Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum & Kriminal » Polisi Diminta Usut Brimob Lindas Ojol Saat Demo di DPR

Polisi Diminta Usut Brimob Lindas Ojol Saat Demo di DPR

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

msinews.com – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar personel Brimob yang menabrak dan melindas seorang pengendara ojek online (ojol) bernama Moh. Umar Aminudin saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI segera ditangkap dan diproses hukum.

IPW menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran pidana penganiayaan sekaligus kesalahan prosedur pengamanan objek vital.

“Personil Brimob tersebut jelas telah melakukan kesalahan prosedur pengamanan gedung DPR RI sebagai obyek vital. Padahal, prinsip dalam pengamanan objek vital adalah bahwa aparatur polisi dan alat kelengkapan disiapkan untuk menjaga keamanan personil yang ada dan menghuni obyek vital dan gedung sebagai objek vital dari tindakan yang melawan hukum,” ujar Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya di Jakarta , Kamis (28/8 2025).

Menurut IPW, setelah objek vital aman, tujuan pengamanan seharusnya dianggap tercapai. Karena itu, pengejaran hingga pelindasan terhadap pengendara ojol dinilai sebagai pelanggaran prosedur.

“Pengemudi ojek online tidak dalam posisi membahayakan petugas polisi dan objek vital sudah terlindungi,” tegas Sugeng.

IPW juga menyebut pengejaran massa aksi dengan kendaraan taktis (rantis) harus dilakukan dengan prosedur yang ketat, bukan dengan manuver berbahaya.

“Pendorongan massa aksi oleh rantis Brimob harus dalam posisi rantis berjarak dengan massa aksi di depannya agar bisa melakukan kontrol pengamanan dan pergerakan rantis untuk keamanan personil dan obyek vital. Bahkan posisi rantis tidak boleh dalam posisi blind spot dengan massa aksi karena rawan bagi keamanan personil polisi serta massa aksi tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan video yang beredar, lanjut Sugeng, pergerakan rantis Brimob yang melindas korban ojol menunjukkan adanya pelanggaran.

“Rantis tidak berada dalam posisi memantau massa aksi bahkan berpotensi berada dalam kerumunan massa aksi yang berpotensi berbahaya bagi petugas dalam rantis baik secara fisik (bisa diserbu dengan bom molotov) karena dalam posisi blind spot serta tidak dapat mengontrol pergerahan rantis,” jelas Sugeng.

IPW menilai rantis tersebut tidak berada dalam kesatuan komando dengan pimpinan lapangan.

“Hal ini terbukti rantis bergerak sendiri bahkan melarikan diri dari kejaran massa. Dalam posisi melarikan diri bisa terdapat potensi korban lain,” ujarnya.

Atas dasar itu, IPW mendesak Propam Mabes Polri segera mengambil langkah tegas.

“Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Propam Mabes Polri menangkap personil Brimob yang brutal tersebut dan melakukan proses kode etik serta proses hukum pidana,” kata Sugeng.

Selain itu, IPW juga meminta agar evaluasi pengamanan objek vital DPR dilakukan secara profesional dan terukur.

“Sungguh sangat penting, harus dicegah terjadinya kematian pada warga masyarakat sipil akibat ekses kekerasan aparatur. Sebab, hal ini akan menjadi pemicu kemarahan makin besar masyarakat pada pemerintah dan aparatur kepolisian,” pungkas Sugeng.*

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Uhud Kenang Boedi Oetomo yang Menyala

    Dari Uhud Kenang Boedi Oetomo yang Menyala

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 276
    • 0Komentar

    DI bukit ini, Rasulullah terluka. Sahabat gugur. Pasukan tercerai-berai. Tapi dari puing kepedihan itu, mereka tidak mati. Mereka introspeksi. Membenahi barisan. Lalu bangkit menjadi kekuatan yang tak terkalahkan. 1.283 tahun kemudian, di Batavia, dr. Wahidin dan dr. Sutomo melakukan hal yang sama. Bangsa sedang terpuruk dalam penjajahan. Tapi mereka memilih bergerak. Dari ruang kecil. Tanpa […]

  • Tim Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga Bentuk 5 Pokja Program MBG

    Tim Koordinasi Lintas Kementerian dan Lembaga Bentuk 5 Pokja Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Msinews.com – Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membentuk lima Kelompok Kerja (Pokja) untuk percepatan pelaksanaan program MBG. “Pembentukan pokja-pokja ini sangat penting agar kita dapat segera menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyelenggaraan program MBG secara lintas kementerian/lembaga,” kata Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi, Nanik Sudaryati Deyang, di Jakarta, Jumat (14/11). Rapat […]

  • KAPMI: Blok Masela Harus Jadi Bukti Kedaulatan Energi dan Kesejahteraan Ala Prabowo

    KAPMI: Blok Masela Harus Jadi Bukti Kedaulatan Energi dan Kesejahteraan Ala Prabowo

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 152
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM [Jakarta]- Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) Muliansyah Abdurrahman menyoroti belum adanya kepastian realisasi proyek Blok Masela di Maluku. Ia menilai proyek strategis nasional itu sudah terlalu lama menjadi wacana tanpa dampak nyata bagi masyarakat. “Blok Masela ini aset bangsa nilainya triliunan. Sudah belasan tahun dibahas tapi eksekusinya […]

  • Budiman Sudjatmiko Dipecat, 2 Parpol Lirik, 1 Buat Partai

    Budiman Sudjatmiko Dipecat, 2 Parpol Lirik, 1 Buat Partai

    • calendar_month Senin, 28 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Jakarta, Paska pemberhentian Budiman Sudjatmiko dari Partai PDIP baru-baru ini berbjtut pada lirikan partai politik lain untuk merekrut mantan aktivis ternama itu. Partai Politik (Parpol) yang berminat untuk mengadeng  Budiman yakni Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Baca Juga : Harno Trimadi CS Segera Dhadapkan Sidang Perdana pada 30 Agustus 2023 […]

  • Nah Siap-siap, Pj Gubernur DKI Bakal Terapkan Kerja Dirumah Mulai September ini

    Nah Siap-siap, Pj Gubernur DKI Bakal Terapkan Kerja Dirumah Mulai September ini

    • calendar_month Senin, 14 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono berencana bakal menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota pada September bulan depan. Menurutnya kebijakan yang segera diambil tersebut menyambut arahan Presiden Joko Widodo terkait polisi udara di sekitar Jadetabek. “Kayak work from home. Ini sebentar lagi sedang dihitung […]

  • PPATK Ungkap Peran Orang Perbankan Dalam Kasus Kredit Fiktif

    PPATK Ungkap Peran Orang Perbankan Dalam Kasus Kredit Fiktif

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Msinews.com – Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap keterlibatan oknum internal perbankan dalam praktik kredit fiktif. Lembaga tersebut menemukan peran “orang dalam” menjadi faktor kunci lolosnya pengajuan kredit bermasalah hingga pencairan dana. Perwakilan PPATK, Hesti, menyatakan keterlibatan pegawai internal bank menjadi pintu awal terjadinya kejahatan tersebut. Ia menegaskan, berbagai persyaratan ketat dalam pengajuan kredit […]

expand_less