Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini dan Feature » Partisipasi Politik dalam Pilkada Sumsel 2024: Merefleksikan Analisis Huntington dan Newman

Partisipasi Politik dalam Pilkada Sumsel 2024: Merefleksikan Analisis Huntington dan Newman

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh : Syamsul Noor

PEMIKIR sosiologi politik Amerika Serikat Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson banyak dikutip dalam literatur politik. Buku mereka tentang politik paling best seller, berjudul “No Easy Choice: Political Participation in Developing Countries”. Dalam buku tersebut penulis memaknai partisipasi politik sebagai aktivitas masyarakat sebagai pribadi-pribadi dimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah.

Partisipasi politik, menurut Samuel P. Huntington dan Joan M. Nelson dapat dilakukan secara: (1) Individu atau Kolektif; (2) Terorganisir atau Spontanitas; (3) Statis atau Sporadis; (4) Secara damai atau Secara Kekerasan; (5) Legal atau Ilegal; dan (6) Efektif atau Inefektif.

Pemilih Konsumen

Banyak pendapat dan teori mengulas partisipasi dan perilaku masyarakat dalam politik. Sebut saja satu sampel paling terkemuka, misalnya teori Bruce I. Newman. Dia termasuk suhu dalam Pemasaran Politik atau Marketing Politics.

Newman mengimplementasikan pendekatan pemasaran untuk menjelaskan “how” pemilih berpartisipasi dalam politik, dengan fokus pada “how” kampanye politik dan kandidat mempengaruhi keputusan masyarakat/pemilih.

Sebagai profesor di bidang pemasaran politik di DePaul University, Chicago, USA, Newman mempublikasikan banyak karya tulis ilmiah tentang Pemasaran Politik. Dalam buku “The Marketing of the President”, dia menguraikan tentang kampanye politik di Amerika Serikat telah berkembang waktu ke waktu hingga semakin memfokus pada taktik pemasaran dipersonalisasi untuk menarik pemilih.

Newman mengulas kampanye politik menggunakan prinsip-prinsip pemasaran sebagaimana biasa dilakukan dalam dunia bisnis untuk mempengaruhi keputusan pembeli/masyarakat.

Newman menuliskan, “Partisipan dalam politik tak ubahnya dengan konsumen dalam konteks ekonomi. Mereka disodori pesan, citra, dan strategi dari kampanye sehingga mendorong preferensi dan perilaku mereka. Dengan demikian, perilaku partisipan tidak hanya diwarnai oleh ideologi politik atau orientasi partai, melainkan juga oleh teknik pemasaran dari para kontestan atau partai politik.”

Menurut Newman, partisipan politik berposisi sebagai konsumen politik, sementara kontestan, partai politik atau calon dalam pemilihan kepala daerah sebagai produk atau brand kompetitor untuk menarik perhatian dan dukungan massa.

Tak jarang dalam suatu kontestasi politik para penyelenggara selalu memasang target tinggi untuk partisipasi politik rakyat, baik dalam pemilihan umum legislatif, pemilihan presiden, dan pemilihan kepala daerah.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Sumatra Selatan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 27 November 2024, juga memproyeksikan target partisipasi masyarakat relatif tinggi, yaitu di atas 80 persen. Dalam memulai proses pemilihan kepala daerah Sumsel pada awal Mei lalu, Ketua KPU Sumsel Andika Pranata Jaya memasang target partisipasi pemilih dapat melebihi partisipasi pemilih dalam Pileg dan Pilpres 2024, yakni mencapai 84,82 persen.

Apakah partisipasi politik pemilih pada setiap kontestasi politik memang harus tinggi? Parsipasi politik di negara, misalkan di Amerika Serikat pada Pilpres jauh di bawah partisipasi politik di Indonesia. Diskursus dalam tulisan ini tidak akan menyoroti persoalan tersebut.

Pendapat partisipasi politik merupakan unsur urgen dalam proses demokrasi, penulis sepakat dengan pendapat itu. Momentum Pilkada merupakan salah satu ekspresi utama dari partisipasi politik di negara demokratis. Rakyat berdaulat menggunakan hak suara melalui partisipasi politik dalam Pilkada.

Pakar politik Miriam Budiardjo dalam buku Partisipasi dan Partai Politik (1982) mengartikulasikan, partisipasi politik secara umum sebagai kegiatan seseorang atau sekelompok orang ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih kepala daerah, pimpinan negara, dan legislatif secara langsung atau tidak langsung, serta mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy).

