Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal MDMC Perluas Jejaring Kemanusiaan

Rakernas MDMC, Irman Gusman: Kepercayaan Publik Jadi Modal MDMC Perluas Jejaring Kemanusiaan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 572
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

YOGYAKARTA, MSINEWS.COM-
Senator RI asal Sumatera Barat Irman Gusman mendorong Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) memastikan jejaring relawan, logistik, layanan kesehatan, dan pembiayaan siap digerakkan sebelum krisis. Melalui gagasan MDMC 4.0, ia mengajak Muhammadiyah mengubah kepercayaan publik menjadi kemampuan nyata untuk melindungi warga dan mempercepat pemulihan kehidupan mereka.

Gagasan itu disampaikan Irman saat menjadi keynote speaker dihadapan ratusan peserta, terdiri atas pimpinan dan anggota LRB-MDMC PP Muhammadiyah serta pengurus MDMC wilayah dari seluruh Indonesia, untuk memperkuat arah kerja penanggulangan bencana Muhammadiyah yang diselenggarakan di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026).

Pada saat pembukaan Rakernas hari Jumat (11/9/2026), diisi dengan sambutan Ketua LRB-MDMC PP Muhammadiyah H. Budi Setiawan, S.T., pidato Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc., serta amanah dan pembukaan Rakernas oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

Irman Gusman yang saat ini juga sebagai Ketua Dewan Penasehat MDMC Sumatera Barat menegaskan bahwa posisi MDMC menjadi semakin strategis karena berada di bawah payung besar Muhammadiyah, organisasi yang selama ini memiliki akar kuat di tengah masyarakat dan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Sementara itu jejaring menjadi faktor penting karena penanggulangan bencana tidak mungkin dilakukan oleh satu lembaga saja. Pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, komunitas, hingga masyarakat di tingkat akar rumput memiliki sumber daya dan kapasitas yang dapat saling melengkapi.

“Kepercayaan publik adalah modal sosial. Namun kepercayaan itu harus diubah menjadi kapasitas, kemampuan menghubungkan sumber daya, mengambil keputusan, dan menggerakkan bantuan secara cepat ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Irman.

Urgensinya terlihat dalam World Risk Index 2025 yang menempatkan Indonesia pada peringkat ketiga dari 193 negara, dengan skor 39,80. Dan Filipina menempati peringkat pertama dengan skor 46,56, disusul oleh India di posisi kedua dengan skor 40,73. Indeks ini mengukur risiko melalui paparan bahaya dan kerentanan masyarakat, termasuk keterbatasan kemampuan menghadapi serta beradaptasi terhadap bencana. Artinya, penguatan kesiapan masyarakat merupakan bagian penting dari upaya menurunkan risiko.

Ketua DPD RI ke 2 ini menjelaskan bahwa arah penguatan itu sebagai MDMC 4.0 atau Integrated Humanitarian and Resilience Network, yakni jejaring kemanusiaan dan ketangguhan yang terintegrasi. Istilah tersebut merupakan gagasan pengembangan, bukan nomenklatur resmi organisasi. Konsepnya melanjutkan penguatan tanggap darurat, manajemen bencana, dan pembangunan ketangguhan yang telah berjalan.

Dalam gagasan ini, MDMC menjadi penghubung kekuatan Muhammadiyah dengan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, media, dan komunitas. Sekolah, rumah sakit, masjid, serta jaringan relawan dapat saling menopang sejak kesiapsiagaan hingga pemulihan mata pencaharian masyarakat, ulas Ketua Dewan Pengawas Ikatan Keluarga Minang ( IKM ) itu

Modal kelembagaan tersebut juga mendapat apresiasi pemerintah. Pada pembukaan Rakernas, Jumat (11/9), Menko PMK Pratikno menilai jaringan amal usaha Muhammadiyah memiliki peran penting dalam keselamatan warga, dengan sekolah, kampus, rumah sakit, dan klinik yang saling mendukung penanganan bencana.

Menurut Kertua Dewan Pakar majelis Ekonomi dan UMKM PP Muhammdiyah menjelaskan bahwa jejaring perlu memiliki trigger mechanism, yakni mekanisme pemicu tindakan yang disepakati sebelum krisis. Protokolnya harus menjelaskan data yang digunakan, pihak yang berwenang mengaktifkan jejaring, pembagian peran, pengerahan sumber daya, serta pertanggungjawaban kepada publik. Dengan demikian, koordinasi tidak perlu dimulai dari nol setiap kali bencana terjadi.

“Yang penting bukan hanya siapa yang bergerak, tetapi bagaimana semua kekuatan yang ada bisa segera bergerak ketika dibutuhkan. Itulah pentingnya trigger mechanism,” ujarnya.

Irman juga mengingatkan pentingnya menempatkan mitigasi sebagai investasi pembangunan. Kajian Bank Dunia dan GFDRR tentang infrastruktur tangguh memperkirakan manfaat sekitar empat dolar untuk setiap satu dolar yang diinvestasikan di negara berpendapatan rendah dan menengah. Manfaatnya mencakup berkurangnya kerusakan serta gangguan layanan yang menopang kehidupan dan kegiatan ekonomi.

