Sebanyak 629 Anggota Hadir Dalam Sidang Tahunan MPR.RI
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Sebanyak 629 dari 580 Anggota DPR.RI hadir dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPD dan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan JakRta, 14 Agustus 2026.
Sidang secara resmi dinika oleh Ketua MPR RI,Ahmad Muzani. Adapun, sidang dimulai sekitar pukul 08.40 WIB dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pidatonya, Ahmad Muzani melaporkan jumlah anggota MPR yang hadir berdasarkan daftar hadir Sekretariat Jenderal MPR RI.
“Sesuai daftar hadir yang disampaikan oleh Sekretariat Jenderal MPR, sampai hari ini, telah hadir 629 anggota dari 732 anggota MPR yang terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD,” kata Muzani.

Sidang Tahunan MPR Agustus 2026 Para undangan dan anggota MPR/DPR/DPD RI resmi membuka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: dok. Istimewa
Politisi Gerindra itu menyatakan Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 telah memenuhi ketentuan kuorum sesuai tata tertib masing-masing lembaga.
“Dengan demikian, sesuai dengan Pasal 99 huruf C Tatib MPR dan Pasal 281 ayat 1 Tatib DPR serta Pasal 256 ayat 5 Tatib DPD, sidang telah memenuhi syarat untuk dibuka,” ujarnya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani kemudian membuka secara resmi sidang tahunan tersebut dan menyatakan sidang terbuka untuk umum.
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2026 dihadiri sejumlah pimpinan lembaga negara, tokoh nasional, mantan pejabat negara, pimpinan partai politik, serta perwakilan negara sahabat.
Sidang ini menghadirkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir dalam sidang tersebut. Turut hadir Presiden ke-7 RI Joko Widodo serta sejumlah mantan wakil presiden, di antaranya Jusuf Kalla, Boediono, dan K.H. Ma’ruf Amin.
Dalam pidato pembukaannya, Ahmad Muzani juga menyampaikan sejumlah pesan kebangsaan, antara lain mengenai pentingnya menjaga persatuan, menjadikan Pancasila sebagai titik temu bangsa, serta membangun demokrasi yang beradab di tengah perkembangan teknologi digital.
Muzani menegaskan bahwa perbedaan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan kebangsaan.
“Janji bahwa kemerdekaan yang kita warisi dari para pendiri bangsa akan terus kita jaga. Janji bahwa perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” ulasnya.**
Tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar