Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

Menimbang Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi, Risiko Kemacetan, dan Keselamatan Jalan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI TENGAH tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang didominasi sepeda motor, hadirnya Program Motor Listrik Nasional (Molinas) membawa angin segar bagi transformasi industri otomotif dan keselamatan berkendara di Indonesia_ .

Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat kemandirian teknologi, ketahanan energi, sekaligus menyediakan sarana mobilitas yang terjangkau bagi masyarakat (Kompas.id, 13/8/2026).

Krisis keselamatan jalan raya masih membayangi Indonesia. Sepanjang tahun 2025 saja, Korlantas Polri dan Road Safety Association (RSA) mencatat ada 212.414 unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan lalu lintas.

Meskipun menguasai lebih dari 80% populasi kendaraan terdaftar di Indonesia, dominasi sepeda motor sebagai “raja jalanan” berbanding lurus dengan tingginya risiko keselamatan. Kendaraan roda dua ini menyumbang 70% hingga 75% dari total kasus kecelakaan lalu lintas nasional.

Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas berkisar antara 141.608 hingga 158.508 kejadian dengan korban jiwa mencapai 24.296 orang. Mirisnya, usia muda menjadi kelompok yang paling rentan sebesar 35%–40% korban berusia 15–24 tahun dan 30%–35% berusia 25–49 tahun. Temuan ini sejalan dengan data WHO yang menempatkan kecelakaan jalan raya sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia bagi kelompok usia 5 hingga 29 tahun.

Tantangan dan strategi

Pertama, tantangan peluang daya saing harga* . Merek-merek asal China umumnya unggul dari segi efisiensi rantai pasok global dan keunggulan skala produksi ( _economies of scale_ ), yang memungkinkan mereka menawarkan harga sangat kompetitif.

Peluang produk lokal, pengembangan desain dan manufaktur oleh insinyur dalam negeri membuka ruang bagi penyesuaian spesifikasi yang lebih tepat sasaran dengan kondisi geografis dan daya beli masyarakat Indonesia. Keunggulan biaya operasional, jika skema insentif khusus kendaraan nasional direalisasikan secara optimal, produk nasional dapat memiliki struktur harga yang mampu bersaing langsung di segmen pasar menengah-bawah.

Kedua, penguatan ekosistem dan TKDN* . Persaingan di industri motor listrik tidak hanya berada pada unit kendaraan, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya (baterai, stasiun pengisian/penukaran baterai, serta layanan purna jual).

Integrasi rantai pasok, keunggulan merek nasional akan bergantung pada seberapa jauh integrasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya lokalisasi produksi baterai dan komponen inti lainnya. Layanan purna jual dan kepercayaan konsumen, merek asing kerap menghadapi tantangan terkait ketersediaan suku cadang dan jaringan purna jual jangka panjang. Hal ini menjadi peluang bagi merek nasional untuk membangun kepercayaan konsumen melalui jaringan servis yang solid dan jaminan purna jual yang lebih pasti.

Ketiga, strategi penetrasian pasar, fokus luar Jawa, pulau-pulau kecil dan daerah 3TP* . Pentingnya segmentasi pasar agar kehadiran Molinas tidak sekadar menambah kepadatan lalu lintas di kota-kota besar Pulau Jawa.

Pasar non perkotaan, mengarahkan penetrasi ke wilayah luar Jawa, daerah perbatasan, pedesaan, pulau-pulau kecil serta daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) dapat memberikan blue ocean strategy bagi motor listrik nasional. Efisiensi logistik daerah, di wilayah-wilayah penghasil mineral (seperti Morowali, Morowali Utara, Banggai, Kolaka, Konawe, Bombana Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Pulau Obi (Halmahera Selatan), Luwu Timur, Papua Barat Daya, Siak, Meranti, Natuna, Anambas, Kalimatan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Papua, Sumatera Selatan, Aceh) atau pusat operasional daerah, penghematan biaya bahan bakar minyak (BBM) menggunakan motor listrik memberikan nilai ekonomis yang signifikan bagi masyarakat lokal.

Kota Agats (Kab. Asmat, Papua Selatan), sudah memberikan contoh sebuah wilayah yang mengalami kesulitan distribusi BBM tidak selalu mempertahankan penggunaan kendaraan bermotor bakar. Sejak 2007 (hampir 20 tahun lalu), mereka mau beralih menggunakan kendaraan bermotor listrik.

.Potensi dan insentif

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) memiliki potensi sangat besar untuk memperkuat industri dalam negeri sekaligus mengacak-acak peta persaingan pasar roda dua di Indonesia. Namun, keberhasilannya bergantung pada bagaimana pemerintah dan pelaku industri mengelola sejumlah variabel kunci.

Program Motor Listrik Nasional berpotensi menjadi titik balik (turning point) bagi industri otomotif Indonesia. Program ini tidak hanya berpeluang mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen, tetapi juga berpotensi memecah oligopoli pabrikan konvensional serta menahan laju dominasi merek impor di era elektrifikasi

Persaingan antara Motor Listrik Nasional (Molinas) dan produk asal China merupakan pertarungan antara industri yang baru tumbuh (infant industry) melawan raksasa manufaktur global. China saat ini menguasai lebih dari 70% rantai pasok kendaraan listrik dunia, sehingga menciptakan tantangan struktural yang besar bagi produk nasional dari tiga aspek utama:

Insentif pemerintah bukan sekadar kebijakan pelengkap, melainkan faktor kunci ( _enabler_ ) paling kritis yang menentukan apakah Program Motor Listrik Nasional (Molinas) mampu bersaing secara komersial dan mendorong migrasi massal masyarakat dari motor bensin.

Insentif pemerintah adalah intervensi wajib dalam fase transisi ini. Insentif tidak hanya berfungsi menurunkan harga agar terjangkau oleh daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen proteksi terarah agar industri kendaraan listrik nasional dapat tumbuh, membangun kemandirian teknologi, dan pada akhirnya mampu berdiri mandiri tanpa bergantung pada subsidi di masa depan.

Kemacetan lalu lintas

Kota-kota di Indonesia mulai membenahi transportasi umum untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Saat ini, sekitar 75% hingga 80% kendaraan di wilayah perkotaan masih didominasi oleh sepeda motor. Jika distribusi penjualan motor listrik tidak diatur dengan bijak, upaya pemerintah kota mengatasi kemacetan tentu akan sia-sia. Oleh karena itu, distribusi motor listrik perlu diperketat di kawasan perkotaan, tetapi diperluas ke wilayah perdesaan, pulau-pulau kecil, serta daerah penghasil mineral di luar Jawa yang belum menikmati akses kendaraan listrik

Insentif dan pemotongan harga pada motor listrik nasional berpotensi memicu lonjakan kepemilikan kendaraan pribadi. Jika masyarakat membeli motor listrik hanya sebagai kendaraan tambahan,bukan menggantikan kendaraan lama atau beralih ke angkutan umum, ruang jalan akan semakin padat.

Pada dasarnya, motor listrik nasional sekadar mengalihkan sumber emisi dari bahan bakar fosil ke energi listrik, tanpa mengurangi volume kemacetan di perkotaan. Solusi utama untuk mengurai kemacetan tetap bertumpu pada penguatan dan elektrifikasi transportasi umum massal.

*)Djoko Setijowarno adalah seorang  Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegjapranata dan Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daya Beli Masyarakat Menurun, Tapera Disarankan Ditunda Dulu

    Daya Beli Masyarakat Menurun, Tapera Disarankan Ditunda Dulu

    • calendar_month Kamis, 30 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta.msinews.com-Program Tabungan Perumahan Rakyat (TAPERA) yang akan diluncurkan oleh Pemerintah mengumpulkan pro kontra masyarakat terutama bagi pegawai yang berminat miliki rumah dari program Tapera tersebut. Adapun, kebijakan potongan gaji untuk tabungan perumahan ini disorot berbagai pihak termasuk Ketua MPR.RI Dr.Bambang Soesatyo. Pasalnya, penerapan PP 21/2024 tentang perubahan atas PP 25/2020 tentang Tapera tetsebut dinilai membebani […]

  • Kadispenad : Tidak ada Intervensi TNI di Kampus

    Kadispenad : Tidak ada Intervensi TNI di Kampus

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    JAKARTA, MSINEWS.COM- Menanggapi pemberitaan yang beredar terkait kehadiran prajurit TNI AD di lingkungan kampus, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana melalui pesan tertulis menyampaikan penjelasannya, menjawab pertanyaan media, Sabtu (19/4/2025). Brigjen Wahyu Yudhayana menegaskan bahwa kehadiran TNI khususnya TNI AD di kampus-kampus semata-mata adanya kesepakatan kerjasama resmi/sah, maupun undangan resmi dalam […]

  • BPK Diminta Segera Audit Program Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis,Karena Tidak Jelas

    BPK Diminta Segera Audit Program Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis,Karena Tidak Jelas

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Nasir mempertanyakan program alat memasak berbasis listrik (AML) berupa pemberian rice cooker oleh pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kepada masyarakat. Pasalnya, selama ini tidak diketahui siapa saja yang sudah mendapatkan alat tersebut dan siapa yang memberikannya. “Proyek AML ini menurut saya proyek gagal, karena manajemen […]

  • Banjir Lahar

    Banjir Lahar Dingin Marapi Menerjang, 256 Warga Terdampak

    • calendar_month Sabtu, 6 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Sebanyak 256 warga Desa Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, harus menghadapi musibah banjir lahar dingin yang melanda daerah mereka. Ketua Kelompok Siaga Bencana (KSB) Bukit Batabuah, Kabupaten Agam, Edi Effendi, mengungkapkan bahwa dari jumlah tersebut, 78 kepala keluarga atau sekitar 68 orang terpaksa diungsikan. Menurut Edi Effendi, meskipun tidak […]

  • Narapidana Tewas dalam Lapas, DPR Desak Kepala Lapas Bukittinggi Dicopot

    Narapidana Tewas dalam Lapas, DPR Desak Kepala Lapas Bukittinggi Dicopot

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA, MSINEWS.COM-Anggota Komisi XIII DPR RI,  Raja Faisal Manganju Sitorus mengatakan, mendesak tindakan, tewasnya dua narapidana akibat pesta minuman keras atau Miras di Lapas Kelas II Bukittinggi Sumatera Barat menjadi catatan penting bagi kinerja kepala lapas bukittinggi. Politisi Partai Demokrat itu menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar kelalaian, tetapi kegagalan total pengawasan. “Kepala Lapas dan Kepala Pengamanan […]

  • Indonesia Diharapkan Menjadi‘Superpower’ Kelautan dan Perdagangan Karbon

    Indonesia Diharapkan Menjadi‘Superpower’ Kelautan dan Perdagangan Karbon

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Putu Supadma Rudana menegaskan bahwa Peran Indonesia menjadi superpower kelautan dan perdagangan karbon. Pernyataan demikian disampaikan setelah meninjau Kapal riset OceanXplorer milik OceanX yang sedang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Adapun, Kapal riset tersebut bersandar usai merampungkan tahap ketiga misi eksplorasi laut Indonesia rute […]

expand_less