Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » AKSI DAMAI, JUBAH DAN MENDOAKAN PEMIMPIN KITA

AKSI DAMAI, JUBAH DAN MENDOAKAN PEMIMPIN KITA

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 9 Jun 2025
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Pastor Stefanus Wolo Itu

HARI KAMIS  5 Juni lalu para imam, biarawan/wati, utusan umat paroki, aktivis, aliansi, organisasi mahasiswa mendatangi gedung DPRD dan kantor bupati Ende, Nagekeo, Ngada dan Manggarai. Mereka membuat “Aksi Damai Menolak Geothermal Flores”.

Saya mendapat beberapa pertanyaan. “Mengapa mereka membuat aksi? Apakah mereka anti pembangunan dan perubahan? Apakah mereka membenci pemerintah? Apakah mereka ingin menjadi oposisi pemerintah?” Saya pun menjawab seadanya.

“Mereka memprotes kehadiran proyek geothermal di Flores! Mereka tidak anti pembangunan dan perubahan. Mereka bukan oposisi pemerintah. Gereja bukan partai politik sehingga disebut oposisi pemerintah. Mereka bagian dari masyarakat. Mengambil bagian dari pembangunan rohani. Tapi juga aktif dan terlibat dalam pemberdayaan sosial, ekonomi, pendidikan dll”.

Ini negara demokratis. Siapapun boleh menyampaikan pendapatnya. Mereka boleh menyikapi dinamika pembangunan yang terjadi di wilayah kita. Mereka tidak melanggar undang-undang. Mereka menggelar aksi damai. Mereka tidak membenci pimpinan daerah dan wakil rakyat. Mereka tidak memusuhi siapapun!

Dalam urusan iman, Uskup dan para imam adalah gembala bagi seluruh umat katolik di wilayahnya. Termasuk pimpinan daerah dan wakil rakyat. Banyak dari mereka adalah orang tua, saudara, kerabat dekat para imam dan biarawan/wati.

Dalam urusan politik dan kesejahteraan, para pemimpin pemerintah dan DPR adalah juga gembala. Mereka pemimpin dan pengayom masyarakat. Kami juga rakyat yang turut membayar pajak untuk negara. Kami datang menyampaikan keprihatinan. Karena itu tidak perlu takut dan menghilang saat kami datang. Tidak perlu marah dan menyiapkan masa tandingan. Tidak perlu mengancam peserta aksi. Mereka tak pernah takut. Justru tertawa lucu. Karena diancam oleh mereka yang hidup dari pajak rakyat.

Mereka menyampaikan tuntutan secara damai. Menjelang aksi damai, saya mengingatkan seorang rekan imam: “Jangan lupa membawa teks dan melantunkan doa damai Santu Fransiskus”. Doa dan aksi damai harus dilihat sebagai panggilan moral untuk melindungi bumi Flores. Siapapun merindukan kedamaian. Tak hanya kedamaian dalam hati sendiri. Tapi juga di lingkungan tempat kita hidup. Bahkan damai di setiap sudut bumi.

Doa damai Santu Fransiskus sangat menyentuh. Mudah memasuki hati siapapun yang mendengar atau membaca. Cepat melekat di hati. Kata-katanya sederhana. Singkat dan tidak berbelit-belit. Padat dan bernas. Saya coba mengutip baris-baris pertama doa ini. “Tuhan, jadikanlah aku pembawa damaiMu. Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih. Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan. Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan”. Teks lengkapnya bisa lihat di Om Google, buku-buku doa Fransiskan atau Madah Bakti 460.

Doa ini pernah dilantunkan para tokoh dunia. Pada hari pelantikannya sebagai Perdana Menteri Inggris tanggal 4 Mei 1979, Margareth Thatcher melantunkan doa damai Santu Fransiskus. Lima bulan kemudian, tanggal 17 Oktober 1979, ibu Theresa dari Kalkuta menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Saat pidato, dia hanya mengucapkan terima kasih tiga kali. Selanjutnya mengajak hadirin mendaraskan doa damai Fransiskus.

Begitupun penyair dan musisi Amerika Serikat, Patti Smith dalam lagu berjudul “Constantine’s Dream”. Ia menceritera kan mimpi dan visinya tentang Santo Fransiskus di kota Arezzo Italia. Dan tak kalah menarik Presiden AS Bill Clinton membacakan doa ini tanggal 4 Oktober 1995 ketika menerima Paus Yohanes Paulus II menghadiri sidang umum PBB di New York.

