Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » BNPB: Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi Industri Butuh Perubahan Paradigma dan Dokumen Darurat yang Taktis di Lapangan

BNPB: Mitigasi Bencana Kegagalan Teknologi Industri Butuh Perubahan Paradigma dan Dokumen Darurat yang Taktis di Lapangan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA CILEGON – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa penguatan kesiapsiagaan menghadapi bencana kegagalan teknologi industri memerlukan pergeseran paradigma mendasar serta dokumen rencana kedaruratan yang ringkas dan taktis. Penegasan ini disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., saat menjadi pemateri utama dalam Seminar Nasional Kesiapsiagaan Bencana Kegagalan Teknologi Industri di Kota Cilegon, Banten, pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026.

Dalam paparannya, Abdul Muhari menyoroti pentingnya meluruskan cara pandang terhadap pemicu krisis di tingkat global. Menurutnya, paradigma kebencanaan dunia kini memandang bahwa fenomena alam murni bertindak sebagai sumber ancaman (natural hazard), sementara status bencana baru akan terwujud tatkala elemen kelalaian atau faktor manusia turut berkontribusi di dalamnya. Oleh karena itu, murni atau tidaknya dampak yang timbul sangat bergantung pada bagaimana manusia mengantisipasi potensi bahaya tersebut.

“Secara global, kita sebenarnya sudah tidak lagi mengenal istilah bencana alam dan bencana nonalam secara terpisah, karena yang ada itu adalah _natural hazard_ atau ancaman alam, bukan _natural disaster_ atau bencana alam. Ancaman dan bahayanya yang ada dari alam, bukan bencananya. Kalau sudah menjadi bencana, biasanya pasti ada faktor manusia di dalamnya,” tegas Abdul Muhari.

Atas dasar itulah, BNPB mendorong implementasi lima agenda utama penanganan risiko terpadu, mulai dari kajian spasial bahaya alam yang memicu kecelakaan industri, pengujian sistem keselamatan fasilitas, penyusunan rencana kontingensi, peringatan dini dan perlindungan masyarakat, hingga latihan lintas sektor yang melibatkan sinergi pemerintah dan swasta. Kendati demikian, Muhari memberikan catatan krusial agar seluruh skenario tersebut tidak terjebak dalam formalitas birokrasi yang rumit, terutama dalam hal penyusunan dokumen operasional di daerah.

“Kalau di Jepang itu renkon (rencana kontingensi) itu cuman satu halaman A4, ditempel di dinding. Dan itu bahasanya sederhana, _commanding_, direktif, bahasa untuk perintah, sehingga jelas kalau kondisi apa lalu apa, pakai apa, di mana, untuk siapa, dan tugasnya apa. Jadi bukan kumpulan dokumen ratusan halaman, ujar Abdul Muhari.

Urgensi pembenahan sistem ini menurut Muhari, juga didasari oleh tingginya kerentanan wilayah perkotaan padat industri di tanah air. Berdasarkan data BNPB, hingga pertengahan Oktober 2026 telah tercatat sebanyak 2.096 kejadian bencana di Indonesia yang didominasi oleh faktor hidrometeorologi sebesar 99,14% (seperti karhutla, banjir, cuaca ekstrem, kekeringan, dan tanah longsor) serta geologi sebesar 0,86%, dengan dampak kumulatif yang mengakibatkan ratusan korban jiwa serta lebih dari 5,6 juta jiwa menderita dan mengungsi.

Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, kegagalan teknologi dikategorikan sebagai bencana nonalam yang ancamannya kian nyata tatkala fenomena alam seperti gempa bumi atau tsunami memicu kecelakaan sistemik berantai (cascading impact). Di samping itu, ancaman kegagalan teknologi dapat menimbulkan dampak masif yang melampaui batas fasilitas fisik, merujuk pada pengalaman penanganan pandemi serta insiden keruntuhan bangunan seperti kasus _pancake collapse_ pada musala Pondok Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, termasuk tragedi nuklir Fukushima di Jepang pada tahun 2011 akibat hantaman tsunami yang melumpuhkan sistem pendingin reaktor, di mana kelalaian dalam mengantisipasi skala ancaman memperparah krisis yang terjadi.

Jika dikaitkan, konteks ancaman berantai ini sangat relevan dengan karakteristik geografis Kota Cilegon dan pesisir Selat Sunda yang diapit oleh aktivitas tektonik-vulkanik serta konsentrasi industri berat, pelabuhan, dan fasilitas energi. Belajar dari sejarah Tsunami Selat Sunda 2018, di mana runtuhnya sebagian badan Gunung Anak Krakatau memicu gelombang besar yang diredam secara parsial oleh gugusan pulau kecil di sekitarnya, maka otomatis wilayah padat industri seperti Cilegon dan daerah lain seperti Cilacap memiliki kerentanan terhadap potensi tsunami fire atau kebakaran kilang minyak akibat pergerakan tangki bahan berbahaya saat gempa.

