Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik

PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,MSINEWS.COM- Pemerintah resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) pada akhir Agustus lalu sebagai langkah strategis menuju kemandirian energi serta penguatan pertumbuhan ekonomi nasional. Pemanfaatan energi surya dalam skala besar yang dipadukan dengan Battery Energy Storage System (BESS) membuka peluang PT PLN (Persero) untuk mengoptimalkan sumber energi domestik menjadi pasokan listrik yang lebih efisien dan ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil pada sistem kelistrikan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa pengembangan PLTS 100 GWp yang dilengkapi dengan teknologi BESS berpotensi memberikan penghematan signifikan bagi negara, khususnya dari penggunaan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Suasana peluncuran secara simbolis Program PLTS 100 GWp oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (tengah) yang dilaksanakan di Gilimanuk, Jembrana, Bali (25/8). Lewat pemanfaatan PLTS dan BESS dari program tersebut, Pemerintah berpotensi melakukan pengematan hingga Rp73,9 triliun per tahun dibandingkan dengan penggunaan pembangkit berbahan bakar gas uap/diesel. (Foto: BPMI Setpres)

“Ini mampu menghemat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) kita dari subsidi solar. Dan rata-rata kita targetkan total listrik yang ada di Indonesia masih ada 12,6 GW yang memakai solar. Dari 12,6 GW itu kita menghasilkan minyak kita, itu kurang lebih equal dengan 230 sampai dengan 250 ribu barel per day. Jadi kalau ini mampu kita lakukan, maka penurunan terhadap impor BBM khususnya dari solar akan turun dan semuanya akan memakai energi nasional,” ujar Bahlil.

Bahlil menjabarkan, program PLTS 100 GWp memiliki potensi penghematan hingga Rp73,9 triliun per tahun, yang berasal dari pemanfaatan PLTS dan BESS dibandingkan pembangkit berbahan bakar gas uap/diesel. Selain memberikan manfaat fiskal, program ini juga diarahkan untuk memperkuat industri dalam negeri, meningkatkan akses dan ketahanan energi, serta mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.

Ilustrasi personel PLN sedang melakukan inspeksi panel surya PLTS. Pengembangan PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui proyeksi penciptaan 5,518 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan manufaktur.

“Terlebih lagi, Indonesia sudah memiliki industri panel surya dan industri baterai penyimpanan listrik/BESS di dalam negeri, sehingga melalui PLTS 100 GWp kita betul-betul akan berdiri di atas kaki kita sendiri,” ucap Bahlil.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, pemanfaatan energi surya juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui penurunan emisi gas rumah kaca (GRK). Secara keseluruhan, Program PLTS 100 GWp berpotensi mengurangi emisi GRK hingga 140,16 juta ton CO₂ per tahun, sekaligus membuka potensi pasar karbon yang diperkirakan mencapai Rp6,31 triliun.

Pada tahap awal, pengembangan Program PLTS 100 GWp mencakup 14 proyek dengan total kapasitas mencapai 5,3 GWp yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dari sisi efisiensi energi, pengembangan tahap awal tersebut berpotensi menghemat penggunaan BBM hingga 319.998 kiloliter (kl) per tahun serta mengurangi penggunaan gas alam sebesar 35,66 ribu million standard cubic feet (MMSCF) per tahun atau setara 36.980 billion british thermal unit (BBTU). Bukan hanya itu, proyek ini juga berpotensi memberikan penghematan APBN sebesar Rp4,6 triliun per tahun untuk biaya listrik.

Senada dengan Menteri ESDM, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa pengembangan PLTS dalam skala besar merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi energi surya di Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia (kiri) didampingi Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi (belakang kiri), dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kanan) saat meninjau lokasi pengembangan PLTS Gilimanuk di Jembrana, Bali (25/8).

“Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT), khususnya energi surya yang melimpah di Indonesia. Dengan meningkatkan pemanfaatan energi surya, kita dapat mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil sekaligus menciptakan efisiensi biaya energi. Kita beralih dari energi kotor menjadi energi bersih, dari energi impor menjadi energi domestik, serta dari energi mahal menjadi energi yang lebih murah,” ujar Darmawan.

Darmawan melanjutkan, pengembangan PLTS yang dilengkapi BESS juga menjadi bagian dari transformasi sistem kelistrikan nasional. Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan energi surya yang bersifat intermiten dapat diintegrasikan secara lebih optimal ke dalam sistem kelistrikan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber energi domestik dan terbarukan.

Di sisi lain, pengembangan Program PLTS 100 GWp juga akan memberikan manfaat ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri. Secara keseluruhan, program ini diproyeksikan menciptakan sekitar 5,518 juta lapangan kerja, yang terdiri atas 3,465 juta lapangan kerja di sektor konstruksi dan 2,053 juta pada sektor manufaktur.

“Pengembangan PLTS merupakan salah satu upaya dalam membangun sistem energi yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong transisi menuju energi bersih, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan.**

Sekilas Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan. PLN mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor 1 bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end to end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emissions (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.**

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gaji BPD Desa 2024 Meningkat, Berikut Informasi Terkini :

    Gaji BPD Desa 2024 Meningkat, Berikut Informasi Terkini :

    • calendar_month Minggu, 25 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Gaji Badan Permusawartan Desa (BPD) pada tahun 2024 menjadi sorotan utama dalam artikel ini. BPD, sebagai lembaga penting yang mewakili aspirasi masyarakat desa, memiliki peran strategis dalam mengawasi pelaksanaan program dan anggaran desa. Dengan perincian gaji yang baru diumumkan, ini menjadi informasi menarik yang patut disimak. Baca juga : Kapolda Copot Kapolsek […]

  • Sebut Bencana Banjir di Sumatera karena Faktor Cuaca, DPR ; Menko PMK Tak Paham Akar Kerusakan Lingkungan

    Sebut Bencana Banjir di Sumatera karena Faktor Cuaca, DPR ; Menko PMK Tak Paham Akar Kerusakan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM- Anggota DPR Fraks Golkar Firman Soebagyo mengkritik pernyataan Menko PMK, Pratikno yang menyatakan bahwa bencana alam terjadi di Sumatera disebabkan oleh cuaca dan akan dilakukan modifikasi cuaca. Firman menilai pernyataan tersebut tidak tepat karena tidak memahami akar masalah dari bencana yang terjadi, yaitu kerusakan lingkungan dan hutan akibat kebijakan pemerintah yang lemah. “Pemerintah seharusnya […]

  • Benahi Data Bansos, Mensos Saifullah Yusuf Siap Gerak Bareng Pemda!

    Benahi Data Bansos, Mensos Saifullah Yusuf Siap Gerak Bareng Pemda!

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Menteri Sosial Mensos) Saifullah Yusuf  kembali menegaskan urgensi perbaikan data sebagai fondasi utama kesuksesan program bantuan sosial (bansos). Hal tersebut ditegaskan dihadapan empat kepala daerah yakni Bupati Sumbawa Syarafudin Jarot, Bupati Tapin, H. Yamani, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan Wakil Bupati Asahan Rianto di Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Kamis 26 Juni 2025. […]

  • Ketua DPR RI, Puan Maharani Tinjau Persiapn Sidang Tahunan MPR.RI 2026RI

    Ketua DPR RI, Puan Maharani Tinjau Persiapn Sidang Tahunan MPR.RI 2026RI

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 275
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM-Ketua DPR RI, Puan Maharani memastikan kesiapan penyelenggaraan rangkaian agenda kenegaraan pada 14 Agustus 2026 yang meliputi Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Saat meninjau lokasi Sidang Tahunan MPR RI di Gedung […]

  • DPR ; Pengalihan Pulau Aceh ke Sumut Harus Lewat UU, Bukan Sekedar Keputusan Menteri

    DPR ; Pengalihan Pulau Aceh ke Sumut Harus Lewat UU, Bukan Sekedar Keputusan Menteri

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Firman Soebagyo, menegaskan bahwa pengalihan empat pulau dari wilayah Provinsi Aceh ke Sumatera Utara tidak dapat dilakukan hanya melalui keputusan menteri. Menurutnya, perubahan batas wilayah provinsi merupakan ranah kewenangan legislatif dan harus ditempuh melalui mekanisme pembentukan undang-undang. Hal ini selaras dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang […]

  • Sebanyak 1,322 Penerima Manfaat Siap Lepas dari Bansos Berkat Program PENA Kemensos

    Sebanyak 1,322 Penerima Manfaat Siap Lepas dari Bansos Berkat Program PENA Kemensos

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Jakarta_-Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan bahwa sebanyak 1.322 Penerima Manfaat (PM) siap graduasi atau lepas dari kepesertaan program bantuan sosial (bansos) reguler. Bansos tersebut yakni Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako, Penerima Manfaat (PM) mencapai kemandirian ekonomi dengan dukungan program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Program PENA diinisiasi Mensos Risma sejak pada akhir tahun […]

expand_less