Samuel P. Huntington

Dalam konteks pilkada, kampanye berperan sebagai saluran komunikasi untuk mempromosikan pasangan calon (Paslon) kepala daerah dan wakilnya atau platform politik. Paslon ajuan sudah seharusnya memperhatikan preferensi, kebutuhan, dan aspirasi pemilih. Mereka juga harus mensinkronisasikan pesan dan strategi kampanye agar relevan dengan audiens heterogen. Paslon dapat mensosialisasikan Visi, Misi, Orientasi/Program Unggulan mereka melalui media massa, debat politik, iklan televisi, media sosial, hingga interaksi langsung melalui kampanye tatap muka.

Newman juga menyoroti bahwa kampanye politik modern menggunakan data dan analisis pasar untuk memahami pemilih secara lebih mendalam. Mereka memetakan profil demografis, psikografis, dan perilaku pemilih untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok target tertentu, mirip dengan cara perusahaan memetakan pasar konsumen. Berdasarkan informasi ini, kandidat dapat memodifikasi pesan politik mereka agar sesuai dengan segmen-segmen pemilih berbeda, serta menyesuaikan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

Newman menggunakan apa yang ia sebut sebagai “Strategic Political Marketing” (SPM), suatu pendekatan yang mengakumulasikan prinsip-prinsip pemasaran, perilaku konsumen, dan komunikasi politik untuk memahami strategi kampanye politik mempengaruhi partisipan/pemilih. Model ini dapat menganalisis interaksi antara kampanye, pesan politik, kandidat, dan pemilih, dengan fokus pada keputusan pemilih dapat dipengaruhi oleh teknik pemasaran.

Di dalam kontestasi politik, kampanye politik berperan sebagai saluran komunikasi untuk mempromosikan kandidat atau platform politik. Kandidat harus memperhatikan preferensi, kebutuhan, dan aspirasi pemilih, lalu menyesuaikan pesan dan strategi kampanye mereka agar relevan dengan audiens berbeda. Ini termasuk Penggunaan media massa, debat politik, iklan televisi, media sosial, hingga interaksi langsung melalui kampanye tatap muka.

Dr.Bruce Newman

Newman mengingatkan bahwa kampanye politik modern menggunakan data dan analisis pasar untuk memahami pemilih secara lebih mendalam. Mereka memetakan profil demografis, psikografis, dan perilaku pemilih untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok target tertentu, mirip dengan cara perusahaan memetakan pasar konsumen. Berdasarkan informasi tersebut, kandidat dapat memodifikasi pesan politik mereka agar sesuai dengan segmen-segmen pemilih yang berbeda, serta menyesuaikan strategi komunikasi yang lebih tepat sasaran.

Dalam pemasaran politik menurut Newman adalah faktor yang sangat penting yakni peran media dalam membentuk persepsi pemilih. Di era digital, media massa dan media sosial menjadi alat utama bagi kandidat untuk menyampaikan pesan politik mereka dan mempengaruhi pemilih. Media memainkan peran penting dalam membentuk citra kandidat, menyoroti isu-isu tertentu, serta memfasilitasi debat publik.

“Kampanye politik modern harus memperhatikan media tradisional (seperti televisi, radio, dan surat kabar) dan media digital (seperti media sosial, blog, dan situs web). Kedua saluran ini memiliki audiens yang berbeda, namun sama-sama penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi partisipasi politik”, tulis Newman.

Marketing politik membantu memperkuat partisipasi pemilih dengan cara mengkomunikasikan pesan politik agar lebih efektif. Pendekatan ini memiliki tantangan dalam konteks demokrasi. Tantangan utama adalah ada risiko manipulasi pemilih melalui pesan-pesan kampanye bersifat emosional dan populis. Jika tidak dikelola dengan baik, pemasaran politik bisa mengarah pada politik pencitraan, yang lebih mengutamakan penampilan daripada substansi kebijakan.

Inisiator Marketing Politics

Bruce I Newman dikenal sebagai pakar dalam pemasaran politik atau marketing politics. Newman lahir di New York, Amerika Serikat. Belajar di Northwestern University dan meraih gelar sarjana dalam bidang komunikasi. Ia melanjutkan studi di University of Illinois hingga mencapai gelar doktor dalam bidang pemasaran. Newman kemudian menjadi dosen di beberapa universitas, salah satunya di DePaul University di Chicago mengajar di Departemen Pemasaran.

Ia terkenal sebagai pelopor dalam bidang pemasaran politik. Dalam Teori Pemasaran Politik satu kontribusi terpenting adalah pengembangan teori pemasaran politik. Menurut dia kampanye politik harus dikemas sebagai teknik menjual produk/gagasan kepada pemilih.

Ia juga memperkenalkan tentang pentingnya branding dalam politik. Menurut dia, citra dan identitas kandidat sangat mempengaruhi persepsi pemilih. Dalam buku-bukunya, Newman menjelaskan bagaimana kandidat dapat membangun kekuatan merj dengan cara sama seperti perusahaan membangun merek produk mereka.

