Kemnaker Terapkan Sistem Biometrik Program Magang Nasional,Cegah Praktik Calo
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemnaker Terapkan Sistem Biometrik Program Magang Nasional,Cegah Praktik Calo
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker telah menerapkan sistem biometrik dalam pendaftaran Program Magang Nasional 2026.
Hal dilakukan Kemnaker ini dalam Program Magang Nasional, guna mencegah praktik yang tidak dinginkan seperti percaloan sekaligus memastikan seluruh peserta melakukan pendaftaran secara mandiri.
Demikian pernyataan tersebut disampaikan Menteri Kemnaker (Menaker) Yassierli kapada wartawan usai rapat kerja, di komplek senayan, Jakarta, Senin 20 Juli 2026.
Menaker mengatakan bahwa pendaftaran Program Magang Nasional telah dibuka pada 15 Juli hingga 28 Juli 2026.
Kata dia, sebelum proses pendaftaran dimulai, Kemnaker melakukan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh lowongan yang diajukan perusahaan.
“Kita lakukan verifikasi cukup ketat. Kita melihat, satu, perusahaannya oke atau tidak, jujur apa tidak melaporkan terkait dengan data ketenagakerjaannya,” kata Yassieli.
Menurutnya, verifikasi dilakukan Kemnakervl untuk memastikan perusahaan memenuhi persyaratan administrasi dan menawarkan posisi yang sesuai dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.
“Yang kedua, apakah perusahaannya ini benar-benar membuka lowongan sesuai dengan posisi seorang lulusan perguruan tinggi? Kalau tidak, kita coret,” tegasnya.
Selain itu, Kemnaker juga memeriksa langsung keberadaan perusahaan guna memastikan seluruh lowongan yang tersedia benar-benar nyata dan bukan lowongan fiktif.
“Makanya fase sebelum kita buka ini kita sudah lakukan verifikasi. Kita cek, ini lokasi perusahaannya benar ada apa tidak, fiktif apa tidak, dan seterusnya,” kata Menaker.
Selain memperketat proses verifikasi, Kemnaker memperluas cakupan peserta Program Magang Nasional tahun ini dengan membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas dan lulusan profesi.
Ia menambahkan penerapan sistem biometrik menjadi langkah penting untuk menutup celah praktik percaloan dalam proses pendaftaran.
“Sudah menggunakan biometrik, jadi tidak bisa lagi ada calo pendaftaran magang, ya. Jadi mereka harus daftar sendiri,” tegasnya.
Ia berharap Program Magang Nasional dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menjadi solusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia industri.
“Semoga ini lebih baik, lebih baik, dan butuh dukungan dari teman-teman media semua. Kita berharap magang nasional ini menjadi salah satu solusi untuk menyiapkan tenaga kerja kita lebih baik dan lebih produktif, ya,” tandas Menaker Yassireli.//
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar