Perkembangan Situasi dan Penanganan Bencana di Tanah Air 26 Oktober 2026
- account_circle Media Sejahtera Indonesia
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memantau perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan hingga Senin (26/10) pukul 07.00 WIB, kejadian bencana hidrometeorologi basah telah melanda wilayah Pulau Sumatera dan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jawa Timur.
Banjir terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (23/10) sekitar pukul 18.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Kondisi itu menyebabkan sungai di sejumlah kecamatan meluap dan derasnya aliran sungai merusak tanggul penahan air sehingga banjir memasuki pemukiman warga.
Banjir berdampak pada enam kelurahan yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kelurahan Bonalumban dan Tukka di Kecamatan Tukka; Kelurahan Lopian di Kecamatan Badiri; Kelurahan Sibuluan Nalambok di Kecamatan Sarudik; serta Kelurahan Sibuluan Indah dan Sibuluan Raya di Kecamatan Pandan.
Berdasarkan pendataan sementara, tercatat sebanyak 424 jiwa dan 106 unit rumah terdampak, satu unit rumah hanyut, serta sejumlah akses jalan terdampak banjir.
BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan pendataan serta melaksanakan pembersihan wilayah terdampak banjir. Berdasarkan laporan Minggu (25/10), terpantau banjir telah surut. Namun, wilayah tersebut masih diguyur hujan sehingga masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Sementara itu, banjir dan tanah longsor terjadi di Dusun V Sukumblin, Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, pada Jumat (23/10). Kejadian tersebut dipicu hujan intensitas tinggi yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.
BPBD Kabupaten Dairi melaporkan seluas lima hektare lahan pertanian, delapan titik jalan, dan satu unit jembatan terdampak peristiwa ini. Berdasarkan laporan Minggu (25/10), BPBD bersama tim gabungan masih melakukan penanganan di lokasi terdampak lokasi terdampak bersama masyarakat setempat.
Adapun kejadian angin kencang terjadi di Kota Lhokseumawe, Aceh, Minggu (25/10) pukul 20.20 WIB. BPBD Kota Lhokseumawe mencatat sebanyak 1 unit rumah mengalami rusak ringan dan 27 unit kos rusak berat. Kejadian ini melanda dua gampong, yaitu Gampong Pusong Lama di Kecamatan Banda Sakti dan Gampong Meunasah Mee di Kecamatan Muara Dua BPBD mengerahkan satu mobil operasional dan satu unit mobil rescue untuk melakukan penanganan serta evakuasi di lokasi kejadian.
Di samping itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Kamis (22/10) sekitar pukul 15.00 WIB. Hingga laporan Minggu (25/10), tercatat seluas 15,5 hektare lahan terbakar dan penyebabnya masih dalam penyelidikan.
BPBD Kota Malang bersama tim gabungan mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air untuk melakukan pemadaman darat. Namun, angin kencang serta kondisi vegetasi yang minim menjadi kendala dalam mengendalikan api. Berdasarkan laporan terkini pada Minggu (25/10), kepulan asap masih teramati di lokasi. Tim gabungan melanjutkan pembasahan pada area yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah potensi api menyala kembali.
Menyikapi rangkaian kejadian bencana tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang. Masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai diimbau waspada dan segera melakukan evakuasi apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan membatasi jarak pandang serta terjadi kenaikan debit air.
Bagi warga di wilayah perbukitan juga diimbau untuk waspada terhadap potensi tanah longsor serta memperhatikan kondisi tanah dan lingkungan sekitar. Warga juga diharapkan tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar pohon, bangunan, atau fasilitas seperti papan reklame maupun tiang listrik ketika terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran dan melaporkan kepada petugas berwenang jika menemukan titik api agar dapat ditangani secara cepat untuk mencegah api meluas.* (BNPB).
Penulis Media Sejahtera Indonesia
Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik



Saat ini belum ada komentar