Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Tsunami di Banten melalui Aktivasi Sirine dan Simulasi Evakuasi

BNPB Perkuat Kesiapsiagaan Tsunami di Banten melalui Aktivasi Sirine dan Simulasi Evakuasi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 53 menit yang lalu
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SERANG – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami tidak cukup hanya dengan tersedianya sistem peringatan dini. Masyarakat juga perlu memahami arti peringatan, mengenali jalur evakuasi, dan mampu mengambil tindakan secara cepat dan tepat ketika ancaman muncul. Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Banten melaksanakan aktivasi sirine tsunami dan simulasi evakuasi mandiri tingkat desa/kelurahan di Provinsi Banten, Selasa (13/10).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Dr. Abdul Muhari, S.Si., M.T., menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dibangun melalui proses pembelajaran dan latihan yang berkelanjutan. Ancaman bencana tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi risiko terhadap keselamatan manusia dapat dikurangi melalui mitigasi yang tepat, kesiapan infrastruktur, serta kemampuan masyarakat merespons peringatan dan melakukan evakuasi secara benar.

“Kesiapsiagaan bencana itu bukan pembelajaran sekali untuk seumur hidup, melainkan pembelajaran seumur hidup. Kejadian bencananya sendiri tidak bisa kita hentikan. Namun, yang wajib kita lakukan sebagai manusia adalah mengurangi dampak risikonya,” ujar Abdul Muhari saat membuka Sharing Season bertajuk “Implementasi SPAB dan Aksi Merespon Peringatan Dini (AMPD) Menghadapi Ancaman Gempa, Megathrust & Letusan Gunung Api di Banten”, yang diselenggarakan oleh Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah di Kota Serang, Banten, Selasa (13/10).

Dalam konteks ancaman tsunami, kesiapan masyarakat menjadi bagian penting dari efektivitas sistem peringatan dini. Sirine yang berfungsi harus diikuti pemahaman mengenai tindakan penyelamatan, termasuk kapan harus melakukan evakuasi, jalur yang perlu dilalui, dan lokasi aman yang dituju. Oleh karena itu, simulasi secara berkala diperlukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui prosedur, tetapi juga terbiasa menerapkannya ketika menghadapi keadaan darurat.

Sejalan dengan hal tersebut, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Banten, Budi Santoso, AP., M.Si., menegaskan bahwa aktivasi sirine dan simulasi evakuasi bukan sekadar pengujian teknis peralatan, melainkan bagian dari upaya memastikan sistem peringatan dini berfungsi dan masyarakat siap merespons ancaman tsunami.

“Kegiatan ini bukan sekadar membunyikan sirine, tetapi merupakan upaya untuk memastikan sistem peringatan dini berfungsi dengan baik, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman tsunami. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko bencana,” ujar Budi Santoso.

Melalui simulasi tersebut, masyarakat berlatih mengenali bunyi sirine tsunami, mengikuti arahan petugas kebencanaan, menggunakan jalur evakuasi yang telah ditetapkan, serta menuju Tempat Evakuasi Sementara (TES) atau Tempat Evakuasi Akhir (TEA) yang aman sesuai dengan rencana evakuasi di wilayah masing-masing.

Latihan ini menjadi bagian dari upaya membangun respons yang terlatih sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan tanpa menunda-nunda ketika peringatan diterima. Dalam situasi darurat, pemahaman terhadap tanda peringatan dan jalur evakuasi dapat membantu mengurangi keterlambatan mengambil tindakan serta menekan risiko jatuhnya korban jiwa.

*Perkuat Kesiapsiagaan Berbasis Desa dan Kelurahan*

Penguatan kesiapsiagaan masyarakat pesisir Banten juga dilakukan melalui pendekatan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Melalui Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) pada 2024, BNPB bersama pemerintah daerah telah membentuk 22 Desa Tangguh Bencana (Destana) di wilayah pesisir Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Di Kabupaten Lebak, Destana tersebut meliputi Desa Bayah Barat dan Sawarna di Kecamatan Bayah, Muara di Kecamatan Wanasalam, Pondok Panjang di Kecamatan Cihara, serta Siturgen dan Sukajadi di Kecamatan Panggarangan.

Di Kabupaten Pandeglang, desa yang terlibat meliputi Panimbang Jaya di Kecamatan Panimbang, Caringin dan Cigondang di Kecamatan Labuan, Sumberjaya di Kecamatan Sumur, Carita di Kecamatan Carita, serta Cikiruh Wetan di Kecamatan Cikeusik.

Sementara itu, di Kabupaten Serang, Destana tersebar di Desa Argawana, Salira, dan Sumuranja di Kecamatan Puloampel, Desa Anyer di Kecamatan Anyer, serta Desa Karang Suraga dan Bulakan di Kecamatan Cinangka. Di Kota Cilegon, penguatan kesiapsiagaan berbasis masyarakat mencakup Kelurahan Gerem di Kecamatan Grogol, Kubangsari di Kecamatan Ciwandan, serta Lebak Gede dan Mekarsari di Kecamatan Pulomerak.

Keberadaan Destana menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas masyarakat untuk mengenali ancaman, memahami sistem peringatan dini, menyusun rencana evakuasi, dan berkoordinasi dengan petugas kebencanaan. Kapasitas tersebut perlu terus diperkuat melalui edukasi, pembaruan informasi risiko, serta latihan yang melibatkan masyarakat dan unsur terkait di tingkat desa atau kelurahan.

