Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Info Daerah » DPR: Nasib Petani Bawang Merah Anjlok, Pemerintah Kurang Tanggap

DPR: Nasib Petani Bawang Merah Anjlok, Pemerintah Kurang Tanggap

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 9 Sep 2023
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo kecewa atas sikap Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional yang kurang peduli kepada petani Bawang Merah. Pasalnya pada saat ini sedang kesusahan karena harga bawang merahnya anjlok dipasaran.

Hal ini disampaikan Firman terkait dengan harga bawang merah di kabupaten Pati mengalami penurunan drastis. Saat ini harga dipasaran turun menjadi Rp 10.000 per kilogramnya.

“Saya prihatin sekali akan nasib petani bawang merah kita kemarin mengontak saya sambil menangis-nangis mengadukan kalau harga bawangnya anjlok. Dan seketika itu saya langsung kontak Mentan tapi tidak merespon, lalu ke Dirjen Holtikultura tapi dia minta izin lagi rapat dan terakhir ke Kepala Bapanas lalu meminta nomor kontak petani ya. Dan ini harusnya  permerintah cepat tanggap mengatasi persoalan serius ini jangan susah untuk direspon,” tegas Firman kepada wartawan, Sabtu 9 September 2023.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar bilang, baru kemarin dalam rapat pembahas anggaran dengan Bapanas agar membuat rencana kerja lebih jelas untuk manjaga stabilitas harga kebutuhan pangan nasional sesuai tugas fungsinya.

“Karena itu, demi mengatasi harga bawang merah sedang anjlok sebaiknya pemerintah segera ambil tindakan cepat dengan stabilisasi harga dan melakukan pengendalian stop import,” ujar legislator dapil Jateng III meliputi Kab Pati, Rembang dan Blora.

Selain itu, Firman kembali mengingatkan adanya Elnino ini akan berdampak terhadap gagal panen sehingga penerintah harus serius menyusun roadmap ketahanan pangan nasional apalagi ini sudah ada warning bahwa dinegara lain semisalnya India pun sudah memerintahkan agar negaranya membuat kebijakan produksi pangan nasional tidak boleh untuk dieksport tetapi harus mengutamakan cadangan pangan nasionalnya.

“Dari negara seperti India ini, Pemerintah harus mencontohnya dan menjadi perhatian serius khususnya kementerian/lembaga terkait urusan pangan agar tidak menyepelekan atau mengacuhkan persoalan pangan nasional seperti halnya bawang merah,” kata Firman menegaskan.

Ia menambahkan, jika Pemerintah masih saja acuh terhadap pangan nasional dan tidak segera mengatasi dengan intervensi harga petani akan mengalami kebangkrutan. Dan disisi lain, Pemerintah juga harus menjaga psikologis petani agar tidak mogok atau berhenti jadi petani.

“Kalau ini terjadi maka ini ancaman serius ditengah-tengah krisis global,” tandasnya.

Sebelumnya, Abdul Rochim, Petani Bawang Merah asal Dukuh Pilang, Desa Tompamulya, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati mengatakan harga bawang merah di tingkat petani saat ini hanya Rp 10 ribu per kilogramnya. Menurut dia, baru kali ini harga bawang merah jauh dari harapan petani.

“Ini sangat merosot harganya, biasnaya kami jual bisa sampai Rp 20 ribu per kilogramnya. Selama puluhan tahun, baru kali ini harganya terjun bebas,” kata dia. (Bay)

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi DiberikN Kebebasan Memilih Skema Pindah Tempat Tinggal

    Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi DiberikN Kebebasan Memilih Skema Pindah Tempat Tinggal

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipimpin  Suharyanto, menyatakan bahwa Para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Flores Timur Nusa Tenggara Timur diberikan kebebasan untuk memilih skema pindah tempat tinggal yang ditawarkan oleh pemerintah sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya di Jakarta Kamis, mengatakan bahwa ada dua skema relokasi yang ditawarkan […]

  • KOMPAK Indonesia Desak Jaksa Agung Copot Aspidus Kejati NTT

    KOMPAK Indonesia Desak Jaksa Agung Copot Aspidus Kejati NTT

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi Indonesia (KOMPAK Indonesia), Gabriel Goa, memunculkan desakan keras terhadap Jaksa Agung untuk segera mencopot Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (NTT). Desakan ini muncul setelah adanya dugaan korupsi Medium Terms Note (MTN) senilai Rp.50 Miliar di Bank NTT terus mengemuka. Ia menyebut fakta yang […]

  • Sumur Bor Program Unggulan Kasad, Mulai Dikerjakan Satgas TMMD di Tarakan

    Sumur Bor Program Unggulan Kasad, Mulai Dikerjakan Satgas TMMD di Tarakan

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MSINES.COM-Sebagai Tentara Rakyat, TNI AD dalam hal ini Satgas TMMD 123 Kodim 0907/Tarakan hadir mengalirkan kebutuhan air bersih sebagai solusi untuk masyarakat terhadap air bersih di lokasi TMMD. Dansatgas TMMD Kodim 0907/Trk Letkol Kav Jhon B.C.Simarmata,M.Han mengatakan pembangunan sumur bor tersebut merupakan salah satu program dari TMMD Kodim 0907/Trk dalam membantu pengadaan air bersih bagi […]

  • Dampak Gempa M7.7 NTT, Korban Meninggal Dunia Menjadi 53 Jiwa

    Dampak Gempa M7.7 NTT, Korban Meninggal Dunia Menjadi 53 Jiwa

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 147
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM – Pendataan korban maupun kerusakan pasca gempa M7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan petugas gabungan. Lebih dari 50 warga meninggal dunia dan ratusan rumah mengalami kerusakan. Berdasarkan data sementara pada Minggu (15/8), pukul 16.00 WIB, total jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten […]

  • Alumni Unika Atma Jaya Jakarta Dukung Ekonomi Hijau

    Alumni Unika Atma Jaya Jakarta Dukung Ekonomi Hijau

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Ketua Perkumpulan Alumni Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Perluni UAJ) Michell Suharli menegaskan, pihaknya mendukung proses ekonomi hijau yang akan berdampak bagi masyarakat luas. Dukungan tersebut sejalan dengan keinginan kuat Perluni Atma Jaya untuk berkontribusi bagi masyarakat dan wujud kecintaan kepada almamaternya. Hal ini disampaikan oleh Ketua Perluni UAJ Michell Suharli saat memberikan sambutan pada […]

  • Signal Buruk Mantan Pejabat Yang Maju Kembali di Pilkada 2024

    Signal Buruk Mantan Pejabat Yang Maju Kembali di Pilkada 2024

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 244
    • 0Komentar

    JAKARTA – Seluruh mantan pejabat daerah setingkat Bupati, wakil bupati, walikota atau Gubernur yang hari ini mereka maju Kembali dalam pilkada tahun 2024 tidak mesti berjalan mulus dalam perhelatan politik, meskipun mereka telah mendapatkan kendaraan politik untuk maju. Pasalnya, Tarik menarik dalam lapangan politik tahun 2024 tentang berbagai kasus-kasus lama bakal dibongkar kembali KPK dan […]

expand_less