Presiden Prabowo Ajak Pengusaha Rusia Investasi di Indonesia
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM, VLADIVOSTOK-Presiden Prabowo Subianto mengundang pelaku usaha Rusia untuk berinvestasi, berproduksi, dan membangun industri bersama di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia.
Adapun, kerrja sama tersebut tidak hanya mencakup perdagangan, tetapi juga investasi, produksi bersama dan pembangunan industri,sekaligus juga termasuk penciptaan nilai tambah yang memberikan manfaat bagi kedua negara.
“Datanglah ke Indonesia, bekerjalah bersama kami, berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama,” kata Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Dijelaskan, posisi Indonesia yang strategis dapat menjadi pintu masuk bagi perusahaan Rusia. Khususnya dalam menjangkau pasar yang lebih luas di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.
“Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN. Kemudian Indo-Pasifik yang lebih luas,” bebernya.
Momen forum tersebut, Presiden juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Presiden menyebut Danantara memiliki aset kelolaan sekitar 1 triliun dolar AS atau setara Rp17,77 kuadriliun.
“Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” ucap Presiden. Kepada Negara mendorong kerja sama Danantara dengan Russian Direct Investment Fund (RDIF) diarahkan pada identifikasi proyek-proyek yang layak secara finansial.
“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang. Hingga menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial,” kata Presiden.
Menurut Presiden, kerja sama ekonomi kedua negara harus menghasilkan proyek nyata yang memiliki target dan ukuran keberhasilan yang jelas.
“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya,” tegas Kepala Negara.
Adapun, bahwa pendekatan tersebut, diperlukan, agar kerja sama investasi Indonesia-Rusia tidak berhenti pada penandatanganan kesepakatan saja. Tetapi berlanjut menjadi proyek konkret yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.** (editor : redaksi).
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar