Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Atalia Praratya Minta Skema Murur dan Tanazul Hanya Diterapkan pada Kondisi Darurat yang Terukur

Atalia Praratya Minta Skema Murur dan Tanazul Hanya Diterapkan pada Kondisi Darurat yang Terukur

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM– Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya meminta penerapan skema murur dan tanazul dalam penyelenggaraan ibadah haji tetap berlandaskan kondisi kedaruratan yang terukur.

Menurutnya, kemudahan yang diberikan kepada jemaah tidak boleh diterapkan secara berlebihan hingga menggeser prinsip fikih taisir (kemudahan) menjadi fikih tasahul (kemudahan yang berlebihan).

Hal tersebut disampaikan Atalia dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dijelaskan, skema murur dan tanazul harus diberikan kepada jemaah yang benar-benar memenuhi kriteria syar’i.

Berdasarkan hasil pengawasannya saat penyelenggaraan ibadah haji, ia menemukan bahwa skema tersebut tidak hanya diterapkan bagi jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu, tetapi juga digunakan untuk kepentingan pengaturan rombongan.

“Jadi perlu ada kedaruratan yang terukur, ada kriteria yang lebih jelas agar rukhsah tetap diberikan kepada mereka yang memang memenuhi syarat syar’i dan tidak berkembang menjadi pola pelayanan yang bersifat umum. Seolah-olah biar mudah saja,” kata politisi Partai Golkar ini.

Selain itu, Ia juga mengingatkan agar penerapan skema tersebut tetap memperhatikan hak jemaah untuk memperoleh pengalaman spiritual secara utuh selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Atalia menyoroti adanya laporan jemaah yang tidak mengetahui telah berada di kawasan Arafah karena tidak turun dari kendaraan.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian mengingat sebagian besar jemaah telah menunggu kesempatan berhaji selama bertahun-tahun. Karena itu, ia meminta petugas haji memberikan informasi kepada jemaah sebelum memasuki kawasan Arafah.

“Bahkan mungkin bisa dua sampai tiga jam sebelumnya, Bapak dan Ibu disampaikan, ‘Kita akan melewati Tanah Arafah,’ misalkan seperti itu,” katanya.

Untuk itu, Atalia mendorong adanya kerja sama antara Kementerian Haji dan Pemerintah Arab Saudi untuk menyediakan titik pemberhentian atau area khusus di Arafah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh jemaah yang mengikuti skema safari wukuf maupun skema lain yang tidak memungkinkan mereka turun dari kendaraan.

“Jadi paling tidak mereka bisa berhenti,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Atalia juga menyoroti rencana pelaksanaan dam di Indonesia. Menurutnya, apabila kebijakan tersebut diterapkan, pemerintah harus memastikan seluruh aspek teknis telah siap mengingat jumlah jemaah yang berpotensi terlibat mencapai sekitar 193 ribu orang.

Dirinya meminta pemerintah menyiapkan tata kelola pelaksanaan, pengelolaan dana, mekanisme audit, hingga sistem distribusi yang transparan. Menurutnya, kesiapan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terlebih masih terdapat perbedaan pandangan fikih di kalangan organisasi kemasyarakatan Islam.

“Karena tadi kata kunci kesiapan teknis menjadi penting. Jangan sampai ini kan banyak sekali, Bapak dan Ibu. Jangan sampai nanti malah akan menimbulkan ketidaksiapan dan akhirnya menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Ditambahkan, apabila suatu pendapat fikih akan dijadikan sebagai kebijakan negara, maka kebijakan tersebut harus memenuhi aspek syariat sekaligus didukung tata kelola yang baik.

“Yang paling penting adalah sebuah pendapat fikih akan menjadi kebijakan negara apabila akan dilakukan, tentu harus sah secara syariat, kemudian juga harus kuat secara tata kelola, harus akuntabel, transparan, dan mampu menjaga persatuan umat,” tutupnya.

Tim Redaksi.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ganjar: Kondisi Demokrasi Kekurangan Etika, MK dan KPU Terlibat

    Ganjar: Kondisi Demokrasi Kekurangan Etika, MK dan KPU Terlibat

    • calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 3, Ganjar Pranowo, menyuarakan kegelisahannya terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dianggapnya tidak berjalan sesuai jalurnya. Dalam sebuah Podcast “Speak Up” bersama Abraham Samad pada Jumat (9/2/2024), Ganjar mengungkapkan keprihatinannya atas pelanggaran etika yang terjadi di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Baca juga : […]

  • SPPG Tidak Boleh Menolak Pasokan UMKM, Petani, dan Peternak Kecil

    SPPG Tidak Boleh Menolak Pasokan UMKM, Petani, dan Peternak Kecil

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Msinews.com – Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak boleh menolak produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), maupun hasil pertanian, peternakan, dan perikanan yang dibawa para petani, peternak dan nelayan kecil ke SPPG dengan semena-mena. Mereka justru harus dirangkul, dibina dan diarahkan untuk menjadi pemasok dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). “Dalam Pasal 38 ayat […]

  • Ini Alasan Pengunduran Diri Usman Kasong dari Dirjen IKP Kominfo 

    Ini Alasan Pengunduran Diri Usman Kasong dari Dirjen IKP Kominfo 

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong resmi mengundurkan diri jabatannya. Usman mengaku pengunduran dirinya tak berkaitan dengan tekanan dari pihak manapun. “Tidak  ada tekanan dari luar, ini keinginan saya sendiri dan saya sudah bicarakan dengan bu Sekjen dan pak Wamen, sebelumnya juga dengan pak Menteri, jadi di […]

  • Kemnaker Sambut Baik UU KIA, Tingkatkan dan Lindungi Kesejahteraan Pekerja

    Kemnaker Sambut Baik UU KIA, Tingkatkan dan Lindungi Kesejahteraan Pekerja

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 232
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan menjadi yang kini menjadi Undang-Undang, disambut baik oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. UU KIA diyakini akan semakin meningkatkan pelindungan dan kesejahteraan bagi pekerja/buruh. “Pengesahan RUU KIA menjadi udang-undang merupakan wujud konkret dari komitmen DPR dan Pemerintah untuk menyejahterakan ibu dan anak […]

  • Tim Gabungan Kodam II/Swj Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal Logging

    Tim Gabungan Kodam II/Swj Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal Logging

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 229
    • 0Komentar

    MSINES.COM (Jambi) – Tim Intel Gabungan Kodam II/Sriwijaya, terdiri dari Denintel Kodam II/Swj, Tim Intel Korem 042/Gapu, dan Satgas Bais TNI berhasil menggagalkan penyelundupan 500 meter kubik kayu yang diduga hasil lIegal logging, Jumat (21/3/2025). Berdasarkan laporan dari masyarakat, sekitar pukul 16.30 tim bergerak melakukan operasi di Desa Medak, Kecamatan Bayung Lencir yang merupakan perbatasan […]

  • Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo, Dua Orang Meninggal Dunia di Sikka

    Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Nagekeo, Dua Orang Meninggal Dunia di Sikka

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. Badan Nasional Penanggulangan […]

expand_less