Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » ICW Ungkap Caleg DPR Mantan Narapidana Korupsi, Berikut Namanya :

ICW Ungkap Caleg DPR Mantan Narapidana Korupsi, Berikut Namanya :

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 22 Feb 2024
  • visibility 174
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, MSINews.com – Indonesia Corruption Watch (ICW) baru-baru ini merilis daftar yang mencengangkan terkait para mantan narapidana kasus korupsi yang kini tengah mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dalam Pemilu 2024. Mereka yang sebelumnya terlibat dalam kasus korupsi, kini berupaya kembali ke panggung politik dengan berkompetisi di kancah pemilihan legislatif.

Berdasarkan data yang dihimpun dari laman resmi pemilu2024.kpu.go.id pada Senin (19/2/2024), progres pemilihan legislatif (pileg) sudah mencapai 64,24 persen dari total 11.028 Tempat Pemungutan Suara (TPS), dengan 7.084 TPS telah melaporkan hasilnya.

Baca juga : Komnas HAM Minta KPU RI Segera Koreksi Data Suara Pemilu

Namun, yang menjadi sorotan adalah perolehan suara bagi caleg DPR RI mantan narapidana kasus korupsi, yang diumumkan secara real count oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai berikut:

Golkar:

  1. Teuku Muhammad Nurlif, Dapil Aceh I nomor urut 1 dengan 22.762 suara.
  2. Syahrasaddin, Dapil Jambi nomor urut 6 dengan 3.593 suara.
  3. Wendy Melfa, Dapil Lampung I nomor urut 5 dengan 11.656 suara.
  4. Iqbal Wibisono, Dapil Jawa Tengah I nomor urut 2 dengan 7.289 suara.
  5. Nurdin Halid, Dapil Sulawesi Selatan II nomor urut 1 dengan 33.657 suara.
  6. Bernard Sagrim, Dapil Papua Barat Daya nomor urut 2 dengan 5.549 suara.

Nasdem:

  1. Abdillah, Dapil Sumatra Utara I nomor urut 5 dengan 2.186 suara.
  2. Eep Hidayat, Dapil Jawa Barat IX nomor urut 1 dengan 24.603 suara.
  3. Dikdik Darmika, Dapil Jawa Barat XI nomor urut 9 dengan 613 suara.
  4. Sani Ariyanto, Dapil Jawa Tengah VIII nomor urut 4 dengan 4.908 suara.
  5. Rahudman Harahap, Dapil Sumatra Utara I nomor urut 4 dengan 1.912 suara.

PKB:

  1. Susno Duadji, Dapil Sumatra Selatan II nomor urut 2 dengan 10.431 suara.
  2. Huzrin Hood, Dapil Kepulauan Riau nomor urut 2 dengan 9.536 suara.
  3. Rino Lande, Dapil Jawa Timur V nomor urut 7 dengan 43.142 suara.
  4. Yansen Akun E, Dapil Kalimantan Barat II nomor urut 1 dengan 7.675 suara.

Hanura:

  1. Sandi Suwardi Hasan, Dapil Jawa Timur IV nomor urut 1 dengan 5.252 suara.
  2. Wa Ode Nurhayati, Dapil Sulawesi Tenggara nomor urut 1 dengan 5.385 suara.

Demokrat:

  1. Evy Susanti, Dapil Jawa Barat III nomor urut 5 dengan 983 suara.
  2. Lukas Uwuratuw, Dapil Maluku nomor urut 4 dengan 2.598 suara.
  3. Thaib Armaiyn, Dapil Maluku Utara nomor urut 1 dengan 5.506 suara

Baca juga : Gugatan Praperadilan Harun Masiku Ditolok, MAKI Siap Ajukan Gugatan Baru.

Penampilan para mantan narapidana kasus korupsi dalam perolehan suara ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Sebagian menyambutnya sebagai kesempatan kedua bagi para mantan narapidana untuk berkontribusi dalam proses politik, sementara yang lain mengkritik keras kehadiran mereka dalam arena politik, meragukan integritas dan komitmennya terhadap pemberantasan korupsi.

Sementara ICW sendiri menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena ini, memperingatkan bahwa kembalinya para mantan narapidana kasus korupsi ke panggung politik dapat merusak moralitas politik dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi politik.

