Putin Sebut Indonesia Mitra Penting, Prabowo Bilang, Kemitraan Strategis
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM- Dua Kepala Negara yakni Presiden Republik Indonesia Ptabowo Subianto dan Presiden Rusia, Vladimir Putin kembali bertemu di Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026).
Pertemuan kali ini bertepatan dengan agenda Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 dan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan strategis Indonesia-Rusia.
Dihimpun dari berbagai sumber, dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas bqerbagai peluang kerja sama, mulai dari perdagangan, energi, teknologi, industri hingga sektor maritim.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Putin secara blakblakan mengakui Indonesia Mitra Penting bagi Rusia.
Putin menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Dirinya juga menyoroti perkembangan hubungan ekonomi kedua negara.
Menurutnya, nilai perdagangan Rusia-Indonesia mengalami pertumbuhan sekitar 12 persen pada 2025. Selain itu, Kerja sama ekonomi antarkedua negara juga terus dibahas melalui komisi bersama yang menangani bidang ekonomi, perdagangan, dan teknis.
Sementara itu, Presiden RI, Prabowo Subianto pun menegaskan bahwa hubungam Indonesia dan Rusia telah berkembang menjadi kemitraan strategis.
Menurutnya, peningkatan hubungan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor.
Presiden Prabowo juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Rusia agar memberikan manfaat bagi kedua negara.
Kedua Pemimpin ini juga membahas sejumlah sektor kerja sama yang telah terjalin selama ini.
Bidang Energi
Bahwa energi menjadi salah Satu Agenda Utama dalam hubungan kerja sama Indonesia-Rusia. Karena itu, Sektor energi menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan.
Kerja sama bidang Teknologi dan Industri
Adapun, selain energi, teknologi dan pengembangan industri juga menjadi bagian dari agenda bilateral. Kedua pihak membicarakan peluang kerja sama yang dapat mendorong transfer pengetahuan serta pengembangan kapasitas industri.
Hal ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Rusia tidak hanya diarahkan pada perdagangan komoditas, tetapi juga pada sektor bernilai tambah dan teknologi.
Kerja Sama Bidang Maritim
Sektor maritim turut masuk dalam pembahasan presiden Prabowo dan Putin. Kedua kepala negara menyoroti potensi kerja sama pembangunan kapal.
Adapun, sektor ini dinilai memiliki ruang pengembangan mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kebutuhan besar terhadap industri dan konektivitas maritim. Kedua negara akan mengembangkan ekonomi disektor kemaritiman ini.
Kerja sama di bidang Pertanian dan Perdagangan
Indonesia dan Rusia juga menjalin kerja sama di bidang pertanian yang juga menjadi bagian dari ekonomi antara kedua negara.
Untuk itu, Rusia dan Indonesia terus mencari peluang untuk meningkatkan hubungan perdagangan sekaligus memperluas sektor-sektor yang dapat memberikan keuntungan bersama.
Adapun, pertumbuhan perdagangan yang disampaikan Putin menjadi salah satu indikator bahwa hubungan ekonomi kedua negara masih memiliki ruang untuk dikembangkan lebih jauh.
Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa ketidakhadirannya dalam KTT ASEAN-Rusia sebelumnya Juni lalu dikarenakan ada agenda penting. Presiden juga menegaskan kunjungan ke Vladivostok sebagai bentuk pemenuhan komitmen untuk bertemu Putin.
Kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama EEF sekaligus pertemuan bilateral memperlihatkan tingginya perhatian kedua negara terhadap hubungan Indonesia-Rusia.
Dalam kunjungan bilateral ke Rusia, Prabowo membawaserta rombongan tim yang membidangi ekonomi dan sektor strategis turut mendampingi kunjungan tersebut.
Adapun mereka di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran jajaran tersebut memperlihat kan bahwa kunjungan ke Rusia tidak hanya berorientasi diplomatik, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan kerja sama konkret di bidang ekonomi dan lainnya.
Bahwa, pertemuan Prabowo dan Putin di Vladivostok menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan bilateral Indonesia-Rusia pada 2026.
Berbagai pembahasan yang mencakup perdagangan, energi, teknologi, industri, pertanian, dan maritim, kedua negara berupaya memperluas kemitraan dari hubungan politik menuju kerja sama ekonomi dan pembangunan yang lebih konkret.
Pertemuan kedua pemimpin negara ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia-Rusia terus diarahkan ke level yang lebih strategis, dengan sektor ekonomi dan teknologi menjadi bagian penting dalam agenda kerja sama kedua negara.**
Dari berbagai sumber/Editoro : tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar