Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Peziarah Pengharapan adalah Kesatria Cahaya

Peziarah Pengharapan adalah Kesatria Cahaya

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Agustinus Tetiro, anggota Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)

DALAM suatu talkshow bersama presenter Najwa Shihab, Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa akhir-akhir ini penulis favoritnya adalah novelis Brasil, Paulo Coelho. Prabowo mengajak anak-anak muda Indonesia untuk membaca karya Coelho berjudul: “Warrior of the Light. A Manual” (Manual Do Guerrero Da Luz/Kitab Suci Kesatria Cahaya). “Buku ini bagus, tidak tebal, membangkitkan semangat dan mempunyai nilai filosofi tinggi,” demikian Presiden Prabowo.

Buku yang direkomendasikan Prabowo di atas “Warrior of the Light. A Manual” bersama salah satu buku lainnya lagi berjudul “Maktub” disiapkan sang pengarang Paulo Coelho sebagai bacaan pendamping untuk salah satu novelnya berjudul “The Alchemist” (O Alquimista/Sang Alkemis), yang juga masuk dalam bacaan favorit Presiden AS Barrack Obama.

“Wa Ila Robbika Farghob”

The Alchemist bercerita tentang seorang anak laki-laki penggembala domba yang meninggalkan kampung halamannya dan mulai berziarah mengenal dunia dengan niatan besar menemukan harta karun. Orang tuanya mengirimkannya ke lembaga pendidikan calon imam Katolik, Seminari, namun dirinya memilih keluar dari Seminari dan menjadi gembala. Dalam ziarah panjang hidupnya, sang anak gembala kemudian bertemu dengan seorang raja, seorang guru, seorang Inggris, dan seorang alkemis. Tentu saja, yang tidak kalah menarik adalah rasa cintanya kepada anak gadis saudagar dan perempuan padang pasir bernama Fatima.

Rasa kagum dan kehendak untuk bisa belajar sesuatu dari pengalaman adalah hal yang melekat pada diri sang anak laki-laki. Dunia mula-mula sang anak lelaki adalah kampung halamannya di pedesaan Spanyol dengan tradisi Katolik yang kental. Dia belajar banyak dari kawanan domba gembalaannya yang dibawanya melintasi bukit dan lembah, masuk kampung, desa hingga ke kota. Dia mengaku, dari domba-dombanya dia belajar tentang bahasa universal.

Dalam suatu peziarahan sebagai gembala, dia kemudian bertemu dengan seorang yang mengaku sebagai Raja Salem. Raja Salem ini yang mendorongnya untuk mencari harta karun. Raja Salem memberinya dua batu: Urim dan Tumim.

Mulailah petualangannya menuju negeri Piramida-Piramida itu. Di tengah pasar di salah satu daerah di jazirah Arab, sang anak kecopetan atau lebih tepatnya ditipu oleh seorang pemuda di daerah sekitar pasar. Dalam kondisi tidak memiliki apa-apa lagi, sang anak melamar menjadi seorang penjaga toko gelas-gelas kristal. Pemilik toko ini seorang penganut Islam yang taat. Dia merindukan bisa ke tanah suci Mekkah, namun tidak pernah kesampaian. Kehadiran sang anak mengagetkan serentak mengubah sebagian kebiasaan sang pemilik toko. Mulai dari mempertanyakan beberapa hal hingga mengubah tampilan dagangannya. Sang pemilik toko digambarkan sebagai seseorang tidak mau ada perubahan lagi dalam hidupnya.

“Aku takut kalau impianku menjadi kenyataan, aku jadi tidak punya alasan lagi untuk hidup… Tidak semua orang merasa bahagia kalau mimpinya menjadi kenyataan,” demikian yakin si pedagang.

Suatu hari, sang anak meminta izin untuk melanjutkan perjalananya mencari harta karun dengan mengikuti gerombolan peziarah yang dipandu para pengendara unta. Dia bertemu dengan seorang Inggris yang sibuk membaca buku dan sangat jarang melihat pemandangan dalam perjalanan. Sesekali mereka masuk dalam obrolan dan silang pendapat yang sengit. Dari si orang Inggris yang kutu buku ini, sang anak tahu tentang keberadaan sang alkemis, dia yang mengetahui banyak pengetahuan dan rahasia dunia.

Perjalanan melintasi padang pasir kemudian mengharuskan mereka beristirahat di sebuah perkampungan oasis, untuk menghindari perang saudara yang tengah terjadi antarkaum di padang pasir. Mereka bergaul dengan orang-orang padang pasir setempat. Tertarik akan alkemis, sang anak mencari tahu ke orang-orang asli di situ. Di tepi sumurlah, sang anak bertemu kekasihnya Fatima, puteri padang pasir yang juga selalu menyatakan harapannya kepada padang pasir untuk memberinya hadiah. Baginya, pertemuan dengan sang anak lelaki adalah hadiah dari padang pasir.

Maktub! yang berarti: “seperti yang telah tertulis”. Demikianlah yang diyakini oleh Fatima dan masyarakat Arab, bahwa segala sesuatu telah ditentukan Allah untuk kita umat manusia. Orang Arab dan umat Islam percaya, Wa Ila Robbika Farghob (dan hanya kepada Tuhanlah engkau berharap)

Si anak lelaki dan Fatima saling jatuh cinta dengan amat mendalam. Dengan harapan dan cinta yang mendalam itu, sang anak lelaki melanjutkan perjalanannya ke Mesir ditemani oleh sang alkemis. Ada banyak pengalaman dan pelajaran bermakna selama perjalanan sampai kemudian mereka ditangkap oleh pasukan perang di padang gurun. Sang Alkemis mempertaruhkan si anak lelaki dengan menyatakan kepada kepala pasukan bahwa sang anak adalah orang sakti yang bisa mengubah dirinya menjadi angin dan memporak-porandakan tempat mereka.

Dengan berani dan rasa takut, sang anak lelaki memulai sesuatu yang membuatnya lebih mendengarkan hatinya: berbicara dengan (padang) pasir, angin dan matahari. Menjadi Kesatria Cahaya, memasuki Jiwa Dunia, berbicara dengan Tangan yang telah melukiskan semuanya: Tuhan. Akhirnya, dia dianggap lulus oleh sang alkemis dan pemimpin pasukan perang kaum padang pasir.

Dia melanjutkan perjalanannya sendirian dan tiba di piramida, lalu mulai menggali harta karunnya. Suatu hari beberapa penjahat datang hendak menjarahnya, namun seorang dari mereka menertawakannya: “aku juga pernah bermimpi sepertimu, hanya dalam mimpiku ada perintah: pergilah ke Spanyol dan jadilah gembala domba”. Sang anak lelaki mengikuti pesan itu dan kembali ke kampung halamannya. Hidupnya dan jalan yang ditempuhnya telah memberinya cukup pertanda-pertanda.

“Makhtub dan Tanda-Tanda Zaman”

Maktub memang berarti seperti yang telah tertulis, tetapi orang Arab juga bisa memaknai kata itu lebih luas. Apa yang telah ditulis Allah adalah yang paling baik untuk umat-Nya. Allah itu maha pengampun dan maha penyayang.

Kisah sang anak laki-laki penggembala domba dalam The Alchemist memperlihatkan kepada kita pengalaman-pengalaman keberhasilan dan kegagalan seorang anak manusia. Kita perlu menyimak kedua-duanya, baik itu keberhasilan pun kegagalan. Jangan hanya mengingat kegagalan, agar kita tidak lumpuh, putus asa dan hilang motivasi serta harapan. Jangan pula hanya melihat keberhasilan yang membuat kita lupa diri dan merasa paling bijaksana.

Kita masih berada di awal tahun dan mungkin sedang menyusun resolusi. Pada salah satu halaman “Warrior of the Light”, Coelho menulis: “Sebelum memulai pertempuran penting, Kesatria Cahaya bertanya pada dirinya sendiri, “Seberapa jauh aku telah mengasah dan mengembangkan kemampuan-kemampuanku?”