Dengan masih tersisa sekitar 35,76 persen TPS yang belum melaporkan hasilnya, perkembangan situasi politik terkait perolehan suara caleg mantan narapidana kasus korupsi masih akan terus dipantau oleh publik serta lembaga pemantau pemilu. (Ata)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengembang Taman Kencana, Kangkangi Gubernur DKI 30 Tahun

    Pengembang Taman Kencana, Kangkangi Gubernur DKI 30 Tahun

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pengembang Taman Kencana Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, sudah 30 tahun belum juga menyerahkan Fasum dan Fasos ke Pemerintah terkait. Gubernur DKI, akan berikan sanksi ke pengembang yang menunda kewajiban. Terbongkarnya Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos) ketika konflik warga dengan ketua Rukun014, hingga mediasi Camat Kalideres baru-baru ini, Minggu 28/10/2023. […]

  • Gangguan GPS Pesawat, DPR Selidiki Ancaman di Sistem Navigasi Udara

    Gangguan GPS Pesawat, DPR Selidiki Ancaman di Sistem Navigasi Udara

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Jakarta-Gangguan sinyal GPS berulang ganggu penerbangan, DPR turun langsung periksa sistem navigasi udara nasional di Soekarno-Hatta. Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Bandara Soekarno-Hatta guna meninjau kesiapan sistem navigasi udara nasional setelah munculnya gangguan sinyal GPS yang terjadi berulang dalam beberapa waktu terakhir. Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menegaskan pengawasan […]

  • Sidang Praperadilan Karen Agustiawan

    KPK Pangil Istri Hasbi Hasan, Berikut Nama Saksi Sebelumnya:

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan akan memangil Ida Nursida sebagai saksi kasus suap nonaktif Sekretaris MA Hasbi Hasan. Ida Nuraida adalah istri dari Hasbi Hasan terduga kasus suap pengurusan perkara MA. Istri dari mantan non aktif sekretaris MA Hasbi Hasan, Ida Nursida, kembali diperiksa penyidik KPK hari ini. Pemeriksaan terhadap Istri Hasbi Hasan […]

  • Evita Nursanty ; Regenerasi Pengrajin Ekraf Jadi Tantangan Serius Bagi Kaum Muda

    Evita Nursanty ; Regenerasi Pengrajin Ekraf Jadi Tantangan Serius Bagi Kaum Muda

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 239
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty menyoroti ancaman serius terhadap regenerasi pelaku ekonomi kreatif, khususnya pengrajin tradisional, yang mulai kehilangan minat generasi muda. Evita mengungkapkan bahwa sebagian besar pengrajin saat ini telah berusia lanjut. “Petenun-petenun kita sudah pada tua. Yang muda-muda tidak mau, mereka lebih suka kerja di pabrik karena lebih mudah,” katanya […]

  • Update, 33 Orang Meninggal Dunia,23 Luka-kuka Pasca Gempa Bumi di Flores,NTT

    Update, 33 Orang Meninggal Dunia,23 Luka-kuka Pasca Gempa Bumi di Flores,NTT

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 34
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Pemerintah Provinsi NTT bersama TNI-Polri dan DPRD sepakat, seluruh jajaran di lapangan tidak menunda penyaluran bantuan. “Jika stok pemerintah lokal terbatas, petugas diizinkan memanfaatkan logistik terdekat yang ada di masyarakat atau pertokoan lokal, yang nantinya akan diselesaikan pembayarannya. Demikian disampaikan oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena.”. Langkah tersebut  diambil Forkopimda Provinsi Nusa Tenggara Timur […]

  • Geram Atas Cucuk Cabut Kasus Basarnas, Abraham Samad Katakan Tindakan KPK Dungu

    Geram Atas Cucuk Cabut Kasus Basarnas, Abraham Samad Katakan Tindakan KPK Dungu

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta _Ketakutan KPK dalam menindak kasus dugaan yang menyeret Kepala Basarnas Marsyda Henri Alfiandi jadi gunjingan para pejabat KPK sebelumnya. Mantan Ketua KPK Abraham Samad menyebut piminan KPK saat ini dungu seeta memalukan dalam penanganan kasus dugaan suap para petinggi Basarnas. Abraham mengatakan setiap tahap Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan pengambilan keputusan menetapkan seorang tersangka pasti […]

expand_less