Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Dapunta Sailendra dalam Pahatan Prasasti (Bagian 1)

Dapunta Sailendra dalam Pahatan Prasasti (Bagian 1)

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Syamsul Noor Al-Sajidi

Pekerja Budaya dan Ketua Departemen Data pada Pusat Data dan Kajian Sriwijaya (PDKS)

HERERMEUNNITIKA Sailendrawansa (Wangsa Sailendra atau Dinasti Sailendra) selalu berkaitan dengan dan tidak dapat dilepaskan dari Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Medang (Mataram Kuno)
.
Istilah Wangsa Sailendra dijumpai dalam banyak prasasti (batu bersurat/bertulis) peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Medang.

Tidak ada seorang pun ahli sejarah berani menyangkal keterkaitan Wangsa Sailendra dengan dua kerajaan di Nusantara tersebut.

Sailendra merupakan nama wangsa/ dinasti yang pernah menyebarkan pengaruhnya ke hampir seluruh pelosok Nusantara, semenanjung Malaya (Singapura dan Malaysia sekarang), Thailand, Indochina (antara lain Vietnam, Laos, Burma, dan Kamboja), Filipina, dan hingga India, Arab, dan Timur Tengah.

Nama Sailendra dijumpai antara lain di dalam Prasasti Kalasan dari tahun 778 Masehi (Sailendragurubhis; Sailendrawansatilakasya; Sailendrarajagurubhis).

Ditemukan juga di dalam Prasasti Kelurak dari tahun 782 Masehi (Sailendrawansatilakena), di dalam Prasasti Abhayagiriwihara dari tahun 792 Masehi (Dharmmatungadewasya sailendra), Prasasti Sojomerto (Batang, Jawa Tengah) dari abad ke-8 Masehi (Selendranamah) dan Prasasti Kayumwunan (Temanggung, Jawa Tengah) dari tahun 824 Masehi (Sailendrawansatilaka).

Semua prasasti tersebut ditemukan di Jawa Tengah, Indonesia.

Nama dinasti ini ditemukan juga dalam Prasasti Ligor di Thailand dari tahun 775 Masehi dan juga dijumpai pada Prasasti Nalanda dari tahun 860 M di Bihar, India.

“Pujian bagi raja yang berhasilmenakluk kan musuhmusuhnya dan merupakan wujud kembar dewa kasta yang dengan kekuatannya disebut (sebagai dewa) Wisnu, kedua mematahkan keangkuhan semua musuhnya (Sarwarimadawimthana). Ia adalah
keturunan dari (keluarga Sailendra) yang tersohor disebut Srimaharaja.”

(Prasasti Ligor B, Chaiya, Thailand)
Di dalam Prasasti Nalanda di India terukir nama Sailendrawansatilaka (Permata Dinasti Sailendra) dan Balaputradewa raja dari Swarnabumi.

Penemuan nama dinasti ini di India telah benar-benar mengundang keingintahuan banyak peneliti Barat, terutama para ahli sejarah tentang siapakah dinasti tersebut yang mampu memahatkan nama besarnya di India.

Asal-usul Sailendra

Berbagai pendapat diajukan oleh para ahli sejarah dan arkeolog dari berbagai negara.

Ahli sejarah seperti Majumdar, Moens, dan Nilakanta Sastri menyatakan Sailendra berasal dari India. Majumdar mengandaikan Sailendra, baik di Sriwijaya (Sumatra) atau Medang (Jawa) berasal dari Kalinga (India Selatan). Nilakanta Sastri dan Moens mempunyai pendapat yang sama.

Moens menganggap keluarga ini berasal dari India dan tinggal di Palembang sebelum kedatangan Dapunta Hyang.

Pada 682 Masehi keluarga ini berangkat ke Jawa karena tekanan Dapunta Hyang dan tentaranya.

Pada masa itu pusat Sriwijaya berada di Semenanjung Malaya.

