Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Internasional » Paus Leo XIV Menerima 200 WNI Audiensi Khusus,Ini Pesannya

Paus Leo XIV Menerima 200 WNI Audiensi Khusus,Ini Pesannya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

VATICAN CITY,MSINEWS.COM– Paus Leo XIV mengatakan, Takhta Suci telah mendampingi bangsa Asia Tenggara, khususnya Indonesia, sejak kemerdekaannya. Ikatan tersebut telah dibangun di atas rasa hormat, dialog, dan komitmen bersama terhadap perdamaian dan harmoni.

Hal itu dikatakan Paus Leo XIV dalam pidatonya saat menerima audiensi 200 orang anggota IRRIKA, Rehat, dan keluarga besar KBRI Takhta Suci di _Sala Clementina_ (Aula Clementina), Istana Vatikan, Senin (22/9). Ini kali yang pertama anggota Rehat, IRRIKA, dan keluarga besar KBRI Takhta Suci diterima Paus untuk beraudiensi bersama.

Paus Leo XIV mengatakan, pertemuan Senin siang ini, bersejarah. Pertama, memperingati setahun kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia (September 2024). Dan, kedua, berkait dengan ulang tahun ke-75 Hubungan Diplomatik Republik Indonesia dan Takhta Suci. Ketiga, audiensi pertama bagi seluruh staf KBRI Takhta Suci, beserta dengan keluarga.

Hubungan kedua negara pada tingkat diplomatik secara resmi dimulai pada 13 Maret 1950. Meskipun sejak tahun 1947–dua tahun setelah Indonesia Merdeka–Takhta Suci sudah mengakui kemerdekaan dan kedaulatan NKRI. Takhta Suci menjadi negara pertama di Eropa yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Mempererat Persahabatan

Dalam pidatonya menggunakan bahasa Inggris, Paus Leo XIV mengenang Perjalanan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia, September 2024, sebagai kunjungan istimewa yang mempererat persahabatan ini. Dialog antaragama menjadi sorotan utama dalam kunjungan Paus Fransiskus terutama saat beliau mengunjungi Masjid Istiqlal.

Saat itu, Paus Fransiskus bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menandatangani Deklarasi Istiqlal untuk memupuk persatuan demi kebaikan umat manusia.

“Pertemuan audiensi ini merupakan tanda buah-buah iman dan persatuan yang baik,” kata Paus Leo XIV.

Paus Leo XIV memuji warga negara Indonesia, baik rohaniwan-rohaniwati maupun awam, yang terus merawat tradisi dan saling peduli. Kata Paus, “Bahkan jauh dari rumah, kalian melestarikan tradisi kalian yang semarak dan saling peduli.”

Jalinan Pemersatu

Pada kesempatan itu, Paus Leo XIV menggaris-bawahi dan memuji ikatan yang kuat antar-umat beragama, antara umat Kristen dan non-Kristen di Indonesia. Meskipun jumlah umat Katolik hanya sekitar 3 persen di tengah mayoritas penduduk yang Muslim. Kata Paus hal itu menjadi wujud dari motto bangsa “Bhinneka Tunggal Ika.”

Paus Leo XIV mengatakan, sebagaimana dikatakan Paus Fransiskus di Jakarta, “masyarakat Indonesia membentuk ‘jalinan pemersatu’ ketika diikat oleh keinginan bersama untuk mewujudkan kebaikan; sesungguhnya, menjaga keharmonisan di tengah keberagaman bagaikan sebuah ‘karya seni yang dipercayakan kepada setiap orang’ yang rumit.”

“Saya mendorong kalian semua untuk menjadi nabi persekutuan di dunia yang begitu sering hendak dipecah-belah dan diprovokasi,” kata Paus asal Amerika Serikat ini yang lama menjadi misionaris di Peru.

Paus Leo XIV menambahkan, “Jalan dialog—jalan persahabatan—mungkin menantang, tetapi menghasilkan buah perdamaian yang berharga.”

Di akhir pidatonya, Paus Leo XIV mengajak warga Indonesia yang tinggal di Roma untuk menjadi umat Katolik yang setia sekaligus warga Indonesia yang bangga, “berbakti kepada Injil dan membangun keharmonisan dalam masyarakat.” Dalam bahasa Uskup Agung Semarang Mgr Sugiyapranata, “Seratus persen Katolik, Seratus Persen Indonesia.”

