Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Budaya » In Memoriam Bunda Elly Rudy, Pencipta Tari Tanggai dan Pendiri Sanggar GER

In Memoriam Bunda Elly Rudy, Pencipta Tari Tanggai dan Pendiri Sanggar GER

  • account_circle Media Sejahtera Indonesia
  • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
  • visibility 208
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Palembang, msinews.com – Kabar duka seketika merundung jagat seni, khususnya di Sumatra Selatan dan secara umum Indonesia. Penggiat dan Koreografer Tari Nasional Nurul Laili Anggraini (keseharian lebih akrab dipanggil Bunda Elly Rudy) meninggal dunia, Selasa (16/07/2024) sekitar pukul 02.30 WIB.

Rumah duka di Kompleks Villa Mitra Palembang, Jalan Seruni Nomor 29, Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat 1. Direncanakan almarhumah Bunda Elly akan dimakamkan Rabu (17/07/2024) bakda Zuhur.

Rudy disematkan ke namanya karena sang suami bernama Rudy Syafruddin. Pasangan Nurul Laili Anggraini dan Rudy Syafruddin dikaruniai empat anak, yaitu Swarna Maha Reza, S.Sos., Swarga Arya Eza, S.Pd, Permata Safira, S.E. dan Puspa Dita, S.Si.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Cahyo Sulistiyaningsih menuturkan, sosok almarhumah pekerja keras dan bertanggung jawab. Dalam usia tidak muda lagi almarhumah masih terus berkarya dan mengajar.

Bunda Elly Rudy bersama almarhum Bang Kusni Kirana dan para penari Sanggar GER dalam salah satu even nasional pada 1990-an. (Foto: Nina Sri Lestari penari Sanggar GER)

“Disbudpar Sumsel sedang dalam proses pengajuan ke Kemendikbud untuk almarhumah memperoleh anugerah maestro. Berkasnya sudah diajukan dan sedang diproses. Saya akan segera menanyakan perihal berkas tersebut ke Kemendikbud RI,” ujar Cahyo.

Ketua Dewan Kesenian Sumsel (DKSS) Iqbal Rudianto menyatakan, DKSS jelas merasa sangat kehilangan figur seniman hebat di Sumsel. Apalagi banyak partisipasi dan kontribusi almarhumah, baik untuk Dewan Kesenian Palembang maupun DKSS.

“Terima kasih atas jasa dan pengabdian almarhumah di jalur seni tari di Sumsel. Almarhumah orang baik yang selalu peduli dengan kesenian dan generasi muda,” kata Didit.

Pada 1965 Bunda Elly mulai menekuni kreativitas seni tari. Alumnus FKIP Bahasa dan Seni Universitas Sriwijaya Palembang, pada 1965 menciptakan Tari Tanggai.

Selanjutnya, almarhumah kian “mabuk” oleh “ekstase seni tari”. Ia pun menjadi pelatih tari di berbagai institusi dan lembaga, antara lain sekolah, yayasan hingga instansi pemerintah. Dalam berbagai even ia juga menjadi juri lomba, koreografer, dan native speakers (narasumber), serta menulis beberapa buku.

“Bunda Elly Rudy orang konsisten dalam berkesenian sejak 1960-an. Beliau seniwati sejati dan banyak menciptakan karya seni tari diakui, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar seniman tari Sumsel Indra Gunawan.

Para seniman Sumsel, menurut Indra, jelas merasa sangat kehilangan. Karya almarhumah akan dikenang sepanjang masa, seperti Tari Tanggai menjadi tari saat penyambutan tamu.

Sejak kecil Elly Rudy telah menyenangi dunia tari. Pada 1962, dia menjadi anggota tim penari Gending Sriwijaya, terhimpun dalam dalam Sanggar Tari pimpinan Sukaenah Rozak. Sejak itu, Bunda Elly kerap tampil dengan tari Gending Sriwijaya dalam berbagai perhelatan.

Bunda Elly Rudy bersama para penari Tari Nindai dari Sanggar GER pada 1994. (Foto: Nina Sri Lestari penari Sanggar GER)

Pengalaman dan prestasi dia miliki tentu saja layak disebut sebagai maestro. Seluruh hidupnya didedikasikan di dunia seni khususnya tari Gending Sriwijaya serta menggantungkan hidupnya dari seni.

Berikut ini historiografi semasa hidup Elly Rudy di dalam aktivitas-kreativitas berkesenian:

1962: Sebagai penari Gending Sriwijaya bergabung dalam Grup Tari pimpinan Sukaenah Rozak.

1962: Berperan sebagai aktris bersama aktor Bahar Tan Tuah dalam film drama perjuangan “Sehelai Merah Putih” di Jakarta. Arsip Foto: Anwar Tan Djumai

1965:  Menciptakan Tari Tanggai.

1965: Menjadi duta Indonesia ke New York World Fair Amerika sebagai penari.