Bruce I Newman menulis banyak buku dan artikel yang menjadi referensi dalam bidang pemasaran politik. Beberapa bukunya yang paling laris antara lain: “The Marketing of Ideas and Social Issues”, “Political Marketing” dan “Branding in Politics”.

Bruce I Newman adalah pioner dalam pemasaran politik. Kontribusinya akan tetap relevan dalam menghadapi tantangan dan peluang dunia politik modern. Kunci utama keberlangsungan sistem demokrasi adalah artisipasi pemilih dalam politik.**

Penulis adalah  Jurnalis MSINews, Pekerja Budaya, dan Ketua Departemen Data pada Crivijaya Studies Center.

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenag RI

    Kemenag RI: Pelunasan BIPIH Telah Dibuka, Berikut Besarannya:

    • calendar_month Selasa, 23 Jan 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Kemenag RI (Kementerian Agama Republik Indonesia) telah membuka pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) bagi jemaah haji reguler sejak 10 Januari 2024. Prosedur ini dilakukan setelah jemaah memenuhi syarat istithaah kesehatan sebagai bagian dari persiapan perjalanan ibadah haji. Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie, mengumumkan bahwa hampir 50% dari total kuota Indonesia […]

  • Melvia, Pendamping PKH Yang Setia Mengabdi Di Tengah Musibah Pesisir Selatan

    Melvia, Pendamping PKH Yang Setia Mengabdi Di Tengah Musibah Pesisir Selatan

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Pesisir Selatan,msinews.com– Banjir beserta lumpur melanda rumah Melvia Viawitri, pendamping PKH Kecamatan Batang Kapas, Pesisir Selatan pada Kamis 7 Maret 2024 Waktu menunjukkan pukul 23.00 saat air mulai menggenangi rumahnya. Kejadian tersebut merusak nyaris seluruh perabotan di rumahnya. Melvia bersama suaminya segera mengungsikan kedua anak mereka yang masih balita dan kedua orang tua yang masih […]

  • Empat Program Prabowo-Gibran yang Banyak Disetujui Publik,Digitalisasi Pemerintahan 92,4 %

    Empat Program Prabowo-Gibran yang Banyak Disetujui Publik,Digitalisasi Pemerintahan 92,4 %

    • calendar_month Selasa, 23 Apr 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil rekapitulasi pemilihan umum baik pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2024 pada hari ini, Rabu (20/3/2024). Berdasarkan perhitungan KPU,jumlah suara sah dalam rekapitulasi Pilpres 2024 sebesar 164.270.475. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memperoleh 96.214.691 suara atau 58,59%. Pasangan Anies-Muhaimin Iskandar memperoleh suara 40.971.906 atau 24,95% dari suara […]

  • Praktisi Hukum Indonesia (PHI) Semar Dju

    KKB Pegunungan, PHI Minta Perkuat Intelejen BIN dan Kepolisian

    • calendar_month Sabtu, 30 Sep 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Pegunungan Binyang hingga ke Provinsi Papua Pegunungan menjadi perhatian serius bagi masyarakat dan pemerintah Indonesia. Upaya keras telah dilakukan oleh aparat keamanan dalam menangani ancaman yang ditimbulkan KKB, tetapi tantangan ini masih terus berlanjut. Praktisi Hukum Indonesia (PHI)KKB Semar Dju mendesak Badan Intelijen Negara (BIN) Indonesia […]

  • Di Magelang, Kasad TNI AD ; Berikan Pengabdian Terbaik Kita untuk Bangsa!

    Di Magelang, Kasad TNI AD ; Berikan Pengabdian Terbaik Kita untuk Bangsa!

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Magelang,msinews.com-Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI AD, setiap individu dituntut untuk selalu memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara. Penegasan tersebut disampaikan Kasad saat memberikan pembekalan kepada para Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat III dan Tingkat IV, calon Perwira Remaja (Paja), di Akmil, Magelang, Rabu (9/7/2025), […]

  • Pengurus Ikatan Alumni Giovanni Resmi Dilantik, dr. Imelda Terpilih Pimpin IKA Givans

    Pengurus Ikatan Alumni Giovanni Resmi Dilantik, dr. Imelda Terpilih Pimpin IKA Givans

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Kupang,msinews.com – Badan pengurus Ikatan Alumni SMA Katholik Giovanni Kupang (IKA Givans) periode 2025-2030 resmi dikukuhkan, Sabtu 24 Mei 2025. Pengukuhan yang digelar di Aula SMAK Giovanni Kupang ini dihadiri Wali Kota Kupang, dr. Chrisitian Widodo, para guru dan alumni dari berbagai angkatan. Turut hadir Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomoeni, anggota Komisi V DPRD […]

expand_less