Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Partisipasi Politik dalam Pilkada Sumsel 2024: Merefleksikan Analisis Huntington dan Newman

Partisipasi Politik dalam Pilkada Sumsel 2024: Merefleksikan Analisis Huntington dan Newman

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Syamsul Noor

PEMIKIR sosiologi politik Amerika Serikat Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson banyak dikutip dalam literatur politik. Buku mereka tentang politik paling best seller, berjudul “No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries”. Dalam buku tersebut penulis memaknai partisipasi politik sebagai aktivitas masyarakat sebagai pribadi-pribadi dimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah.

Partisipasi politik, menurut Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dapat dilakukan secara: (1) Individu atau Kolektif; (2) Terorganisir atau Spontanitas; (3) Statis atau Sporadis; (4) Secara damai atau Secara Kekerasan; (5) Legal atau Ilegal; dan (6) Efektif atau Inefektif.

Pemilih Konsumen

Banyak pendapat dan teori mengulas partisipasi dan perilaku masyarakat dalam politik. Sebut saja satu sampel paling terkemuka, misalnya teori Bruce I. Newman. Dia termasuk suhu dalam Pemasaran Politik atau Marketing Politics.

Newman mengimplementasikan pendekatan pemasaran untuk menjelaskan “how” pemilih berpartisipasi dalam politik, dengan fokus pada “how” kampanye politik dan kandidat mempengaruhi keputusan masyarakat/pemilih.

Sebagai profesor di bidang pemasaran politik di DePaul University, Chicago, USA, Newman mempublikasikan banyak karya tulis ilmiah tentang Pemasaran Politik. Dalam buku “The Marketing of the President”, dia menguraikan tentang kampanye politik di Amerika Serikat telah berkembang waktu ke waktu hingga semakin memfokus pada taktik pemasaran dipersonalisasi untuk menarik pemilih.

Newman mengulas kampanye politik menggunakan prinsip-prinsip pemasaran sebagaimana biasa dilakukan dalam dunia bisnis untuk mempengaruhi keputusan pembeli/masyarakat.

Newman menuliskan, “Partisipan dalam politik tak ubahnya dengan konsumen dalam konteks ekonomi. Mereka disodori pesan, citra, dan strategi dari kampanye sehingga mendorong preferensi dan perilaku mereka. Dengan demikian, perilaku partisipan tidak hanya diwarnai oleh ideologi politik atau orientasi partai, melainkan juga oleh teknik pemasaran dari para kontestan atau partai politik.”

Menurut Newman, partisipan politik berposisi sebagai konsumen politik, sementara kontestan, partai politik atau calon dalam pemilihan kepala daerah sebagai produk atau brand kompetitor untuk menarik perhatian dan dukungan massa.

Tak jarang dalam suatu kontestasi politik para penyelenggara selalu memasang target tinggi untuk partisipasi politik rakyat, baik dalam pemilihan umum legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Sumatra Selatan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 27 November 2024, juga memproyeksikan target partisipasi masyarakat relatif tinggi, yaitu di atas 80 persen. Dalam memulai proses pemilihan kepala daerah Sumsel pada awal Mei lalu, Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya memasang target partisipasi pemilih dapat melebihi partisipasi pemilih dalam Pileg dan Pilpres 2024, yakni mencapai 84,82 persen.

Apakah partisipasi politik pemilih pada setiap kontestasi politik memang harus tinggi? Parsipasi politik di negara, misalkan di Amerika Serikat pada Pilpres jauh di bawah partisipasi politik di Indonesia. Diskursus dalam tulisan ini tidak akan menyoroti persoalan tersebut.

Pendapat partisipasi politik merupakan unsur urgen dalam proses demokrasi, penulis sepakat dengan pendapat itu. Momentum Pilkada merupakan salah satu ekspresi utama dari partisipasi politik di negara demokratis. Rakyat berdaulat menggunakan hak suara melalui partisipasi politik dalam Pilkada.

Pakar politik Miriam Budiardjo dalam buku Partisipasi dan Partai Politik (1982) mengartikulasikan, partisipasi politik secara umum sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih kepala daerah, pimpinan negara, dan legislatif secara langsung atau tidak langsung, serta mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy).

Samuel P. Huntington

Dalam konteks pilkada, kampanye berperan sebagai saluran komunikasi untuk mempromosikan pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakilnya atau platform politik. Paslon ajuan sudah seharusnya memperhatikan preferensi, kebutuhan, dan aspirasi pemilih. Mereka juga harus mensinkronisasikan pesan dan strategi kampanye agar relevan dengan audiens heterogen. Paslon dapat mensosialisasikan Visi, Misi, Orientasi/Program Unggulan mereka melalui media massa, debat politik, iklan televisi, media sosial, hingga interaksi langsung melalui kampanye tatap muka.

Newman juga menyoroti bahwa kampanye politik modern menggunakan data dan analisis pasar untuk memahami pemilih secara lebih mendalam. Mereka memetakan profil demografis, psikografis, dan perilaku pemilih untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok target tertentu, mirip dengan cara perusahaan memetakan pasar konsumen. Berdasarkan informasi ini, kandidat dapat memodifikasi pesan politik mereka agar sesuai dengan segmen-segmen pemilih berbeda, serta menyesuaikan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

Newman menggunakan apa yang ia sebut sebagai “Strategic Political Marketing” (SPM), suatu pendekatan yang mengakumulasikan prinsip-prinsip pemasaran, perilaku konsumen, dan komunikasi politik untuk memahami strategi kampanye politik mempengaruhi partisipan/pemilih. Model ini dapat menganalisis interaksi antara kampanye, pesan politik, kandidat, dan pemilih, dengan fokus pada keputusan pemilih dapat dipengaruhi oleh teknik pemasaran.

Di dalam kontestasi politik, kampanye politik berperan sebagai saluran komunikasi untuk mempromosikan kandidat atau platform politik. Kandidat harus memperhatikan preferensi, kebutuhan, dan aspirasi pemilih, lalu menyesuaikan pesan dan strategi kampanye mereka agar relevan dengan audiens berbeda. Ini termasuk Penggunaan media massa, debat politik, iklan televisi, media sosial, hingga interaksi langsung melalui kampanye tatap muka.

Dr.Bruce Newman

Newman mengingatkan bahwa kampanye politik modern menggunakan data dan analisis pasar untuk memahami pemilih secara lebih mendalam. Mereka memetakan profil demografis, psikografis, dan perilaku pemilih untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok target tertentu, mirip dengan cara perusahaan memetakan pasar konsumen. Berdasarkan informasi tersebut, kandidat dapat memodifikasi pesan politik mereka agar sesuai dengan segmen-segmen pemilih yang berbeda, serta menyesuaikan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

Dalam pemasaran politik menurut Newman adalah faktor yang sangat penting yakni peran media dalam membentuk persepsi pemilih. Di era digital, media massa dan media sosial menjadi alat utama bagi kandidat untuk menyampaikan pesan politik mereka dan mempengaruhi pemilih. Media memainkan peran penting dalam membentuk citra kandidat, menyoroti isu-isu tertentu, serta memfasilitasi debat publik.

“Kampanye politik modern harus memperhatikan media tradisional (seperti televisi, radio, dan surat kabar) dan media digital (seperti media sosial, blog, dan situs web). Kedua saluran ini memiliki audiens yang berbeda, namun sama-sama penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi partisipasi politik”, tulis Newman.

Marketing politik membantu memperkuat partisipasi pemilih dengan cara mengkomunikasikan pesan politik agar lebih efektif. Pendekatan ini memiliki tantangan dalam konteks demokrasi. Tantangan utama adalah ada risiko manipulasi pemilih melalui pesan-pesan kampanye bersifat emosional dan populis. Jika tidak dikelola dengan baik, pemasaran politik bisa mengarah pada politik pencitraan, yang lebih mengutamakan penampilan daripada substansi kebijakan.

Inisiator Marketing Politics

Bruce I Newman dikenal sebagai pakar dalam pemasaran politik atau marketing politics. Newman lahir di New York, Amerika Serikat. Belajar di Northwestern University dan meraih gelar sarjana dalam bidang komunikasi. Ia melanjutkan studi di University of Illinois hingga mencapai gelar doktor dalam bidang pemasaran. Newman kemudian menjadi dosen di beberapa universitas, salah satunya di DePaul University di Chicago mengajar di Departemen Pemasaran.

Ia terkenal sebagai pelopor dalam bidang pemasaran politik. Dalam Teori Pemasaran Politik satu kontribusi terpenting adalah pengembangan teori pemasaran politik. Menurut dia kampanye politik harus dikemas sebagai teknik menjual produk/gagasan kepada pemilih.

