Optimis, Presiden Prabowo Targetkan Perdagangan Indonesia-Rusia Naik Dua Kali Lipat
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MSINEWS.COM, VLADIVOSTOK- Pemerintah Indonesia Optimis, menargetkan nilai perdagangan antara negara Indonesia dan Rusia,bakal meningkat dua kali lipat.
Adapun, target tersebut terkusus pada periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-EAEU FTA. Hal tersebut ditegaskan Presiden Prabowo Subianto di Rusia saat menghadiri Forum Ekonomi Timur di Rusia, Kamis 3 September 2026.
Presiden mengatakan bahwa, perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia sepanjang 2025 telah mendekati 5 miliar dolar AS. Angka tersebut meningkat 21,7 persen dibandingkan 2024 dan 33,7 persen dibandingkan2023.
“Pencapaian ini baru merupakan awal. Ini bukan batas akhir,” ujar Presiden Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis, 3 September 2026.
Selaim itu, Presiden juga mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius. Presiden menggandakan nilai perdagangan bilateral pada periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU.
“Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan yang jelas bagi diri kita sendiri. Menggandakan nilai perdagangan dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia,” kata Presiden, dilansir laman rri.go.id.
Menurut Presiden, peningkatan perdagangan tersebut didukung karakter perekonomian Indonesia dan Rusia yang saling melengkapi. Rusia memiliki gandum, energi, ilmu pengetahuan, dan teknologi rekayasa, sementara Indonesia memiliki kelapa sawit, perikanan, kopi, barang konsumsi, serta tenaga kerja muda.
Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang menuju pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa. Presiden menyebut FTA Indonesia-EAEU diperkirakan mulai berlaku pada awal 2027.
Sebelumnya, Perjanjian ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea masuk atas 11.882 pos tarif barang yang diperdagangkan.
Presiden menyatakan telah menandatangani peraturan presiden mengenai pengesahan perjanjian tersebut pada Juli 2026.
“Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan, segera setelah pertukaran dokumen ratifikasi memungkinkan,” tuturnya optimis. **
Editor : tim redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar