Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Utang dari Spanyol 6,49 Triliun Untuk KKP Firman Soebagyo; Tidak Urgensi dan Hanya Menambah Beban Utang Negara

Utang dari Spanyol 6,49 Triliun Untuk KKP Firman Soebagyo; Tidak Urgensi dan Hanya Menambah Beban Utang Negara

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM– Pemerintah Indonesia telah melakukan pinjaman luar negeri sebesar Rp. 6,49 triliun kepada Instituto de Credito Oficial (ICO) Sapanyol dan Banco Bilbao Vizcaya Argentaria (BBVA) Spanyol, untuk membiayai proyek Maritime and Fisheries Integrated Surveillance System (MFISS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Diketahui bahwa berdasarkan surat pemberitahuan dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu yang ditujukan kepada Direktoral Jenderal Pengawasan Sumberdaya Daya Kelautan dan Perikanan KKP, bahwa pinjaman dri ICO sebesar EUR 150.800.000 atau setara 2,9 triliun dan pinjaman dari BBVA Spanyol sebesar 189.082.010 atau setara 3,6 triliun, maka totalnya adalah 6,5 Triliun.

Hal ini mendapat tanggapan dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo. Menurutnya pinjaman luar negeri sebesar 6,5 triliun untuk membiayai proyek MFISS yakni program pengawasan terpadu kelautan dan perikanan yang dicanangkan oleh KKP, belum urgen dan ini hanya menambah beban utang negara pemerintah Prabowo-Gibran.

“Dilihat dari sisi urgensi, maka belum urgen, karena dengan anggaran yang ada di Kementerin KKP saat ini bisa untuk penguatan pembiayaan program
rutin KKP , dan dapat memaksimalkan produk dalam negeri untuk kebutuhan kapal, walaupun amggara belum optimal, tetapi paling tidak kita tidak menambah utang Negara, yang nantinya membuat ketergantungan kita terhadap negara lain makin tinggi, karena berutang”, ujarnya, ketika dihubungi media ini.,

“Sementara itu Presiden Prabowo berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan dan kemandirian bangsa, dan salah satunya adalah mengurangi utang luar negeri, sesuai dgn instruksi Presiden harus mengutamakan penguatan produk dalam negeri, dan kita tidak membudayakan utang, sehingga bangsa ini tidak tersandra”. Lanjutnya.

Firman juga menambahkan bahwa dengan kondisi kapasitas anggaran terbatas, dan penerapan sistem unified budget, maka pinjam baru yang dilakukan untuk membiayai proyek MFISS mengangu porsi angaran yang bersumber dari RM (Rupiah Murni), yang sudah diperuntukan untuk membiayai kegiatan prioritas dan yang bersifat baseline.

Anehnya proyek MFISS yang di rancang oleh KPP dengan skema pembiayaan dari pinjaman utang luar negeri, tidak pernah disampaikan dan dibahas dalam rapat dengan komisi IV DPR RI, maka memberikan indikasi bahwa KKP tidak terbuka terkait untang luar negeri ini untuk sumber pembiayaan proyek ini kepada komisi IV sebagai mitra kerjanya.,

“Kita menduga dan patut dicurigai kalau ada sesuatu, permainan dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk menyetujui realiasasi Utang ini, karena ditengarai ada broker yang memainkan peran ini, untuk mendapatkan fee dari prokyek pinjamab luar negeri ini “., ujarnya

“Oleh karena itu kami dari Komisi IV DPR RI akan mempelajari dan menelaah secara deteil untung rugi atau plus minus pembiayaan proyek MFISS dengan mengunakan pinjaman luar negeri”., sambungnya. **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali Marak Wabah PMK, Hindun Anisah Minta Kementan segera Lakukan Vaksinasi

    Kembali Marak Wabah PMK, Hindun Anisah Minta Kementan segera Lakukan Vaksinasi

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta.msinews.com-Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang belakangan ini merebak di beberapa daerah, harus segera disikapi serius oleh Kementerian Pertanian. Pasalnya, lonjakan PMK semakin hari semakin meningkat, bahkan menyebabkan kematian pada hewan ternak, terutama sapi. “Laporan dari beberapa daerah di Lamongan, Lumajang (Jawa Timur) dan Rembang (Jawa Tengah), PMK mulai meningkat. Kementan harus segera melakukan […]

  • Program MBG Serap Anggaran 63,89 Persen Per September 2026

    Program MBG Serap Anggaran 63,89 Persen Per September 2026

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-– Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp139,77 triliun atau 63,89% dari pagu tersedia sebesar Rp218,77 triliun hingga 16 September 2026. Dari pagu tersebut, masih terdapat Rp79 triliun yang belum terealisasi untuk mendukung penyaluran MBG hingga akhir tahun. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau […]

  • Ricuh Lapas Narkotika Berulang, Komisi XIII Desak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bikin Langkah Terobosan

    Ricuh Lapas Narkotika Berulang, Komisi XIII Desak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bikin Langkah Terobosan

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PKB, Prana Putra Sohe, mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk segera mengambil langkah tegas dalam menangani masalah berulang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Desakan ini muncul setelah terjadi kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti, Musi Rawas, Sumatera Selatan, Kamis (8/5/2025). Insiden terbaru ini menambah daftar panjang kekacauan di […]

  • Kemensos

    Kemensos Siagakan Lumbung Sosial di Kawasan Rawan Bencana

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Jakarta, Menteri Sosial Tri (Mensos) Rismaharini telah menginisiasi pendirian lumbung sosial di wilayah rawan bencana dan sulit diakses, termasuk kawasan terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Hal tersebut disampaikan Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos Adrianus Alla mwngatakan bahwa meningkatkan kesiapsiagaan dalam penanganan bencana, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan lumbung sosial. Adrianus menjelaskan penyiapan […]

  • Liputan Khusus : Potret Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan

    Liputan Khusus : Potret Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Liputan Khusus : Potret Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua Pegunungan.

  • Rapat Bersama Komisi II DPR RI, Wamendagri Ribka Jelaskan Upaya Kemendagri Awasi Pengelolaan Keuangan Daerah

    Rapat Bersama Komisi II DPR RI, Wamendagri Ribka Jelaskan Upaya Kemendagri Awasi Pengelolaan Keuangan Daerah

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menjelaskan upaya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam mengawasi pengelolaan keuangan daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) yang dibangun oleh Kemendagri. Penjelasan itu disampaikan Ribka saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR RI di Ruang Rapat Komisi II […]

expand_less