Siaran Gratis Piala Dunia 2026,Legislator ; Harus Diimbangi Publikasi Maksimal,Temasuk Wilayah 3T
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month Senin, 15 Jun 2026
- visibility 23
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COM-Piala Dunia bukan sekadar siaran olahraga. Ini adalah momentum nasional yang mampu menggerakkan ekonomi rakyat, industri kreatif, UMKM, hingga ruang-ruang kebersamaan masyarakat.
”Oleh karena itu saya melihat masih kurang keriuhan dan atmosfer publik yang seharusnya sudah terasa menjelang kick-off,” kata Legislator perempuan asal daerah pemilihan Jawa Timur, Novita Hardini,dari Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Ia mengingatkan kepada TVRI sebagai pemegang hak siar Piala Dunia FIFA 2026 untuk memaksimalkan siaran publik event olahraga bergensi ini,sehingga masyarakat di pelosok wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) pun dapat menikmmati pesta olahraga tersebut.
Pasalnya, keberhasilan TVRI memperoleh hak siar seluruh pertandingan perlu dibarengi strategi komunikasi publik yang lebih kuat agar antusiasme masyarakat dapat terbangun secara optimal. Demikian ditegaskan oleh anggota Legislator perempuan dari Jawa Barat,
Perlu diketahui, TVRI saat ini menyiarkan sebanyak 104 pertandingan Piala Dunia 2026.
Jumlah tersebut meningkat dibanding Piala Dunia 2022 yang hanya menayangkan 64 pertandingan.
Bagi Novita, capaian memperoleh hak siar ini patut diapresiasi karena membuka akses masyarakat menikmati pertandingan secara gratis melalui lembaga penyiaran publik.
Meskipun demikian kata Novi menilai, besarnya mandat tersebut harus diiringi kampanye publik yang lebih agresif dan terukur.
Politisi berparas cantik ini,menilai masih terdapat ruang komunikasi yang perlu diperkuat, terutama terkait akses siaran digital dan informasi program pendukung.
“Kalau masyarakat masih banyak yang bertanya Piala Dunia tayang di mana, bagaimana cara mengakses TVRI digital, atau kapan program pendukung dimulai, berarti ada ruang komunikasi yang harus diperkuat,” bebernya.
Bahwasannya, atmosfer turnamen pada penyelenggaraan sebelumnya terasa lebih kuat karena ditopang promosi masif, aktivasi publik, program diskusi sepak bola, kolaborasi komunitas, hingga kampanye digital yang mampu membangun euforia nasional jauh sebelum pertandingan dimulai.
Oleh karena itu, sebagai mitra kerja TVRI di Komisi VII DPR, Novi kembali menegaskan, pihaknya akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar pelaksanaan siaran Piala Dunia 2026 berjalan optimal, inklusif, dan dapat menjangkau masyarakat luas.
“Kami mengapresiasi kerja keras TVRI. Namun, justru karena ini, Piala Dunia pertama yang kembali ditayangkan oleh TVRI setelah puluhan tahun, maka persiapannya harus luar biasa. Kualitas siaran harus baik, akses publik harus mudah, dan atmosfer kebanggaan nasional harus benar-benar terasa,”tegas istri Mochamad Nur Arifin, Bupati Trenggalek,Jawa Timur ini.
Editor ; Tim Redaksi.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar