Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Catatan 26 Tahun Reformasi, Evaluasi Dan Refleksi

Catatan 26 Tahun Reformasi, Evaluasi Dan Refleksi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 23 Mei 2024
  • visibility 169
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com-Sebuah diskusi bertajuk “Catatan 26 Tahun Gerakan Reformasi, Antara Kenyataan dan Harapan” diselenggarakan di Jl. Diponegoro No.72, Jakarta Pusat,Tabu (22/5/2024).

Merupakan  bagian dari peringatan 26 tahun Reformasi yang dihadiri oleh para aktivis 1998, akademisi, dan masyarakat sipil.

Diskusi ini menyedot perhatian banyak pihak karena berfokus pada evaluasi perjalanan Indonesia sejak Reformasi 1998 hingga kini, serta membahas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa kedepan.

Memang, momen 22 Mei 1998 menjadi titik balik penting bagi Indonesia ketika gerakan Reformasi berhasil menggulingkan rezim Orde Baru yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.

Hal yang penting dicatat bahwa Gerakan tersebut membawa harapan besar akan perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, setelah 26 tahun berlalu, banyak harapan tersebut belum sepenuhnya terwujud.

Sejarawan Indonesia Bonnie Triana memaparkan perspektif historis mengenai peristiwa Reformasi 1998.

Kilas balik historis dan refleksi ini menimbulkan pertanyaan mengapa bangsa ini mudah lupa. Meskipun lupa merupakan hal manusiawi, kita tidak pernah secara serius memperbaiki masa lalu sesuai dengan rekaman sejarah.

Bahkan setelah 26 tahun reformasi, cita-cita reformasi semakin menjauh. Bonnie menekankan pentingnya mengingat sejarah kelam tersebut sebagai pelajaran agar tidak terulang di masa depan.

Meskipun masa depan Indonesia dilihat dengan optimisme, tetap harus kritis terhadap berbagai tantangan yang ada. Dalam diskusi ini membahas mengenai kondisi toleransi, keberagaman, dan etika bernegara.

Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo menyatakan bahwa kondisi toleransi dan keberagaman di Indonesia semakin terancam.

“Ia mencatat bahwa etika bernegara mengalami kemerosotan signifikan, ditandai dengan maraknya intoleransi dan diskriminasi.”

Selain itu, peraturan-peraturan yang mengakomodir kepentingan beribadah sebenarnya sudah ada, namun pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Tanggung jawab dari pemerintah, terutama pemerintah daerah, tidak terlaksana dengan baik.

Menurutnya, nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang sejak dahulu hidup dan terpelihara seolah diabaikan.

Lalu, setelah reformasi, keadaan ini justru mundur dengan memajukan politik identitas dan kalah terhadap tekanan publik mayoritas.

Negara tidak boleh hanya bergerak normatif dan kompromistis berdasarkan dikotomi minoritas mayoritas, namun harus mengakomodir semua pihak dan menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Benny mengajak semua elemen masyarakat untuk melakukan moderasi beragama, mengajak kepala daerah menjadi negarawan yang merangkul semua warga negara tanpa pandang bulu, dan tidak terjebak pada dominasi politik serta dikotomi minoritas mayoritas.

Kembali kepada konstitusi dasar bahwa pada hakikatnya negara melindungi segenap bangsa Indonesia untuk beribadah adalah hal yang penting.

Benny juga memandang perlunya seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menghidupkan nilai-nilai Pancasila sebagai filosofi dasar dalam membangun kehidupan berbangsa yang lebih toleran dan harmonis.

Sedangkan Saurlin P. Siagian dari Komnas HAM dan Guru Besar Ilmu Politik Universitas Padjajaran Professor Muradi ini berkesimpulan bahwa refleksi 26 tahun Reformasi membawa kita pada kesadaran bahwa meskipun banyak tantangan yang dihadapi, harapan untuk perubahan tetap ada.

“Gerakan Reformasi telah membuka jalan menuju demokrasi, tetapi perjalanan menuju cita-cita bangsa yang lebih baik masih panjang dan penuh rintangan.”