“Mitigasi dan kesiapsiagaan adalah investasi untuk melindungi kehidupan, menjaga layanan publik, dan mempertahankan keberlanjutan ekonomi. Setiap rupiah yang dikeluarkan sebelum bencana harus diarahkan untuk mengurangi kerugian dan mempercepat pemulihan,” tegasnya

Oleh karena itu, diharapkan Rakernas ini dapat memperkuat kerja bersama yang ditopang pelatihan yang berkala, standar kerja, sumber daya, dan indikator keberhasilan. Perlindungan warga perlu berlanjut hingga layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan mata pencaharian masyarakat pulih.

“Bencana memang tidak selalu bisa kita cegah, tetapi dampaknya bisa kita kurangi. Karena itu, kita harus memperkuat kesiapsiagaan, memperluas jejaring, dan memastikan setiap kekuatan dapat bergerak bersama ketika kemanusiaan membutuhkan,” tutup ketua Dewan Pembina Pusat Kebudayaan Minangkabau.

Sebagai Informasi rangkaian Rakernas selama 3 hari ini , berakhir pada hari Minggu 13 September 2026 dan ditutup oleh Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI).**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    Sriwijaya Punya Modal Sejarah:  Dari Taman Miniatur Menjadi Destinasi Dunia

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Oleh : Firman Satria, S,Pd, Gr, NAMA Sriwijaya sudah lama menjadi bagian dari cerita besar Nusantara. Kerajaan, prasasti, kapal dan  perdagangan menjadi bagian dari jejak sejarah yang masih dibicarakan sampai sekarang. Persoalannya, jejak itu berada di banyak tempat dan tidak selalu mudah dilihat dalam satu rangkaian. Buku, museum, situs dan peninggalan menjadi pintu untuk mengenalnya. […]

  • Puteri Anetta Komarudin

    Puteri Anetta Komarudin: DPR RI Mencetak Sejarah dengan 18 UU Tahun 2023

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews – Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Anetta Komarudin, mengumumkan prestasi luar biasa yang dicapai oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada tahun 2023. Dalam Forum Group Discussion (FGD) berjudul ‘DPR REWIND 2023’ dengan tema ‘Menilik Belakang Panggung Perwakilan Rakyat, Membedah Kinerja DPR 2023’, Puteri menyampaikan bahwa DPR RI berhasil mensahkan 18 Undang-Undang (UU) […]

  • Mensos Bacakan Absensi Apel Perdana, yang Bolos akan Disanksi

    Mensos Bacakan Absensi Apel Perdana, yang Bolos akan Disanksi

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 210
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengingatkan seluruh jajarannya mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab dalam apel perdana usai cuti bersama Idul Fitri di kantor Kemensos, Selasa (8/4/2025), sesuai pesan Presiden Prabowo Subianto. “Mari dengan aturan yang ada, arahan dari presiden sudah cukup jelas, kita kerja baik,” katanya. Gus Ipul menambahkan Presiden juga […]

  • Ini 9 Pernyataan Pemerintah Indonesia Terkait Penerapan Tarif Resiprokal Amerika Serikat

    Ini 9 Pernyataan Pemerintah Indonesia Terkait Penerapan Tarif Resiprokal Amerika Serikat

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 193
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyampaikan pemberlakukan tarif resiprokal AS . Hal ini akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing ekspor Indonesia ke AS. Selama ini produk ekspor utama Indonesia di pasar AS antara lain adalah elektronik, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, palm oil, karet, furnitur, udang dan produk-produk perikanan laut. Sikap tersebut […]

  • BKSAP DPR akan Gelar Fun Run Kick Off Jelang ‘The 10th World Water Forum’ di Bali

    BKSAP DPR akan Gelar Fun Run Kick Off Jelang ‘The 10th World Water Forum’ di Bali

    • calendar_month Jumat, 19 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR.RI) melalului Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) akan menggelar kegiatan olahraga Fun Run dan diskusi dengan tema ‘Youth Townhall on Water’. Adapun, Fun Run tersebut merupakan pembukaan (kick-off) dari rangkaian kegiatan ‘The 10th World Water Forum’ yang akan dilaksanakan di Bali pada tanggal 19-22 Mei 2024 mendatang. Kegiatan pertemuan di Bali […]

  • Utang dari Spanyol 6,49 Triliun Untuk KKP Firman Soebagyo; Tidak Urgensi dan Hanya Menambah Beban Utang Negara

    Utang dari Spanyol 6,49 Triliun Untuk KKP Firman Soebagyo; Tidak Urgensi dan Hanya Menambah Beban Utang Negara

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Pemerintah Indonesia telah melakukan pinjaman luar negeri sebesar Rp. 6,49 triliun kepada Instituto de Credito Oficial (ICO) Sapanyol dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) Spanyol, untuk membiayai proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Diketahui bahwa berdasarkan surat pemberitahuan dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu yang […]

expand_less