Sedangkan Coedes mengajukan dugaan Sailendra berasal dari Funan (Kamboja). Jatuhnya Kerajaan Funan akibat kerusuhan telah mendorong keluarga ini ke Jawa.

Lalu mereka menjadi penguasa di Medang (Mataram) dan pada pertengahan abad ke-8 menggunakan Sailendra sebagai nama keluarga.

Ahli sejarah lain, Poerbatjaraka menegaskan Sailendra berasal dari Nusantara, yaitu dari Kepulauan Melayu (Sumatra).

Slamet Muljana berpendapat sama dengan Poerbatjaraka berdasarkan gelar ‘Dapunta’ yang ditemui dalam Prasasti Sojomerto.

Gelar ini juga ditemui pada Prasasti
Kedukan Bukit (Dapunta Hiyang) dan
Prasasti Talang Tuwo.

Ketiga inskripsi/prasasti itu ditulis dalam Bahasa Melayu Kuno yang ketika itu dipakai oleh masyarakat di Pulau
Sumatra.

Di sanalah pusat kekuasaan
Kerajaan Sriwijaya yang diperkirakan
berdiri pada akhir 600-an Masehi.
Menurut Poerbatjaraka, Sanjaya
dan keturunannya adalah raja dari
keluarga Sailendra.

Asal-usul dari Kepulauan Melayu dan beragama Hindu-Siva. Tapi kemudian Panamkaran (salah seorang kerabat Sailendra) menjadi pengikut Buddha Mahayana.

Pendapat ini didasarkan pada Carita
Parahyangan yang menyebutkan bahawa Rakai Sanjaya memerintahkan anaknya, Rakai Panaraban atau Rakai Tamperan untuk berpindah agama karena agama ini dihormati oleh semua orang.

Pendapat Poerbatjaraka berdasarkan Carita Parahyangan, kemudian dikuatkan oleh inskripsi/prasasti yang ditemukan di wilayah Kabupaten Batang.

Dalam inskripsi yang dikenali sebagai Prasasti Sojomerto, selain nama Dapunta Sailendra disebutkan juga nama ayahnya Santanu dan ibunya bernama Bhadrawati (dapunta selendra namah santanu nama nda bapa nda bhadrawati nama aya nda sampula nama nda).

Menurut Boechari (1966), tokoh yang
bernama Dapunta Sailendra adalah moyang dan pengasas kepada semua raja-raja dari keturunan raja Sailendra di Medang.

Siapa Sailendra?

Prasasti Sojomerto ditulis dalam Bahasa Melayu Kuno. Nama ‘Dapunta Selendra’ adalah kata/ejaan dalam Bahasa Melayu Kuno dari kata Sansekerta ‘Sailendra’.

Jika keluarga Sailendra berasal dari India Selatan, sudah tentu mereka akan menggunakan bahasa Tamil atau setidaktidaknya bahasa Sansekerta pada prasasti mereka. Berdasarkan gaya paleografiknya, Prasasti Sojomerto ditulis pada pertengahan abad ke-7 Masehi.

Isi teks prasasti Sojomerto:

… – ryayon çrî sata … … _ â kotî
… namah ççîvaya bhatâra parameçva
ra sarvva daiva ku samvah hiya
– mih inan –is-ânda dapû nta selendra namah santanû namânda bâpanda bhadravati namanda ayanda sampûla
namanda vininda selendra namah
mamâgappâsar lempewângih
Terjemahan inskripsi yang terbaca:
Sembah kepada Siwa Bhatara Paramecwara dan semua dewa-dewa
… dari yang mulia Dapunta Selendra
Santanu adalah nama bapaknya, Bhadrawati adalah nama ibunya, Sampula adalah nama bininya dari yang mulia Selendra.

Prasasti Sojomerto telah menggugurkan semua teori Majumdar, Nilakanta Sastri, Moens, Coedes, dan lain-lain. Prasasti ini memang kuat diyakini menetapkan asal-usul dinasti ini karena menerangkan siapakah Dapunta Sailendra dan ibu-bapaknya dalam bahasa Dapunta Sailendra yaitu bahasa melayu kuno. *

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Soroti Sekolah Ambruk di Depok, Tekankan Pentingnya Kesetaraan Infrastruktur Pendidikan

    DPR Soroti Sekolah Ambruk di Depok, Tekankan Pentingnya Kesetaraan Infrastruktur Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti kejadian bangunan sekolah ambruk di Depok, Jawa Barat. Menurutnya, Indonesia masih memiliki berbagai masalah infrastruktur pendidikan yang harus segera dibenahi. “Kita bersyukur sekarang memiliki program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dapat berdampak positif pada kualitas tumbuh kembang anak-anak. Tapi tidak bisa dipungkiri, Indonesia masih punya […]

  • World Water Forum ke-10 Jadi Momentum Dorong Pengelolaan Air yang Adil dan Merata

    World Water Forum ke-10 Jadi Momentum Dorong Pengelolaan Air yang Adil dan Merata

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Pengelolaan air yang adil dan merata di seluruh dunia menjadi salah satu isu penting dalam World Water Forum ke-10 yang segera digelar pada 18-25 Mei 2024 di Bali. Ketua Sekretariat Panitia Nasional Penyelenggara World Water Forum ke-10 sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mohammad Zainal Fatah mengatakan bahwa forum tersebut menjadi […]

  • Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo di Istana

    Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo di Istana

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 205
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM (JAKARTA)-Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, Rabu (8/10/2025). Adapun, pelantikan tersebut mengacu pada beberapa Keputusan Presiden (Keppres). Sejumlah pejabat yang dilantik mulai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Ketua Dewan Komisioner LPS, Kepala BP BUMN, serta Duta Besar. Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik […]

  • Presiden Jokowi Angkat Irjen Albertus Rachmad Wibowo sebagai Waka BSSN RI

    Presiden Jokowi Angkat Irjen Albertus Rachmad Wibowo sebagai Waka BSSN RI

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Kepala Bidang (Kabid) Humas Kombes Sunarto ketika dikonfirmasi membenarkan perihal pengangkatan Irjen Rachmad Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) oleh Presiden Joko Widodo pada Selasa (17/09). “Benar, beliau telah mendapatkan kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk mengemban amanah sebagai Wakil Kepala BSSN, dan akan segera menyandang pangkat bintang […]

  • DPR Apresiasi Prabowo Bebaskan Hutang KUR kepada Petani Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    DPR Apresiasi Prabowo Bebaskan Hutang KUR kepada Petani Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan membebaskan hutang KUR (Kredit Usaha Rakyat) kepada petani korban bencana di Aceh dan Sumatera. Firman menilai, kebijakan ini sebagai bentuk empati yang tepat dari presiden, karena petani yang sudah menjadi korban bencana tidak seharusnya dibebani dengan hutang bank. “Pembebasan hutang […]

  • Kelaparan di Papua Tengah, Ketua MSI,Rivano Osmar : Persediaan Dolog Biasanya 2 X Lipat

    Kelaparan di Papua Tengah, Ketua MSI,Rivano Osmar : Persediaan Dolog Biasanya 2 X Lipat

    • calendar_month Jumat, 4 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Jakarta,Infomsi.org-Ketua Yayasan MSI (Mitra Sejahtera Indonesia) Rivano Osmar mengatakan, peristiwa kelaparan yang terjadi di Provinsi Papua Tengah menjadi catatan bagi pemerintah daerah (Pemda) setempat. “Menurut saya, dalam musim kemarau ini seharusnya Pemda setempat dan Dolog bisa meningkatkan persediaan bahan pokok makanan lokal bagi masyarakat setempat. Jadi, begitu terjadi cuaca ekstrem, pemda tak lagi bingung karena […]

expand_less