Paus mempercayakan warga negara Indonesia kepada Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, dan berdoa agar senantiasa menjadi “pembangun jembatan antara bangsa, budaya, dan agama.”

Audiensi Khusus

Permohonan untuk audiensi bersama sudah diajukan sejak awal tahun ini, di masa Paus Fransiskus. Tetapi, karena Paus Fransiskus jatuh sakit, dan kemudian berpulang, maka permohonan itu diperbaharui lewat _Secretary of State_ Kardinal Pietro Parolin. Dan, Paus Leo XIV mengabulkannya.

Tidak semua anggota IRRIKA mendapat kesempatan untuk ikut audiensi. Saat ini di seluruh Italia jumlah biarawan dan biarawati Indonesia ada 1818 orang terdiri atas 1549 biarawati dan 269 biarawan (berdasarkan data diri datang dan pulang per 19 September 2025).

Mereka tersebar di seluruh Italia. Yang berdomisili dan bertugas di Regio Lazio, yakni Kota Roma dan sekitarnya sejumlah 1056 orang atau 58 persen; di Regio Campania yakni Kota Napoli dan sekitarnya sejumlah 416 orang atau 23 persen; dan selebihnya sejumlah 346 orang atau 19 persen tersebar di berbagai kota di Italia, termasuk di Pulau Sisilia dan Sardinia.

Tujuan mereka ke Italia bermacam-macam. Ada yang menjalankan misi Ordo atau Kongregasi, tugas belajar dari Ordo atau Kongregasi yang pada umumnya di Universitas-universitas Kepausan, bekerja sebagai pimpinan Ordo atau Kongregasi, bekerja di Takhta Suci, mengajar di sekolah mulai dari semacam PAUD hingga SMA, mengurusi rumah jompo dan yatim piatu, serta mengurusi dan mengelola biara.

IRRIKA dan Rehat

IRRIKA memiliki sejarah panjang. Pada tanggal 13 Februari 1955 para romo Indonesia yang sedang studi di Roma membentuk sebuah paguyuban, yang diberi nama IRIKA (Ikatan Romo-Romo Indonesia di Kota Abadi – Roma). Para pendirinya adalah Romo J. Melsen O.Carm, Romo Yustinus Darmojuwono Pr (dikemudian hari menjadi Uskup Agung Semarang dan Kardinal pertama di Indonesia), Romo Th. Kirdi Dipojudo O.Carm, Romo Migeraya SVD dan Romo Leo Soekoto SJ (menjadi Uskup Agung Jakarta).

Ketua pertama IRIKA adalah Romo Yustinus Darmojuwono Pr dan Sekretarisnya, Romo Th. Kirdi Dipojudo O.Carm. Di kemudian hari, ketika semakin banyak rohaniwan dan rohaniwati Indonesia baik yang belajar maupun berkarya, tidak hanya di Roma tetapi di seluruh Italia, nama IRIKA pun diubah menjadi IRRIKA.

Semula IRIKA adalah Ikatan Romo-Romo Indonesia di Kota Abadi – Roma, per tahun 1986 menjadi IRRIKA – Ikatan Rohaniwan Rohaniwati Indonesia di Kota Abadi – seluruh Italia. Dari “Romo-Romo” menjadi “Rohaniwan-Rohaniwati”, karena yang belajar dan berkarya tidak hanya para romo tetapi juga para suster, tidak hanya para rohaniwan, tetapi juga rohaniwati.

