Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Tsunami di Banten melalui Aktivasi Sirine dan Simulasi Evakuasi

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Tsunami di Banten melalui Aktivasi Sirine dan Simulasi Evakuasi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SERANG – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami tidak cukup hanya dengan tersedianya sistem peringatan dini. Masyarakat juga perlu memahami arti peringatan, mengenali jalur evakuasi, dan mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika ancaman muncul. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan aktivasi sirine tsunami dan simulasi evakuasi mandiri tingkat desa/kelurahan di Provinsi Banten, Selasa (13/10).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui proses pembelajaran dan latihan yang berkelanjutan. Ancaman bencana tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi risiko terhadap keselamatan manusia dapat dikurangi melalui mitigasi yang tepat, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan masyarakat merespons peringatan dan melakukan evakuasi secara benar.

“Kesiapsiagaan bencana itu bukan pembelajaran sekali untuk seumur hidup, melainkan pembelajaran seumur hidup. Kejadian bencananya sendiri tidak bisa kita hentikan. Namun, yang wajib kita lakukan sebagai manusia adalah mengurangi dampak risikonya,” ujar Abdul Muhari saat membuka Sharing Season bertajuk “Implementasi SPAB dan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) Menghadapi Ancaman Gempa, Megathrust & Letusan Gunung Api di Banten”, yang diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di Kota Serang, Banten, Selasa (13/10).

Dalam konteks ancaman tsunami, kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dari efektivitas sistem peringatan dini. Sirine yang berfungsi harus diikuti pemahaman mengenai tindakan penyelamatan, termasuk kapan harus melakukan evakuasi, jalur yang perlu dilalui, dan lokasi aman yang dituju. Oleh karena itu, simulasi secara berkala diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui prosedur, tetapi juga terbiasa menerapkannya ketika menghadapi keadaan darurat.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Budi Santoso, AP., M.Si., menegaskan bahwa aktivasi sirine dan simulasi evakuasi bukan sekadar pengujian teknis peralatan, melainkan bagian dari upaya memastikan sistem peringatan dini berfungsi dan masyarakat siap merespons ancaman tsunami.

“Kegiatan ini bukan sekadar membunyikan sirine, tetapi merupakan upaya untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Budi Santoso.

Melalui simulasi tersebut, masyarakat berlatih mengenali bunyi sirine tsunami, mengikuti arahan petugas kebencanaan, menggunakan jalur evakuasi yang telah ditetapkan, serta menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang aman sesuai dengan rencana evakuasi di wilayah masing-masing.

Latihan ini menjadi bagian dari upaya membangun respons yang terlatih sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan tanpa menunda-nunda ketika peringatan diterima. Dalam situasi darurat, pemahaman terhadap tanda peringatan dan jalur evakuasi dapat membantu mengurangi keterlambatan mengambil tindakan serta menekan risiko jatuhnya korban jiwa.

*Perkuat Kesiapsiagaan Berbasis Desa dan Kelurahan*

Penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Banten juga dilakukan melalui pendekatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Melalui Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) pada 2024, BNPB bersama pemerintah daerah telah membentuk 22 Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Di Kabupaten Lebak, Destana tersebut meliputi Desa Bayah Barat dan Sawarna di Kecamatan Bayah, Muara di Kecamatan Wanasalam, Pondok Panjang di Kecamatan Cihara, serta Siturgen dan Sukajadi di Kecamatan Panggarangan.

Di Kabupaten Pandeglang, desa yang terlibat meliputi Panimbang Jaya di Kecamatan Panimbang, Caringin dan Cigondang di Kecamatan Labuan, Sumberjaya di Kecamatan Sumur, Carita di Kecamatan Carita, serta Cikiruh Wetan di Kecamatan Cikeusik.

Sementara itu, di Kabupaten Serang, Destana tersebar di Desa Argawana, Salira, dan Sumuranja di Kecamatan Puloampel, Desa Anyer di Kecamatan Anyer, serta Desa Karang Suraga dan Bulakan di Kecamatan Cinangka. Di Kota Cilegon, penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat mencakup Kelurahan Gerem di Kecamatan Grogol, Kubangsari di Kecamatan Ciwandan, serta Lebak Gede dan Mekarsari di Kecamatan Pulomerak.

Keberadaan Destana menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas masyarakat untuk mengenali ancaman, memahami sistem peringatan dini, menyusun rencana evakuasi, dan berkoordinasi dengan petugas kebencanaan. Kapasitas tersebut perlu terus diperkuat melalui edukasi, pembaruan informasi risiko, serta latihan yang melibatkan masyarakat dan unsur terkait di tingkat desa atau kelurahan.

