Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » Kemensos, Minta Kemasan Produk Serua Snack Dipercantik

Kemensos, Minta Kemasan Produk Serua Snack Dipercantik

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Berjejer di atas meja, sejumlah bungkusan merah dengan desain rupawan. Warnanya cukup mencolok dari kejauhan. Di dalam ruangan seluas 1.546 meter persegi, bungkusan merah yang disusun di meja paling ujung itu tampak menarik perhatian siapapun yang memandang.

“Mana yang udah dibuka? Saya mau coba,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menghampiri meja tersebut dan mengamati deretan snack keripik dalam kemasan cantik bernuansa merah beberapa waktu lalu.

Alam  seorang pelaku desain grafis dari studio desain Artempo  pun membantu membukakan salah satu kemasan keripik untuknya.

“Eh, jangan disobek, nanti rusak,” kata Mensos mencoba menahan Alam agar tidak melanjutkan membuka kemasan yang masih tertutup rapat, di Depok, Jawa Barat, pada Selasa 5 Agustus 2023.

Yang membukakan pun menanggapi santai, “Nggak papa, Bu. ‘Kan memang dibawa kemari untuk dibuka. Ini bisa dibuka tutup, ada klipnya. Jadi, nanti setelah dibuka bisa ditutup lagi,” kata Alam.

“Oh, gitu ya? Bagus ini, kemasannya praktis,” kata Mensos memuji hasil karya sang desainer.

Mensos lantas mencicipi makanan ringan tersebut. “Enak ya,” ucapnya sesaat setelah menjajal keripik tersebut.

Risma pun menawarkan snack yang dipegangnya kepada jajarannya. “Hmm, ini enak. Terbuat dari apa tho?” katanya bertanya seraya memastikan apa yang baru dicobanya.

“Singkong, Bu,” jawab Susilawati – pemilik produk olahan keripik yang dicoba Risma.

Ya, kemasan cantik bernuansa merah itu berisi keripik singkong aneka varian. Produk dengan merk Serua Snack pada bagian muka itu merupakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) milik Susilawati (41).

Warga asal Serua, Depok, Jawa Barat ini terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2014. Sejak tahun itu, ia mencoba melakoni usaha makanan ringan berbahan dasar singkong.

Usahanya mulai serius ia kembangkan pada 2018 dengan berbagai varian, mulai dari cheese stick bawang, opak original, singkong mangleng, singkong sambel, hingga menjajal olahan keripik pisang.

Pada Desember 2022 lalu, Susi menerima bantuan dari program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). PENA membantunya mengembangkan usaha keripik yang telah menjadi sumber utama pendapatan keluarganya selama lima tahun terakhir.

“Alhamdulillah, program PENA sangat membantu saya. Saya semakin percaya diri mengembangkan usaha keripik dan mulai mengumpulkan tekad untuk berani melepaskan diri dari PKH,” kata ibu tiga anak ini.

Susi pun tidak menyangka kesiapannya mengundurkan diri dari kepesertaan PKH melalui event siap graduasi massal bersama PM PENA seluruh nusantara di Gedung Aneka Bhakti (GAB) Kementerian Sosial pada awal Agustus lalu, diganjar bantuan dalam bentuk lain, yakni konsultasi branding dan packaging untuk produknya dengan desainer kenamaan.

“Seneng banget ya, yang tadinya nggak tau apa-apa, nggak tau bakal dibantu sampai segininya juga. Udah mah dibantu program PENA, bantuan bahan dan lain-lain, dibantu desain kemasan, sampai bonnya juga dibikinin. Yang tadinya, saya pakai bon kosong, sekarang udah ada bon dengan branding usaha saya,” ujarnya.

Susi pun membandingkan branding produknya sebelum dan sesudah mendapat masukan dari desainer. “Sebelumnya, udah ada nama produknya, KUBE Serua Jaya. Dulu itu Kelompok Usaha Bersama, tapi sekarang udah nggak ada. Supaya lebih menarik dan menjual lagi di pasaran, akhirnya namanya diganti jadi Serua Snack,” katanya.

Begitu pun dengan kemasannya, tak luput dari sentuhan desain baru. Sebelumnya, produk keripik Susi hanya dikemas menggunakan plastik bening dan kertas sebagai penanda branding dan varian rasa.

“Sekarang dibikin lebih cakep lagi. Kemasannya diganti menggunakan standing pouch dengan zipper, berbeda warna setiap varian keripik. Saya mah udah OK banget sama desainnya, siap dipasarin lagi dengan kemasan lebih cantik,” ungkapnya senang.

Hadir dalam kemasan baru, ia pun berharap produknya memikat hati banyak penikmat dan pendapatannya meningkat. “Sebelumnya, omset satu bulan, kotornya sekitar Rp5-6 juta, tapi itu ‘kan dibelanjain lagi. Ya, semoga kemasannya semakin menarik minat dan penghasilannya semakin meningkat,” pungkasnya penuh harap.

Sejak kick off Graduasi PENA dilakukan pada 2 Agustus lalu, Kemensos berkolaborasi dengan organisasi independen desain grafis Tata Rupa Nusantara untuk memberikan coaching terhadap branding dan packaging 10 produk UMKM milik PM.

Dalam prosesnya, Tata Rupa Nusantara menggaet tiga studio desain, yakni Artempo, Jarjas Design, dan Suka Studio untuk membantu mendesain brand dan mengolah packaging.

Adapun, 10 dari 1.191 PM yang menyatakan diri siap keluar dari kemiskinan dengan usaha dan produk masing-masing, telah melakukan konsultasi secara berkala dengan desainer produk setiap minggu selama empat kali.

Pada pertemuan keempat yang berlangsung di GAB pekan lalu, ditetapkan hasil akhir branding dan desain kemasan produk, yang selanjutnya akan dipakai untuk dipasarkan. (Bay)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • I Komang Koheri, Respon Kontroversi Penghapusan Penerima PKH

    I Komang Koheri, Respon Kontroversi Penghapusan Penerima PKH

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, I Komang Koheri, merespon keputusan Pemerintah Desa, Pemkab Pesisir Barat terkait penghapusan 27 penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Beberapa penerima dihapus, seperti yang bekerja serabutan, memiliki tanggungan besar, menjadi fokus perhatian Legislator asal Lampung tersebut. “Kami cukup prihatin atas kondisi rentan sejumlah penerima yang dihapus. Saya kira […]

  • Sekjen Kemendagri: 16 Pulau Trenggalek–Tulungagung Masuk Cakupan Wilayah Administrasi Jatim

    Sekjen Kemendagri: 16 Pulau Trenggalek–Tulungagung Masuk Cakupan Wilayah Administrasi Jatim

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menyatakan, sebanyak 16 pulau yang saat ini menjadi sengketa antara Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung untuk sementara dimasukkan dalam cakupan wilayah administrasi Provinsi Jawa Timur (Jatim). Hal ini disampaikan Tomsi usai rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang membahas status administrasi pulau-pulau tersebut. “Jadi […]

  • Pemuda asli Maluku Fren

    Kondisi Ekonomi MBD Merana, ‘Pren Sesalkan Tak ada Solusi’

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 131
    • 0Komentar

    MSINews.com, Jakarta, – Daya beli masyarakat Maluku Barat Daya (MBD) merosot ke tingkat yang mengkhawatirkan, menyisakan kekhawatiran akan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Pemerintah setempat dikecam karena dianggap lalai dan tidak mampu mengatasi tantangan ekonomi yang dihadapi rakyat. Fasilitas ruko (rumah toko) yang disediakan oleh pemerintah Kabupaten MBD menjadi sorotan utama. Baca juga : Debat Ketiga […]

  • Wakil Kepala BGN: 11 Juta Santri Harus Menerima MBG

    Wakil Kepala BGN: 11 Juta Santri Harus Menerima MBG

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Msinews.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta Kementerian Agama segera mengkoordinir pesantren-pesantren di berbagai pelosok tanah air agar segera menjadi penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, saat ini prosentase pesantren maupun santri penerima MBG masih sangat kecil. “Dari sekitar 11 juta orang santri dan 1 juta orang pengajar pesantren, […]

  • Pengurus Ikatan Alumni Giovanni Resmi Dilantik, dr. Imelda Terpilih Pimpin IKA Givans

    Pengurus Ikatan Alumni Giovanni Resmi Dilantik, dr. Imelda Terpilih Pimpin IKA Givans

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Kupang,msinews.com – Badan pengurus Ikatan Alumni SMA Katholik Giovanni Kupang (IKA Givans) periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, Sabtu 24 Mei 2025. Pengukuhan yang digelar di Aula SMAK Giovanni Kupang ini dihadiri Wali Kota Kupang, dr. Chrisitian Widodo, para guru dan alumni dari berbagai angkatan. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomoeni, anggota Komisi V DPRD […]

  • Soal Kabasarnas: Terkuak Ramai-ramai TNI Gruduk KPK , Teryata Ini Alasannya:

    Soal Kabasarnas: Terkuak Ramai-ramai TNI Gruduk KPK , Teryata Ini Alasannya:

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi.News–Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Marsda Agung Handoko mengakui bahwa TNI tidak terima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan dua prajurit aktif, termasuk Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya Henri Alfiandi sebagai tersangka kasus dugaan suap. Agung menegaskan, penetapan tersangka terhadap prajurit TNI bukanlah ranah KPK. Hal tersebut Agung sampaikan dalam […]

expand_less