Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Penghapusan Sistem Naik Kelas Otomatis Jadi Langkah Perbaikan Mutu Pendidikan

Penghapusan Sistem Naik Kelas Otomatis Jadi Langkah Perbaikan Mutu Pendidikan

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month 7 jam yang lalu
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan menghapus sistem naik kelas otomatis mulai Tahun Ajaran 2027/2028, direspon oleh senator RI Dr. H. Hilmy Muhammad, MA .

Ia menilai, kebijakan tersebut sebagai langkah penting untuk mengembalikan tujuan utama pendidikan, yaitu memastikan siswa benar-benar menguasai materi dan memiliki kompetensi yang matang sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Menurutnya, dukungan untuk kebijakan Menteri Abdul Mu’ti ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kinerja dan akuntabilitas guru, serta kematangan akademik siswa. Dijelaskan bahwa, sistem otomatis naik kelas yang berlaku selama ini menimbulkan dampak yang kurang baik bagi proses belajar, karena siswa tetap tertanam meskipun pemahaman materinya belum tuntas.

Dalam keterangan tertulis diterima awak media parlemen, Minggu (18/10/2026), ditegaskan bahwa siswa yang tidak naik kelas bukan berarti dihukum, melainkan karena memang belum memenuhi kriteria akademik.

“Memaksakan siswa naik ke tingkat selanjutnya padahal belum siap justru akan menyulitkan mereka di masa depan” tuturnya.

Ia juga menanggapi masukan dari Komisi X DPR RI dan guru asosiasi terkait kekhawatiran kebijakan ini menjadi beban, dengan tekanan pentingnya aturan teknis yang jelas dan berpihak pada siswa.

Ia meminta pemerintah pusat dan dinas pendidikan daerah menyiapkan sistem penilaian yang adil, objektif, dan transparan, serta dilengkapi asesmen diagnostik yang akurat. Selain itu, perlu ada program remedial, bimbingan intensif, dan pendekatan psikologis agar siswa yang belum tuntas tidak merasa dikucilkan, tetapi hanya mendapat pendampingan hingga siap.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dan anggota Komite II DPD RI asal DIY ini menambahkan, budaya naik kelas pasti harus dihentikan karena mengabaikan proses belajar demi formalitas administratif.

Dengan mengembalikan kewenangan penilaian objektif kepada guru dan satuan pendidikan, maka martabat guru akan semakin kuat. Ia mengingatkan bahwa pendidikan bertujuan memanusiakan manusia, sehingga memaksa anak naik kelas dengan fondasi akademik yang rapuh saja dengan menumpuk masalah di masa depan. **

Editor : tim redaksi.

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Lantik Sejumlah Pejabat

    Presiden Prabowo Subianto Dijadwalkan Lantik Sejumlah Pejabat

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Jajarta-Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat dalam agenda perombakan atau reshuffle kabinet di Istana Kepresidenan, Kamis (15/10/2026). Sejumlah nama dikabarkan masuk dalam daftar pejabat yang akan dilantik. Mereka berasal dari unsur pemerintahan, TNI, akademisi, hingga kalangan politik. Berdasarkan informasi yang beredar, posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) disebut-sebut akan diisi Yusuf Jauhari dan Andyawan. Sementara […]

  • Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

    Pengajaran Dharmakirti dari Sriwijaya kepada Dipamkara Shrijnana dari India

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Oleh Syamsul Noor DI DALAM biografi Acharya (Guru Besar) Dipamkara Shrijnana (dikenal di Indonesia sebagai Pendeta Atisha) menuliskan pengalaman dia berkunjung ke Swarnadwipa (Sriwijaya) guna menimba ilmu kepada Acharya Dharmakirti pada 1013 Masehi. Pada masa itu, Swarnadwipa adalah salah satu pusat pendidikan Buddhadharma terkemuka di dunia. Acharya Dharmakirti di Swarnadwipa dipandang sebagai cendekiawan terbesar pada […]

  • Prabowo Dorong Food Estate Sebagai Strategi pada Dialog Kadin

    Prabowo Dorong Food Estate Sebagai Strategi pada Dialog Kadin

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menyatakan komitmennya terhadap pembangunan food estate sebagai strategi utama untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia. Pernyataan Prabowo dorong food estate disampaikan dalam acara dialog capres bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Djakarta Theater, Jakarta Pusat. Baca juga : Tingkat Kepuasan Publik atas Kinerja […]

  • Kemendagri umumkan, Pj Gubernur Terbaik dan Cukup Baik, Elen Setiadi Jadi Pj Gubernur Terbaik Kedua

    Kemendagri umumkan, Pj Gubernur Terbaik dan Cukup Baik, Elen Setiadi Jadi Pj Gubernur Terbaik Kedua

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Kementerian Dalam Negeri melakukan evaluasi terhadap kinerja kerja para Pj Gubernur se Indonesia. Kemendagri mengumumkan hasil evaluasi Pj Gubernur terbaik se Indonesia yang salah satunya Elen Etiadi, Pj Gubernur Provinsi Sumatera Selatan. Terkait itu, Elen mengatakan, evaluator memberikan catatan positif atas kinerjanya saat menjadi Pj Gubernur Sumsel sejak Juni 2024. Elen mengaku, terdapat 10 indikator […]

  • Hetifah Soroti Data Desil Diverifikasi Sebelum Jadi Dasar Penyaluran 

    Hetifah Soroti Data Desil Diverifikasi Sebelum Jadi Dasar Penyaluran 

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    MSIMEWS.COM—Ketidaksesuaian penempatan desil berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat karena berkaitan dengan akses keluarga terhadap berbagai program bantuan. . Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian Adapun, bahwa penetapan desil kesejahteraan masyarakat perlu disertai mekanisme verifikasi yang memadai sebelum digunakan sebagai dasar penentuan sasaran program pemerintah Anggota Komisi VIII DPR RI Hetifah Sjaifudian […]

  • 75 tahun Seminari Menengah Pematangsiantar : Hasilkan 7 Uskup,331 Imam dari 6.500 Siswa

    75 tahun Seminari Menengah Pematangsiantar : Hasilkan 7 Uskup,331 Imam dari 6.500 Siswa

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 181
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR,MSINEWS.COM-Seminari Menengah Christus Sacerdos (SMCS) Pematangsiantar ,Keuskupañ Agung Medan, Sumatera Utara pada 6 September 2025 genap 75 tahun menyemai panggilan hidup bagi para calon Imam Katolik di Indonesia. Sebagai ucapan Syukur maka digelar Perayaan misa kudus pada Sabtu 6 Sptember 2025 dengan konselebran utama Uskup Agung Keuskupan Medan, Mgr . Kornelius Sipayung,OFMCap. Dies Natalis 75 […]

expand_less