Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » BNPB: Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi Industri Butuh Perubahan Paradigma dan Dokumen Darurat yang Taktis di Lapangan

BNPB: Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi Industri Butuh Perubahan Paradigma dan Dokumen Darurat yang Taktis di Lapangan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA CILEGON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana kegagalan teknologi industri memerlukan pergeseran paradigma mendasar serta dokumen rencana kedaruratan yang ringkas dan taktis. Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., saat menjadi pemateri utama dalam Seminar Nasional Kesiapsiagaan Bencana Kegagalan Teknologi Industri di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026.

Dalam paparannya, Abdul Muhari menyoroti pentingnya meluruskan cara pandang terhadap pemicu krisis di tingkat global. Menurutnya, paradigma kebencanaan dunia kini memandang bahwa fenomena alam murni bertindak sebagai sumber ancaman (natural hazard), sementara status bencana baru akan terwujud tatkala elemen kelalaian atau faktor manusia turut berkontribusi di dalamnya. Oleh karena itu, murni atau tidaknya dampak yang timbul sangat bergantung pada bagaimana manusia mengantisipasi potensi bahaya tersebut.

“Secara global, kita sebenarnya sudah tidak lagi mengenal istilah bencana alam dan bencana nonalam secara terpisah, karena yang ada itu adalah _natural hazard_ atau ancaman alam, bukan _natural disaster_ atau bencana alam. Ancaman dan bahayanya yang ada dari alam, bukan bencananya. Kalau sudah menjadi bencana, biasanya pasti ada faktor manusia di dalamnya,” tegas Abdul Muhari.

Atas dasar itulah, BNPB mendorong implementasi lima agenda utama penanganan risiko terpadu, mulai dari kajian spasial bahaya alam yang memicu kecelakaan industri, pengujian sistem keselamatan fasilitas, penyusunan rencana kontingensi, peringatan dini dan perlindungan masyarakat, hingga latihan lintas sektor yang melibatkan sinergi pemerintah dan swasta. Kendati demikian, Muhari memberikan catatan krusial agar seluruh skenario tersebut tidak terjebak dalam formalitas birokrasi yang rumit, terutama dalam hal penyusunan dokumen operasional di daerah.

“Kalau di Jepang itu renkon (rencana kontingensi) itu cuman satu halaman A4, ditempel di dinding. Dan itu bahasanya sederhana, _commanding_, direktif, bahasa untuk perintah, sehingga jelas kalau kondisi apa lalu apa, pakai apa, di mana, untuk siapa, dan tugasnya apa. Jadi bukan kumpulan dokumen ratusan halaman, ujar Abdul Muhari.

Urgensi pembenahan sistem ini menurut Muhari, juga didasari oleh tingginya kerentanan wilayah perkotaan padat industri di tanah air. Berdasarkan data BNPB, hingga pertengahan Oktober 2026 telah tercatat sebanyak 2.096 kejadian bencana di Indonesia yang didominasi oleh faktor hidrometeorologi sebesar 99,14% (seperti karhutla, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, dan tanah longsor) serta geologi sebesar 0,86%, dengan dampak kumulatif yang mengakibatkan ratusan korban jiwa serta lebih dari 5,6 juta jiwa menderita dan mengungsi.

Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, kegagalan teknologi dikategorikan sebagai bencana nonalam yang ancamannya kian nyata tatkala fenomena alam seperti gempa bumi atau tsunami memicu kecelakaan sistemik berantai (cascading impact). Di samping itu, ancaman kegagalan teknologi dapat menimbulkan dampak masif yang melampaui batas fasilitas fisik, merujuk pada pengalaman penanganan pandemi serta insiden keruntuhan bangunan seperti kasus _pancake collapse_ pada musala Pondok Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, termasuk tragedi nuklir Fukushima di Jepang pada tahun 2011 akibat hantaman tsunami yang melumpuhkan sistem pendingin reaktor, di mana kelalaian dalam mengantisipasi skala ancaman memperparah krisis yang terjadi.

Jika dikaitkan, konteks ancaman berantai ini sangat relevan dengan karakteristik geografis Kota Cilegon dan pesisir Selat Sunda yang diapit oleh aktivitas tektonik-vulkanik serta konsentrasi industri berat, pelabuhan, dan fasilitas energi. Belajar dari sejarah Tsunami Selat Sunda 2018, di mana runtuhnya sebagian badan Gunung Anak Krakatau memicu gelombang besar yang diredam secara parsial oleh gugusan pulau kecil di sekitarnya, maka otomatis wilayah padat industri seperti Cilegon dan daerah lain seperti Cilacap memiliki kerentanan terhadap potensi tsunami fire atau kebakaran kilang minyak akibat pergerakan tangki bahan berbahaya saat gempa.