Melalui momentum Peringatan Bulan PRB 2026 di Provinsi Banten ini, BNPB mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengubah cara pandang mitigasi dari sekadar pemenuhan administratif di atas kertas menjadi kesiapan operasional yang cepat, terpadu, dan berorientasi langsung pada keselamatan masyarakat di kawasan industri.

Ketangguhan sebuah kawasan industri tidak lagi dinilai sebatas dari kepatuhan standar keselamatan internal, melainkan dari sejauh mana sistem tersebut mampu melindungi masyarakat sekitar dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Implementasi konkrit dari kelima langkah strategi diharapkan mampu menjadi fondasi kokoh bagi Banten dan Indonesia dalam mewujudkan wilayah industri yang aman, adaptif, serta tangguh menghadapi segala bentuk ancaman bencana.**

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tok, DPR RI Sepakati Penambahan Dua Komisi dan Satu Badan Baru

    Tok, DPR RI Sepakati Penambahan Dua Komisi dan Satu Badan Baru

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com -Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI),Selasa (15/10/2024) menggelar Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2024-2025 menyepakati penambahan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) untuk DPR RI Periode 2024-2029. Paripurna ini menyepakati penambahan dua Komisi  dari sebelumnya 11 menjadi 13 Komisi di DPR RI. “Rapat Konsultasi Pimpinan DPR dan Pimpinan fraksi-fraksi DPR RI tanggal […]

  • Penguatan Komunikasi Seluruh Desk, Kemenko Polkam: Sense of Awareness Media Itu Penting

    Penguatan Komunikasi Seluruh Desk, Kemenko Polkam: Sense of Awareness Media Itu Penting

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan menegaskan pentingnya pentingnya penguatan koordinasi komunikasi publik lintas kementerian dan lembaga (K/L) dalam menghadapi derasnya arus informasi, serta meningkatnya ancaman disinformasi. “Persoalan komunikasi media tidak bisa lagi ditunda, diperlukan sense of awareness yang tinggi di bidang media, mengingat peran media yang sangat strategis dalam membentuk opini publik […]

  • Timwas Haji DPR Temukan Bus untuk Haji RI Jauh dari Harapan ‘Ramah Lansia’

    Timwas Haji DPR Temukan Bus untuk Haji RI Jauh dari Harapan ‘Ramah Lansia’

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Madinah,msinews.com-Timwas Haji DPR RI melakukan sidak transportasi jemaah haji RI ke Terminal Shaeeb Amer, Makkah. Timwas menilai bus untuk jemaah masih jauh dari harapan ‘ramah lansia’. Timwas yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Loedwijk Freidrick Paulus, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily mendatangi Terminal Shaeeb Amer, pada Selasa (11/6/2024) siang waktu setempat. Turut […]

  • Menggambar Penting Bagi Kehidupan

    Menggambar Penting Bagi Kehidupan

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Oleh A. Erwan Suryanegara  “Naik-naik ke puncak gunung, Tinggi, tinggi sekali, Naik-naik ke puncak gunung, Tinggi, tinggi sekali.” SENGAJA dalam mengawali tulisan ini dikutif selarik syair lagu anak-anak NAIK KE PUNCAK GUNUNG, sekedar mengingatkan akan dunia kanak-kanak yang polos, jujur, tanpa beban, dunia bermain, dunia belajar dari waktu ke waktu. Masa kanak-kanak itulah kemampuan motorik […]

  • Jelang Lebaran, Legislator Siap Perjuangkan Nasib Pekerja yang di PHK

    Jelang Lebaran, Legislator Siap Perjuangkan Nasib Pekerja yang di PHK

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 233
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM– Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago, mengkritik keras pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang menimpa 61 karyawan PT Hakaaston. Para karyawan yang di-PHK tersebut adalah eks karyawan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta. Kritik tersebut disampaikan Irma Suryani saat menerima audiensi 20 perwakilan serikat pekerja PT Hakaaston di ruang Fraksi NasDem, Komplek Parlemen, Senayan, […]

  • Pemkab dan Polres Keerom Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

    Pemkab dan Polres Keerom Launching Penanaman Jagung 1 Juta Hektar

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Keerom msinews.com– Pemda Kabupaten Keerom Provinsi Papua bekerjasama dengan Polres Keerom melakukan Launching Penanaman Jagung seluas 1 Juta hektar (ha) di Kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kab. Keerom, Selasa pekan ini. Kegiatan tersebut dalam rangka mendukung program Presiden Republik Indonesia Asta Cita Swasembada Pangan 2025. Dalam kesempatan itu, Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.I.K., S.H […]

expand_less