Rieke Diah Pitaloka: Piala Dunia 2026 sebagai Momentum Perdamaian dan Kemanusiaan
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA,MSINEWS.COMPolitisi dan aktivis Kemanusiaan dan Politisi, Ladies Viking ,Rieke Diah Pitaloka membahas peran sepak bola di piala dunia 2026.
Lewat keterangan tertulis diterima awak medoa Parlemen Monggu 14 Juni 2026, poligisi perempuan dari Partsi ademokrasi Indonesia Perjuangan ini mengulasnya dengan apik.
“Saya melihat Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga. Ini adalah panggung dunia untuk menebarkan nilai-nilai kemanusiaan, persaudaraan lintas bangsa, dan perdamaian,” katanya minggu 14 Juni 2026.
Tentan Piala Dunia 2026:
Rieke merinco, piala dunia kali ini dikuti oleh 48 negara (pertama kalinya diperluas dari 32 tim); 104 pertandingan; dan negara penyelenggara (Amerika Serikat, Meksiko, Kanada)
Momentum penting perdamaian:
Untuk pertama kalinya tiga negara, yang memiliki dinamika perbatasan dan migrasi, bersatu menjadi tuan rumah.
Ini bukti bahwa olahraga bisa meruntuhkan tembok permusuhan.
Jawaban atas pertanyaan:
1. Pandangan terkait penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di AS, Meksiko, dan Kanada?
“Saya apresiasi. Ini terobosan luar biasa. Tiga negara, satu semangat.
Tapi saya titip pesan: jangan sampai pesta bola ini melupakan para pengungsi, pekerja migran, dan komunitas miskin di sekitar stadion.
Gerakan kemanusiaan harus menyertai setiap tendangan penalti.
Saya berharap FIFA dan panitia memberikan perhatian serius pada isu keadilan sosial, bukan hanya keuntungan komersial.”
2. Tim mana yang didukung?
” saya mendukung tim kemanusiaan: siapa pun yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti-rasisme, dan membela hak-hak anak di zona konflik.
saya simpati pada tim-tim dari negara yang sedang berjuang melawan ketidakadilan global, misalnya tim yang berani bersuara untuk gencatan senjata di Palestina atau tim pengungsi.
Dulu waktu sekolah, saya suka Brazil karena gaya bola indah. Sekarang saya lebih suka tim yang indah hati nuraninya.”
3. Tanggapan terhadap kinerja RRI yang menyiarkan info Piala Dunia 2026 hampir 24 jam. Mohon masukannya untuk RRI.
Untuk teman-teman media yang mendapat kesempatan meliput Piala Dunia 2026, kalau boleh saya titip sudut pemberitaan
· Jangan hanya skor dan statistik. Jangan lupa liputan sisi humanis: cerita suporter difabel, inisiatif perdamaian dari komunitas akar rumput di Meksiko atau Kanada, dan bagaimana warga sekitar stadion merasakan dampak Piala Dunia.
· Libatkan suara anak-anak, perempuan, dan kelompok minoritas dalam diskusi sepak bola dan kemanusiaan.
mengingatkan bahwa di tengah gemerlap Piala Dunia, masih ada perang dan kelaparan.
Sepak bola jangan jadi candu yang melupakan penderitaan saudara kita.”
Sebagai penutup analisnya,dia menyebut sesi penutup nantinya adalah merupakan momen
“Piala Dunia 2026 adalah peluang emas. Bayangkan, ada 104 pertandingan.Jika setiap pertandingan (termasuk nobar) diselingi pesan perdamaian dan penggalangan dana kemanusiaan, dampaknya luar biasa.” ujar nya.
Saya mengajak siapa saja penggemar sepak bola menjadikan turnamen Piala Dunia 2026 sebagai gerakan global:
‘Satu Bola untuk Perdamaian, Satu Dunia untuk Kemanusiaan’.” tutupnya. **
Timred.
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik


Saat ini belum ada komentar