Sementara itu Rehat, bukanlah suatu singkatan. Rehat yang berarti istirahat beranggotakan para romo dan suster yang berkarya di generalat (pusat ordo atau kongregasi) baik sebagai pimpinan maupun staf. Misalnya Romo Ag Purnama MSF adalah Superior General MSF (Misionaris Keluarga Kudus), Mgr Laurentius Tarpin OSC adalah Magister General OSC (Ordo Salib Suci), dan Superior General SMM (Serikat Maria Montfortan), Romo Dwi Watun. ** (KBRI Takhta Suci). 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luar Biasa, 48 Kader Pemuda Pancasila Terpilih Sebagai Anggota DPR.RI dan 14 Senator RI 2024-2029

    Luar Biasa, 48 Kader Pemuda Pancasila Terpilih Sebagai Anggota DPR.RI dan 14 Senator RI 2024-2029

    • calendar_month Rabu, 24 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI, Dr.Bambang Soesatyo,S.E.,S.H.,MBA,  mengapresiasi keberhasilan para kader Pemuda Pancasila yang terpilih sebagai anggota legislatif, baik sebagai anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi hingga DPRD Kabupaten/Kota. Tercatat sebanyak 48 kader Pemuda Pancsila berhasil masuk sebagai anggota DPR RI dan 14 orang menjadi anggota DPD RI periode 2024-2029. “Para kader Pemuda Pancasila yang terpilih sebagai […]

  • Fahira Idris: Penguatan DPD RI Idealnya Dipimpin Sosok Pendobrak, Pertahankan La Nyalla 

    Fahira Idris: Penguatan DPD RI Idealnya Dipimpin Sosok Pendobrak, Pertahankan La Nyalla 

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kepemimpinan DPD RI butuh figur pendobrak. Hal ini mengingat agenda penguatan DPD RI punya tantangan yang signifikan. Hal itu disampaikan oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Fahira Idris “Oleh karena itu, lembaga ini idealnya dipimpin oleh sosok pendobrak. Saya berharap, Pak La Nyalla Mahmud Mattalitti bersedia kembali memimpin DPD RI lima tahun ke […]

  • Prasasti Palembang, Tonggak Awal Sertifikasi Nasional dan Uji Kompetensi Humas di Indonesia

    Prasasti Palembang, Tonggak Awal Sertifikasi Nasional dan Uji Kompetensi Humas di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Palembang,msinews.com- Badan Pengurus Cabang Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia Palembang (BPC Perhumas Palembang) menggelar Prasasti Palembang Road to WPRF 2024. Kegiatan berlangsung di Hotel Swarna Dwipa Palembang, 3 Agustus 2024. Avisina Basya, asesor Lembaga Sertifikasi Profesi Public Relations Indonesia (LSPPRI) berharap, uji kompetensi humas (UKH) sangat penting bagi praktisi komunikasi dan kehumasan. Sertifikasi yang dipegang nanti […]

  • Kemenko Polkam Dorong Penguatan Kemerdekaan Pers di Jawa Timur

    Kemenko Polkam Dorong Penguatan Kemerdekaan Pers di Jawa Timur

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Malang,msinews.com– Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyoroti penurunan signifikan skor Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) di Provinsi Jawa Timur pada tahun 2024. “Ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Kita perlu memperkuat kolaborasi dan sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga kemerdekaan pers yang profesional dan bertanggung jawab,” ungkap Marsda TNI Eko Dono Indarto Deputi […]

  • Badan Pengkajian MPR RI Rumuskan, ini Tiga Catatan Penting Reformasi Keuangan Negara

    Badan Pengkajian MPR RI Rumuskan, ini Tiga Catatan Penting Reformasi Keuangan Negara

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 94
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Badan Pengkajian MPR RI melalui Kelompok IV menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Sistem Keuangan Negara, Perekonomian Nasional, dan Kesejahteraan Sosial” sebagai upaya memperdalam kajian strategis terkait tata kelola keuangan negara dan dampaknya terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. FGD dipimpin Anggota Badan Pengkajian MPR RI dari Fraksi PKB, KH. Maman Imanul Haq, M.M., yang […]

  • NTT Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 6,1

    NTT Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 6,1

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Badan Meteorologi, Klimatogogi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya gempa bumi terjadi di 104 Kilometer (km) tenggara Pulau Ende, Nusa Tenggara Timur, Pada Minggu siang ini (24/3/2024). Adapun, gempa tersebut terjadi pada pukul 10.04 WIT dengan lokasi koordinat 9,64 Lintang Selatan dan 122,16 Bujur Timur, serta di kedalaman 47 kilometer. “Mag:6.1, 24-Mar-24 10:04:10 WIB, Lok:9.64 LS, […]

expand_less