Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BNPB Dorong Aksi Merespons Peringatan Dini Sebelum Dampak Bencana Terjadi

BNPB Dorong Aksi Merespons Peringatan Dini Sebelum Dampak Bencana Terjadi

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • visibility 105
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) menjadi salah satu kunci untuk memastikan sistem peringatan dini tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi mampu mendorong masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bertindak sebelum dampak bencana terjadi.

Pesan tersebut mengemuka dalam Ignite Stage Rumah Resiliensi Indonesia pada rangkaian Emergency Disaster Reduction and Rescue (EDRR) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di JIEXPO, Jakarta, Kamis (13/8).

Mengusung tema “Implementasi dan Praktik Baik Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD)”, forum ini menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, inovasi, dan praktik baik dalam memperkuat implementasi AMPD di Indonesia. Kegiatan mempertemukan kementerian/lembaga, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan, komunitas lokal, dan pemerintah daerah.

Forum tersebut membahas bagaimana Impact-Based Forecast (IBF) dapat diterjemahkan menjadi peringatan yang relevan, keputusan yang tepat, dan tindakan nyata untuk mengurangi risiko serta dampak bencana.

Kegiatan diawali dengan paparan kunci Kepala BMKG, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, S.T., M.T., Ph.D., dengan topik “Prakiraan Berbasis Dampak (Impact-Based Forecast) sebagai Landasan Aksi Merespons Peringatan Dini.”

Pendekatan Impact-Based Forecast menempatkan informasi prakiraan bukan hanya untuk menjawab apa kondisi cuaca yang akan terjadi, tetapi juga memahami dampak yang mungkin ditimbulkan, siapa yang berisiko, wilayah yang perlu bersiap, serta tindakan yang perlu dilakukan.

Dalam pengembangan IBF, BMKG menekankan pentingnya menghasilkan informasi yang lebih kontekstual dan dapat ditindaklanjuti. Pendekatan ini mengintegrasikan informasi cuaca dengan data keterpaparan, kerentanan, kapasitas wilayah, kondisi lokal, serta informasi sektoral sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

BNPB melalui Kedeputian Bidang Pencegahan turut berpartisipasi dalam forum tersebut. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Dr. Abdul Muhari, hadir sebagai narasumber dengan topik “Menerjemahkan Prakiraan Berbasis Dampak Menjadi Peringatan Bencana Nasional dan Diseminasi kepada Pemangku Kepentingan.”

Dalam paparannya, ditekankan bahwa rantai peringatan dini harus dibangun secara utuh, mulai dari prakiraan, analisis potensi dampak, peringatan, pengambilan keputusan, hingga tindakan.

“Peringatan dini tidak boleh berhenti sebagai informasi. Peringatan harus menjadi trigger untuk bertindak sebelum dampak terjadi.”

Pesan tersebut menjadi penting karena efektivitas sistem peringatan dini pada akhirnya ditentukan oleh kemampuan sistem untuk mengubah informasi menjadi tindakan yang dapat mengurangi risiko dan menyelamatkan masyarakat.

Salah satu ilustrasi yang digunakan dalam pembahasan menunjukkan hubungan temporal antara jumlah korban jiwa dan jumlah penduduk yang mengungsi (displacement). Kurva memperlihatkan bahwa peningkatan korban terjadi lebih dahulu dan berlangsung tajam, sementara peningkatan jumlah pengungsi dalam skala besar baru terjadi beberapa hari kemudian.

Pola tersebut menunjukkan adanya response latency, yaitu jeda antara meningkatnya dampak bencana dan munculnya respons masyarakat dalam skala besar. Dengan kata lain, perpindahan atau pengungsian dalam jumlah besar baru terjadi ketika dampak telah berkembang secara signifikan.

Kondisi ini menggambarkan pola respons yang cenderung reaktif, yaitu masyarakat bergerak setelah dampak dirasakan. Padahal, dalam sistem peringatan dini yang efektif, waktu tersebut seharusnya digunakan untuk melakukan tindakan antisipatif.

“Kalau bicara efektif peringatan dini dan AMPD, peak evakuasi harus berada di depan peak korban”, kata Muhari.

Artinya, puncak evakuasi idealnya terjadi sebelum puncak korban dan dampak, bukan setelahnya. Semakin awal masyarakat yang berada di wilayah berisiko dapat dipindahkan ke tempat aman, semakin besar peluang untuk mencegah jatuhnya korban.

Dalam konteks tersebut, tujuan AMPD bukan sekadar menghasilkan lebih banyak pengungsi, tetapi memastikan evakuasi dilakukan sebelum masyarakat menjadi korban. Evakuasi merupakan tindakan antisipatif, sedangkan pengungsian yang terjadi setelah bencana berdampak merupakan konsekuensi dari kejadian. Karena itu, keberhasilan peringatan dini tidak semata-mata diukur dari seberapa cepat peringatan dikeluarkan, tetapi dari seberapa cepat peringatan tersebut menghasilkan tindakan sebelum dampak terjadi.

