Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Resepsi Diplomatik :  Indonesia dan Taktha Suci Sepakat Internasionalisasikan Nilai-Nilai Pancasila 

Resepsi Diplomatik :  Indonesia dan Taktha Suci Sepakat Internasionalisasikan Nilai-Nilai Pancasila 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ROMA,ITALIA,MSINEWS.-– Indonesia dan Takhta Suci sepakat untuk menginter nasionalisasikan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, dalam upaya menciptakan perdamaian, keadilan sosial, dan penghormatan pada nilai-nilai serta martabat manusia.

Hal itu terkandung dalam pidato Dubes RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono dan Menteri Hubungan Antar-Negara dan Organisasi Internasional (Menlu) Vatikan, Mgr. Paul Richard Gallagher, pada acara Resepsi Diplomatik di KBRI untuk Takhta Suci, Vatikan, Senin (26/10). Resepsi Diplomatik diadakan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke – 81 dan ulang tahun ke – 76, Hubungan Diplomatik Indonesia dan Takhta Suci.

Selain Menlu Gallagher, yang hadir pada acara itu adalah para Duta Besar negara sahabat, pejabat Vatikan, pastor-suster, serta tamu kehormatan lainnya. Dubes RI untuk Takhta Suci Michael Trias Kuncahyono dan istri, Atiek Kuncahyono, bertindak sebagai tuan rumah.

Nilai-nilai Pancasila

“Berlandaskan nilai – nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia bersama dengan Takhta Suci akan terus berusaha mempromosikan dan memperjuangkan perdamaian, keadilan sosial dan saling menghormati bagi setiap manusia” kata Dubes Trias.

Dengan nilai-nilai itu pula, Indonesia terus mendukung Palestina untuk menyelesaikan konflik Israel – Palestina secara adil. Yakni lewat penyelesaian “Two-State Solution”, penghentian semua tindakan melanggar martabat dan nilai kemanusiaan, dan terbukanya akses bantuan kemanusian.

Dubes Trias juga menyinggung perlunya segera perang di Ukraina diselesaikan lewat perundingan damai, sesuai dengan Piagam PBB dan Hukum Internasional. Upaya

Dubes RI untuk Takhta Suci, Michael Trias Kuncahyono dan Menteri Hubungan Antar-Negara dan Organisasi Internasional (Menlu) Vatikan, Mgr. Paul Richard Gallagher, dan Staf Dikasteri, P. Markus Solo Kewutan, SVD, pada acara Resepsi Diplomatik di KBRI untuk Takhta Suci, Vatikan, Senin (26/10). 

tersebut perlu mendapat dukungan dari negara-negara pecinta damai.

Mgr. Gallagher sepakat dengan hal tersebut. “Filosofi Pancasila bangsa Indonesia dikenal dengan sangat baik oleh Takhta Suci,” kata Mgr. Gallagher. “ Bahkan, menurut Mgr Gallagher, nilai – nilai Pancasila dipandang sejalan dengan ajaran sosial Gereja Katolik.

Mgr. Gallagher menyebut pula kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia, September 2024. Pada kesempatan itu, Paus Fransiskus mengungkapkan kekagumannya terhadap Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, antara lain diwujudkan melalui Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Maria Assumpta, Jakarta.

Kata Paus Fransiskus ketika itu, terowongan tersebut merupakan wujud nyata kerukunan antarumat beragama di Indonesia. “Kerja sama internasional dan komitmen lintas agama menjadi unsur penting dalam menghadapi tantangan global dan mewujudkan kehidupan yang lebih damai dan berkeadilan,” kata Mgr. Gallagher dalam pidatonya.

Salah satu komitmen lintas agama yang harus terus digaungkan adalah “Deklarasi Istiqlal.” “Deklarasi istiqlal yang ditandatangani pada tanggal 5 September 2024 oleh mendiang Paus Fransiskus dan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, merupakan komitmen yang harus menjadi legasi untuk mengingatkan kita tentang perdamaian yang tidak terbatas oleh wilayah dan agama,” kata Dubes Trias.

Diplomasi Budaya

Lebih dari sekadar perayaan, Resepsi Diplomatik ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Takhta Suci serta komunitas internasional. Hal itu diwujudkan dengan ditampilkannya “Kelompok Karawitan Gong Wisnu Wara.” Kelompok karawitan ini beranggotakan para dosen dan mahasiswa Universitas La Sapienza, Roma, dan pecinta seni-budaya Jawa lainnya.

Kelompok Karawitan Gong Wisnu Wara adalah sebuah proyek yang lahir pada tahun 1990-an berkat komitmen Giovanni Giuriati, seorang profesor etnomusikologi di Universitas La Sapienza Roma. Dalam beberapa dekade terakhir, grup ini bekerja sama dengan KBRI Takhta Suci melalui mekanisme Nota Kesepahaman dimana Kedutaan menyediakan alat musik gamelan dan ruang untuk latihan para pemain.

Alunan gamelan Jawa dari “Gong Wisnu Wara” membuka acara Resepsi Diplomatik. Mereka melantunkan beberapa tembang Jawa seperti seperti Ricik Ricik Banyumasan dan Ayun Ayun Gobyog, diiringi gamelan.