Sifat khas aksi damai adalah tanpa kekerasan. Karena setiap tindak kekerasan akan melahirkan kekerasan baru. Aksi damai membuka ruang dialog dan menghadirkan empati. Ada saling menerima dan terbuka menemukan jalan terbaik. Pemimpin spiritual dan politikus India, Mahatma Gandhi(1869-1948) mengatakan: “Aksi tanpa kekerasan merupakan kekuatan terbesar yang dimiliki umat manusia. Dia lebih kuat dari jembatan penghancur terdahsyat yang dibuat oleh kecerdasan manusia”.

Aksi damai sudah melewati proses panjang. Mereka turun ke lokasi, melihat kenyataan dan mendengarkan suara-suara korban, analisis sosial dan refleksi teologis. Komisi Kateketik menyiapkan materi katekese, pertemuan fasilitator dan katekese KUB. Katekese adalah cara khas gereja katolik. Dalam mewartakan dan mendalami iman.

Katekese juga membangun kesadaran kritis umat basis. Tentu mencakupi sejumlah aspek. Mulai dari cara berpikir kritis. Sebuah proses berpikir yang melibatkan analisis, evaluasi, interpretasi informasi, refleksi teologis dan sosio-pastoral. Perlu sebuah keberanian dan kemampuan kritis untuk mengambil keputusan dan tindakan yang tepat. “Berani berkata benar saat semua orang diam adalah bentuk tertinggi dari sebuah kecerdasan”, kata Uskup Anglikan Afrika Selatan, Desmond Tutu(1931-2021).

Saat aksi damai, para imam mengenakan jubah. Lagi-lagi ada yang bertanya kepada saya. “Romo, mengapa para pastor mengenakan jubah?” Saya menjawab: “Jubah itu pakaian rohani para imam. Jalan menuju penerimaan jubah itu panjang. Jubah melambangkan proses panggilan, tanggung jawab dan pengabdian. Jubah memiliki makna simbolis yang mendalam. Jubah adalah lambang ketaatan, kesederhanaan, kesetiaan, pengorbanan dan komitmen mereka untuk mengikuti teladan Kristus dan gerejaNya”.

Ada yang berkomentar: “Jubah itu mestinya hanya digunakan di gereja. Saat merayakan korban ekaristi di altar. Kelompok lain bisa menertawakan kita. Kasihan sekali!” Saya menjawabnya: “Para imam melayani Tuhan dan umat beriman. Pelayanan imamat tidak hanya sekitar altar ekaristi dan mimbar sabda. Mereka juga melayani altar dan mimbar kehidupan harian”.

“Para imam menerima cemoohan, kritikan, hujatan dan caci maki. Tapi mereka tidak merasa malu. Mereka justru bersyukur. Siapapun yang membenci, termasuk akun akun palsu sedang memuliakan para imam. Mereka merelakan jubahnya kotor demi memperjuangkan sebuah nilai. Saya bertemu dengan banyak imam dari pelbagai belahan dunia. Mereka berkisah, bila ada situasi penindasan justru imam katolik yang berjuang bersama kaum tertindas. Mengapa? Karena mereka punya otak, hati, hidup apa adanya dan bebas kepentingan”.

“Jubah imam lebih dari sekedar pakaian biasa. Jubah melambangkan identitas rohani imam sehingga mudah dikenal umatnya. Ketika berada di tengah ribuan orang, umat mengetahui keadaan gembalanya. Mereka berdiri bersama dan membentengi diri dari serigala-serigala susupan”.

Ada yang menulis: “Mengapa Bapak Uskup, para pastor, biarawan/wati, umat, aliansi dan aktivis lingkungan hidup menolak kehadiran listrik di Flores? Apakah mereka tidak membutuhkan listrik?” Mereka tidak menolak kehadiran listrik di Flores! Kita semua membutuhkan listrik! Mereka menolak energi listrik yang berasal dari geothermal. Geothermal bukan satu-satunya sumber energi terbarukan di Flores!

