Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Suhu Politik Memanas: Ahok Sindir Jokowi-Gibran, Gerindra Balas Pedas

Suhu Politik Memanas: Ahok Sindir Jokowi-Gibran, Gerindra Balas Pedas

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Rabu, 7 Feb 2024
  • visibility 216
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Situasi politik semakin memanas menjelang pencoblosan Pilpres 2024 dengan serangkaian pernyataan tajam dari berbagai pihak.

Ahok vs. Jokowi-Gibran: Pertarungan Isu Kesehatan dan Kinerja

Baca juga : Bobby Irawan, Diperiksa Kejati Terkait Kasus Korupsi Dana Hibah KONI

Mantan politikus PDIP, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mencetuskan kontroversi dengan menyinggung kinerja Presiden Jokowi dan Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, terkait isu-isu kesehatan, emosional, dan kinerja. Video pernyataannya viral di media sosial, menimbulkan reaksi tajam.

“Kita khawatir kalau tiba-tiba Gibran yang naik. Kalau cuma 2 tahun, karakter teruji kalau ada kekuasaan. Sekarang saya mau tanya, di mana ada bukti Anak presiden itu bisa kerja selama jadi Wali Kota?” Ucapan Ahok, dikutip Tribunnews.com, 7/2/2024.

Gerindra Bantah Tudingan Ahok, Sorot Kinerja Jokowi

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menanggapi tudingan Ahok dengan menekankan bahwa penilaian terhadap kinerja Jokowi sebaiknya diserahkan kepada masyarakat.

Ia menegaskan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Jokowi mencapai 80 persen, sementara juga membalas sindiran Ahok terhadap kemampuan kerja mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Masyarakat pasti yang lebih tahu kalau Pak Presiden dibilang tidak bisa kerja kan,” kata Habiburokhman dikutip Tribunnews.com, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Ganjar dan Anies Kompak Kritik Pembagian Bansos.

Baca juga : Forum Dosen Sulsel Serukan Moral dan Amanat Reformasi

Di sisi lain, Capres nomor urut 1, Anies Baswedan, dan Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, secara bersamaan menyindir cara pembagian bantuan sosial (bansos) oleh Presiden Jokowi menjelang Pilpres 2024.

Anies menekankan pentingnya contoh dari pejabat negara dalam membagi bansos, sementara Ganjar mempertanyakan peningkatan penyaluran bansos di tengah pertumbuhan jumlah rakyat miskin.

“Camat, dan seluruh aparat lain diharuskan bekerja membagi bansos sesuai dengan sasaran yang sudah ditetapkan, ya seharusnya pejabat lebih tinggi memberikan contoh,” kata Anies kepada awak media usai melakukan kampanye akbar di Mataram, NTB, Selasa (6/2/2024).

Anies beranggapan kalau pejabat yang lebih tinggi memberikan contoh, nantinya pejabat yang di bawah bisa memberikan  bansos secara acak dengan asumsi pejabat di atasnya bisa melakukan secara acak.

“Kenapa, karena bansos itu ada daftar penerimanya dan daftar penerima ini harus sesuai dengan daftar warga miskin yang berhak,” ujarnya.

Sementara, Capres nomor 3 itu mempertanyakan apakah benar jumlah rakyat miskin di Indonesia bertambah, sehingga jumlah bansos yang didistribusikan meningkat.

“Apakah ini sebuah pengakuan yang dilakukan secara tidak langsung, dan itu menunjukkan pada publik, kemiskinan meningkat, banyak orang dibantu, atau karena alasan bencana?” kata tanya Ganjar

Menurutnya, bahwa salah satu alasan pemerintah memberikan bansos adalah terkait El Nino.

“Mau berdebat kayak apapun ada rasa yang bisa disampaikan oleh masyarakat, bahwa ini sesuatu yang tidak wajar,” sambungnya mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Respon Publik dan Tantangan Masa Depan

Dalam suasana politik yang semakin tegang menjelang Pilpres 2024, reaksi publik terhadap isu-isu kesehatan, kinerja, dan pembagian bansos menjadi sorotan utama.