BNPB juga menekankan pentingnya mengintegrasikan budaya sadar bencana ke dalam kehidupan sehari-hari. Kesiapsiagaan tidak semestinya hanya muncul ketika latihan berlangsung atau setelah bencana terjadi, tetapi perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh melalui keluarga, lingkungan masyarakat, satuan pendidikan, dan berbagai ruang aktivitas publik. Dengan demikian, pengetahuan mengenai ancaman dan tindakan penyelamatan dapat menjadi bekal yang melekat ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, petugas kebencanaan, dunia usaha, media, relawan, lembaga pendidikan, serta masyarakat. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan informasi peringatan dapat diterima dan dipahami, jalur evakuasi diketahui masyarakat, serta prosedur penyelamatan dapat dijalankan sesuai kondisi dan karakteristik wilayah masing-masing.

Melalui aktivasi sirine dan simulasi evakuasi yang dilakukan secara berkala, BNPB bersama pemerintah daerah mendorong agar kesiapsiagaan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat pesisir, bukan sekadar agenda sesaat. Sistem peringatan dini yang berfungsi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman risiko, rencana evakuasi yang jelas, dan kemampuan masyarakat merespons ancaman secara tepat.P

ada akhirnya, keberhasilan peringatan dini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan peralatan yang tersedia, tetapi juga oleh kesiapan manusia dalam meresponsnya. Dengan latihan yang konsisten, koordinasi yang kuat, dan keterlibatan aktif masyarakat, kawasan pesisir Banten diharapkan semakin siap menghadapi ancaman tsunami. Kesiapsiagaan yang terus dipelihara menjadi fondasi untuk melindungi keselamatan jiwa sekaligus membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.*”

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader Partai Logo Bunga Mawar dan Kepalan Tangan Mundur dari DPRD DKI

    Kader Partai Logo Bunga Mawar dan Kepalan Tangan Mundur dari DPRD DKI

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Jakarta_Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia, Anthony Winza Probowo akan melanjutkan studi Master Public Administration (MPA) di Harvard University di Amerika Serikat. Ketua DPW PSI DKI Jakarta , Elva Farhi Qolbina memberikan keterangan jelas terkait pengunduran diri Bro Anthony Winza sebagai anggota DPRD DKI Jakarta. “Bro Anthony mendapatkan kesempatan emas diterima dan […]

  • BNPB dan Pemkab Tanah Datar Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Perbaikan 126 Rumah Terdampak Bencana

    BNPB dan Pemkab Tanah Datar Salurkan Bantuan Rp2,8 Miliar untuk Perbaikan 126 Rumah Terdampak Bencana

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi 126 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2,865 miliar. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan dalam kegiatan penyaluran bantuan perbaikan rumah tahap II yang berlangsung di Indojolito […]

  • Kemenag Siapkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab MI sampai MA, Bisa Unduh di Sini! 

    Kemenag Siapkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab MI sampai MA, Bisa Unduh di Sini! 

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 415
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Kementerian Agama telah menyiapkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Buku-buku tersebut bisa diunduh secara gratis melalui website Kementerian Agama. Terbitan Kementerian Agama ini terdiri atas 58 Buku Teks Utama (BTU) Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), […]

  • Kesehatan Fisik dan Mental Pramudi: Kunci Utama Budaya Keselamatan Transjakarta

    Kesehatan Fisik dan Mental Pramudi: Kunci Utama Budaya Keselamatan Transjakarta

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MERESPONS tingginya angka kecelakaan akibat faktor manusia, PT Transportasi Jakarta memperkuat Budaya Keselamatan melalui kemitraan bersama Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia dan Asosiasi Psikologi Kesehatan Indonesia untuk menerapkan Standar Kesehatan Kerja dan Asesmen Psikologis Pramudi berbasis risiko_ . Berdasarkan data Ditlantas Polda Metro Jaya, sepanjang tahun 2025 terjadi sebanyak 13.184 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari […]

  • Anggota Komisi III DPR RI Minta, Kapolri Beri Atensi Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

    Anggota Komisi III DPR RI Minta, Kapolri Beri Atensi Kasus Dugaan Pembakaran Santri di Lombok

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 156
    • 0Komentar

    JAKARTA,SINEWS.COM– Kasus dugaan pembakaran santri junior oleh seniornya di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatussaulatiyyah Al-Ibrahimi NW, Lombok Tengah, mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. Ia menuturkan banyak kejanggalan sehingga meminta pihak penegak hukum supaya mengungkap secara tuntas, terang benderang,objektif dan transparan. Abdullah mengatakan kejanggalan paling mencolok adalah adanya perbedaan keterangan mengenai kronologi peristiwa. […]

  • Ada Apa, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia Hari Ini Datangi Polda Metro Jaya

    Ada Apa, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia Hari Ini Datangi Polda Metro Jaya

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    JAKARTA – Merasa kesal atas sikap Jatanras Polda Metro Jaya yang telah menangkap enam warga asal dari Timur Indonesia, Forum Intelektual Anak Timur Indonesia yang dikoordinir Josh Letwory dan Hengky Hengkesa berencana hari ini, kamis (27/06), akan mendatangi Polda Metro Jaya. Kedatangan ini terkait penangkapan yang telah dilakukan Jatanras Polda Metro terkait terhadap enam warga […]

expand_less