Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Politik » Partai Gelora Dorong Pemerintah Percepat Pengembangan Energi Nuklir

Partai Gelora Dorong Pemerintah Percepat Pengembangan Energi Nuklir

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA-Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi nuklir sebagai salah salah sumber energi murah, serta mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang kebutuhannya sebagian besar masih berasal dari impor.

  1. “Apa perlu kita bikin senjata nuklir, atau apa perlu kita mengembangkan energi nuklir sebagai satu opsi. Saya kitra sangat perlu,” kata Mahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai GeloraMahfuz Sidik, Sekretaris Jenderal Partai Gelora.

Hal itu disampaikan Mahfuz Sidik dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik dengan tema ‘Arsitektur Keamanan Baru di kawasan Asia Barat: Paska Perang AS-Israel Vs Iran‘, Jumat (12/6/2026) malam.

Menurut Mahfuz, energi nuklir itu dipergunakan untuk keperluan damai, sebagai salah satu sumber energi yang relatif murah apabila sudah beroperasi nantinya.

“Indonesia punya sumberdaya alam, kita punya uranium. Kita juga pernah punya BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) pada masa Orde Baru dan sudah ada rencana untuk mengembangkan,” ujarnya.

Namun, pembangunannya hingga kini masih menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat, salah satunya karena investasinya yang sangat besar.

“Kalau kita terus bicara pro kontra, tolak menolak, tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun,” katanya.

Sehingga Indonesia sampai sekarang tidak pernah memiliki kemampuan untuk mengembangkan penelitian tentang uranium untuk kepentingan energinya.

“Kalau menurut saya, di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu seperti sekarang. Dimana rantai pasok energi terganggu akibat konflik di kawasan Teluk,” katanya.

Ia berpandangan rantai pasok energi dunia akan tetap terganggu, meskipun perang antara Amerika Serikat dan Israel berakhir.

“Tapi gangguan-gangguan kecil akan tetap ada di Selat Hormuz dan Kawasan Teluk, sehingga tetap akan menggangu pasokan energi dan lain-lain,” katanya.

Karena itu, di sinilah Indonesia perlu mengembangkan energi nuklir agar tidak tergantung lagi dari negara lain.

Nuklir, kata dia, adalah energi masa depan bagi Indonesia, termasuk negara-negara lain didunia.

Ketua Komisi I DPR 2010-2017 menilai Indonesia punya kapasitas dan kemampuan untuk mengembangkan energi nuklir.

“Sekarang yang perlu dijaga adalah transformasi menjadi senjata nuklir. Itulah perlunya kehadiran Badan Atom Internasional (IAEA), dan Indonesia masuk pintu yang terikat dengan perjanjian itu,” kata dia.

Selain itu, Indonesia perlu belajar dari Iran dan Pakistan dalam pengembangan energi nuklir, sehingga tidak mudah ditekan oleh kekuatan global.

Dengan memiliki nuklir, Indonesia bisa menjadi kekuatan global baru, negara superpower masuk lima besar dunia sejajar dengan Amerika, Rusia, Uni Eropa dan China.

Partai Gelora akan terus memberikan literasi kepada masyarakat mengenai masalah-masalah geopolitik global, termasuk tentang pentingnya pengembangan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi masa depan.

“Kita akan terus kita melakukan literasi kepada masyarakat agar mendapatkan pemahaman terhadap masalah-masalah global, sehingga kita lebih mudah memahami situasi domestik,” ujarnya.

*Teater Konflik*

Dalam kesempatan ini, Mahfuz mengatakan, usai perang di Kawasan Teluk, konflik diprediksi akan berpindah ke Kawasan Indo Pasifik, termasuk di Kawasan Asia Tenggara.

“Teater konflik utamanya nanti ada Kawasan Indo Pasifik, karena Amerika ingin membunuh China dalam tanda kutip,” katanya.

Apabila perang diperluas hingga ke Kawasan Asia Tenggara, khususnya di Selat Malaka, Indonesia bisa jadi akan menjadi korban berikutnya. Sebab, Selat Malaka adalah adalah jalur vital perdagangan dunia dan energi.

Jika kapal-kapal internasional menghindari Selat Malaka, seperti halnya Selat Hormuz di Iran, akan merugikan Indinesia.

Namun, Indonesia masih punya dua selat lain, yaitu Selat Sunda dan Selat Lombok yang bisa dipergunakan.

“Jika kawasan ini jadi wilayah konflik dan ditutup, maka hanya ada dua jalur pelayaran internasional yang bisa di lewati, yakni Selat Sunda dan Selat Lombok. Suka tidak suka, Indonesia akan menjadi pihak yang terlibat dalam konflik,” katanya.

Sehingga Indonesia perlu melakukan penyesuaian perannya di dalam percaturan konflik berskala global melalui berbagai kerjasama internasional.

“Selat Malaka ini halaman rumah kita, maka kita harus mulai merumuskan apa yang harus kita lakukan, skenario seperti apa. Jangan sampai kita jadi korban lagi,” pungkasnya. **

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPR Desak PPATK Bongkar Aliran Dana P2P Lending DSI

    DPR Desak PPATK Bongkar Aliran Dana P2P Lending DSI

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Msinews.com – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk segera menelusuri dan membongkar aliran dana perusahaan peer-to-peer (P2P) lending Dana Syariah Indonesia (DSI). Desakan tersebut disampaikan menyusul adanya indikasi aliran dana DSI ke sejumlah perusahaan yang diduga memiliki keterkaitan dengan kolega serta jajaran manajemen perusahaan. […]

  • Ini Alasan Pengunduran Diri Usman Kasong dari Dirjen IKP Kominfo 

    Ini Alasan Pengunduran Diri Usman Kasong dari Dirjen IKP Kominfo 

    • calendar_month Rabu, 14 Agt 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Kominikasi dan Informatika (Kominfo), Usman Kansong resmi mengundurkan diri jabatannya. Usman mengaku pengunduran dirinya tak berkaitan dengan tekanan dari pihak manapun. “Tidak  ada tekanan dari luar, ini keinginan saya sendiri dan saya sudah bicarakan dengan bu Sekjen dan pak Wamen, sebelumnya juga dengan pak Menteri, jadi di […]

  • Pendiri MSI, Rivano Osmar Akui Pasukan Oranje Tulus Bekerja

    Pendiri MSI, Rivano Osmar Akui Pasukan Oranje Tulus Bekerja

    • calendar_month Jumat, 23 Jun 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 125
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pendiri sekaligus Direktur Mitra Sejahtera Indonesia (MSI), Rivano Osmar memberi apresiasinya kepada pasukan oranje, alias Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atas ketulusan hati mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas membersihkan seluruh wilayah DKI Jakarta. Rivano mengakui kalau sikap seperti Tim Oranje harus jadi contoh bagi warga DKI Jakarta untuk tetap menjaga kebersihan. “Di […]

  • Menlu Retno Hadiri Buka Bersama Pimpinan MPR

    Menlu Retno Hadiri Buka Bersama Pimpinan MPR

    • calendar_month Senin, 1 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Menteri Luar Negeri, Retno Lestari Priansari Marsudi menghadiri acara buka puasa bersama Pimpinan MPR,MUI,BAznas dan 11 Imam Palestina,di Kompleks Parlemen Senayan,Jakarta,Senin (1/4/2024). Dalam kesempatan itu, Menlu Retno mengatakan, Majelis Permusyawaratan rakyat Republik Indonesia (MPR.RI)  sudah mempasilitasi silaturrahmi ini. “Saya kira, ini adalah silaturahmi yang sangat penting untuk memperkuat kembali, komitmen kita untuk mendukung perjuangan bangsa […]

  • Wamendagri Puji Terobosan Pemkot Palembang Bakal Terapkan PSEL Sesuai Visi Presiden

    Wamendagri Puji Terobosan Pemkot Palembang Bakal Terapkan PSEL Sesuai Visi Presiden

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Msinews.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang tengah mempersiapkan diri sebagai kota pertama yang bakal menerapkan program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Rencananya, inovasi tersebut akan mulai beroperasi pada Oktober mendatang. Bima menyebut terobosan itu sebagai langkah strategis yang sejalan dengan target nasional dan arahan […]

  • Pernyataan Alvin Lim Jadi Kontroversi, Yasona Bantah, IMO Bilang Begini:

    Pernyataan Alvin Lim Jadi Kontroversi, Yasona Bantah, IMO Bilang Begini:

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Pernyataan pengacara Alvin Lim menghadirkan kontroversi baru terkait Narapidana (Napi) Ferdy Sambo dalam sebuah acara Podcast bersama Richard Lee. Lim menyatakan Ferdy Sambo tidak pernah ada di Lapas Salemba, Jakarta, menimbulkan kehebohan dan keraguan di kalangan masyarakat. Baca juga : Kalapas Salemba Tepis Tudingan Alvin Lim Soal Sambo Ditahan Diruang AC Menanggapi […]

expand_less