Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Warga Paling Kreatif, Bupatinya Tak Kelihatan Sebulan Dilaporkan Hilang ke Polisi

Warga Paling Kreatif, Bupatinya Tak Kelihatan Sebulan Dilaporkan Hilang ke Polisi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
  • visibility 84
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MSINEWS.COM-Patut ditiru ini, wak! Kepala daerah tak kelihatan batang hidungnya, dilaporkan ke polisi sebagai orang hilang. Fotonya ditempel di warkop, biar yang ngopi tak pakai gula semua. Mari simak narasi warga Buton yang boleh dinobatkan paling kreatif di negeri ini.

Bupatinya, Alvin Akawijaya Putra SH, lahir di Jakarta, 18 Mei 1996, lulusan Fakultas Hukum UGM, anak mantan Gubernur Sultra Ali Mazi, pernah sekolah di Mahatma Gandhi School dan Bina Bangsa School, pokoknya paket lengkap anak gaul ibukota. Kekayaannya mencapai Rp 8,09 miliar, termasuk tronton tiga biji. Ini bupati atau juragan logistik?

Setelah dilantik gagah perkasa oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, tiba-tiba ia menghilang. Bukan hilang secara mistis, bukan bertapa di gua Himalaya, tapi hilang secara literal, batang hidungnya tak kelihatan di Buton hampir sebulan. Warga pun kreatif, bukan demo, bukan orasi, melainkan melapor ke polisi. Bayangkan polisi menerima laporan, “Pak, bupati kami hilang.” Polisi mungkin garuk kepala, “Hilangnya gimana, Bu? Kabur dibawa jin?”

Poster “Orang Hilang” pun ditempel di tiang listrik. Wajah Alvin terpampang seperti iklan skincare gagal. Dari bupati termuda se-Sulawesi Tenggara, lulusan kampus keramat UGM, sampai jadi tokoh poster ala “Dicari! Hadiah Rp 50 juta!” Kalau ini film koboi, sudah ada bounty hunter yang berangkat ke Jakarta cari Alvin.

Wakil bupati tentu tak mau kalah. Ia dengan serius menjelaskan, “Bupati tidak hilang, beliau sedang dinas di Jakarta.” Jawaban filosofis sekaligus absurd. Dinas apa sampai sebulan? Apakah sedang magang di Starbucks Senopati? Menjadi pengawas harga kopi susu? Atau malah ikut jaga malam tronton di Tanjung Priok?

Ironisnya, Alvin ini seharusnya jadi simbol generasi muda. Di usia 28 tahun, kaya raya, anak pejabat besar, pernah jadi Ketua KNPI Sultra, pernah ngurus hubungan internasional di Kadin. Pokoknya CV-nya seperti LinkedIn premium. Tapi begitu menjabat, malah jadi legenda urban, “Bupati Buton last seen: one month ago.” Kalau status WhatsApp, pasti ditambah emotikon jam pasir.

Mari refleksi sebentar. Warga melaporkan bupati hilang. Tapi bagaimana kalau yang hilang itu harga diri pejabat? Bisa nggak kita cetak poster. “Dicari harga diri pejabat. Ciri-ciri: sering absen, suka alasan dinas, hilang kontak dengan rakyat.” Polisi mungkin jawab, “Maaf Bunda, harga diri pejabat sudah masuk DPO sejak lama.”

Namun warga Buton visioner. Mereka membuka jalur baru demokrasi. Kalau pejabat absen, jangan ribut di warung kopi, langsung lapor polisi. Bayangkan, daeng! Jika budaya ini jadi nasional, anggota DPR yang tidur saat sidang dilaporkan hilang, menteri yang doyan keluar negeri dilaporkan hilang, bahkan mantan pacar yang ghosting pun bisa dilaporkan hilang. Polisi bakal bikin unit khusus, Satgas Pencarian Pejabat dan Mantan Pacar yang Hilang Tanpa Kabar.

Akhir kata, Alvin Akawijaya Putra mungkin bupati paling dramatis di Indonesia. Ia memimpin Buton dengan metode Doraemon. Tubuh entah di mana, tapi katanya hati tetap di daerah. Pertanyaannya, apakah hati bisa memperbaiki jalan rusak, membayar gaji pegawai, atau menurunkan harga ikan? Kalau bisa, segera daftarkan ke Guinness World Records, bupati pertama yang memimpin dengan mode invisible.

