Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » UN Reborn, Komisi X: Tak Boleh Jadi Momok Siswa dan Libatkan Polisi

UN Reborn, Komisi X: Tak Boleh Jadi Momok Siswa dan Libatkan Polisi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
  • visibility 217
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,msinews.com– Wacana pelaksanaan kembali ujian nasional (UN) terus bergulir. Kendati demikian UN tidak boleh menjadi momok siswa dan melibatkan polisi dalam proses pelaksanaannya.

“Kami mendukung penuh jika UN kembali dilaksanakan hanya saja hal itu tidak boleh menjadi momok bagi peserta didik termasuk meminimalkan keterlibatan polisi dalam proses persiapan maupun pengawasan,” kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, Kamis (2/1/2025).

Lalu Ari, sapaan akrab Lalu Hadrian Irfani menyambut baik rencana pelaksanaan UN kembali. UN reborn atau UN yang lahir kembali itu harus menjadi alat untuk mengukur kualitas pendidikan di Indonesia, bukan menjadi syarat kelulusan.

Selama tidak ada UN, banyak keluhan yang muncul dari para guru dan orang tua siswa. Di antaranya, dengan tidak adanya UN, semangat belajar siswa menurun. Anak juga terkesan seenaknya dan malas belajar. Akhirnya, kemampuan anak dalam akademik rendah.

Namun, kata Lalu Ari, rencana UN itu harus dikaji secara matang, sehingga bisa dilaksanakan dengan baik. UN reborn harus inovatif dan tidak menggunakan format lama. Selain itu, UN juga harus bisa meningkatkan kompetensi siswa.

Menurut legislator asal Dapil NTB II itu, UN bukan hanya meningkatkan kompetensi kognitif siswa, tapi juga meningkatkan kepribadian dan ketrampilan para siswa. Sebab, sebelumnya UN hanya fokus pada kompetensi kognitif siswa.

“Yang jelas UN reborn harus inovatif, mempunyai format berbeda, menyenangkan, dan bisa meningkatkan tiga kompetensi siswa,” beber Lalu Ari.

Dan yang tidak kalah pentingnya, lanjut mantan anggota DPRD NTB itu, UN tidak menjadi momok dan menakutkan bagi siswa. Sebelumnya, para siswa merasa takut, tertekan, dan stres ketika menghadapi UN. Meraka betul-betul tidak nyaman dan penuh tekanan.

Jadi, kata Lalu Ari, tantangan bagi Kemendikdasmen adalah bagaimana menciptakan UN yang tidak menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Sebaliknya, dengan UN, siswa semakin semangat dalam belajar, sehingga kompetensi mereka meningkatkan.

Lalu Ari juga mengingatkan agar UN tidak melibatkan aparat kepolisian dalam pelaksanaan UN. Pelibatan aparat dalam pelaksanaan ujian merupakan sejarah buruk bagi pendidikan di Indonesia. Seolah-olah para siswa itu melakukan tindakan kriminal, sehingga harus diawasi oleh polisi.

Saat itu, polisi dilibatkan dalam pengawalan distribusi soal UN, mulai dari percetakan, pengiriman ke provinsi, kabupaten/kota, bahkan distribusi soal ke sekolah juga diawasi polisi. Polisi juga melakukan penjagaan di komplek sekolah, walaupun tidak masuk dalam ruang ujian.

“Jangan ada lagi polisi di UN. Kehadiran aparat sangat intimidatif dan menjadi momok bagi para siswa. Ini bukan untuk menyalahkan aparat polisi, tapi ini karena sistem yang salah,” tegas Lalu Ari.

Setelah masa reses DPR selesai, Lalu Ari mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang Kemendikdasmen untuk rapat membahas rencana pelaksanaan UN yang akan digelar mulai 2026.

“Kami akan mengundang Mendikdasmen dan mendengar penjelasan beliau terkait rencana UN. Tentu, kami juga akan menyampaikan usulan dan aspiri dari masyarakat,” tandas Lalu Ari. ** SP.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Listrik PLN,

    Gagalkan Aksi Pencurian Kabel Listrik PLN, Babinsa dan Warga Poncowati Menjadi Pahlawan Malam

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Lampung, MSINews.com – Kisah heroik muncul di Dusun A1 Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah. Babinsa dan warga setempat berhasil menggagalkan aksi pencurian kabel listrik PLN sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang berhasil melarikan diri saat lampu senter warga menyorot ke arah perkebunan. Warga yang curiga melihat keberadaan kabel PLN […]

  • Kepala BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat

    Kepala BNPB Pastikan Penanganan Karhutla Kalbar Diperkuat

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 275
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,KUBU RAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., memimpin langsung rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada Jumat (4/9). Rapat yang dihadiri oleh Menteri Kehutanan, Gubernur Kalimantan Barat dan jajaran Forkopimda ini membahas langkah percepatan pemadaman dan pengendalian dampak Karhutla […]

  • Di Musrenbangnas 2024, Wamenkeu : Perkuat Sinkronisasi Pemerintah Pusat dan Daerah

    Di Musrenbangnas 2024, Wamenkeu : Perkuat Sinkronisasi Pemerintah Pusat dan Daerah

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jakarta, msinews.com-Pentingnya melakukan sinkronisasi anggaran dalam pelaksanaan pembangunan pusat dan daerah. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam pidatonya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024 dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas. Ia mengatakan, sebelumnya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Menteri Dalam […]

  • Prabowo Sebut Program MBG Sudah Jangkau 25 Juta Penerima, Target 82,9 Juta Orang

    Prabowo Sebut Program MBG Sudah Jangkau 25 Juta Penerima, Target 82,9 Juta Orang

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

      msinews.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak sekolah dan masyarakat telah menjangkau puluhan juta penerima. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 25 juta orang yang merasakan manfaat program MBG tersebut. “Makan bergizi gratis sudah mencapai 25 juta penerima manfaat. Kita berharap sesuai rencana Desember akan sampai 82 juta, […]

  • Babinsa Timika Bagikan Buku Tulis dan Berikan Motivasi ke Siswa SD

    Babinsa Timika Bagikan Buku Tulis dan Berikan Motivasi ke Siswa SD

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Timika, MSINews.com – Guna upaya mendukung proses kegiatan belajar mengajar, Babinsa Koramil 1710-02/Timika turut berperan aktif dengan membagikan buku tulis kepada siswa-siswi SD Teologi Kristen Kasih Karunia di Kampung Mawokau Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika pada Rabu (17/1/2024). Sertu Alowsius Weyau, perwakilan Babinsa Koramil 02/Timika, menyatakan bahwa kegiatan pembagian buku ini adalah bentuk nyata dari […]

  • Dari Pengalaman Jepang, Indonesia Perkuat Fondasi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

    Dari Pengalaman Jepang, Indonesia Perkuat Fondasi Tata Kelola Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM- Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat fondasi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperluas pembelajaran dari pengalaman negara lain, salah satunya Jepang yang telah mengembangkan program makan bergizi di sekolah selama lebih dari 100 tahun. Melalui pelatihan di Jepang, BGN mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menggali praktik yang relevan untuk membangun […]

expand_less