*Memperkuat Kolaborasi Multipihak*

Implementasi AMPD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena tidak ada satu institusi yang dapat menjalankan seluruh rantai peringatan dini secara sendiri. BMKG berperan dalam menyediakan informasi prakiraan dan peringatan, sementara BNPB bersama pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemanusiaan, dan komunitas memastikan informasi tersebut diterjemahkan menjadi keputusan dan tindakan di lapangan.

Forum ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung agenda Early Warnings for All (EW4All) dengan memperkuat keterhubungan antara prakiraan, peringatan, pengambilan keputusan, dan aksi dini.
Melalui kolaborasi multipihak, AMPD diharapkan berkembang dari sekadar mekanisme penyampaian peringatan menjadi ekosistem aksi dini yang memastikan masyarakat memperoleh informasi yang tepat, memahami risiko, mengetahui tindakan yang harus dilakukan, dan memiliki kapasitas untuk bertindak.

Kegiatan “Implementasi dan Praktik Baik Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD)” merupakan salah satu agenda strategis dalam Rumah Resiliensi Indonesia pada rangkaian EDRR 2026. Forum ini diharapkan menghasilkan pembelajaran dan rekomendasi strategis untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana nasional sekaligus mendorong terwujudnya sistem peringatan dini yang lebih cepat, tepat, mudah dipahami, dan berorientasi pada aksi.**

 

 

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

    Di Hari Kemerdekaan, Menhan Sjafrie Hadir Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Gempa NTT

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 294
    • 0Komentar

    JAKARTA,MSINEWS.COM– Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin segera bertolak menuju Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026), untuk meninjau langsung penanganan dampak gempa bumi sekaligus membawa bantuan bagi masyarakat terdampak. Kehadiran Menhan Sjafrie di NTT merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana serta untuk memastikan penanganan dan bantuan dapat berjalan secara […]

  • Dewan Pers Nyatakan, HCB Tidak Punya Legal Standing Lagi, Ketum PWI adalah Zulmansyah Sekedang 

    Dewan Pers Nyatakan, HCB Tidak Punya Legal Standing Lagi, Ketum PWI adalah Zulmansyah Sekedang 

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 183
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, Jakarta – Dewan Pers (DP) tegas menyatakan Hendry Ch Bangun (HCB) tidak mempunyai legal standing (kedudukan hukum) lagi sebagai Ketua Umum PWI Pusat untuk menggugat Dewan Pers di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Hal itu karena HCB sudah diberhentikan (dipecat) oleh Dewan Kehormatan PWI Pusat sebagai anggota PWI sejak 16 Juli 2024 berdasarkan Surat […]

  • Catat, 10 Lokasi Shalat Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi oleh PP Muhammadiyah

    Catat, 10 Lokasi Shalat Idul Fitri 1446 H/2025 Masehi oleh PP Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 206
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM,Jakarta– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin (31/3/2025) melalui Maklumat Nomor 1/MLM/1.0/E/2025. Adapun, penetapan Idul Fitri 2025 Muhammadiyah dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Berdasarkan metode tersebut, Muhammadiyah akan menggelar shalat Idul Fitri di berbagai daerah, baik di lapangan terbuka maupun masjid. Bagi […]

  • Perkuat Komitmen Swasembada Nasional, Kasad-PT Agrinas Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

    Perkuat Komitmen Swasembada Nasional, Kasad-PT Agrinas Teken Kerja Sama Ketahanan Pangan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com– Korps Angkatan Darat Tentara Nasional Indonesia tak henti berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai lini Korps TNI AD ini menjalin kerja sama, salah satunya dibidang ketahanan pangan. Terkini, Korps TNI AD melalui KASAD (Kepala Staf Angkatan Darat ) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc, melakukan kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara […]

  • Pulkam Wakapolri Sambangi Rumah Sakit Bhayangkara Blora

    Pulkam Wakapolri Sambangi Rumah Sakit Bhayangkara Blora

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Jakarta_Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Agus Andrianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (25/7/2023). Dalam kunjungannya ke kampung halamannya itu, Agus sempat mengecek pembangunan Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat IV, yang berlokasi di Desa Jagong, Kecamatan Kunduran. “Saya pulang ke Blora atas izin Bapak Kapolri, saya melakukan […]

  • Liga Champions: Real Madrid vs. Leipzig Berakhir Imbang 1-1

    Liga Champions: Real Madrid vs. Leipzig Berakhir Imbang 1-1

    • calendar_month Kamis, 7 Mar 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Spanyol, MSINews.com – Penyisihan Liga Champions antara Real Madrid dan RB Leipzig pada Kamis pagi pukul 03.00 WIB berakhir dengan skor imbang 1-1, menguntungkan tim tuan rumah berkat agregat 2-1. Sebelum pertandingan dimulai, Real Madrid yang diasuh oleh pelatih legendaris Carlo Ancelotti unggul dengan agregat 1-0, sementara RB Leipzig di bawah arahan pelatih Marco Rose […]

expand_less