Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Tiga Pengukir Jepara Lakukan Diplomasi Budaya ke Sarajevo, Bosnia

Tiga Pengukir Jepara Lakukan Diplomasi Budaya ke Sarajevo, Bosnia

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
  • visibility 43
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA-Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, merespon akan pentingnya diplomasi budaya berbasis warisan bangsa dalam memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional. Hal ini disampaikannya merespons keberangkatan tiga pengukir asal Jepara ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, untuk merestorasi ornamen ukir di Masjid Istiklal.

“Diplomasi budaya bukan sekadar kerja sama antarpemerintah. Ketika pengukir Jepara diundang merestorasi karya bersejarah Indonesia di Sarajevo, kita sedang menunjukkan bahwa warisan bangsa memiliki nilai yang diakui lintas negara,” kata politisi NasDem yang akrab disapa Rerie,dalam keterangan tertulisnya.

Ketiga pekukisvdari Jepara tersebut yakni Sutrisno, Jawawi Firnandes, dan Widodo bertolak ke Sarajevo pada 13 Oktober 2026 untuk menuntaskan restorasi ornamen kayu Masjid Istiklal di kawasan Otoka, Sarajevo. Mereka didampingi Ikhwan Syaefulloh, Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI.

Keberangkatan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan Rerie ke Masjid Istiklal pada Februari 2026. Saat itu, dalam rangkaian kunjungan resmi untuk memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Rerie dan tim menemukan sejumlah bagian ukiran masjid mengalami kerusakan.

Pengelola masjid melaporkan bahwa enam pilar berukir dari kayu jati tidak lagi memungkinkan diperbaiki dengan metode penambalan. Kerusakan tersebut dinilai memerlukan penggantian total agar karakter ukiran tetap terjaga.

Rerie kemudian menawarkan bantuan restorasi yang diterima oleh pengelola. Cakupan pekerjaan berkembang hingga mencakup tangga dan hiasan dinding.

Ukiran di Masjid Istiklal itu merupakan hadiah Presiden B.J. Habibie dan dibuat oleh pengukir asal Jepara. Namun, identitas maupun alamat pengukir asli belum berhasil ditelusuri.

“Fakta bahwa ukiran Jepara telah hadir di Sarajevo sejak puluhan tahun lalu menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas dari yang sering kita sadari. Ini adalah warisan bangsa yang harus kita rawat bersama,” ujar Rerie.

Restorasi Ukiran Jepara sebagai Diplomasi Budaya Indonesia

Anggota Komisi X DPR RI ini menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan sekadar pekerjaan teknis. Restorasi ukiran bersejarah di masjid yang menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Bosnia itu membuka ruang bagi diplomasi budaya yang berdampak nyata.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat

“Warisan budaya bukan benda mati yang hanya dipajang. Ia adalah jejak peradaban yang harus terus dirawat agar generasi berikutnya mengenali akar identitasnya. Pengukir Jepara yang bekerja di Sarajevo hari ini sedang menjaga jejak itu,” ujarnya.

Rerie menekankan bahwa diplomasi budaya melalui pelestarian warisan bangsa sejalan dengan prinsip pembangunan yang berpihak kepada masyarakat. Bagi Rerie, pelestarian warisan bukan sekadar kebijakan, melainkan bagian dari pembangunan manusia yang utuh dan berkeadilan.

Menurut Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, konsistensi merawat warisan budaya merupakan bentuk pembangunan berkelanjutan. Identitas bangsa, kata dia, dibangun bukan hanya dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan merawat jejak peradaban.

“Jika ukir Jepara bisa hadir di Sarajevo, maka terbuka jalan untuk memperkenalkan warisan budaya kita yang lain ke dunia. Inilah diplomasi yang bekerja dari akar budaya kita sendiri,” pungkas Rerie.* (tim Redaksi).