Harta karun itu tetap menunggu kita entah dalam suatu senyuman kecil bagi sesama ataupun pencapaian besar yang diberikan kepada pundak kita. Tugas kita adalah bijak dan cerdas membaca tanda-tanda zaman. Paulo Coelho menutup “Makhtub” dengan imperatif yang penuh inspirasi: “Tidak ada yang menjemukan di dunia ini, kecuali dalam cara kita memandang dunia. Jangan berhenti mengeksplorasi…!”

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV DPR RI Tinjau Taman Nasional Gunung Leuser,Aceh Tenggara

    Komisi IV DPR RI Tinjau Taman Nasional Gunung Leuser,Aceh Tenggara

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Aceh Tenggara,msinews.com-Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI Budhy Setiawan dan rombongan tiba di Pendopo Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) Provinsi Aceh Senin sore setelah melalui perjalanan darat selama 8 jam dari Bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara (15/7/2024). Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RImenegaskan, Kunjungan Kerja Reses kali ini memiliki sejumlah […]

  • Jokowi: IKN Tak Andalkan Pemerintah, Dunia Usaha Juga Masuk

    Jokowi: IKN Tak Andalkan Pemerintah, Dunia Usaha Juga Masuk

    • calendar_month Sabtu, 23 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

      Jakarta – Presiden Jokowii melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Hotel Vasanta dikawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur. Jokowi menegaskan pembangunan IKN Nusantara, tidak hanya mengandalkan anggaran Pemerintah Pusat saja. Namun kata dia Dunia Usaha saat ini sudah mulai pada masuk. “Kita hanya ingin menyampaikan kepada dunia usaha bahwa pembangunan di Ibu Kota […]

  • Wamendagri Dukung Peran Aktif Penyuluh Pertanian dalam Program Irigasi

    Wamendagri Dukung Peran Aktif Penyuluh Pertanian dalam Program Irigasi

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Makassar,msinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendukung peran aktif penyuluh pertanian dalam program irigasi. Hal ini ditegaskan Bima pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2025. Rakor dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan diikuti kementerian/lembaga (K/L) terkait. Bima menekankan, keberhasilan program irigasi […]

  • Pj. Bupati Lambar

    Pj. Bupati Lambar Tinjau Progres Pembangunan PLTMH: Investasi Ramah Lingkungan Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Lambar, MSINews – Pj. Bupati Lampung Barat, Nukman bersama Asisten Bidang Prekonomian dan Pembangunan, Wasisno Sembiring, serta pihak terkait peninjauan terhadap progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) pada Jum’at (26/01/2024). Pembangunan PLTMH ini, yang berlokasi di Pekon Way Petai, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, ditangani oleh PT. Adimitra Energi Hidro […]

  • Sri Mulyani: 20 Juta Keluarga Tergantung pada Uang Pajak , Sambung Subsidi dan Bansos

    Sri Mulyani: 20 Juta Keluarga Tergantung pada Uang Pajak , Sambung Subsidi dan Bansos

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Jakarta, Infomsi-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bahwa lebih dari 20 juta keluarga bergantung pada uang pajak. Menurutnya manfaat pajak selama ini dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk subsidi hingga bantuan sosial. “Kesejahteraan lebih dari 20 juta keluarga sangat tergantung pajak dari sisi sumbangan atau subsidi sosial,” ucapnya dalam acara kampanye Spectaxcular di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu […]

  • Ketua MPR RI Berharap, Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo – Gibran Diisi Figur Kompeten

    Ketua MPR RI Berharap, Kabinet Baru Pemerintahan Prabowo – Gibran Diisi Figur Kompeten

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua MPR RI, Dr. Bambang Susatyo menekankan pentingnya figur kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Raka Buming Raka 2024-2029 harus memiliki loyalitas total. Menurutnya, hal tersebut penting mengingat tantangan dunia kedepan atas berbagai krisis akibat perang dan bencana alam akan mempengaruhi kondusifitas dalam negeri. “Para pembantu presiden nanti harus mampu bekerja 1 kali 24 jam selama […]

expand_less