Festival Gerbang Nusantara 2026: Strategi Memajukan SDM Hindu Lewat Budaya
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

Festival Gerbang Nusantara 2026. Kredit Foto; Bimas Hindu Kemenag RI
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR,MSINEWS.COM-Festival Gerbang Nusantara 2026 resmi dibuka dengan fokus menyatukan gagasan strategis guna memperkuat kebudayaan sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Hindu di tengah tantangan global.
Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag Prof. I Nengah Duija,bertempat Inna Bali Heritage Hotel, Denpasar, Jumat (17/7/2026).
Acara ini digagas oleh Pusat Koordinasi Hindu Indonesia (Puskor Hindunesia),yang menjadi ruang konsolidasi berbagai elemen umat Hindu untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi umat, serta pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identitas dan peradaban bangsa.
“Nusantara dibentuk oleh lautan yang mempertemukan beragam peradaban. Kita tidak hanya berbicara tentang Hindu, tetapi juga Buddha, Islam, dan Kristen yang bersama-sama memberi warna bagi perjalanan sejarah bangsa. Dalam proses itu, Hindu menghadirkan kontribusi penting melalui nilai-nilai spiritual, seni, dan budaya yang terus hidup hingga kini,” kata Dirjen Bimas Hindu Kemenag Prof. I Nengah Duija.
Pelestarian budaya kata Duija, tidak cukup dimaknai sebagai upaya menjaga tradisi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat jati diri bangsa di tengah perubahan global. Ia menilai kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia merupakan modal besar yang harus terus dirawat melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
Mengutip pemikiran tokoh intelektual Hindu Bali, I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Duija menegaskan bahwa kehidupan masyarakat Hindu Bali menunjukkan hubungan yang tidak terpisahkan antara agama dan seni.
“Seni yang tumbuh di Bali berakar pada nilai-nilai agama. Karena itu, menjaga seni berarti menjaga peradaban sekaligus mempertahankan identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Dirjen Bimas Hindu mengakui masih terdapat tantangan dalam memenuhi berbagai kebutuhan organisasi kemasyarakatan Hindu akibat keterbatasan anggaran pemerintah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk memperluas manfaat program pembinaan dan pemberdayaan umat.
Semmentara itu, Ketua Umum Puskor Hindunesia, Dr. Hc. Ida Bagus Ketut Susena, menegaskan Festival Gerbang Nusantara diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan umat Hindu.
“Pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kerja nyata selalu lebih bermakna daripada sekadar wacana,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menilai organisasi sosial keagamaan memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan masyarakat. Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang dilakukan dalam penguatan kualitas pendidikan Hindu, termasuk peningkatan kapasitas guru dan pengembangan Widyalaya.
Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki setiap daerah merupakan aset yang tidak hanya memperkuat identitas bangsa, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Budaya adalah aset yang tidak ternilai. Jika dikelola dengan baik, budaya mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat karakter bangsa di tengah arus perubahan global,” katanya.
Pelaksanaan Festival Gerbang Nusantara menjadi penegas bahwa pelestarian seni dan budaya memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga masyarakat. Sinergi tersebut dinilai menjadi modal penting agar warisan budaya tetap hidup sekaligus mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat.
Editor; Tim Redaksi
Sumber; Bimas Hindu Kemenag RI.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar