Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Tinggal 20 tahun lagi, Gen Z harus Segera Disiapkan Jadi Pemimpin

Tinggal 20 tahun lagi, Gen Z harus Segera Disiapkan Jadi Pemimpin

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 166
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banten,msinews.com-Generasi muda yang saat ini berada di usia 17-30 tahun sudah seharusnya menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri, menguasai bidang masing-masing dan menempa dirinya bermental baja. Pasalnya, mereka ini, yang disebut sebagai Generasi Z, bakal menduduki tampuk pimpinan nasional atau bangsa saat Indonesia berusia 100 tahun atau mencapai tahun keemasannya pada tahun 2045.

Demikian dikemukakan Sekum DPD IKAL LEMHANNAS PROVINSI BANTEN, AM Putut Prabantoro, dalam One Day Workshop dengan tema “Pancasila dalam Aksi” yang digelar Yayasan Yaski, Heartline Radio, dan DPD IKAL Lemhannas Provinsi Banten, di Gedung Heartline Center, Villa Permata, Jl. Permatasari Lippo Karawaci Tangerang, Sabtu (14/6/2025). Acara dipandu oleh MC Hana Naftali dan Moderator Dika Aruan dari Heartline 100.6 FM.

Hadir pula sebagai pembicara dari DPD IKAL Lemhannas Provinsi Banten Ketua DPD Mayjen TNI Purn. Achmad Yuliarto yang membahas soal Pancasila, Achmad Jubaedi yang berbicara soal UUD 1945, Anis Choirunnisa yang berbicara soal Bhinneka Tunggal Ika dan Nyi Mas Diane W menjelaskan soal Merawat Indonesia dengan Aksi Positif. Workshop menjadi hidup ketika, Kak Mul Disini, seorang songwriter yang berpengalaman mengajak para peserta untuk membuat lagu dari materi workshop yang diberikan.

Dalam penjelasannya, Putut Prabantoro menjelaskan, bahwa Generasi Z hanya tinggal punya waktu 20 tahun untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin nasional jika dilihat dari tahun 2025 . Duapuluh tahun waktu yang tidak lama. Mungkin generasi Milenial, dan sedikit X masih bisa mengalami masa keemasan Indonesia, namun tidak bagi generasi Baby Boomer dan sebagian besar X.

“Apakah di 2045 Indonesia masih ada? Apakah NKRI masih utuh, apakah 17 ribu sekian pulau masih milik kira atau sudah dijual? Nah, itu tugas kalian semua yang bisa saja jadi menteri, kepala daerah, anggota DPR, politisi, dan seagainya,” tutur Putut Prabantoro.

Ketua DPD IKAL LEMHANNAS Provinsi Banten, Mayjen TNI Achmad Yuliarto dalam pembekalannya tentang Pancasila di Radio Heartline, Karawaci, Tangerang, Sabtu (14/06/2025).

Putut Prabantoro mengingatkan bahwa pada 2045 Indonesia telah berubah, menyesuaikan perubahan dunia secara keseluruhan. Digitalisasi sudah menjadi kehidupan sehari-hari dan menyeluruh seluruh Indonesia. Banyak pekerjaan menggunakan robot, atau pun kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pada akhirnya, Persaingan pekerjaan tidak hanya dengan manusia saja, tetapi juga dengan AI.

“Yang menjadi pertanyaan adalah, kalian mau membawa Indonesia ke mana? Apa yang akan kalian persiapkan bagi diri sendiri agar kelak menjadi pemimpin nasional?,” kata Putut Prabantoro.

*SILA KETIGA*
Putut Prabantoro menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, sumber segala sumber hukum dan juga filosofi kehidupan bangsa merupakan ideologi yang paling pas bagi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai perbedaan. Kebhinnekaan Indonesia terlihat dari banyaknya suku, bahasa, budaya, dan agama, bahkan makanan.

Putut Prabantoro menekankan pentingnya Sila Ketiga yakni Persatuan Indonesia karena merupakan kekuatan (center of gravity) Pancasila. Menurutnya, jika ingin menguasai Indonesia, cara yang paling mudah yakni menghancurkan Sila Ketiga. Caranya dengan melakukan adu domba yang kemudian menmbulkan konflik. Konflik antar agama, antar suku, antar ras, antara orang miskin dan kaya, antar siswa, antar mahasiswa, antar orang tua dan sebagainya. Kehancuran Indonesia bisa terjadi juga karena narkoba, judol dan pijol yang banyak memakan korban para generasi Z. Dan ancaman ini harus benar-benar dihadapi dan diberantas.

Terkait era media sosial (Medsos), Putut Prabantoro mengingatkan generasi muda untuk mewaspadai dengan istilah FOMO – Fear Of Missing Out atau kekhawatiran tidak up to date, tidak kekinian, tidak gaul atau dianggap sebagai orang terbelakang. Menjadi orang yang terpinggirkan, atau dianggap tidak ada ini akan menjadi beban mental generasi Z dan Milineal.

“Kalau tidak nonton film Jumbo tidak up to date, ketinggalan jaman. Tapi gak punya uang, terus pinjam ke Pinjol,” tukasnya. Putut Prabantoro juga mengingatkan bahwa jejak digital tidak bisa dihapus. Jika terperosok pada pelanggaran hukum, norma, susila dan sebagainya, jejak itu tidak terhapus dan akan ikut seumur hidup. “Lalu kalau sudah terperosok, tercemar akan jadi apakah kita nanti? Jika jejak digital kita warnya hitam, apakah kita bisa memutihkan menjadi pemimpin masa depan?,“ ucapnya.

Oleh karena itu, Putut Prabantoro mewanti-wanti agar kaum muda menggunakan akal budi yang sehat, emosi yang stabil dalam bermedia sosial. Mereka harus bijak menyikapi dan menghadapi perubahan jaman. “Negara dan bangsa Indonesia memerlukan Anda semua. Harus menjadi apa? Atau menjadi siapa?,“ katanya.

*DIPERLUKAN AKTUALISASI*
Mayjen TNI Purn. Achmad Yuliarto – Ketua DPD IKAL Lemhannas Provinsi Banten, membuka acara dengan sesi yang mengulas tentang Pancasila itu sendiri. Dalam sesi ini, ia mengajak peserta untuk memahami Pancasila bukan hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang relevan untuk diterapkan di zaman modern ini.

“Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dalam sesi Undang-Undang Dasar 1945, Achmad Jubaedi membahas keterkaitan erat antara Pancasila dengan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945). Ia menjelaskan bagaimana UUD 1945 sebagai konstitusi negara Indonesia yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai luhur Pancasila, serta pentingnya generasi muda untuk mengerti dan memahami dasar negara yang menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan keputusan negara.

Nyi Mas Diane W SPsi MA dalam sesi Bela Negara: Merawat Indonesia dengan Aksi Positif, memberikan perspektif baru tentang bagaimana generasi muda bisa berperan dalam membela negara melalui aksi-aksi positif di berbagai sektor kehidupan. Ia menekankan pentingnya rasa cinta tanah air yang tidak hanya diwujudkan dalam kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Anis Choirunnisa dari DPD IKAL LEMHANNAS Provinsi Banten, dalam pembekalannya tentang Bhinneka Tunggal Ika di Radio Heartline, Karawaci, Tangerang, Sabtu (14/06/2025).

Sedangkan dalam Sesi Bhinneka Tunggal Ika, Anis Choirunnisa mengingatkan kembali tentang pentingnya keberagaman dan toleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara memberikan ruang bagi keberagaman, dan generasi muda harus siap untuk menjadi agen perdamaian dan penguatan kebersamaan antar sesama anak bangsa.

Pada sesi penutupan, Kak Mul Disini, seorang songwriter yang berpengalaman, menyampaikan materi yang sangat menarik. Dengan tema Teknik Membuat Lagu dari Materi-Materi yang Diberikan. Kak Mul Disini mengajak peserta untuk berkreasi dengan mengolah materi-materi yang sudah disampaikan dalam sesi sebelumnya untuk menjadi karya seni berupa lagu. Ini adalah bentuk inovasi yang menyatukan seni dan nilai-nilai Pancasila dalam satu kesatuan yang kreatif.

Workshop ini dilaksanakan dengan menggunakan metode interaktif yang melibatkan peserta secara aktif. Peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengikuti sejumlah games kelompok yang hadir di setiap sesi.

Para fasilitator dari IKAL Lemhannas Provinsi Banten juga memberikan dukungan dan bimbingan selama sesi berlangsung, memastikan bahwa setiap peserta bisa menggali pemahaman lebih dalam dan mempersiapkan diri untuk menjadi agen perubahan yang membawa Pancasila ke dalam tindakan nyata.