Pada kesempatan itu tampil pula Fiorella Cardinale, seorang warga negara Italia, yang sedang menyelesaikan studi doktoralnya bidang Seni Tari, menarikan Tari Selendang Jawa. Ia mempelajari tarian itu dari seorang penari Jawa yang pernah singgah di Italia.

Para biarawan dan biarawati ambil bagian juga dalam Resepsi Diplomatik. Para biarawati dari Kongregasi Suster Katekis Hati Kudus, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, untuk mengawali resepsi. “Sebagai orang Indonesia, saya sangat bangga dan terharu bisa menyanyikan lagu Indonesia Raya, pada acara penting ini,” kata Suster Josephine, salah seorang biarawati yang menjadi anggota Aubade .

Para Pastor juga tampil menghibur para undangan dengan menyanyikan lagu Indonesia dari Sumatera Utara Mbiring Manggis, lagu berbahasa Italia Che Sarà dan lagu berbahasa Inggris Haleluya.

Saat ini, KBRI untuk Takhta Suci mengampu seluruh biarawan dan biarawati WNI yang tinggal di Italia dan Vatikan. Per September 2026, jumlahnya adalah sekitar 1873 orang. Umumnya para suster melayani di Kongregasi dan studi di Italia. Sedangkan untuk para Pastor, Frater dan Bruder, mayoritas menempuh studi S2 dan S3 di Universitas Kepausan.

Selama acara juga disajikan makanan – makanan Indonesia seperti cenil, nogosari, getuk singkong, serta sosis solo dan lumpia.** [KBRI Vatikan].

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahfud MD: Sudah Pas Status Penahanan Panji Gumilang Lambatnya 8 Jam

    Mahfud MD: Sudah Pas Status Penahanan Panji Gumilang Lambatnya 8 Jam

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan status penahanan terhadap tersangka kasus dugaan penistaan agama, Panji Gumilang, akan ditentukan oleh Polri dengan jakan waktu 1×24 jam guna memutuskan status menetapkan Panji Gumilang sebagai tersangka. “Sampai jam ini belum (ditahan), karena kemarin itu diperiksa sebagai saksi dulu, sesudah saksi dia dinyatakan tersangka. Maka dalam waktu 24 jam, sejak […]

  • Komisi X DPR RI Apresiasi Pelaksanaan PPDB di Bali

    Komisi X DPR RI Apresiasi Pelaksanaan PPDB di Bali

    • calendar_month Rabu, 28 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Bali,msinews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)  melalui Komisi X yang membawahi bidang Pendidikan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Provinsi Bali yang berjalan dengan baik dan lancar. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. “Dari hasil paparan Sekda Bali dan Kepala dinas pendidikan Provinsi Bali […]

  • Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif

    Di Forum BRICS, Menaker RI Dorong Tata Kelola AI yang Adil dan Kolaboratif

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 203
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Menteri Ketenagakerja an Republik Indonesia, Yassierli, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan sekadar tren, melainkan kekuatan transformasional yang mengubah cara dunia bekerja, termasuk di Indonesia. “AI telah mengubah industri dan mendefinisikan ulang keterampilan. Namun, dengan potensi sebesar itu, transformasi ini harus dikelola secara bijaksana dan inklusif,” ujar Menaker pada Pertemuan Menteri Ketenagakerjaan BRICS di […]

  • Advokat Jadi Tersangka, LQIL Ajukan Judicial Review ke MK

    Advokat Jadi Tersangka, LQIL Ajukan Judicial Review ke MK

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 228
    • 0Komentar

      Jakarta, Advokat LQ Indonesia Lawfirm (LQIL) mengajukan judicial review ke MK terkait permohonan uji materi Pasal 16 UU No 18 tahun 2003 Tentang Advokat (UU Advokat). Banyaknya kasus Advokat jadi tersangka seperti Alvin Lim dan Kamarudin Simanjuntak serta Advokat lainnya dijadikan tersangka atas dugaan pencemaran nama baik serta dianggap menyebarkan berita bohong. Berkenaan hal […]

  • KPK Ungkap Korupsi Kouta Haji Kepimpinan Eks Menag Yaqut Negara Rugi Rp1 Triliun

    KPK Ungkap Korupsi Kouta Haji Kepimpinan Eks Menag Yaqut Negara Rugi Rp1 Triliun

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK kini tengah mendalami kasus korupsi pembagian kuota haji yang dipimpin oleh mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas pada tahun 2024 lalu. KPK membongkar kasus korupsi tersebut yang melibatkan eks Menag Yaqut ini, sebagaimana pihak yang merancang Surat Keputusan (SK) dalam pembagian kouta haji. Pelaksana Tugas Deputi Penindakan […]

  • Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    Golkar Dinilai Lebih Cocok ke Prabowo, Berikut Penjelasan Menurut Pengamat

    • calendar_month Minggu, 13 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dinilai lebih cocok menjadi pendamping Calon Presiden (Capres) 2024 dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komaruddin, Selasa (13/6/2023). Ujang Komaruddin menilai Partai Golkar lebih cocok berkoalisi dengan poros Prabowo Subianto ketimbang poros Capres dari PDIP, Ganjar Pranowo. “Kemungkinan lebih sreg ke Prabowo, […]

expand_less