Sementara partai-partai peserta pemilu dihadapkan pada tantangan untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat dalam perjalanan menuju pencoblosan pada 14 Februari mendatang. (Ata).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Menduga Rafael Alun Investasi di PT.Pos dan Garuda Indonesia

    KPK Menduga Rafael Alun Investasi di PT.Pos dan Garuda Indonesia

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo melakukan investasi di PT Pos Indonesia, PT Garuda Indonesia, dan PT Cubes Consulting. Investasi itu diduga jadi cara Rafael mencuci uang hasil dari korupsi. Tim penyidik KPK telah mendalami hal melalui pemeriksaan Direktur di PT Cubes Consulting Gunadi Hastowo, Kepala Proyek Pengembangan ERP […]

  • Bambang Soesatyo Apresiasi Kiprah Akbar Tandjung dalam “Tribute to Akbar Tandjung”

    Bambang Soesatyo Apresiasi Kiprah Akbar Tandjung dalam “Tribute to Akbar Tandjung”

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com- Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo bersama Forum Aktivis Nasional pimpinan Ketua Bursah Zarnubi serta tokoh politik dan aktivis nasional Maruarar Sirait, menyelenggarakan acara “Tribute to Akbar Tandjung”. Maestro Aktivis Indonesia.” Sebagai wujud apresiasi atas kiprah dan peran Akbar Tanjung, khususnya dalam pembinaan, pengembangan, dan kaderisasi aktivis nasional. “Bang […]

  • Warga Merasa Nyaman Menempati Rumah Bantuan Kemensos

    Warga Merasa Nyaman Menempati Rumah Bantuan Kemensos

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Maluku Tenggara,msinews.com– Atapnya dari daun rumbia, dindingnya dari papan dan triplek. Hanya ada satu kamar tidur, ruang keluarga, dan dapur sederhana. Tidak ada toilet dan kamar mandi. Beberapa sudut rumah berlubang, ditambal dengan terpal dan seng seadanya untuk menahan terpaan angin. Saat hujan deras dan angin ribut, penghuninya terpaksa pindah ke tempat yang aman. Tapi […]

  • BKSAP dan CDA Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan

    BKSAP dan CDA Korea Selatan Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Kebudayaan

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Bidang kerja sama Pendidikan dan Kebudayaan menjadi topik utama dalam pertemuan Pimpinan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Wakil Duta Besar Korea Selatan yang menjabat sebagai Kuasa Usaha Sementara (chargé d’affaires/CDA) Park Soo-Deok, pada Selasa (29/10/2024). Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BKSAP Muhammad Husein Fadlulloh. Adapun pertemuan tersebut merupakan bagian penting agar Indonesia […]

  • Anak Penjarakan Ayah Kandung di Tegal, ‘Konflik Berawal dari Kotoran Kucing’

    Anak Penjarakan Ayah Kandung di Tegal, ‘Konflik Berawal dari Kotoran Kucing’

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Tegal, MSINews.com – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Tegal, Jawa Tengah, saat seorang anak memenjarakan ayah kandungnya sendiri setelah konflik seputar kotoran kucing. Ayah, berinisial ZA (70), dipenjara atas tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh putrinya. Konflik Bermula dari Kotoran Kucing Baca juga : Polisi Ungkap YA Tegelamkan Anak Tamara Sebanyak 12 Kali Dilangsir […]

  • Menakar Urgensi Revisi Undang Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan

    Menakar Urgensi Revisi Undang Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan

    • calendar_month Selasa, 14 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota Komisi V Fraksi PPP DPR RI, Muhammad Aras mengatakan, revisi Undang-Undang lalu lintas dan angkutan jalan adalah satu-satunya usulan yang dilakukan oleh para Anggota Komisi V DPR untuk dibahas di masa anggota DPR periode 2019-2024. Pembahasan ini tertunda karena masih belum ada kesepahaman dan kesepakatan antara anggota DPR dengan pemerintah sehingga ini tertunda. Kita […]

expand_less