Ia juga memperkenalkan tentang pentingnya branding dalam politik. Menurut dia, citra dan identitas kandidat sangat mempengaruhi persepsi pemilih. Dalam buku-bukunya, Newman menjelaskan bagaimana kandidat dapat membangun kekuatan merj dengan cara sama seperti perusahaan membangun merek produk mereka.

Bruce I Newman menulis banyak buku dan artikel yang menjadi referensi dalam bidang pemasaran politik. Beberapa bukunya yang paling laris antara lain: “The Marketing of Ideas and Social Issues”, “Political Marketing” dan “Branding in Politics”.

Bruce I Newman adalah pioner dalam pemasaran politik. Kontribusinya akan tetap relevan dalam menghadapi tantangan dan peluang dunia politik modern. Kunci utama keberlangsungan sistem demokrasi adalah artisipasi pemilih dalam politik.**

Penulis adalah  Jurnalis MSINews, Pekerja Budaya, dan Ketua Departemen Data pada Crivijaya Studies Center.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BP Taskin Nilai Sekolah Rakyat Sangat Strategis, Selesaikan Dua Masalah Sekaligus

    BP Taskin Nilai Sekolah Rakyat Sangat Strategis, Selesaikan Dua Masalah Sekaligus

    • calendar_month Rabu, 19 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM – Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan utama memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan. Saking strategisnya, BP Taskin bahkan menyebut Sekolah Rakyat yang dijalankan Kemensos sebagai program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis. “Karena ini sangat strategis memutus mata rantai kemiskinan dan kebodohan, kami anggap ini sesuatu yang sangat prioritas seperti […]

  • Delegasi Utama World Water Forum Bebas dari Pungutan Wisman

    Delegasi Utama World Water Forum Bebas dari Pungutan Wisman

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Sejumlah delegasi utama atau kategori very very important person (VVIP) World Water Forum ke-10 yang digelar di Bali pada 18-25 Mei 2024 akan terbebas dari pungutan wisatawan mancanegara (wisman). Demikian diungkap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bali Tjok Bagus Pemayun di Denpasar, Jumat, (26/4/2024). “Ada beberapa delegasi yang menjadi pengecualian, kalau pun mereka mengajukan beberapa nama, nanti […]

  • Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

    Sri Mulyani Ungkap Sinyal Ekonomi 2023 Bakalan Seram Gelap Gulita

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Jakarta_Infomsi.News–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap adanya sinyal kalau ekonomi dunia pada 2023 ini akan gelap gulita atau Mati Lampu. Kondisi ini membuat Indonesia harus kembali mengencangkan sabuk pengamannya. Wanita asal Lampung itu menilai kondisi sedikit lebih baik dari yang diperkirakan awal dan sebelumnya organisasi dunia telah memproyeksikan pada 2023 ini akan banyak negara yang […]

  • Gambaran Politik Duet Ganjar-Anies: Siasat Lawan Prabowo atau Skenario Blunder?

    Gambaran Politik Duet Ganjar-Anies: Siasat Lawan Prabowo atau Skenario Blunder?

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Wacana duet Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan mencuat mendekati pendaftaran Pilpres 2024. Ketua DPD Said Abdullah menganggap kedua tokoh itu memiliki kekuatan jika bergabung menjadi satu. Said mengatakan Anies tak bisa diremehkan sebagai salah satu calon presiden (capres). Menurutnya, sama seperti Ganjar, Anies merupakan sosok pemimpin cerdas. “Apalagi, jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan […]

  • Disambut Hangat Jokowi, Puan Hadiri Welcoming Dinner World Water Forum di Bali

    Disambut Hangat Jokowi, Puan Hadiri Welcoming Dinner World Water Forum di Bali

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Denpasar,msinews.com-Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri sambutan makan malam (welcoming dinner) bagi delegasi World Water Forum (WWF) ke-10 di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Pemerintah Indonesia bersama World Water Council (WWC) menjadi tuan rumah ajang Forum Air Dunia itu. Kedatangan Puan di Taman Budaya GWK Bali, Minggu (18/5/2024), disambut hangat Presiden Joko Widodo […]

  • Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Tunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Sebagai  Kapolda Sumsel

    Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Tunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi, Sebagai Kapolda Sumsel

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Palembang, msinews.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menunjuk Irjen Pol Andi Rian R Djajadi SIK MH (Kapolda Sulawesi Selatan; Sulsel) sebagai Kapolda Sumsel. Irjen Pol Andi Rian menggantikan Irjen Pol A Rachmad Wibowo yang kini menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru saja dilantik Jumat kemarin. Penunjukkan itu […]

expand_less