Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga » Rieke Diah Pitaloka: Piala Dunia 2026 sebagai Momentum Perdamaian dan Kemanusiaan

Rieke Diah Pitaloka: Piala Dunia 2026 sebagai Momentum Perdamaian dan Kemanusiaan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • visibility 195
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COMPolitisi dan aktivis Kemanusiaan dan Politisi, Ladies Viking ,Rieke Diah Pitaloka membahas peran sepak bola di piala dunia 2026.

Lewat keterangan tertulis diterima awak medoa Parlemen Monggu 14 Juni 2026,  poligisi perempuan dari Partsi ademokrasi Indonesia Perjuangan ini mengulasnya dengan apik.

“Saya melihat Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga. Ini adalah panggung dunia untuk menebarkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan lintas bangsa, dan perdamaian,” katanya minggu 14 Juni 2026.

Tentan Piala Dunia 2026:

Rieke merinco, piala dunia kali ini dikuti oleh 48 negara (pertama kalinya diperluas dari 32 tim); 104 pertandingan; dan negara penyelenggara (Amerika Serikat, Meksiko, Kanada)

Momentum penting perdamaian:

Untuk pertama kalinya tiga negara, yang memiliki dinamika perbatasan dan migrasi, bersatu menjadi tuan rumah.

Ini bukti bahwa olahraga bisa meruntuhkan tembok permusuhan.

Jawaban atas pertanyaan:

1. Pandangan terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada?

“Saya apresiasi. Ini terobosan luar biasa. Tiga negara, satu semangat.

Tapi saya titip pesan: jangan sampai pesta bola ini melupakan para pengungsi, pekerja migran, dan komunitas miskin di sekitar stadion.

Gerakan kemanusiaan harus menyertai setiap tendangan penalti.

Saya berharap FIFA dan panitia memberikan perhatian serius pada isu keadilan sosial, bukan hanya keuntungan komersial.”

2. Tim mana yang didukung?

” saya mendukung tim kemanusiaan: siapa pun yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti-rasisme, dan membela hak-hak anak di zona konflik.

saya simpati pada tim-tim dari negara yang sedang berjuang melawan ketidakadilan global, misalnya tim yang berani bersuara untuk gencatan senjata di Palestina atau tim pengungsi.

Dulu waktu sekolah, saya suka Brazil karena gaya bola indah. Sekarang saya lebih suka tim yang indah hati nuraninya.”

3. Tanggapan terhadap kinerja RRI yang menyiarkan info Piala Dunia 2026 hampir 24 jam. Mohon masukannya untuk RRI.

Untuk teman-teman media yang mendapat kesempatan meliput Piala Dunia 2026, kalau boleh saya titip sudut pemberitaan

· Jangan hanya skor dan statistik. Jangan lupa liputan sisi humanis: cerita suporter difabel, inisiatif perdamaian dari komunitas akar rumput di Meksiko atau Kanada, dan bagaimana warga sekitar stadion merasakan dampak Piala Dunia.

· Libatkan suara anak-anak, perempuan, dan kelompok minoritas dalam diskusi sepak bola dan kemanusiaan.

mengingatkan bahwa di tengah gemerlap Piala Dunia, masih ada perang dan kelaparan.

Sepak bola jangan jadi candu yang melupakan penderitaan saudara kita.”

Sebagai penutup analisnya,dia menyebut sesi penutup nantinya adalah merupakan momen

“Piala Dunia 2026 adalah peluang emas. Bayangkan, ada 104 pertandingan.Jika setiap pertandingan (termasuk nobar) diselingi pesan perdamaian dan penggalangan dana kemanusiaan, dampaknya luar biasa.” ujar nya.

Saya mengajak siapa saja penggemar sepak bola menjadikan turnamen Piala Dunia 2026 sebagai gerakan global:

‘Satu Bola untuk Perdamaian, Satu Dunia untuk Kemanusiaan’.” tutupnya. **

Timred.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update, Penyerangan PT.TPL Kepada Masyarakat Adat Sihaporas: 33 Warga Luka-Luka, Posko dan Rumah Dibakar

    Update, Penyerangan PT.TPL Kepada Masyarakat Adat Sihaporas: 33 Warga Luka-Luka, Posko dan Rumah Dibakar

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 194
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM-Penyerangan yang dilakukan oleh pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) kepada Masyarakat Adat Sihaporas di Buttu Pangaturan, Kabupaten Simalungun, berujung pada puluhan korban luka dan kerusakan fasilitas warga. Insiden bermula sekitar pukul 08.00 WIB, ketika sekitar 150 pekerja yang terdiri dari sekuriti, buruh harian lepas (BHL), dan sejumlah orang yang diduga preman bayaran mendatangi wilayah […]

  • Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden, Hasto Kristiyanto Bebas Melalui Amnesti

    Tom Lembong Dapat Abolisi dari Presiden, Hasto Kristiyanto Bebas Melalui Amnesti

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan abolisi terhadap mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong terkait kasus izin impor gula. Selain itu, amnesti juga diberikan kepada Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto dan 1.115 terpidana lainnya, termasuk dalam kasus suap terhadap anggota KPU. Keputusan tersebut setelah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia […]

  • Anak Penjarakan Ayah Kandung di Tegal, ‘Konflik Berawal dari Kotoran Kucing’

    Anak Penjarakan Ayah Kandung di Tegal, ‘Konflik Berawal dari Kotoran Kucing’

    • calendar_month Sabtu, 10 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Tegal, MSINews.com – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Tegal, Jawa Tengah, saat seorang anak memenjarakan ayah kandungnya sendiri setelah konflik seputar kotoran kucing. Ayah, berinisial ZA (70), dipenjara atas tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh putrinya. Konflik Bermula dari Kotoran Kucing Baca juga : Polisi Ungkap YA Tegelamkan Anak Tamara Sebanyak 12 Kali Dilangsir […]

  • Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo di Istana

    Ini Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik Prabowo di Istana

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 161
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM (JAKARTA)-Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Jakarta, hari ini, Rabu (8/10/2025). Adapun, pelantikan tersebut mengacu pada beberapa Keputusan Presiden (Keppres). Sejumlah pejabat yang dilantik mulai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Ketua Dewan Komisioner LPS, Kepala BP BUMN, serta Duta Besar. Berikut Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik […]

  • Pilkada Sulsel 2024, Nasdem Rekomendasikan 28 Calon Kepala Daerah, Simak Daftaranya

    Pilkada Sulsel 2024, Nasdem Rekomendasikan 28 Calon Kepala Daerah, Simak Daftaranya

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Menyambut Pilkada serentak untuk memilih calon kepala daerah : Gubernur,Wakil Gubernur,Bupati,Wakil Bupati,dan Wali Kota ,Wakil Wali Kota periode 2024-2029, Partai politik besutan Surya Paloh ini telah menyiapkan kader-kader terbaiknya untuk bertarung 27 November 2024. Untuk Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Nasdem telah memberikan rekomendasi kepada 16 kader-kader terbaiknya untuk calon Bupati-Wakil Bupati maupun Wali Kota […]

  • Terkait Peristiwa 1998, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dinilai Abaikan Pelanggaran HAM

    Terkait Peristiwa 1998, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Dinilai Abaikan Pelanggaran HAM

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Lagi lagi pembantu Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih yakni Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuat kontroversi dengan isi pernyataannya yang seakan mengaburkan sejarah kelam peristiwa kerusuhan 1998. Dalam pernyataan yang membuat kontroversi dalam podcast di channel YouTube IDN Times, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengklaim pemerkosaan massal tahun 1998 tak ada buktinya. Peristiwa itu, […]

expand_less