Melalui momentum Peringatan Bulan PRB 2026 di Provinsi Banten ini, BNPB mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah cara pandang mitigasi dari sekadar pemenuhan administratif di atas kertas menjadi kesiapan operasional yang cepat, terpadu, dan berorientasi langsung pada keselamatan masyarakat di kawasan industri.

Ketangguhan sebuah kawasan industri tidak lagi dinilai sebatas dari kepatuhan standar keselamatan internal, melainkan dari sejauh mana sistem tersebut mampu melindungi masyarakat sekitar dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Implementasi konkrit dari kelima langkah strategi diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi Banten dan Indonesia dalam mewujudkan wilayah industri yang aman, adaptif, serta tangguh menghadapi segala bentuk ancaman bencana.**

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPR Minta Petugas Terus Siaga di Puncak Arus Balik Lebaran 2024

    Ketua DPR Minta Petugas Terus Siaga di Puncak Arus Balik Lebaran 2024

    • calendar_month Senin, 15 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua DPR RI,Dr (H.C), Puan Maharani meminta petugas dari instansi terkait terus siaga di puncak arus balik Lebaran 2024. Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau pemudik untuk berhati-hati saat melakukan perjalanan kembali dari kampung halaman. “Libur Idul Fitri sebentar lagi usai, dan banyak masyarakat yang mulai kembali pulang setelah berlebaran dan berlibur dari kampung halamannya. Saya […]

  • MBG Dorong Kesehatan Ibu dan Anak di Karimun, Kunjungan Posyandu Meningkat

    MBG Dorong Kesehatan Ibu dan Anak di Karimun, Kunjungan Posyandu Meningkat

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 169
    • 0Komentar

    msinews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, kini rutin memanfaatkan layanan kesehatan datang ke posyandu dan mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Koordinator BGN Karimun, Anas Fitrawanda, mengatakan program MBG tidak hanya untuk pelajar PAUD hingga SLTA, tetapi […]

  • Komite I DPD RI Kecewa Menteri Tidak Hadir, RUU Daerah Kepulauan Belum Bisa Disahkan

    Komite I DPD RI Kecewa Menteri Tidak Hadir, RUU Daerah Kepulauan Belum Bisa Disahkan

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Komite I DPD RI mendesak RUU tentang Daerah Kepulauan untuk segera ditetapkan menjadi Undang-Undang karena pembahasannya terkatung-katung hingga 20 tahun meski sudah masuk sebagai RUU prioritas dalam daftar Prolegnas. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi saat rapat kerja dengan Panitia Khusus (Pansus) dan Tim Kerja (Timja) RUU DPR dan […]

  • DPD Golkar Papua Barat Satu Suara Dukung Prawano, Harapan Cawapres Airlangga

    DPD Golkar Papua Barat Satu Suara Dukung Prawano, Harapan Cawapres Airlangga

    • calendar_month Rabu, 16 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden pada Pilpres 2024. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga dua hari lalu minggu 13/8 di Museum Proklamasi, Jakartan Pusat. DPD Partai Golkar Papua Barat patuh terhadap keputusan DPP Partai yang mendukung Prabowo Subianto sebagai Capres […]

  • Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru 

    Sekjen: Kemenag Serius Benahi Tata Kelola dan Sejahterakan Guru 

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Msinews.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan bahwa tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah menjadi prioritas Kemenag untuk meningkatkan pendidikan agama dan keagamaan yang unggul dan kompetitif. Selama ini, pihaknya intensif melakukan koordinasi terkait berbagai kebijakan tentang guru dengan Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Keuangan, maupun Komisi VIII DPR RI. “Kemenag […]

  • PLN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Implementasi Program Listrik Desa

    PLN Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Implementasi Program Listrik Desa

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 135
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Sebagai tindak lanjut arahan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mempercepat pemerataan akses listrik, PT PLN (Persero) terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui penyelenggaraan Alignment Forum Program Listrik Desa, Senin (13/7). Upaya pemerataan tersebut turut didukung Pemerintah yang mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,3 triliun pada tahap pertama tahun 2026. Sinergi […]

expand_less