tepat, anak kita seperti Nova ini menjadi siswa di Sekolah Rakyat. Bahkan dia harus menjadi prioritas yang wajib diterima,” ucap anggota Komisi VIII DPR RI periode 2024 -2029 Hj. Lale Syifaun Nufus saat mendampingi kegiatan tersebut.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Berwawasan Sriwijaya 

    Pembangunan Berwawasan Sriwijaya 

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Oleh Syamsul Noor URAIAN dan ulasan dalam tulisan ini bercorak retrospektif (flashback; ke belakang) sekaligus introspektif (futuristik; ke depan). Tulisan ini bertolak dari fakta arkeologis dan fakta ekologis, yang dapat dibuktikan dengan artefaktual baik berupa prasasti maupun manuskrip kuno. Ada beberapa batu prasasti yang secara tekstual berhubungan dengan angle (sudut pandang dari tematik) tulisan ini. […]

  • Senator Lia Istifhama Dorong UU Sisdiknas Baru Hadirkan Rasa Keadilan untuk Guru dan Anak Didik

    Senator Lia Istifhama Dorong UU Sisdiknas Baru Hadirkan Rasa Keadilan untuk Guru dan Anak Didik

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 92
    • 0Komentar
  • Rugikan Driver Ojol, Komisi V Tolak Potongan Aplikasi 30 Persen

    Rugikan Driver Ojol, Komisi V Tolak Potongan Aplikasi 30 Persen

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Komisi V Fraksi PKB DPR RI Syafiuddin Asmoro menolak kebijakan potongan aplikasi 30 persen untuk driver ojek online (Ojol). Sebab, potongan itu tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan dan akan memberatkan para mitra pengemudi. Dia meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan itu. Syafiuddin mengatakan, potongan aplikasi untuk mitra pengemudi sudah sangat jelas […]

  • Jaksa KPK Cecar

    Jaksa KPK Cecar Ketua DPRD DKI, Soal Rp.1T ke Sarana Jaya

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mencecar Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, terkait penambahan modal sejumlah Rp 1 triliun untuk Perumda Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ). Sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta hari ini mengungkap sejumlah pertanyaan yang mengarah pada keterlibatan Prasetyo dalam kasus ini. Pertanyaan awal Jaksa berkaitan dengan kasus […]

  • Soroti Rendahnya Dana Transfer Daerah, Senator AWK Desak Presiden Prabowo Perbaiki RAPBN 2026

    Soroti Rendahnya Dana Transfer Daerah, Senator AWK Desak Presiden Prabowo Perbaiki RAPBN 2026

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Angelius Wake Kako (AWK), menyoroti rendahnya Dana Transfer ke Daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2026. Sorotan itu disampaikan Senator AWK dalam Rapat Paripurna DPD RI Masa Sidang 1 tahun 2025/2026, dengan agenda penyerahan RAPBN 2026 dari Pimpinan DPD RI ke Pimpinan Komite IV, […]

  • PMKRI Desak Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Mahasiswa Unpam Saat Doa Rosario

    PMKRI Desak Polisi Tindak Tegas Pengeroyok Mahasiswa Unpam Saat Doa Rosario

    • calendar_month Selasa, 7 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-KOMDA (Komisaris Daerah Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) PMKRI) DKI Jakarta, Evensianus Dahe Jawang merespon atas kasus pengeroyokan dan pembacokan salah satu Mahasiswa Katolik di Universitas Pamulang (Unpam), Tangerang Selatan, yang sedang berdoa Rosario di Bulan Maria. Adapun aksi tersebut akibat ulah Ketua Rukun Tetangga (RT) Kampung Poncol, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, […]

expand_less