Ada banyak pilihan sumber energi terbarukan yang bisa dibangun di Flores. Misalnya tenaga surya, angin, air dan biomasa. Biomasa merupakan bahan organik yang dihasilkan melalui proses fotosintetik, baik berupa produk atau buangan, seperti tumbuhan, kotoran dan limbah pertanian. Juga energi yang berasal dari laut seperti energi pasang surut air laut, energi gelombang laut dan energi arus laut.

Sudah hampir 12 tahun saya tinggal di Eropa. Setahun di Jerman dan sebelas tahun di Swiss. Saya membaca, berjalan, melihat, bertemu dan menanyakan mereka yang bekerja di sektor-sektor energi. Manakah sumber energi terbesar di Swiss dan negara-negara sekelilingnya? Di Jerman tenaga angin sekitar 31,9%. Perancis tenaga nuklir 74,5%, hidrolistrik 16,3 % dan thermal 9,1 %. Italia menggunakan minyak bumi dan panas bumi. Austria menggunakan sekitar 60 % tenaga air. Swiss sendiri hampir 60 % tenaga air.

Satu pertanyaan kritis: “Mengapa pemerintah, PLN dan investor masih bersikeras membangun energi geothermal di Flores? Mulai dari Ulumbu, Pocoleok dan Waesano di Manggarai Raya. Di Ngada ada Mataloko, Doka-Radabata, Dona-Jerebu’u dan Inelika- Soa. Nagekeo ada rencana di Pajo Reja dan Marapokot. Di wilayah Ende Lio sudah ada PLTU Ropa dan PLTA Ndungga. Sekarang Sokoria sedang dibangun. Rencana lanjutannya di Jopu, Detusoko, Lesugolo dan Nangaba. Dan terakhir di Lerek Lembata.

Hampir semua tempat ini merupakan wilayah pertanian dan perkebunan andalan. Saya cemas ! Kita dijanjikan energi hijau. Tapi bakalan kehilangan “emas-emas hijau” yang sudah menghidupi kita. Lokasi-lokasi geothermal Flores berdekatan dengan potensi-potensi kekayaan alam seperti emas, uranium, biji besi dan pasir besi. Pertanyaan refleksif saya: “Mengapa harus geothermal?”

Saya mencurigainya sebagai gerbang masuk industri pertambangan. Ada agenda mewujudkan mimpi lama: “Mengeruk kekayaan perut bumi Flores”. Kita orang-orang Flores, NTT perlu membuka pikiran, mata, hati dan telinga. Mencegah sebelum terjadi! Kita perlu bersikap kritis dengan slogan “Demi proyek strategis nasional”. Ketika kita merayakan hari lingkungan hidup sedunia, terkuak masalah Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Saya tertarik penggalan kotbah Pentakosta Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA Minggu 8 Juni 2025. “Pihak yang berjuang untuk mempertahankan alamnya, hutannya, budayanya itulah mereka yang dikuasai oleh Roh Kudus. Berani untuk terus bersuara tentang hak-hak hidupnya. Raja Ampat yang indah mulai hancur karena ketamakan dan kerakusan oligarki dan penguasa dengan slogan demi proyek strategis nasional. Ini roh dunia yang menghancurkan alam dan sesama. Kita mengikuti Roh Kristus, yang menghormati martabat dan hidup manusia”.

Kita mendoakan alam lingkungan hidup Flores. Kita mendoakan pemerintahan. Tapi lebih penting dari itu kita mendoakan para tokoh pemerintah dan wakil rakyat kita. Dalam doa kita menyebut nama presiden, para menteri, gubernur NTT dan anggota DPRD I , anggota DPR RI dan DPD asal NTT. Juga para Bupati dan DPRD, TNI/POLRI, camat, kepala desa, mosalaki, dusun, ketua RT dan orang-orang bayaran investor atau PLN untuk mengintimidasi masyarakat lokal.

Hari Minggu 1 Juni 2025 saya berkotbah tentang doa Yesus. Yesus berdoa untuk dunia. Dan lebih dari itu Yesus berdoa untuk manusia. Untuk semua yang percaya padaNya. Saya mengutip kata-kata Albert Schweitzer, teolog Lutheran, Filsuf dan Musikus Jerman(1875-1965). Albert menulis: “Die Gebete verändern nicht die Welt. Die Gebete verändern die Menschen. Und die Menschen verändern die Welt. Artinya doa-doa tidak mengubah dunia. Doa-doa mengubah manusia. Manusia yang kita doakan itulah yang mengubah dunia”. Mari kita menyebut nama para pemimpin kita dalam doa ekaristi. Semoga mereka bijaksana dan mampu mengubah dunia menjadi lebih baik dan bermartabat. **.