Jangan lupa, fenomena ini bisa jadi inspirasi sinetron baru. Judulnya “Cinta Hilang di Buton”, dibintangi aktor muda yang tiba-tiba lenyap dari lokasi syuting, lalu dicari kru ke mana-mana. Bedanya, ini bukan fiksi, tapi realitas politik. Sutradaranya rakyat, produsernya demokrasi, dan penontonnya se-Indonesia yang terpaksa ikut menonton drama absurd ini.

Kalau dibiarkan, poster orang hilang ini bisa jadi ikon wisata baru. Turis datang ke Buton bukan lagi untuk lihat pantai atau budaya, tapi untuk foto selfie di bawah poster bupati yang hilang. Hashtag Instagram-nya: #WhereIsMyBupati. Bisa jadi lebih viral dari festival kebudayaan. Sungguh, Buton menemukan cara paling kreatif memperkenalkan diri ke dunia. **

Sumber : #camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar/ https://www.facebook.com/share/p/1Axg6iPpgm/

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Magnitudo

    Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Sumedang, Puluhan Rumah Rusak

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Sumedang, MSINews.com – Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman, melaporkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo (M) 4,8 mengguncang wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu malam, menyebabkan kerusakan signifikan pada puluhan rumah. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan terutama di wilayah Babakan Hurip, Tegalsari, dan Cipameungpeuk. Herman menjelaskan bahwa sebanyak 53 rumah di Babakan Hurip mengalami kerusakan, sementara […]

  • Jarnas Anti TPPO Tekankan Pentingnya Revisi UU dan Penguatan Direktorat TPPO

    Jarnas Anti TPPO Tekankan Pentingnya Revisi UU dan Penguatan Direktorat TPPO

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Jakarta msinews.com-Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (Jarnas Anti TPPO) menggelar diskusi penting bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, serta sejumlah pimpinan lembaga terkait dalam rangkaian Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16HAKTP), Selasa (26/11). Hadir dalam diskusi tersebut Brigjen (Pol) Desy Andriani, Direktur Tindak Pidana Perempuan dan […]

  • Buku 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Taktah Suci Diluncurkan di Roma

    Buku 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Taktah Suci Diluncurkan di Roma

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 165
    • 0Komentar

    ROMA,ITALIA,MSINEWS.COM-Buku “BERSAMA MENGARUNGI ZAMAN” dalam rangka 75 tahun hubungan diplomatik antara negara Indonesia dan Takhta Suci diluncurkan Dubes RI Untuk Takhta Suci Trias Kuncahyono di Wisma KBRI, Kamis (26/03/2026). Juga turut memberikan sambutan dalam peluncuran tersebut, Mgr. John D. Putzer yang mewakili Mgr. Paul R. Gallagher, Sekretaris Hubungan Dengan Negara-Negara dan Organisasi Internasional Pemerintah Takhta […]

  • Komisi I DPR RI Bahas Kerja Sama di Bidang Keamanan Siber dengan Kemendagri Australia

    Komisi I DPR RI Bahas Kerja Sama di Bidang Keamanan Siber dengan Kemendagri Australia

    • calendar_month Jumat, 10 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi I DPR RI menerima Kunjungan Kehormatan (courtesy call) dari delegasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Australia, yang dipimpin Clare O’Neil di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Senayan, Jakarta. Usai pertemuan, Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid menjelaskan pertemuan tersebut membahas terkait potensi kerja sama di bidang keamanan siber (cyber security). Menurutnya, pihaknya […]

  • Pemerintah Disarankan Bentuk Pansus Pusat Data Nasional,Ini Alasannya

    Pemerintah Disarankan Bentuk Pansus Pusat Data Nasional,Ini Alasannya

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi I DPR RI mengusulkan agar Pemerintah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus soal polemik peretasan data di Pusat Data Nasional (PDN).Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi I DPR RI Sukamta di Jakarta. “Kalau negara kita tidak merasa perlu membentuk Satgas dan tidak merasa bersalah, negara ini, atas kehilangan data ini, berarti ada yang sakit dengan […]

  • Warga Cineam Desak Pemkab Percepat Izin Tambang Rakyat

    Warga Cineam Desak Pemkab Percepat Izin Tambang Rakyat

    • calendar_month Rabu, 6 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 131
    • 0Komentar

      Tasikmalaya, MSINews.com – Warga Masyarakat Desa Cineam di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya yang terlibat dalam pertambangan emas rakyat, mendesak Pemerintah Daerah (Pemkab) untuk segera mempercepat perizinan tambang rakyat guna memastikan kepastian legal hukum. Hal tersebut disampaikan salah satu perwakilan dari Dewan Pembina Koperasi Produsen, H. Yus Supriatna, sejak tahun 1962, pertambangan emas rakyat telah menjadi […]

expand_less