Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » Serial Bandar-bandar Tua di Nusantara: Sibolga dan Datuk Bandar (bagian 2) 

Serial Bandar-bandar Tua di Nusantara: Sibolga dan Datuk Bandar (bagian 2) 

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
  • visibility 137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PARA Pedagang Arab pada abad ke-7 hingga abad ke-13 Masehi menyebut Sibolga dengan nama Fansur. Tentu pembaca pernah mendengar nama. sastrawan Hamzah Al-Fansuri? Sastrawan terkemuka Indonesia berasal dari kawasan, yang pada masa Sriwijaya (abad ke-7-ke-13 M) disebut oleh orang Arab sebagai Fansur.

Bandar Sibolga atau Fansur adalah satu di antara 14 Bandar Dagang terkemuka/utama Sriwijaya pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, sebagai tercatat dalam Kronik Dinasti Tang.

Tome Pires menuliskan, pada masa lalu posisi bandar yang juga dikenal dengan nama “Fansur” masih merupakan bandar terpenting hingga abad ke-16 Masehi. Secara geografis letak Bandar Fansur atau Sibolga lebih mudah dijangkau dari arah laut dibandingkan dengan Bandar Barus.

Atlas Pelabuhan-pelabuhan Bersejarah di Indonesia suntingan Endjat Djaenuderajat (2013), menyebutkan, di pesisir barat Pulau Sumatra membujur dari arah barat laut ke tenggara, di sana terdapat pelabuhan Lamuri (Aceh), Barus, Sibolga, Tiku, Pariaman, Padang (Muaro dan Teluk Bayur), Bengkulu (Padang Baai), dan Lampung.

Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal pada 7 Desember 1842 tempat kedudukan Residen Tapanuli dipindahkan dari Air Bangis ke Sibolga. Sejak itu Sibolga resmi menjadi Ibukota Keresidenan. Kendati statusnya sebagai Ibukota Keresidenan sempat dipindahkan ke Padang Sidempuan, yaitu antara tahun 1885-1906, predikat itu kembali lagi ke Sibolga berdasarkan Staadblad 1906.

Tercatat hingga 1920, Sibolga masih bernama Onderafdeeling Sibolga en Ommelanden dan berada di bawah Residen Tapanuli dan beribukota Sibolga.

Pada 7 Maret 2019 Presiden Joko Widodo meresmikan Bandar Sibolga. Sudah tentu, ketika peresmian itu Sibolga bukan pelabuhan yang benar-benar baru, melainkan hasil pengembangan dari bandar sebelumnya.

Bandar tua ini hingga saat ini masih berfungsi sebagai pelabuhan kecil bagi masyarakat nelayan di sana, kendati keberadaannya kini nyaris sulit berkembang menjadi pelabuhan besar.

Bandar Sibolga berkarakteristik pelabuhan alam, berada di Teluk Tapian Nauli atau Teluk Sibolga. Topografi bandar tua ini relatif terlindungi dari ombak besar Samudera Indonesia.

Teluk Sibolga dan pelabuhannya antara tahun 1910 dan 1920 (Foto: Tropenmuseum). 

Sejak awal abad Masehi, pedagang India dan Arab biasa berlayar menyeberangi Samudra Hindia ke Sumatra menggunakan, salah satunya gerbang barat ini. Daya tarik utama di sini adalah komoditas kapur barus berkualitas tinggi, yang diambil dari pelabuhan Barus di dekatnya. Sama-sama berada di kawasan pesisir, Sibolga berjarak lebih kurang sekitar 67 kilometer di selatan Barus.

Sejak abad ke-19, Bandar Sibolga muncul dengan fasilitas lebih baik dari pada Bandar Barus. Sejarah mencatat, kawasan Sibolga dahulu merupakan bandar kecil di tepi Teluk Tapian Nauli di Pulau Poncan Ketek (sebuah pulau kecil tak jauh dari Kota Sibolga).

Bandar kecil ini dibangun pada sekitar abad ke-18 dengan penguasanya bergelar Datuk Bandar. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sekitar abad ke-19, bandar kecil itu dipindahkan ke daratan di Pulau Sumatra, yaitu di lokasi Sibolga saat ini untuk menggantikan bandar di Pulau Poncan Ketek.

Karena lokasinya dekat dengan sumber alam dan sumber air sebagai sumber perbekalan bagi kapal yang tengah berlabuh, Bandar Sibolga di kemudian hari berkembang menjadi lebih besar sebagai kota pelabuhan dan perdagangan.

Sibolga pada zaman Hindia Belanda berjaya sebagai pelabuhan dan gudang niaga untuk barang-barang hasil pertanian dan perkebunan seperti kapur barus, karet, cengkeh, kemenyan dan rotan.