Para aktivis, akademisi, dan masyarakat sipil harus terus mengawal proses ini, memastikan bahwa setiap langkah menuju perubahan diambil dengan komitmen yang kuat dan konsisten terhadap nilai-nilai Pancasila.

Melalui kerja sama dan semangat yang tidak pernah padam, kita dapat mewujudkan Indonesia yang lebih baik, sesuai dengan harapan dan cita-cita para pejuang Reformasi 1998.

Diharapkan, ajang refleksi, tetapi juga menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk terus berjuang, memperbaiki, dan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing di kancah global.

“Semangat Reformasi harus terus menyala, menjadi sumber inspirasi dan motivasi dalam setiap upaya membangun bangsa.” ***

Editor : Dese Dominikus.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Apel Siaga, Menko Polkam Tekankan Target Pemerintah Kendalikan Karhutla

    Gelar Apel Siaga, Menko Polkam Tekankan Target Pemerintah Kendalikan Karhutla

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Riau – Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, dan swasta, bersatu dan bergerak dalam satu komando dan satu tujuan yaitu menekan angka kebakaran hutan dan lahan hingga ke titik minimal, bahkan ke arah zero karhutla. “Sebagai langkah strategi dan penguatan, pemerintah, swasta, dan masyarakat harus bergotong royong, bahu-membahu, dan bekerja sama untuk meningkatkan mitigasi […]

  • HUT Bhayangkara Ke-78, Denisa: Semoga Polri Makin Solid Layani Masyarakat

    HUT Bhayangkara Ke-78, Denisa: Semoga Polri Makin Solid Layani Masyarakat

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Purwakarta,msinews.com-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) terpilih, termuda dan tercantik periode 2024-2029 Kabupaten Purwakarta, Denisa Wulandari memberikan ucapan kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini disampaikan dalam momen istimewa memperingati Hari Bhayangkara ke-78 yang jatuh pada Senin 1 Juli 2024 hari ini. Politisi termuda dari Partai Nasdem ini menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-78 kepada Polri […]

  • Gus Khozin PKB Tagih Menteri ATR Buat Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria

    Gus Khozin PKB Tagih Menteri ATR Buat Peta Jalan Penyelesaian Konflik Agraria

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Anggota DPR RI Fraksi PKB  Muhammad Khozin atau akrab disapa Gus Khozin menyoroti praktik perampasan tanah di sejumlah daerah di Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi II DPR bersama Kementerian ATR/ BPN, Kamis (30/1/2025) siang. Dalam rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Kementerian ATR/BPN, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad […]

  • MSI TV – Mitra Sejahtera Indonesia Siap Berkompetisi di Era Globalisasi Industri Teknologi

    MSI TV – Mitra Sejahtera Indonesia Siap Berkompetisi di Era Globalisasi Industri Teknologi

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    MSI TV – Mitra Sejahtera Indonesia Siap Berkompetisi di Era Globalisasi Industri Teknologi. 

  • Jokowi Rombak Gaji Janda dan Duda, Pensiunan PNS Tahun 2024

    Jokowi Rombak Gaji Janda dan Duda, Pensiunan PNS Tahun 2024

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Presiden Jokowi (Joko Widodo) secara resmi mengumumkan perombakan gaji janda duda pensiunan PNS pada tahun 2024 dengan kenaikan sebesar 12 persen. Keputusan ini juga mencakup peningkatan gaji pensiunan PNS untuk semua golongan. Pencairan gaji janda duda pensiunan PNS akan dilakukan oleh PT Taspen, yang mengungkapkan bahwa pencairan akan dilakukan setiap tanggal 1 […]

  • PHK Tembus di Angka 23.470 Orang, DPR Minta JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja

    PHK Tembus di Angka 23.470 Orang, DPR Minta JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Angka Pemmutusan Hubungan Kerja -PHK telah mencapai 23 ribu orang sepanjang enam bulan di tahun 2026. Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengaku prihatin ayas meningkatnya jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) . Untuk itu ia menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, […]

expand_less