Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pengamat :  Intelijen Indonesia Butuh Intelligence Cycle yang Mengakomodasi Kontra Intelijen

Pengamat :  Intelijen Indonesia Butuh Intelligence Cycle yang Mengakomodasi Kontra Intelijen

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
  • visibility 140
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Komunitas Intelijen Indonesia perlu mengkaji dan melahirkan suatu bentuk intelligence cycle baru yang bisa mengakomodasi fungsi kontra intelijen dalam kerja-kerja intelijen mengingat saat ini operasi intelijen tidak hanya dikerjakan oleh state actor atau negara tetapi juga dilakukan oleh non state actor seperti kelompok teroris dan dunia bisnis atau swasta.

Pengamat Intelijen Universitas Indonesia Stanislaus Riyatanta mengatakan saat ini literatur-literatur intelijen seperti Teknik sabotase dan Teknik intelijen lainnya sangat mudah ditemukan , sehingga operasi intelijen bisa dilakukan oleh non state actor seperti kelompok-kelompok teroris yang bekerja dengan cara intelijen.

” Kelompok-kelompok teroris bekerja dengan ssanta senyap dan mereka melakukan aksi-aksi terror yang kemudian berhasil karena dia menggunakan cara-cara intelijen,” ujar Stanislaus Riyanta dalam Seminar Tantangan dan Kompleksitas Intelijen yang diselenggarakan Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, Jumat ,13 Oktober 2024.

Menurut dia, kalau komunitas intelijen hanya menanggapi operasi intelijen dari kelompok -kelompok teroris itru dengan aksi intelijen maka ada kemungkinan bahwa komunitas intelijen akan kalah, karena adanya tactical gap. ” Teroris bekerja dengan cara-cara intelijen,kita harus bekerja dengan cara kontra intelijen,” jelas dia.

Selain, kelompok teroris, komunitas bisnis atau private sector juga menggunakan cara-cara intelligence dalam oeprasi mereka. Dalam Intellegence Business Framwork, misalnya, intelligence cyclenya lebih kompleks dan lebih detail dari intelligence cycle traditional yaitu planning, collecting, pengolahan atau collation,analysis dan dissemination.” Dunia bisnis lebih taat dan lebih menyesuaikan dengan kebutuhan,” tambah dia.

Perkembangan ilmu intelijen di private sector yang pesat ini akan membuat komnunitas intelijen ketinggalan. Perusahaan -perusahaan saat ini sudah menyadari adanya ancaman dan mereka mnerasa perlu melakukan deteksi dini yang menggunakan cara -cara intelijen.

Karena itulah, komunitas intelijen negara perlu memikirkan ulang intelligence cycle tradisional selama ini yang dikhawatirkan hanya bisa untuk deteksi dini, tetapi tidak untuk cegah dini.” Cegah dini itu dianggap perlu diulakukanb dengan operasi-operasi kontra Intelligent, jika pihak-pihak ancamannya menggunakan cara-cara Intelligent. Ini menjadi diskusi yang cukup serius, tapi saya setuju bahwa tentu perlu ada pembahasan lebih lanjut untuk melakukan bagaimana pembuatan Intelligence Cycle yang lebih baik, yang mungkin menjadi satu framework antara kumpulan informasi dalam arti deteksi, kemudian dengan cegahnya,” jelas dia.

Praktisi Intelijen Dr. Aloysius Mado B.Sc , S.Sos M.Han mengatakan dalam praktek di badan intelijen, kontra intelijen sudah menjadi bagian dariu Roda Perputaran Intelijen /Roda Perputaran Penyelidikan yang didalamnya mencakup intelligence cycle tradisional. Setelah menjalakan intelligence cycle tradisional, pimpinan atau manager intelijen akan menilai apakah dibutuhkan operasi lanjutan seperti operasi penyelidikan, operasi kontra intelijen atau operasi penggalangan.

“Jika disetujui, maka sponsor atau pimpinan akan memerintahkan kepada manajer untuk membuat rencana operasi,” jelas dia.

Rencana operasi inilah yang kemudian dievaluasi oleh pimpinan badan intelijen terkait dengan tugas pokok, target atau sasaran ,biaya dan lokasi operasi. Jika rencna operasi yang disampaikan oleh manajer operasi disetujui,maka rencana operasi itu kemudian berubah menjadi perintah operasi.Perinta operasi ini bisa dilakukan alam berbagai bentuk seperti operasi penyelidikan, operasi kontra intelijen atau operasi penggalangan.

” Jadi di dalam prakteknya, operasi kontra intelijen , operasi penyelidikan operasi penggalangan tidak masuk menjadi bagian dari intelligence cycle,. Karena operasi kontra intelijen, operasi penyelidikan dan operasi penggalangan merupakan eksekusi setelah intelligence cycle dilakukan. Intelligence cycle merupakan kegiatan rutin, sedangkan ketiga operasi ini , penyelidikan, kontra intelijen dan operasi penggalangan bersifat temporal dan tidak secara rutin dilakukan, hanya sewaktu-waktu seuai dengan kebutuhan pimpinan.: tegas dia.

Hasil dari ketiga operasi ini kemudian dievaluasi, dan Kembali menjadiu feedback bagi intelligence cycle.

Intelligence Cycle Tidak Linear

Siklus intelijen merupakan doktrin intelijen yang harus dilakukan dan harus dilakukan sesuai tahapan -tahapan tanpa mengabaikan satu tahapan sesuai dengan siklus yang tidak linear .Wakil Kepala Detasemen Khusus 88,Mabes Polri Brigjen. Pol. I Made Astawa S.IK mengatakan dalam pengalamannya, ketika mendapatkan perintah mengumpulkan data melalui UUK ke pengumpul data atau collector, suklisnya selalu sama dengan siklus intelijen tradisional .

” Jadi ada planning, kemudian collecting, pengolahan atau collation,analysis dan dissemination. Ini adalah siklus intelijen yang engkap. Sedangkan yang singkat ada input,process dan output. Sudah menjadi system.” ujar I Made Astawa
Dalam prakteknya, siklus itu tidak berjalan secara linear.

Menurut Astawa, ketika user atau konsumen intelijen mengeluarkan Unsur -Unsur Kegiatan atau rencana dan perintah-perintahnya, itu harus jelas agar itu tidak terjadi gap atau perbedaan pemahaman antara perencana dan collector.

Selain itu, collector atau pengumpul data juga tidak boleh melakukan analisis. Karena ada kemungkinan collector memasukan persepsi subyektifnya ke dalam analisis yang akan menjadi bias dari yang diperintahkan oleh user atau konsumen intelijen.

Dalam tahapan selanjutnya, ada proses timbal balik antara collector dan analis intelijen. Jika data dianggap kurang oleh analis intelijen,kolektor Kembali harus melakukan pengumpulan atau pencarian data.”Jadi tidak linear. ” tegas dia.

Seminar Tantangan dan Kompleksitas Intelijen juga menghadirkan pembicara Dr. I Gusty Ngurah Bagus Sucitra, alumni SKSG UI dan Praktisi Intelijen dan dihadiri oleh mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang, Direktur G BAIS TNI Kolonel Laut (E) Ibnu Abas., Direktur Ekonomi Baintelkam Brigjen Pol Ratno Kuncoro, Perwakilan dari Kementrian Luar Negeri, Sekolah Tinggi intelijen Negara, Poltek Siber dan Sandi Negara, dan perwakilan dari berbagai Kementrian /Lembaga serta pihak swasta termasuk NGO. ** sipress/dm.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

    Menghubungkan Titik Terluar: Urgensi Transportasi Publik di Perbatasan Kalimantan Barat