Acara One Day Workshop ini berhasil menghadirkan semangat kebangsaan, menginspirasi peserta untuk tidak hanya memahami Pancasila, tetapi juga mengamalkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing. Para peserta diharapkan dapat menjadi duta-duta Pancasila yang mampu menghidupkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sosial mereka, sehingga menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih harmonis, maju, dan penuh solidaritas.

Pada akhirnya, Pancasila bukan hanya sebuah ideologi negara, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang harus dihidupkan melalui aksi nyata oleh generasi muda Indonesia. Acara ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa semangat Pancasila tetap hidup dan berkembang dalam setiap aspek kehidupan bangsa. (*)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis

    Menaker Yassierli: Pekerja dan Perusahaan Harus Jadi Mitra Strategis

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 168
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa pekerja dan perusahaan harus menjadi mitra strategis dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah. Kemitraan tersebut dinilai penting untuk menjaga daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja. Penegasan tersebut disampaikan Menaker Yassierli usai menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara manajemen PT Jasa Raharja dan Serikat […]

  • BMKG Umumkan Gempa Bumi di Sumatera, Ini Jenis, Dampaknya:

    BMKG Umumkan Gempa Bumi di Sumatera, Ini Jenis, Dampaknya:

    • calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta – BMKG sampai kejadian Gempabumi, Minggu 24/9/2023 pukul umumkan 08.27.33 WIB wilayah Pantai Tenggara Simeulue, Aceh diguncang gempa tektonik. BMKG menyampaikan hasil analisisnya menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Baca Juga : MA Luncurkan CSIRT, Lindungi Data Perkara dari Serangan Siber BMKG menyebut, Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,86° LU ; […]

  • Peringatan Isra Mikraj, Menag: Mari Tegakkan Salat!

    Peringatan Isra Mikraj, Menag: Mari Tegakkan Salat!

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta msinews.com-Umat Islam memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad saw. Menag Nasaruddin Umar mengatakan, salah satu pesan terpenting dari peristiwa Isra Mikraj adalah Salat. Menag ajak umat Islam untuk menegakkan Salat. Isra Mikraj adalah peristiwa monumental yang membawa pesan mendalam bagi umat manusia. Isra’ Mi’raj menjadi perjalanan suci dan bersejarah sekaligus titik balik kebangkitan dakwah Rasulullah […]

  • DPD RI : 26 RUU Tentang Kabupaten/Kota Harus Memperhatikan Karakteristik Daerah

    DPD RI : 26 RUU Tentang Kabupaten/Kota Harus Memperhatikan Karakteristik Daerah

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komite I DPD RI memandang bahwa 26 Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kabupaten/Kota harus berpihak kepada daerah pada segala aspeknya. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Komite I DPD RI Filep Wamafma saat memberikan pandangan pada rapat kerja pembahasan Tingkat I atas 26 (dua puluh enam) Rancangan Undang-Undang tentang Kabupaten/Kota yang telah dibahas secara tripartit antara DPR […]

  • Silaturahmi Kemensos, DPR dan Pendamping PKH, Apdet Data Dibereskan Rapih dan Jelas

    Silaturahmi Kemensos, DPR dan Pendamping PKH, Apdet Data Dibereskan Rapih dan Jelas

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Kementrian Sosial (Kemensos) RI melalui Plt. Sekretaris Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Robben Rico beserta Anggota Komisi VIII DPR RI Moh Hasbi Asyidiki mengapresiasi kinerja para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Pasalnya dengan tingginya semangat para pendamping, kemiskinan bisa diminimalisir. Ruben menitipkan kepada pendamping agar bekerja disiplin dan konsentrasi penuh. Sebab kata dia penyaluran bantuan […]

  • Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

    Inovasi Pembiayaan dan Keadilan Mobilitas Transportasi Publik

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    PEMBANGUNAN  angkutan umum masa depan tidak lagi sekadar berfokus pada pengadaan armada, melainkan pada keberanian merancang terobosan skema pembiayaan dan pemetaannya sebagai hak dasar mobilitas warga. Di tengah terbatasnya ruang fiskal, sinergi investasi antara lembaga keuangan nasional dan pemerintah daerah menjadi titik balik penting dalam mengakselerasi konektivitas perkotaan secara berkelanjutan._ Rencana keterlibatan Badan Pengelola Investasi […]

expand_less