Inggris bahkan pernah menjadikan Sibolga sebagai pelabuhan gudang niaga lada terbesar di Teluk Tapian Nauli. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, berdasarkan Besluit Gubernur Jenderal pada 7 Desember 1842 tempat kedudukan Residen Tapanuli dipindahkan dari Air Bangis ke Sibolga.

Sejak itulah Sibolga resmi menjadi Ibu Kota Keresidenan. Status Sibolga sebagai Ibu Kota Keresidenan sempat juga dipindahkan ke Padang Sidempuan, yaitu antara tahun 1885-1906.

Status itu kembali lagi ke Sibolga berdasarkan Staadblad yang dikeluarkan pada 1906. Tercatat hingga 1920, Sibolga masih bernama Onderafdeeling Sibolga en Ommelanden dan berada di bawah Residen Tapanuli dan beribukota Sibolga.[]

*)Penulis adalah Ketua Departemen Data pada Pusat Kajian Sriwijaya FISIP UNSRI.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yusril Bantah Tudingan Kecurangan

    Yusril Bantah Tudingan Kecurangan di Sidang Sengketa Pilpres 2024

    • calendar_month Minggu, 7 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews. com – Tim hukum yang mewakili pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), yang dipimpin oleh Ketua Tim Hukum Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan bahwa kesaksian empat menteri Kabinet Indonesia Maju dalam sidang tersebut adalah memberikan keterangan sebagaimana adanya. Menurut Yusril, kehadiran keempat menteri tersebut […]

  • Atletico Madrid vs Celtic, Pertandingan Krusial Sama Rebut Tiket

    Atletico Madrid vs Celtic, Pertandingan Krusial Sama Rebut Tiket

    • calendar_month Rabu, 8 Nov 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Atletico Madrid bersiap menjamu Glasgow Celtic dalam pertandingan kunci di Liga Champions nanti malam jangan sampai terlewatkan. Pertarungan kedua Tim ini bakalan seru untuk ditonton. Pertandingan krusial di Liga Champions, Atletico Madrid bersiap menjamu Glasgow Celtic dalam laga keempat fase Grup E. Pertandingan ini akan berlangsung di Civitas Metropolitano pada, Rabu (8/11) […]

  • Penyelenggaraan Haji 2025 Lebih Tertib, Namun Perlu Evaluasi di Armuzna

    Penyelenggaraan Haji 2025 Lebih Tertib, Namun Perlu Evaluasi di Armuzna

    • calendar_month Rabu, 11 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Mekkah,msinews.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 yang dinilai lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, ia menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu dievaluasi, khususnya pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). “Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan haji tahun […]

  • Pangdam II Sriwijaya Berangkatkan 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 141/AYJP

    Pangdam II Sriwijaya Berangkatkan 450 Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 141/AYJP

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Komandan Lanal (Danlanal) Palembang, Kolonel Laut (P) Sandy Kurniawan menghadiri Upacara Pemberangkatan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-PNG (Satgas Pamtas) Kewilayahan Batalyon Infanteri (Yonif) 141/Aneka Yudha Jaya Perkasa (AYJP). Pemberangkatan pasukan itu dilakukan dari Dermaga B Pelabuhan Boom Baru Palembang, Jum’at (14/06), dalam rangka latihan pratugas dan penugasan ke wilayah Papua. Dalam upacara pelepasan […]

  • Refleksi Hari Lingkungan Hidup Dunia 2025: Rumah Ibadah Jadi Garda Terdepan Atasi Sampah Plastik

    Refleksi Hari Lingkungan Hidup Dunia 2025: Rumah Ibadah Jadi Garda Terdepan Atasi Sampah Plastik

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Nairobi,Kenya,msinews.com– Badan lingkungan hidup PBB United Nations Environment Programme (UNEP) melalui Faith for Earth Coalition bersama Interfaith Working Group on Pollution menggelar forum virtual bertajuk “Solusi Multi-Level oleh Agama untuk Mengakhiri Polusi Plastik Global,” Selasa (3/6/2025). Acara tersebut mempertemukan para pemimpin agama, aktivis lingkungan, dan penggerak komunitas dari berbagai negara untuk mengeksplorasi peran strategis nilai-nilai […]

  • Info Bantuan Pangan Tahap III 2024

    Info Bantuan Pangan Tahap III 2024

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Pemerintah menyalurkan bantuan pangan tahap III 2024 kepada 22 juta keluarga penerima manfaat mulai 1 Agustus 2024. Bantuan tersebut bertujuan mengurangi beban masyarakat berpendapatan rendah.      

expand_less