BNPB juga menekankan pentingnya mengintegrasikan budaya sadar bencana ke dalam kehidupan sehari-hari. Kesiapsiagaan tidak semestinya hanya muncul ketika latihan berlangsung atau setelah bencana terjadi, tetapi perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh melalui keluarga, lingkungan masyarakat, satuan pendidikan, dan berbagai ruang aktivitas publik. Dengan demikian, pengetahuan mengenai ancaman dan tindakan penyelamatan dapat menjadi bekal yang melekat ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.

Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, petugas kebencanaan, dunia usaha, media, relawan, lembaga pendidikan, serta masyarakat. Sinergi lintas sektor diperlukan untuk memastikan informasi peringatan dapat diterima dan dipahami, jalur evakuasi diketahui masyarakat, serta prosedur penyelamatan dapat dijalankan sesuai kondisi dan karakteristik wilayah masing-masing.

Melalui aktivasi sirine dan simulasi evakuasi yang dilakukan secara berkala, BNPB bersama pemerintah daerah mendorong agar kesiapsiagaan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat pesisir, bukan sekadar agenda sesaat. Sistem peringatan dini yang berfungsi perlu berjalan beriringan dengan pemahaman risiko, rencana evakuasi yang jelas, dan kemampuan masyarakat merespons ancaman secara tepat.

Pada akhirnya, keberhasilan peringatan dini tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan peralatan yang tersedia, tetapi juga oleh kesiapan manusia dalam meresponsnya. Dengan latihan yang konsisten, koordinasi yang kuat, dan keterlibatan aktif masyarakat, kawasan pesisir Banten diharapkan semakin siap menghadapi ancaman tsunami. Kesiapsiagaan yang terus dipelihara menjadi fondasi untuk melindungi keselamatan jiwa sekaligus membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.**

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPATK Temukan Transaksi di 280 Rekening Terkait Kasus Korupsi Baru dan Lama

    PPATK Temukan Transaksi di 280 Rekening Terkait Kasus Korupsi Baru dan Lama

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkap sebanyak 280 rekening menunjukan aktivitas tindak pidana korupsi mencapai triliunan. Berdasarkan data PPTAK, saldo per 5 Februari tahun 2025 sebesar Rp 7,5 triliun, saldo dormant terkini mencapai Rp 548,2 miliar. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana menjelaskan, hasil temuan pihak PPATK dari ratusan rekening tersebut, mengarah kepada kasus […]

  • Ilham Akbar Habibie; Salah Kelola, Pembangunan Geothermal Butuh Literasi Terhadap Masyarakat

    Ilham Akbar Habibie; Salah Kelola, Pembangunan Geothermal Butuh Literasi Terhadap Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode 2024-2027, Dr.-Ing. Ilham Akbar Habibie, M.B.A,mengatakan, pembangunan geothermal di pulau Flores,NTT butuh literasi kepada masyarakat di wilayah setempat. Edukasi harus dilakukan dengan masif sehingga benar-benar paham akan kemanfaatannya. Pernyataan itu disampaikan usai acara acara dialog “Re-Industrialisasi dan Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas” yang dihelat Forum Dialog Nusantara di […]

  • Kasatgas PRR Fokus Percepat Pemulihan di Wilayah Prioritas Pascabencana

    Kasatgas PRR Fokus Percepat Pemulihan di Wilayah Prioritas Pascabencana

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Msinews.com – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan, progres terkini pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).   Tito mengatakan kendati masih terdapat sejumlah kabupaten yang membutuhkan atensi penanganan lanjutan, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak bencana kini telah berangsur normal. […]

  • Golkar Gagas RUU Komoditas Strategi untuk Lindungi Tembakau

    Golkar Gagas RUU Komoditas Strategi untuk Lindungi Tembakau

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Anggota Baleg DPR Firman Soebagyo memaparkan pentingnya keberadaan komoditas tembakau bagi perekonomian nasional. Dalam sejarahnya, Firman mengungkapkan bahwa tembakau bukanlah komoditas asli Indonesia, VOC membawa komoditi ini masuk ke Indonesia dalam rangka untuk kebutuhan mereka. Namun hingga kini keberadaan tembakau mampu menghidupi hajat hidup orang banyak. Bahkan, lanjut Firman, tembakau Indonesia pernah menguasai […]

  • Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS

    Sekjen Kemendagri Minta Pemda Optimalkan Pendataan Calon Penerima BSPS

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 177
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Perintah daerah (Pemda) diminta untuk mengoptimalkan pendataan calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah agar tepat sasaran. Menurutnya, Pemda berperan penting untuk memastikan program tersebut benar-benar menyentuh masyarakat miskin yang masih menempati rumah tidak layak huni. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir. “Oleh sebab itu […]

  • Polsek dan Pol PP Lawa Raya, Muna Barat Sosialisasi Miras

    Polsek dan Pol PP Lawa Raya, Muna Barat Sosialisasi Miras

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Muna Barat,msinews.com- Kepolisian Sektor wilayah Lawa Raya, Kabupaten Muna Barat,Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar sosialisasi miras . Hal itu mengingat sepanjang tahun 2024, tercatat 21 kasus kekerasan yang terjadi akibat konsumsi minuman keras (miras). Untuk itu, pihak penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Setempat menghimbau masyarakat untuk lebih peduli dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Dalam […]

expand_less