1980: Pada 30 Oktober 1980 mendirikan Sanggar Tari GER (Group Elly Rudy), dikuatkan dengan S.K. Pendirian No. 17/19-04-2018 oleh pejabat notaris Raden Muhammad Fauwaz Diraja, S.H., M.Kn.

Bunda Elly Rudy (76) bersama @kintanrhmadini Gadis Palembang 2023. (Foto: Dok.

1981 – sekarang: Aktif sebagai Pelatih Tari. Mengikuti Misi Kesenian sebagai Duta Seni ke berbagai Even nasional dan internasional.

1986: Karya Tari Erai-Erai Serumpun mewakili Provinsi Sumatra Selatan pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ).

1987: Karya Tari Cek Molek Juara I dalam Pekan Tari Kreasi di Bengkulu, mewakili Provinsi Sumatra Selatan.

1988: Tim Tari Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas), Karya: Tari Egal-Egol (eksibisi).

1989: Tim Tari Universitas Sriwijaya (Unsri). Juara I Tari Tradisi dengan Karya: Tari Tanggai pada Pekan Seni Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala, Aceh.

1990: Juara I Lomba Cipta Tari Tingkat Provinsi, Karya Tari Bungo Inten.

1991: Juara III Tingkat Nasional dalam Gatra Kencana TVRI Palembang, Karya: Pijar Budaya Sumatra Selatan.

1992:   Mewakili Provinsi Sumatra Selatan pada Pekan Seni Budaya Melayu di Tanjung Pinang, Riau.

1993: Penampilan Terbaik Lomba Cipta Tari Tingkat Nasional di Jakarta, Karya: Tari Nindai.

1994:   Mewakili Provinsi Sumatra Selatan ke Laos, Thailand, dan Singapura atas undangan pemerintah setempat.

1995: Mewakili Provinsi Sumatra Selatan pada Festival Keraton Surakarta.

1995: Kerjasama TVRI Pusat Jakarta dan TVRI Palembang dalam Paket Khusus Indonesia Emas, Karya Sendratari “Sultan Mahmud Badaruddin II”.

1997: Utusan Provinsi Sumatra Selatan pada Festival Keraton Cirebon.

1998: Utusan Provinsi Sumatra Selatan pada Pekan Raya Budaya Melayu Riau.

1998: Sebagai tutor/narasumber Tari Tanggai dan Tari Gending Sriwijaya di STSI Padang Panjang (sekarang ISI Padang Panjang).

1999: Utusan Provinsi Sumatra Selatan ke Johor Baru Malaysia sebagai narasumber Bedah Tari Zapin.

2001: Utusan Provinsi Sumatra Selatan pada Festival Gendang Nusantara di Melaka Bandar Raya, Malaysia.

2001: Menerima Penghargaan Seni ASEAN Social and Economic Corporation Golden Award 2001, Jakarta.

2002: Mewakili Provinsi Sumatra Selatan di Istana Negara. 1. Tari Gending Sriwijaya; 2. Tari Lenggok Musi.

2002: Pelatih Tim Kesenian Daerah Musi Banyuasin (Muba) dibawah pimpinan Bupati Muba Bapak Ir. Alex Noerdin. – Mengikuti Festival Floriade Hearlemmeer, Belanda.- Misi Indonesia ke Perancis.

2003: Utusan Provinsi Sumatra Selatan ke Kerajaan Negara Selangor, Malaysia.

2003: Utusan Provinsi Sumatra Selatan pada Festival Rampai Melayu–Budaya Melayu Sedunia, Riau.

2003: Utusan Tim Kesenian sebagai Pelatih Tari ke Italia dan Jerman.

2003: Menerima Penghargaan Seni sebagai Seniman Tari dari Pemerintah Daerah (Pemda) Sumatera Selatan.

2007: Dosen Luar Biasa Fakultas Seni Prodi Sendratasik Universitas PGRI Palembang.

2007: Sebagai tutor/narasumber “Workshop Penata Tari dan Musik se-Sumatra Selatan”.

2009:   Sebagai juri/pengamat pada Festival Seni Tari Melayu.

2010: Narasumber Workshop Pengembangan–Pelestarian Seni Budaya Palembang, diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumatra Selatan.

2013:   Narasumber Focus Group Discussion Pakaian Adat dan Tari Sambut Sumatra Selatan, diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Sumatra Selatan.

2013: Juri/Pengamat Lomba Tari Kreasi Sumatra Selatan.

Bunda Elly Rudy bersama aktor Bahar Tan Tuah dalam syuting adegan film drama perjuangan “Sehelai Merah Putih” di Jakarta pada 1962. (Foto: Anwar Tan Djumai)

2013: Menerima Penghargaan Sebagai Tokoh Seni Budaya Sumatra Selatan dari Universitas PGRI Palembang.

2016: Koreografer World Dance Day di Surakarta diselenggarakan oleh ISI Surakarta. Karya: Tari Lilin Siwa.