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 47
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN jalan paralel, PLBN, dan PLB di perbatasan Kalimantan Barat secara signifikan mengubah wilayah terluar menjadi beranda depan negara yang memperkuat ekonomi, mobilitas, dan kedaulatan negara_ Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (2024), Kalimantan Barat telah terhubung oleh jalan paralel perbatasan sepanjang 827,97 km. Jaringan ini ditopang oleh empat Pos Lintas Batas Negara […]

  • Terkait Kericuhan Job Fair di Bekasi, Kemnaker Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Kolaborasi dalam Penyelenggaraan Bursa Kerja

    Terkait Kericuhan Job Fair di Bekasi, Kemnaker Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Kolaborasi dalam Penyelenggaraan Bursa Kerja

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan respons atas terjadinya kericuhan dalam kegiatan bursa kerja (job fair) yang diselenggarakan di President University, Bekasi, beberapa waktu yang lalu. Kemnaker pun mengapresiasi Pemda Kabupaten Bekasi yang telah berinisiatif menggelar job fair, namun berharap adanya evaluasi terhadap penyelenggaraannya agar kejadian serupa tidak terulang kembali. “Kami memahami tingginya antusiasme masyarakat dalam mencari peluang […]

  • Ketua KOMPAK Indonesia : Polda Papua Sedang Memproses Kasus Tipikor Tolikara Senilai Rp 16 Miliar

    Ketua KOMPAK Indonesia : Polda Papua Sedang Memproses Kasus Tipikor Tolikara Senilai Rp 16 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua KOMPAK (Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi) Indonesia, Gabriel De Sola menegaskan, bahwa pihak Polda Papua tengah memproses perkara dugaan Perkara Tipikor Tolikara. Dalam keterangan tertulis diterima media ini di Jakarta, Ia menjelaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam upaya menindaklanjuti aksi dan Laporan Koalisi Masyarakat untuk Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi […]

  • Polda Papua

    Polda Papua Siapkan Pasukan Tambahan, Buru KKB di Pinggiran

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Jakarta – Polda Papua siapkan tambahan personel di Kabupaten (Kab) Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua Pegunungan terkait ulah KKB dua hari lalu. Ulah KKB baru-baru ini membakar rumah DPRD, kios dan menembak 2 warga sipil. “Kita akan kirim perkuatan tambahan, nanti Dirkrimum dia kirim untuk kita melakukan investigasi di sana menyeluruh,” kata Kapolda Papua Irjen Mathius […]

  • Sri Mulyani Mulai Main Titip, Ada apa? Berikut Penjelasanya:

    Sri Mulyani Mulai Main Titip, Ada apa? Berikut Penjelasanya:

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta – Kemenkeu pada masa sekarang ini sudah mulai main titip. Usut punya usut Sri Mulyani menitipkan pesan ke 937 pejabatnya yang baru dilantik. Pesan pertama, Sri Mulyani bahwa pegawai akan dihadapkan pada berbagai tantangan pekerjaan. Ia menyebut keuangan negara memiliki fungsi strategis sehingga, seluruh pejabat harus bersinergi. “Di mana pun anda sekarang ini ditempatkan, […]

  • Prediksi Sementara Pilgub Sumsel 2024: Duel HDCU vs Matahati, HAPAL Masih Cari Perahu 

    Prediksi Sementara Pilgub Sumsel 2024: Duel HDCU vs Matahati, HAPAL Masih Cari Perahu 

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Bakal Calon Gubernur Sumatra Selatan, H. Mawardi Yahya, mengumumkan secara resmi bahwa dia akan berpasangan dengan Dr. Hj. R.A. Anita Noeringhati, SH, MH dalam Pemilihan Gubernur Sumsel 2024 mendatang. Pasangan yang dikenal dengan sebutan “Matahati” ini akan semakin intensif melakukan sosialisasi dan menemui masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Sumatra Selatan. […]

expand_less