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK Sebut,Pasal Inkonstitusional Kembali Muncul di KUHP Baru

    MK Sebut,Pasal Inkonstitusional Kembali Muncul di KUHP Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 292
    • 0Komentar

    MSINEWS.Com- Hakim Konstitusi MK, Saldi Isra mempertanyakan langkah pembentuk undang-undang yang dinilai kembali memasukkan norma yang pernah dinyatakan Pasalnya, Mahkamah Konstitusi [MK] RI menemukan adanya dugaan penghidupan kembali pasal yang sebelumnya telah dibatalkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 1 Tahun 2023. Hal tersebut muncul dalam sidang uji materi terhadap KUHP yang digelar pada […]

  • Indonesia Usulkan Percepatan dan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

    Indonesia Usulkan Percepatan dan Perluasan Pengakuan Keterampilan Pekerja di ASEAN

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 134
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM— Indonesia mengusulkan agar ASEAN mempercepat dan memperluas pengakuan bersama (_Mutual Recognition Arrangement_) atas keterampilan dan kompetensi tenaga kerja. Langkah ini penting untuk menciptakan peluang mobilitas pekerja yang lebih luas bagi pekerja terampil sekaligus memastikan kompetensi mereka dapat diakui oleh pemberi kerja di kawasan. Usulan tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam Pertemuan Menteri-Menteri Ketenagakerjaan ASEAN […]

  • Pj. Bupati, DPRD dan DPR RI, Kibarkan Bendera di HUT Lambar ke 32 Tahun

    Pj. Bupati, DPRD dan DPR RI, Kibarkan Bendera di HUT Lambar ke 32 Tahun

    • calendar_month Minggu, 24 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Lambar – Pj. Bupati Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat (Lambar) bersama DPRD hingga anggota DPR RI kibarkan bendera merah puti. Dikibarkan bendera merah puti sebagai hujat tanda jadi lahirnya daerah Bumi Beguai Jejama Sai Betik. Pengibaran bendera atau upacara untuk memperingati hari jadi atau Hari Ulang Tahun (HUT) Kab. Lambar yang sudah menginjak usia 32 tahun. […]

  • Demi Ketertiban Umum, Jangan Biarkan Pisau Hukum Tumpul

    Demi Ketertiban Umum, Jangan Biarkan Pisau Hukum Tumpul

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    OLeh : H.Dr.Bambang Soesatyo,SE.SH.MBA MASYARAKAT hanya bisa prihatin dan mengeluh ketika melihat dan merasakan semakin tumpulnya pisau penegakan hukum yang nyata-nyata berakibat pada menurunnya derajat ketertiban umum. Rasa keadilan pun terusik, karena beberapa komunitas merasa tidak terlindungi sebagai akibat dari sistem hukum yang tidak bekerja dan berfungsi dengan efektif. Kekacauan yang menjadi bukti semakin tumpulnya […]

  • Serbu Rombonan TNI, KPK Berujung Minta Maaf Soal Kasus Suap Basarnas

    Serbu Rombonan TNI, KPK Berujung Minta Maaf Soal Kasus Suap Basarnas

    • calendar_month Sabtu, 29 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Jakarta_Beberapa rombongan petinggi TNI menyambangi Gedung KPK, Jumat (28/7) sore, untuk mengkoordinasikan terkait kasus dugaan tindak pidana di lingkungan Basarnas. KPK menyatakan khilaf dan meminta maaf kepada rombongan petinggi TNI. Pasalnya ada kekeliruan dalam koordinasi penetapan tersangka Marsdya Henri Alfiandi dan Letkol Adm Afri Budi di kasus suap Basarnas. “Di sini ada kekeliruan, kekhilafan dari […]

  • Sebanyak 29.763 Benda Sejarah Kembali ke Indonesia, Pangeran Khairul Saleh Soroti Peran Ahli Waris Benda Sejarah Era Kolonial Dipulangkan

    Sebanyak 29.763 Benda Sejarah Kembali ke Indonesia, Pangeran Khairul Saleh Soroti Peran Ahli Waris Benda Sejarah Era Kolonial Dipulangkan

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 89
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota DPR RI Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh, meminta pemerintah melibatkan ahli waris kerajaan dan kesultanan Nusantara dalam pembahasan pengelolaan benda warisan budaya Indonesia yang akan dipulangkan dari Belanda. Permintaan itu disampaikan menyusul kesepakatan Pemerintah Indonesia dan Belanda untuk memulangkan 29.763 benda warisan budaya serta 427 sisa jasad manusia yang selama ini berada […]

expand_less