2017: Sebagai Narasumber/Pamong Seni Pelatihan Kesenian Tradisional Sumatra Selatan. Materi: Tari Tanggai. Diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  (Disbuspar) Provinsi Sumatra Selatan.

2017: Koreografer World Dance Day Surakarta diselenggarakan oleh ISI Surakarta. Karya: Tari Pagar Pengantin.

2017: Menciptakan Tari Sambut Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Karya: Tari Sambut Ilim.

2018:   Koreografer pada Festival Triangle Culture Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Kota Palembang.

2018: Pelatih Tari di Dinas Kebudayaan Kota Palembang.

Sang Maestro Tari Sumatra Selatan Bunda Elly Rudy lahir pada 29 Oktober 1948. Semua karya dan pengabdian Bunda Elly senantiasa tetap hidup dan menggelora dalam semangat generasi muda.

Rest in Peace (RIP), Bunda Elly Rudi. Allah SWT teramat mengasihi umat-Nya dan semoga Dia mengampuni khilaf dan salah. (SN/Biro SumselBabel). **

Penulis

Laju Informasi Pengetahuan Masyarakat Indonesia yang Transpran, Adil dan Maju Guna Pembagunanan NKRI Lebih Baik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komisi IV DPR Soroti Karhutla Sumsel, Usman Husin: Kemenhut Harus Cegah Sebelum Api Muncul

    Komisi IV DPR Soroti Karhutla Sumsel, Usman Husin: Kemenhut Harus Cegah Sebelum Api Muncul

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 140
    • 0Komentar

    MSINEWS.COM, JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR, Usman Husin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Sumatera Selatan yang hampir setiap tahun mengalami kejadian serupa saat musim kemarau. Menurut Usman, pemerintah seharusnya telah memiliki pola mitigasi yang lebih efektif mengingat kebakaran hutan kerap terjadi di lokasi yang sama […]

  • Tuai Isu Pembubaran KPK, Sekjen PDIP Klarifikasi Maksud Megawati

    Tuai Isu Pembubaran KPK, Sekjen PDIP Klarifikasi Maksud Megawati

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Jakarta, InfomsiNews–Peyampaian Megawati Soekarnoputri terkait pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuai beragam respons dari sejumlah pihak. Menanggapi hal tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meluruskan maksud ketua umum PDIP yang kadung diberitakan sempat meminta kepada Presiden Jokowi  membubarkan KPK. “Itu diplintir. Maksud Bu Mega, beliau yang mendirikan KPK, (tapi korupsi) masih jadi persoalan pokok,” kata Hasto menjawab pertanyaan wartawan […]

  • Bupati Indramayu Jalani Hari Pertama Magang di Kantor Kemendagri

    Bupati Indramayu Jalani Hari Pertama Magang di Kantor Kemendagri

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jakarta,msinews.com – Bupati Indramayu Lucky Hakim menjalani hari pertama magang di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa (6/5/2025). Lucky tiba di Kantor Kemendagri sejak pukul 07.30 WIB dan diterima langsung oleh Mendagri pada pukul 08.00 WIB. Dalam pertemuan itu, Mendagri memberikan sejumlah arahan sebelum Lucky memulai masa magang selama tiga bulan ke depan di […]

  • Vonis DKPP

    Vonis DKPP Terhadap KPU Tidak Pengaruhi Pencalonan Gibran

    • calendar_month Senin, 5 Feb 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com. – Vonis DKPP (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Heddy Lugito, menegaskan pelanggaran kode etik yang diterima Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Asy’ari, beserta enam anggota KPU lainnya tidak memiliki dampak terhadap pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2024. Pada hari Senin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Heddy menyatakan […]

  • Kontroversi Ucapan Zulhas

    Kontroversi Ucapan Zulhas Dituduh Melecehkan Agama, MUI Minta Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 21 Des 2023
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 177
    • 0Komentar

    Jakarta, MSINews.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi mengungkapkan keprihatinannya terkait video ucapan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas, diduga melecehkan agama Islam. Muhyiddin, dalam pernyataan tertulis pada Rabu (20/12), mengatakan bahwa pernyataan Zulkifli Hasan dapat dikategorikan sebagai penistaan agama dan bagian dari upaya memperolok […]

  • Gunung Lewotobi Laku-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada akan Abu Vulkanik

    Gunung Lewotobi Laku-Laki Kembali Erupsi, Warga Diminta Waspada akan Abu Vulkanik

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Media Sejahtera Indonesia
    • visibility 239
    • 0Komentar

    Larantuka,msinews.com-Gunung berapi Lewotobi Laki-laki di Kecamatan Wulanggitang dan Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, NTT, meletus lagi siang ini, Senin (3/6/2024). Adapun, abu vulkanik dari kawah dan pusat erupsi terlihat terus turun dan berhembus mengikuti arah angin ke barat dan barat daya. Sementara di bagian barat dan barat daya Kecamatan Wulanggitang dalam radius 2-7 kilometer dari […]

expand_less