Kirchgasse 4, 5074 Eiken AG Schweiz
Minggu Malam, 8 Juni 2025.

Penulis adalah Rohaniwan Katolik, Berkarya di German.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpinan MPR Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Libya,Ini Harapannya

    Pimpinan MPR Terima Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Libya,Ini Harapannya

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Menteri Luar Negeri Libya, Mohamed Khalil AbuBakr Issa mengunjungi Kantor MPRI RI di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024). Kunjungan ini untuk membuka kembali program Beasiswa dan Peningaktan Perdagangan antara RI-Libya. Dalam kesempatan itu Mohamed Khalil AbuBakr Issa mengatrakan, MPR bagi pemerintah Libya merupakan lembaga negara yang penting. Khalil AbuBakr, di terima oleh Wakil Ketua MPR […]

  • Ini Alasannya, Agar Lemhamnnas Perlu Dilibatkan dalam Perekrutan SDM BPIP

    Ini Alasannya, Agar Lemhamnnas Perlu Dilibatkan dalam Perekrutan SDM BPIP

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Karawang,msinews.com-Mengingat strategisnya peranan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), lembaga ini perlu melakukan evaluasi ke dalam. Alasannya adalah, lembaga ini perlu penguatan internal mengingat bahwa target audiens adalah seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, SDM BPIP harus memenuhi syarat agar pengimplementasian Pancasila tidak hanya sekedar program. Juga, tantangan dan ancaman terhadap Pancasila di tahun mendatang semakin […]

  • Budisatrio Djiwandono Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Karang Taruna

    Budisatrio Djiwandono Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Karang Taruna

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com— Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2025–2030. Penetapan dilakukan dalam Temu Karya Nasional IX Karang Taruna di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial, Jakarta, Minggu (24/8/2025). Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus tekad besar dalam mengemban amanah tersebut. “Saya merasa […]

  • Bakal Calon Bupati MBD, Siap Produksi ‘Minyak Goreng Tradisional’

    Bakal Calon Bupati MBD, Siap Produksi ‘Minyak Goreng Tradisional’

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 126
    • 0Komentar

    MDB, MSINews.com – Tokoh muda sekaligus jurnalis senior , Freni Lutruntuhluy, menyatakan siap maju sebagai Calon Bupati Kabupaten Maluku Barat Daya (MDB) pada pilkada 2024 mendatang. Sebagai komitmennya untuk membangun daerah kelahirannya, Freni demikian lelaki bertubuh ceking dan murah senyum itu disapa, tengah mendampingi kelompok mama-mama untuk memproduksi minyak goreng yang diberi merek “Minyak Goreng […]

  • Ketua MPR RI : Menghayati Berkah Idul Fitri Bagi Harmonisasi Kehidupan Bersama

    Ketua MPR RI : Menghayati Berkah Idul Fitri Bagi Harmonisasi Kehidupan Bersama

    • calendar_month Rabu, 10 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Bambang Soesatyo, S.E., S.H., M.B.A AKHIRNYA, akan selalu ada momentum bagi semua orang memulihkan kelembutan hati yang sejatinya ada pada setiap pribadi. Bagi masyarakat Indonesia yang agamis, salah satu momentum itu adalah Puasa Ramadhan yang kemudian memuncak pada perayaan hari kemenangan, Idul Fitri.  Hati yang lembut sebagai berkah Idul Fitri 1445 […]

  • Seputar Lebaran Haji, Ini Jadwal Lontar Jumrah untuk Jemaah Indonesia

    Seputar Lebaran Haji, Ini Jadwal Lontar Jumrah untuk Jemaah Indonesia

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Pemerintah Arab Saudi telah mengatur waktu melontar bagi jemaah haji setiap negara. Setelah mabit di Muzdalifah, jemaah haji diberangkatkan ke Mina, untuk selanjutnya menunaikan wajib haji, yaitu melontar jumrah. Untuk keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban dalam melontar jumrah, maka jemaah haji harus mengikuti ketentuan waktu tersebut dan menghindari waktu – waktu larangan. Adapun, Penentuan waktu lontar […]

expand_less